Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peningkatan Civic Skill Melalui Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah bagi Guru di SD Kecil Olobaru Kabupaten Parigi Moutong Jamaludin Jamaludin; Sunarto Amus; Hasdin Hasdin; Shofia Nurun Alanur; Windy Makmur; Nasran Nasran
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.8394

Abstract

Menulis karya ilmiah merupakan hal yang tidak biasa di lakukan oleh guru di SDN Olobaru. Padahal karya ilmiah adalah kewajiban guru. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, khusus pada pasal 17 menjelaskan sebagai syarat pengusulan kenaikan jabatan atau pangkat guru harus memuat sub unsur publikasi ilmiah pada angka kreditnya. Peraturan ini mulai diberlakukan tanggal 1 Januari 2013, hal ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya berlaku untuk pengusulan kenaikan jabatan atau pangkat guru golongan IVa ke atas. Oleh karena itu, kebutuhan menulis karya ilmiah merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi guru. bukan hanya itu, penulisan karya ilmiah merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru. Hal ini juga sangat dirasakan guru-guru Sekolah Dasar di SDN Kecil Olobaru Kabupaten Parigi Moutong sebagaimana yang telah disampaikan Kepala Sekolah sebagai mitra PKM kepada tim pengabdi. Untuk mensosialisasi dan memotivasi penulisan karya ilmiah dan publikasinya di lingkungan guru-guru Sekolah Dasar diperlukan pelatihan dan pendampingan. Mayoritas guru masih awam dalam menulis karya ilmiah, apalagi mempublikasikan karya ilmiahnya pada jurnal. Writing scientific papers is not usually done by teachers at SDN Olobaru. Even though scientific work is a teacher's obligation. Regulation of the Minister of Administrative Reform and Bureaucratic Reform Number 16 of 2009 concerning Functional Positions of Teachers and Their Credit Scores, specifically in article 17, explains that as a condition for proposing a promotion or rank of teacher must include a scientific publication sub-element in the credit score. This regulation came into force on January 1 2013; this is different from previous years, which only applies to proposals for promotion or rank of teacher class IVa and above. Therefore, writing scientific papers is a very important requirement for teachers. Not only that, but writing scientific papers is a skill that teachers must have. Elementary school teachers at Olobaru Small Elementary School, Parigi Moutong Regency, felt this, as conveyed by the Principal as a PKM partner to the service team. In order to socialize and motivate the writing of scientific papers and their publication among elementary school teachers, training and mentoring are needed. The majority of teachers are still unfamiliar with writing scientific papers, let alone publishing their scientific work in journals.
Instruction on Creating Interactive Quizzes Using Mentimeter Application in Civics Education Learning Jamaludin Jamaludin; Shofia Nurun Alanur; Windy Makmur; Nasran Nasran; Sunarto Amus
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i2.10736

Abstract

This community service activity is grounded in the challenge that teachers face when teaching civics education in the classroom, given the students' circumstances and confronted with the necessity to adjust to education in the twenty-first century, which is based on technology and information aligning with the Merdeka curriculum. Engaging in enjoyable learning activities can facilitate students' comprehension and retention of academic material. This service activity intends to enable teachers to utilize interactive learning media in the classroom using the Mentimeter application. The community service is conducted by implementing service learning at SMA Negeri 3 Palu in collaboration with the service team. The attendees comprised representatives from both the teaching and student communities. The implementation phase comprises the coordination phase, the program implementation phase (preceded by a pre-test), material provision, teacher and student trial, and the evaluation phase (post-test). The results of the service indicated that both teachers and students were unfamiliar with the Mentimeter application prior to the activity. Following the instruction, teachers and students engaged in practical exercises. Teachers are intrigued by the prospect of incorporating this application into their lessons due to the enthusiasm of students and their fondness for the media.
Effectiveness of the Public Relations Role of the Palu Pratama Tax Service Office (KPP) in Increasing Public Awareness of Paying Taxes Risal, Risal; Sukmawati, Sukmawati; Hasdin, Hasdin; Kulyawan, Roy; Makmur, Windy; Nasran, Nasran
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.4098

