Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PELATIHAN SENAM OTAK DAN PENGUKURAN TINGKAT KONSENTRASI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS GRUP PROLANIS PUTEWA JAKARTA TIMUR Mustika Anggiane Putri; Patwa Amani; Donna Adriani; Astri Handayani; Aurelia Putri Fayola
Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2280.493 KB) | DOI: 10.25105/akal.v2i1.9041

Abstract

Pada Masa Pandemi covid-19 seperti saat sekarang, hampir sebagian besar kegiatan fisik dihentikan termasuk kegiatan rutin senam para peserta prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) Diabetes melitus (DM), padahal kita tahu bahwa olahraga sangat efektif untuk mencegah atau sebagai terapi rehabilitatif penyakit kronis seperti diabetes melitus. Senam otak efektif untuk meperbaiki kognitif, mencegah depresi dan komplikasi yang dapat terjadi pada penderita diabetes melitus seperti demensia atau pikun. Oleh karena hal tersebut dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, kami bermaksud memberikan solusi yaitu melakukan kegiatan pelatihan senam otak daring dengan memanfaatkan aplikasi zoom. Senam ini sangat penting dan bermanfaat sebagai usaha pencegahan komplikasi otak pada penderita DM. Selain pelatihan senam otak, kami melakukan pengambilan data tingkat konsentrasi peserta dengan menggunakan intrumen tes Army Alpha. Kegiatan dilakukan dalam dua waktu berbeda, yaitu senam otak yang dilakukan secara daring, setelah itu pekan selanjutnya, pengambilan data tingkat konsentrasi dan pelayanan berupa pemberian obat. Terdapat 51 perserta yang hadir mengikuti pelatihan senam otak, 30 peserta yang bersedia melakukan tes konsentrasi dan 60 peserta yang mengambil obat. Hasil tes konsentrasi didapatkan usia dewasa (<60 thn) lebih berkonsentrasi dibandingkan dengan lansia (≥60thn). Pendidikan tinggi lebih berkonsentrasi dibandingkan dengan pendidikan rendah.
Penyuluhan Manfaat Magnesium terhadap Kesehatan Jiwa Fransisca Chondro; Juni Chudri; Lily Marliany Surjadi; Revalita Wahab; Astri Handayani
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 11 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

On March 2019, WHO declared COVID-19 as a pandemic. In order to control the transmission of this disease, governments made some policies to restrict the activities of their citizens. These restrictions had impact not only in economics but also in health sector since the restriction produce a psychological burden for the people. Study by Lai et al in Wuhan, China showed that there was an increase in the prevalence of depression (50.4%), anxiety (44.6%), insomnia (34%), and also pessimism (71.5%). One of the factors that influenced the mental health is nutritional intake. An adequate intake of nutrients in our daily life can help maintaining the hormonal balance. Magnesium is one of the important nutrients that help maintaining the mental health. Food containing magnesium can be easily found, but the lack of knowledge regarding the importance of Magnesium causing the low daily intake of Magnesium in Indonesian population. Since, Magnesium is important for our mental health, so it is very important to do the counseling about Magnesium to increase the knowledge of people. Hopefully, by the increase of the knowledge, the daily intake of Magnesium will increase and these will lead to the better mental-health quality of the population of Indonesia.
Pengukuran Kadar Kolesterol Total Dan Pelayanan Konsultasi Sindrom Metabolik Di Kelurahan Rawamangun, Jakarta Timur Astri Handayani; Fransisca Chondro; Lily Marliany Surjadi; Juni Chudri
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metabolic syndrome is a set of symptoms of metabolic disorders consist of insulin resistance, dyslipidemia, central obesity and hypertension. Metabolic syndrome can be categorized as an important problem for pre-elderly and elderly age groups, due to the aging process factors that play an important role in the prevalence of cardiovascular risk and metabolic risk factors. One indicators to check is the cholesterol level. Cholesterol levels that exceed normal level in the body will accumulate in the walls of blood vessels and cause a condition called atherosclerosis. Based on the above, it is considered necessary to check the level of total cholesterol in the blood as a simple initial screening step for metabolic syndrome and conduct management and lifestyle changes. This community service activity will be done with consultation, screening, physical examination and treatment of residents. A supporting examination will be conducted to find out the total cholesterol level. Then the participants consult according to the examination results.
Penyuluhan Protokol 3M Dalam Pencegahan COVID-19 Pada Penduduk Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara Juni Chudri; Fransisca Chondro; Astri Handayani
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 9 : Oktober (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 is a disease caused by a variant of SARS-COV2 virus. The symptoms of this disease are fever, cough, malaise, myalgia, short of breath that can happened in 2 – 14 days after infection. The transmission of this disease happened when droplet of a patient is dispersed in the air and the inhaled by other people or by using object that has been contaminated by the COVID-19 patients. The first case of COVID-19 in Indonesia was reported on March 2nd, 2020 and soon after there’s an increase in morbidity and mortality rate regarding this disease. There are some ways that can be done to reduce the transmission of this disease such as wearing mask properly, handwashing, and physical distancing. Advice regarding the health protocol was not only issued by Ministry of Health of Indonesia, but also by World Health Organization. Another way to reduce the transmission of this disease is to isolate the patient and implement the physical distancing between the patient and caregiver.
Hubungan Masa Kerja dan Burnout terhadap Gejala Depresi pada Pekerja Kebersihan Juni Chudri; Verawati Sudarma; Fransisca Chondro; Astri Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i1.3045

