Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENINGKATKAN PROFESIONALAN GURU KENAIKAN JENJANG JABATAN MELALUI PENDAMPINGAN PENULISAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA GURU SMA 5 LUBUKLINGGAU Virry Grinitha; Jamaludin; Agung Nugroho; Inda Puspita Sari
PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal PKM Linggau (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.312 KB) | DOI: 10.55526/pkml.v2i2.332

Abstract

Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberikan pendampingan penulisan Penelitian Tindakan Kelas pada Guru di SMA Negeri 5 Lubuklinggau. Metode yang digunakan adalah metode diskusi, pendampingan dan praktik, dalam menulis Penelitian Tindakan Kelas. PKM ini merupakan salah satu bentuk Tri Darma Perguruan Tinggi dan peningkatan kemampuan menulis karya ilmiah pada Guru di SMA Negeri 5 Lubuklinggau. Hal ini menjadi perhatian tim PKM karena masih banyak guru belum menumbuhkan motifasi untuk meneliti. Kegiatan penulisan PTK sangat penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar, dan kulitas karya dalam mendukung kenaikan pangkat guru. Pendampingan ini berkonsentrasi pada penulisan penelitian tindakan kelas sampai dengan kegiatan publikasi. Berdasarkan hasil kegiatan pendampingan penulisan PTK di SMA Negeri 5 Lubuklinggau temuan penulis diantaranya: 1) Meningkatya keterampilan menulis PTK. 2) Meningkatnya keterampilan menulis artikel dari PTK. 3) Meningkatnya keterampilan mememilih artikel publikasi 5)Meningkatnya motivasi dalam menulis karya ilmiah. Secara umum peserta penulisan PTK meningkat baik dari kompetensinya maupun motivasinya.
EDUKASI BUDAYA LOKAL MANDI KASAI DALAM MENUMBUHKAN LITERASI BUDAYA PADA SISWA SMA NEGERI 5 LUBUKLINGGAU Virry Grinitha; Jamaludin
Jurnal PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal PKM Linggau (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/pkml.v6i1.953

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi budaya siswa melalui edukasi budaya lokal Mandi Kasai pada siswa SMA Negeri 5 Lubuklinggau. Tradisi Mandi Kasai sebagai salah satu warisan budaya lokal memiliki nilai historis, sosial, dan edukatif yang penting untuk dikenalkan kepada generasi muda guna memperkuat identitas budaya daerah. Metode kegiatan yang digunakan meliputi sosialisasi, ceramah interaktif, diskusi, pemutaran media audiovisual, serta praktik pengenalan unsur-unsur budaya Mandi Kasai. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan melibatkan guru dan siswa sebagai peserta aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap makna, nilai, dan pelestarian budaya lokal Mandi Kasai. Siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung, ditandai dengan partisipasi aktif dalam diskusi dan kemampuan menjelaskan kembali informasi budaya yang diperoleh. Selain itu, kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat. Simpulan kegiatan pengabdian ini adalah edukasi budaya lokal Mandi Kasai efektif dalam menumbuhkan literasi budaya siswa serta dapat menjadi alternatif pembelajaran berbasis kearifan lokal di lingkungan sekolah
Penanganan Resiko Cedera Olahraga Dengan Menggunakan R.I.C.E Niku Saputra; Wawan Syafutra; Aren Frima; Tamri; Jamaludin; Rais Firlando
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 3 (2026): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i3.44

Abstract

This community service activity aims to manage sports injury risks using RICE. The activity is motivated by issues that occur during practice on the field, where coaches are often troubled by athletes whose emotions are still unstable. They still tend to follow their own desires, easily get angry with teammates or opponents during games, and sometimes force themselves to keep playing even when their legs are injured. Not only that, there are often wrong habits found on the field. For example, when an athlete's leg swells from a hit, people rush to take them to a masseur or force them to get a massage. Incorrect handling at the start makes the injury worse. First, it causes the muscle network in the legs to get more damaged, bleeding under the skin to spread further, and eventually the athlete has to take a very long break from the field. The activity was carried out using a participatory and educational approach, which included stages like identifying needs, delivering material, interactive discussions, hands-on practice, and activity evaluation. The target of the activity was the basketball club athletes at PGRI Silampari University. The results showed an increase in understanding and field observation; this short, 15-minute socialization model proved to be very effective for athletes. Compared to giving theory material in a classroom, which tends to be boring and makes kids sleepy, delivering material on the sidelines in a relaxed style and language is far easier for athletes to accept and understand. This activity also successfully improved athletes' ability to identify, document, and practice handling injury risks using rice. The high participation and enthusiasm of the athletes during the activity show that managing sports injury risks using rice is highly needed by both coaches and athletes.