Abstract

The aim of this research is to describe the strategy of the Public Relations Role of the Palu Pratama Tax Service Office (KPP) in increasing public awareness of paying taxes. To describe the effectiveness of the Public Relations Role of the Palu Pratama Tax Service Office (KPP) in increasing public awareness of paying taxes. This type of research is descriptive qualitative, the subjects of this research are seven people consisting of two public relations officers in the executive service section, five taxpayers from the general public. The research method for collecting data is through observation, interviews and documentation. The analysis was carried out using 3 stages, namely data reduction, data presentation, and conclusions. The results of the research show that the strategies carried out by the Public Relations of the Pratama Palu Tax Service Office (KPP) in increasing public awareness of paying taxes are: 1) Operational strategy, carried out by the public relations of the Pratama Palu KPP, namely tax corners in four strategic locations in the city of Palu. 2.) Persuasive and educational strategy, namely the use of the sipabeta application to make it easier to manage property taxes. 3.) Collaboration strategy, KPP Pratama Palu public relations collaborates with the Regional Financial and Asset Processing Agency (BPKAD) of Palu city in socializing taxation. The effectiveness of the public relations role of KPP Pratama Palu in increasing public awareness of paying taxes: 1) As a communicator, conducting outreach with the public about the importance of paying taxes. 2) as an image maker, socialize the sipabeta system to make it easier for people to pay property taxes. 3) as a Conceptor, conveying information and educational activities to the community. 4) As a Problem Solver, plays a role in resolving problems in public communication, tax service complaints.
Penerapan Aplikasi Mentimeter : Media Pembelajaran Digital Untuk Penguatan Nilai Karakter Pelajar Pancasila Jamaludin, Jamaludin; Alanur, Shofia Nurun; Sukmawati, Sukmawati; Makmur, Windy; Nasran, Nasran
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i1.10233

Abstract

Kemajuan teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk berkontribusi terhadap transfer ilmu pengetahuan, penguatan karakter bangsa serta Profil Pelajar Pancasila. Salah satunya melalui penggunaan media pembelajaran interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam pendidikan kewarganegaraan melalui media pembelajaran. Media pembelajaran yang dimaksud adalah media kuis pembelajaran menggunakan aplikasi mentimeter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket melalui google form dan wawancara. Informan penelitian ini ialah peserta didik Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Palu kelas X berjumlah 24 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat nilai Profil Pelajar Pancasila yang muncul selama pembelajaran yakni nilai akhlak kepada manusia, nilai bernalar kritis, nilai berkebhinekaan global dan nilai gotong royong. Nilai akhlak kepada manusia tercermin dari sikap peserta didik yang menghargai dan menghormati pendapat orang lain dan menerima kelompoknya. Nilai berkebhinekaan global tercermin dari sikap peserta didik yang tidak membeda-bedakan agama, suku dan asal daerah dalam bekerja sama. Peserta didik antusias mengikuti pembelajaran ditunjukkan dengan tanggapan peserta didik pada google form. Adanya digitalisasi pendidikan akan memperkuat sistem pendidikan yang membentuk karakter serta akhlak mulia melalui Profil Pelajar Pancasila.
Budaya Mansai: Menumbuhkan Nilai Moral dan Agama pada Anak dalam Pendidikan Hasdin, Hasdin; Sukmawati, Sukmawati; Alanur, Shofia Nurun; Makmur, Windy; Nasran, Nasran
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya Mansai yang dapat mengembangkan moral dan agama pada peserta didik serta upaya yang dapat dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mansalean Kecamatan Labobo Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah. Subyek penelitian adalah kepala desa, guru pendidikan anak usia dini, guru sekolah dasar, tokoh adat, dan tokoh agama di Desa Mansalean. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi deskriptif-eksploratif. Data dihimpun melalui wawancara, dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: pertama, nilai-nilai moral dan agama yang terdapat dalam budaya Mansai, yaitu nilai tanggung jawab, kasih sayang, empati, dan toleran. Kedua, upaya pengembangan nilai moral dan agama pada anak melalui penerapan nilai budaya Mansai, yaitu dengan cara membudayakan perilaku untuk saling membantu pada siswa (bergotong-royong), menjenguk teman yang sakit, dan mengikutsertakan anak dalam kegiatan Mansai. Temuan penelitian adalah kekuatan budaya Mansai sampai bisa bertahan pada masyarakat  adalah karena budaya Mansai merupakan kearifan lokal, wadah untuk internalisasi nilai budaya, rasa kekeluargaan yang kuat, dan keterlibatan generasi muda.
IMPLEMENTASI MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SMP NEGERI 13 PALU Alanur, Shofia Nurun; R Tomeys, Irnayanti; Septiwiharti, Dwi; Sukmawati, Sukmawati; Amus, Sunarto; Makmur, Windy
JURNAL KOULUTUS Vol. 7 No. 2 (2024): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana guru membuat dan menerapkan modul ajar kurikulum merdeka dalam pembelajaran pancasila di kelas Vll A. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru harus memulai dengan menyusun modul, mengetahui strategi, mengembangkan modul ajar, menyiapkan evaluasi, dan memenuhi dua syarat minimal saat mengembangkan modul ajar kurikulum merdeka. Guru di SMP Negeri 13 Palu telah memiliki kemampuan untuk mengembangkan modul ajar karena modul yang telah disusun oleh guru telah sesuai dengan panduan kementerian. Mereka juga telah belajar menyampaikan materi di kelas, memberi kesempatan kepada peserta didik, membuat argumen tentang materi yang akan disampaikan, dan memberi respon atau umpan balik kepada peserta didik agar proses pembelajaran menjadi menarik. Guru menyesuaikan modul ajar dengan konteks, karakteristik, dan kebutuhan siswa, sehingga siswa tidak bosan belajar.
Kearifan Lokal Dalam Integrasi Masyarakat Multietnik Di Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Laut Hasdin, Hasdin; Amus, Sunarto; S, Shofia Nurun Alanur; Nasran, Nasran; Makmur, Windy
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.9932