Abstract

Depresi adalah gangguan mental umum yang mempengaruhi interaksi kompleks antara faktor sosial, psikologis, dan biologi. Salah satu faktor sosial terkait pekerjaan adalah burnout yang timbul dari ketidakmampuan pekerja memenuhi tuntutan kerja. Faktor risiko individu pemicu burnout meliputi masa kerja; semakin lama masa kerja, semakin besar paparan terhadap stres dan semakin menumpuknya tekanan fisik, yang dapat memicu burnout . Penelitian ini melibatkan 150 responden yang dipilih melalui konsekutif sampling . Data yang diukur adalah masa kerja, burnout (menggunakan Maslach Burnout Inventory meliputi dimensi Kelelahan Emosional, Depersonalisasi, dan Prestasi Pribadi), serta gejala depresi (menggunakan DASS -21). Hasil menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan gejala depresi ( p =0,482) dan dimensi Prestasi Pribadi ( p =0,198). Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara dimensi Kelelahan Emosional dengan gejala depresi ( p =0,038), serta antara dimensi Depersonalisasi dengan gejala depresi ( p =0,016).
Penyuluhan Pelatihan Senam Otak Untuk Meningkatkan Daya Ingat di Kelurahan Pluit, Jakarta Utara Astri Handayani; Fransisca Chondro; Lily Marliany Surjadi; Juni Chudri
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 07 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otak adalah organ manusia yang berperan penting dalam fungsi memori. Salah satu tanda penurunan kerja otak adalah menurunnya fungsi memori. Selama pandemic COVID-19 dimana terjadi pembatasan kontak sosial maka terjadi penurunan aktivitas fisik dari masyarakat. Salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan adalah melakukan senam otak. Senam otak adalah salah satu latihan sederhana yang dapat dilakukan dengan manfaat yang banyak diantaranya adalah meningkatkan kepercayaan diri, meningkatkan motivasi untuk belajar hal-hal yang baru, menstimulasi otak bagian kanan dan kiri serta memperbaiki fungsi kognitif. Oleh karena itu penting dilakukan upaya penyuluhan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai senam otak agar dapat mengurangi resiko terjadinya penurunan fungsi memori dimasa pandemi ini.
Penyuluhan deteksi dini diabetes mellitus melalui pengenalan faktor risiko dan gejala pada masyarakat Desa Nagrak, Bogor Juni Chudri; Astri Handayani; Fransisca Chondro; Verawati Sudarma; Fatimah Az Zahra; DA Achmad Bachir Nugraha Wirabrata; Suwandi Suciato; Thalita Elsya Ananda
Abdimas Siliwangi Vol. 9 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v9i2.32222

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak terdeteksi sejak dini. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan gejala Diabetes Mellitus menjadi salah satu penyebab keterlambatan diagnosis dan penanganan penyakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan gejala Diabetes Mellitus sebagai upaya deteksi dini penyakit. Kegiatan dilaksanakan pada masyarakat Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor menggunakan metode penyuluhan kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan media edukasi berupa poster. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest terhadap 60 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan. Sebelum penyuluhan, sebanyak 33,33% peserta berada pada kategori pengetahuan kurang dan 66,67% pada kategori cukup. Setelah penyuluhan, 78,33% peserta berada pada kategori baik, 21,67% pada kategori cukup, dan tidak terdapat lagi peserta dengan kategori kurang. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan gejala Diabetes Mellitus sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan komplikasi penyakit.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN GASTRITIS DENGAN POLA MAKAN PADA REMAJA Kennygya Ahadysta Austin Devanka; Astri Handayani
Jurnal Akta Trimedika Vol. 1 No. 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v1i3.20001

