Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KEDISIPLINAN SISWA AKIBAT PEMBERIAN SANKSI MATERIAL DI SMA NEGERI 1 BUKIT BATU KABUPATEN BENGKALIS Kurniawati, Eni; Zahirman, Zahirman; Eddison, Ahmad
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 2, No 2 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research backgrounded by marks sense indisciplinary student and breaches school regulation. It because of student is still was aware just how the importance for to play the game whatever available. This research intent to know what available sanction application influence to student discipline at SMA Negeri 1 Bukit Batu Bengkalis's Regency. So writer takes research title “ Analisis Increases Effect Student discipline Sanction Application Significant at SMA Negeri 1 Bukit Batu Bengkalis's Regency”. Formula in observational it is how increase effect student discipline sanction application significant at SMA Negeri 1 Bukit Batu Bengkalis's Regency?. To the effect this research is subject to be know how student discipline zoom sanction application effect significant at SMA Negeri 1 Bukit Batu Bengkalis's Regency. Population in observational it is exhaustive student at SMA Negeri 1 Bukit Batu Bengkalis's Regency that has once done new regulation beginning breach diberlakukan since January 2015 which is as much 173 person and total sample 43 person. Instrument is data collecting which is questionnaire consisting of 63 questions. Data analysed by Descriptive kualitatif passes through percentage. Of respondent answer percentage count as a whole acquired good answer as much 92,34% one lays in rank 76% 100%. Hypothesis thus that declares for to increase effect student discipline sanction application significant at SMA Negeri 1 Bukit Batu Regency Bengkalis is good, accepted. Key words: Student discipline, Sanction Significant
What is The Teacher's View of The Development of Digital Teaching Materials in Indonesian Language Learning in Middle Schools? Vivi Indriyani; Eni Kurniawati; Ary Ramadhan
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 6 No 4 (2023)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v6i4.2749

Abstract

One of the digital technologies that is developing in the world of education is digital teaching materials to support learning. These teaching materials are useful for assisting the learning process and facilitating students with different learning styles. However, current teaching materials are still dominated by printed teaching materials, so innovation in learning is necessary. Based on this, the aim of this research is to determine teachers' responses and views regarding the development of digital teaching materials in Indonesian language learning in secondary schools. This research is descriptive research using survey methods. The population of this study consisted of Indonesian language teachers in West Sumatra who taught at the secondary school level. The sample for this research was 118 teachers. In this research, samples were taken from the population using purposive sampling. The instrument used was a questionnaire. The instrument was developed via the Google Form application and distributed using the WhatsApp application media. The results of the research show that the teaching materials currently used by teachers are in accordance with student characteristics, are contextual and support language skills learning and are project-based. However, these teaching materials still need to be developed and simplified because students still have difficulty understanding the available material. Apart from that, the teaching materials are also not yet interactive and contain learning videos that can facilitate students' different learning styles. Furthermore, the P5 project in Indonesian textbooks is still limited and needs further development.  
Pendampingan English for Santri melalui Pemantapan Storytelling Activities Berbasis Nilai-Nilai Pancasila dan Keislaman di Pesantren SMPIT Maarif Padang Panjang Syafitri Ramadhani; Nur Rosita; Nofrina Eka Putri; Eni Kurniawati
ABDI HUMANIORA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Humaniora Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdihumaniora.v5i1.125484

Abstract

Pendidikan abad 21 menjadikan kemampuan Bahasa Inggris mutlak dimiliki setiap orang termasuk santri. Hal ini digaungkan sebagai fenomena sosial yang mengubah tatana pendidikan pesantren menjadi semakin global sebagai tempat peleburan nilai-nilai islam dan pancasila. Pesantren mulai berbenah untuk mencapai target dan tuntutan perkembangan era iR 4.0. Santri diharuskan mempersiapkan diri secara maksimal dengan menonjolkan keunikan dan nilai tambah (added value) yang tidak hanya berfokus kepada pembelajaran agama dan sosial, namun juga skill yang berguna dalam persaingan global salah satunya kemampuan berbahasa Inggris. Maka dari itu, pemantapan kemampuan bahasa Inggris yang bertajuk English for santri dengan kegiatan Storytellingsebagai sarana latihan dakwah global berbasis nilai Pancasila dan keislaman perlu dilakukan. 
INTERNALIZATION OF MULTICULTURAL VALUES THROUGH PANDATARA ACTIVITIES AT TARUNA NUSANTARA SENIOR HIGH SCHOOL MAGELANG Eni Kurniawati
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i2.219