Abstract

Penelitian ini bermaksud mengeksplorasi dan menganalisis kearifan lokal dalam integrasi masyarakat multietnik di Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Laut. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk kearifan lokal dalam integrasi masyarakat multietnik di Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Laut; dan (2) menganalisis pendayagunaan kearifan lokal dalam integrasi masyarakat multietnik di Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Laut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi deskriptif-eksploratif. Lokasi penelitian di Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Laut. Subyek penelitian ditetapkan secara purposif, yaitu Camat, tokoh masyarakat, dan tokoh adat, di Kecamatan Banggai. Data dihimpun melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara tidak terstruktur dan tape recorder untuk menggali pandangan dan penilaian subyek penelitian terhadap kearifan lokal sebagai modal sosial dalam integrasi masyarakat multietnik. Observasi dan studi dokumentasi dimaksudkan untuk memperoleh data tentang bentuk-bentuk kearifan lokal dalam integrasi masyarakat multietnik, dan jumlah penduduk berdasarkan etnik/suku bangsa. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan tiga tahapan yang dilakukan secara bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Bentuk-bentuk kearifan lokal yang ada di masyarakat Kecamatan Banggai terdiri dari bentuk kearifan lokal berupa bangunan, kearifan lokal dalam bentuk nyanyian, kearifan lokal dalam bentuk tarian, kearifan lokal dalam bentuk bahasa daerah, kearifan lokal dalam bentuk tradisi menanam atau memanen hasil perkebunan, kearifan lokal dalam bentuk aturan adat yang dijadikan pedoman dalam bersikap dan bertindak disuatu interaksi sosial, bentuk kearifan lokal dalam hal mengelola serta menjaga lingkungan dan sumber daya alam yang ada. 2) Pendayagunaan kearifan lokal dalam integrasi masyarakat multietnik di Kecamatan Banggai dilakukan secara persuasif dan kekeluargaan atau tidak melalui paksaan. Kesimpulan: 1) Terdapat 7 (tujuh) bentuk kearifan lokal dalam integrasi masyarakat multietnik di Kecamatan Banggai; 2) Pendayagunaan kearifan lokal dalam integrasi masyarakat multietnik di Kecamatan Banggai dilakukan secara persuasif dan kekeluargaan atau tidak melalui paksaan.
Implementasi Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka di SMP Kabupaten Donggala Rore, Idrus A.; Efendi, Rustam; Nadjamuddin, Lukman; Zaki, Mohammad; Lumanggino, Wilman; Makmur, Windy; Nasran, Nasran
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18971