Abstract

Adolescents is the ages that most often suffer from gastritis, it has an impact on their old age because it can interfere with the digestive system. Risk factors for gastritis can be caused by many things, one of which is due to a poor diet. It is said that adolescents are the most contributors who experience gastritis so it is necessary to provide early knowledge about gastritis prevention to avoid gastritis in old age. The purpose of the study was to assess the relationship between knowledge about gastritis prevention and diet. This study used a cross sectional approach. The number of respondents in this study was 241 respondents. The location of this study was at SMAN 50 East Jakarta. Data will be analyzed using the Chi Square test with a degree of significance of 95% and carried out within the confidence limit (α = 0.05). There is a relationship between gastritis prevention knowledge and diet (p=0.001).
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KEPARAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE ANAK 5-12 TAHUN Astri Handayani; Wulan Ramadhani
Jurnal Akta Trimedika Vol. 2 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v2i3.22614

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue. Prevalensi anak usia 5-14 tahun yang mengalami DBD sebanyak 33.97%. Dengan prevalensi pasien anak yang mengalami DBD derajat IV sebesar 25,7%. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi hal ini adalah status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara status gizi dengan tingkat keparahan infeksi DBD. Studi ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 105 responden yang diambil dari data rekam medis di RSUD Indramayu pada pasien DBD anak. Analisis data menggunakan uji Chi-Square SPSS dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan antara status gizi dan derajat keparahan DBD pada anak (p=0,000)
Penyuluhan Pencegahan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Pekerja Migran Indonesia di Penang, Malaysia Juni Chudri; Verawati Sudarma; Fransisca Chondro; Astri Handayani; Muhammad Bagas Danendra; Fitriati Silmi Kaffati
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i2.5345

Abstract

ABSTRACT Indonesian migrant workers (PMIs) are at high risk of developing Carpal Tunnel Syndrome (CTS) due to repetitive work activities, non-ergonomic postures, and limited access to healthcare services. This community service program aimed to improve knowledge, early detection ability, and preventive skills related to CTS among PMIs in Penang, Malaysia. Methods included pre-test, health education, ergonomic training, hand stretching exercises (wrist stretching, tendon gliding, and nerve gliding exercises), early screening using Phalen and Tinel tests, and post-test. The results showed an increase in the average knowledge score from 2.74 to 4.03, with the proportion of participants in the high knowledge category rising from 5.13% to 82.05%. Early screening identified 9 participants (23.08%) with indications of early CTS symptoms. Additionally, 82.05% of participants were able to perform stretching exercises correctly. This community-based intervention effectively improved knowledge, early detection, and preventive skills simultaneously. The program has strong potential as a simple and applicable intervention model for other high-risk worker populations. Keywords: Carpal Tunnel Syndrome; migrant orkers; health education; stretching exercises; early screening.   ABSTRAK Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan kelompok berisiko tinggi mengalami Carpal Tunnel Syndrome (CTS) akibat aktivitas kerja repetitif dan postur tidak ergonomis, serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kemampuan deteksi dini, dan keterampilan pencegahan CTS pada PMI di Penang, Malaysia. Metode yang digunakan meliputi pre-test, penyuluhan kesehatan, edukasi ergonomi, pelatihan peregangan tangan (wrist stretching, tendon gliding, dan nerve gliding exercise), skrining dini menggunakan Phalen test dan Tinel test, serta post-test. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 2,74 menjadi 4,03, dengan proporsi kategori pengetahuan tinggi meningkat dari 5,13% menjadi 82,05%. Pemeriksaan dini mengidentifikasi 9 peserta (23,08%) dengan indikasi gejala awal CTS. Sebanyak 82,05% peserta mampu melakukan latihan peregangan dengan kategori baik. Intervensi berbasis komunitas ini efektif meningkatkan aspek kognitif, deteksi dini, dan keterampilan preventif secara simultan. Program ini berpotensi menjadi model intervensi sederhana dan aplikatif yang dapat direplikasi pada kelompok pekerja berisiko tinggi lainnya. Kata kunci: Carpal Tunnel Syndrome; pekerja migran; edukasi kesehatan; latihan peregangan; pemeriksaan dini.