Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pemilihan dan Pengolahan Ikan yang Aman Sebagai Sumber Iodium Masyarakat Pesisir di Lingkar Tambang Desa Buwun Mas Ardiana Ekawanti; Deasy Irawati; Rifana Cholidah; Lina Nurbaiti; Rahmah Dara Ayunda; Lazuardi Arsy; Sherly Agustina; Aisya Nur Abida; Budhiarko Pramana Putra
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 4 (2022): Oktober-Desember 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.208 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i4.2226

Abstract

Pertambangan emas skala kecil di daerah lingkar tambang di propinsi NTB memberikan dampak bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Merkuri sebagai polutan dari pertambangan emas akan diubah menjadi bentuk organic yaitu metil merkuri yang dapat terakumulasi pada sumber makanan penduduk di sekitar tambang terutama bahan makanan yang berasal dari laut. Makanan yang tercemar merkuri jika dikonsumsi oleh masyarakat terutama oleh ibu hamil akan memberikan dampak bagi kesehatan. Ibu hamil adalah golongan yang rentan mengalami defisiensi iodium. Pengabdian ini bermaksud untuk memberikan pengetahuan bagi kader posyandu sebagai tokoh yang dekat dan dijadikan rujukan oleh ibu hamil tentang pemenuhan asupan gizi iodium dari bahan makanan yang berasal dari laut dan aman dari kontaminasi merkuri . Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan demonstrasi pengolahan hasil laut. Pelaksanaan kegiatan diikutioleh 10 orang kader posyandu dari desa Buwun Mas. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan kader posyandu dengan meningkatnya rerata nilai pre tes dari 31,25 menjadi 83,75 pada saat post test. Kegiatan juga diikuti dengan antusias oleh peserta ditandaidengan banyaknya pertanyaan di akhir acara dan diakhiri dengan contoh pengolahan makanan yang aman dan menjadi sumber iodium bagi masyarakat pesisir yang terdampak polusi tambang emas
Optimization of Cryogenic Grinding as a Hair Sample Preparation Technique for Heavy Metal Concentration Analysis I Gusti Ayu Sri Andayani; Indah Retnowati; Baiq Mariana; N Ismillayli; Ardiana Ekawanti; Rahmah Dara Ayunda
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 14 No. 2 (2026): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v14i2.18503

Abstract

This study aimed to evaluate the effectiveness of cryogenic grinding as a hair sample preparation technique and to compare heavy metal analysis results obtained using Energy Dispersive X-ray (EDX) and Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hair samples were collected from five residents of Sekotong and analyzed for Cd, Hg, and Pb content. Data were analyzed descriptively and compared using the Friedman test. The results indicated that AAS consistently yielded higher metal concentrations than EDX. Cd concentrations measured by AAS, EDX of powdered hair, and EDX of intact hair were 0.00656 mg/kg, 0.00130 mg/kg, and 0.00010 mg/kg, respectively. For Hg, the corresponding measurements were 0.00380 mg/kg, 0.00212 mg/kg, and 0.00362 mg/kg, whereas Pb exhibited the largest disparity, with 0.12930 mg/kg for AAS, 0.00224 mg/kg for EDX of powdered hair, and 0.06978 mg/kg for EDX of intact hair. The high variability, particularly in Pb measurements, suggests that heterogeneity in metal distribution and surface contamination affect EDX readings of intact hair. Cryogenic grinding yielded a more homogeneous particle distribution, resulting in EDX measurements of powdered hair that were more representative and numerically closer to AAS results than measurements of intact hair. Although differences were not statistically significant (p > 0.05), these findings support the use of cryogenic grinding to enhance the accuracy of hair-based heavy metal analysis. Furthermore, this method has the potential to reduce the use of destructive chemicals and hazardous waste, making it a safer and more sustainable alternative for community biomonitoring in areas affected by heavy metal contamination.