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan P5 pada satuan pendidikan pelaksana Kurikulum Merdeka jenjang SMP di Kabupaten Donggala ditinjau dari dimensi: 1) standar dan tujuan; 2) sumber daya; 3) karakteristik agen pelaksana; 4) komunikasi antar organisasi; 5) kondisi dan lingkungan sosial, ekonomi, dan politik; dan 6) disposisi implementor. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Kabupaten Donggala menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data; 1) wawancara, 2) observasi, dan 3 dokumentasi. Informan mencakup; kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, siswa, dan orang tua siswa. Teknik analisis data menggunakan Milles dan Huberman, terdiri atas; 1) Pengumpulan data; 2) condentation; 3) display; dan 4) verifikasi atau kesimpulan. Hasil dan temuan penelitian menunjukkan implementasi P5 pada SMP pelaksana Kurikulum Merdeka di Kabupaten Donggala: 1) sudah efektif pada dimensi standar dan tujuan; 2) belum efektif pada dimensi sumber daya; 3) belum efektif pada dimensi karakteristik agen pelaksana; 4) belum efektif pada dimensi komunikasi antar organisasi; 5) sudah efektif pada dimensi kondisi dan lingkungan ekonomi, politik, dan sosial; dan 6) sudah efektif pada dimensi disposisi implementor.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN  KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA Astiya; Shofia Nurun Alanur; Hasdin; Sunarto Amus; Sukmawati; Windy Makmur
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI)
Publisher : Information Technology Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jipti.v7i1.4017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran digital berbasis Pendidikan Pancasila dengan tema "Mematuhi Norma" serta menguji kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas VII di MTs Alkhairat Lobu Gio. Menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), data dikumpulkan melalui kuesioner validasi ahli, observasi, dan tes hasil belajar. Temuan menunjukkan bahwa modul digital ini dikategorikan "Sangat Layak" berdasarkan validasi ahli materi dan media. Hasil uji coba lapangan menunjukkan peningkatan signifikan pada keaktifan belajar siswa, yang dibuktikan dengan kenaikan rerata skor partisipasi kelas dari sebelum dan sesudah penggunaan media. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah tersedianya sumber belajar mandiri yang adaptif terhadap karakteristik siswa generasi Z. Nilai orisinalitas penelitian ini terletak pada integrasi nilai-nilai norma lokal ke dalam struktur modul digital yang interaktif untuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila di tingkat madrasah.   Kata Kunci: Keaktifan Belajar; Modul Pembelajaran Digital; Pendidikan Pancasila.
Reconstruction of Civics Learning Based on the Green Constitution to Improve Ecological Citizenship of Vocational High School Students: A Mixed Methods Approach Sukmawati Sukmawati; Jamaludin; Shofia Nurun Alanur; Windy Makmur; Alif Akbar; Muhammad Nur Ali; Agustan Syam
Journal of Educational Studies Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/jes.v4i1.2852

Abstract

Environmental degradation and socio-ecological crises in Indonesia underscore the urgent need to integrate constitutional environmental values into educational practices. However, Civics Education (PPKn) remains largely cognitive-oriented and has not effectively cultivated students’ ecological citizenship. This study examines the effectiveness and underlying mechanisms of reconstructing Civics learning based on the Green Constitution, integrated with a Deep Learning approach, to enhance students’ ecological citizenship. A mixed methods approach with a sequential explanatory design was employed, involving 100 tenth-grade vocational high school students in Sigi Regency. Quantitative data were collected using pre-test and post-test instruments and analyzed through descriptive statistics and N-Gain to measure learning improvement. Qualitative data, including classroom observations, interviews, and student reflections, were used to enrich and validate the quantitative findings. The results indicate significant improvements across all dimensions of ecological citizenship. These findings demonstrate that integrating Green Constitution principles with a Deep Learning approach effectively strengthens both the cognitive and affective dimensions of ecological citizenship. Nevertheless, while awareness and responsibility improved substantially, translating these gains into consistent active participation remains a challenge. Therefore, further pedagogical efforts are required to bridge the gap between ecological awareness and sustained civic engagement in real-world contexts.