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses penanaman nilai-nilai multikultural melalui kegiatan pandatara, yaitu pameran seni dan budaya Nusantara, di SMA Taruna Nusantara Magelang. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pandatara tidak hanya berperan sebagai wahana pembinaan disiplin dan kepemimpinan siswa, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam menginternalisasi nilai-nilai multikulturalisme secara efektif. Nilai-nilai multikultural pada kegiatan Pandatara yaitu: 1) toleransi; 2) saling menghargai; 3) keadilan & kesetaraan; 4) keterbukaan; 5) kerja sama (gotong royong); 6) persatuan dalam keberagaman; 7) empati. Aspek ini menjadi elemen krusial dalam membentuk karakter peserta didik yang datang dari berbagai latar budaya, etnis, dan agama. Melalui interaksi intensif dalam berbagai kegiatan bersama, siswa menunjukkan sikap saling menghormati, empati, dan kerja sama lintas budaya yang tumbuh secara alami. Hal ini turut mendukung terwujudnya suasana sekolah yang ramah, inklusif, dan penuh keharmonisan. Penelitian ini merekomendasikan agar kegiatan serupa dikembangkan secara berkelanjutan sebagai strategi dalam pendidikan karakter berbasis multikultural.   This study aims to describe the process of internalizing multicultural values ​​through Pandatara activities (Nusantara arts and culture exhibitions) at Taruna Nusantara Senior High School, Magelang. This study uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study indicate that Pandatara activities not only function as a means of developing discipline and leadership, but also as an effective medium for internalizing multicultural values. The multicultural values ​​in Pandatara activities are: 1) tolerance; 2) mutual respect; 3) justice & equality; 4) openness; 5) cooperation; 6) unity in diversity; 7) empathy. These are important components in the character formation of students who come from diverse cultural, ethnic, and religious backgrounds. Through intensive interactions in various joint activities, students demonstrate attitudes of mutual respect, empathy, and cross-cultural cooperation that grow naturally. These activities contribute to the creation of an inclusive and harmonious school environment. This study recommends that similar activities be developed sustainably as a strategy in multicultural-based character education.
CANTUS (Pembelajaran Kewarganegaraan dan Nasionalisme melalui Lagu di Pendidikan Vokasi): Sebuah Analisis Kualitatif Pembelajaran Kewarganegaraan Berbasis Karakter Sulistiani; Dedy Ari Nugroho; Eni Kurniawati; Pratama Yoga Wica; Habibah Pidi Rohmatu
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 11 No 2 (2026): Volume 11 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/pn.v11i2.27270

Abstract

Penelitian ini membahas tentang inovasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di vokasi melalui pendekatan CANTUS (Civic and Nationalism Teaching Using Songs). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa lagu bukan hanya menjadi media hiburan semata, tetapi juga sebagai suatu cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan membentuk karakter mahasiswa. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis peran lagu kebangsaan dalam pembelajaran kewarganegaraan berbasis karakter di vokasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan mahasiswa vokasi sebagai partisipan utama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode CANTUS menjadi salah satu metode yang efektif dalam menciptakan proses pembelajaran yang kolaboratif, reflektif, dan humanistik. Lagu juga menciptakan rasa keterikatan emosional, kebersamaan dan jiwa nasionalisme. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa CANTUS merupakan strategi inovatif dan kontekstual dalam penguatan karakter kebangsaan di era globalisasi
Internalisasi Nilai Kepedulian Sosial melalui Pembelajaran Berbasis Proyek pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Eni Kurniawati; Matang Matang; Rita Angraini
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i7.4410

Abstract

Perkembangan pendidikan tinggi pada era globalisasi menuntut mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter kewargaan dan kepedulian sosial yang kuat. Fenomena meningkatnya individualisme, intensitas penggunaan teknologi digital, dan rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas sosial menjadi tantangan dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan internalisasi nilai kepedulian mahasiswa Prodi PPKn melalui Project Based Learning. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang mengikuti proyek pembelajaran bertema “aksi nurani: mengubah kepekaan menjadi tindakan”. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi proyek sosial berbasis aksi kemanusiaan sebagai strategi penguatan kepedulian mahasiswa.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL mampu meningkatkan kepekaan sosial, empati, tanggung jawab sosial, dan partisipasi mahasiswa dalam kehidupan masyarakat melalui keterlibatan langsung pada kegiatan sosial.
GEN AI-TPACK Workshop for Strengthening Teachers’ TPACK Competences Eni Kurniawati; Nur Rosita; Salam Mairi; Fitrawati; Meira Anggia Putri
Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/dedikasia.v6i1.10383

Abstract

This activity aims to provide technical guidance for strengthening TPACK or Technological Pedagogical Content Knowledge using the GEN AI-TPACK Framework approach. TPACK is a 21st-century teacher knowledge framework that helps support teaching skills. Meanwhile, GEN AI-TPACK is an adaptation of teachers' abilities to the use of artificial intelligence in education. This framework introduces TK, TPK, TCL, TPCK, and XK in the model for improving teacher competence. This activity is one of the effective ways to enhance teachers' professional and pedagogical competence. In addition, this training guidance also provides the benefit of digital literacy proficiency for teachers in learning in the digital era.
Penguatan civic skills siswa melalui ekstrakurikuler Pramuka Zafira Rahma; Zaky Farid Luthfi; Junaidi Indrawadi; Eni Kurniawati
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 1 (2026): Fifteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i1.954

Abstract

This study is motivated by the need to strengthen students’ civic skills as an essential foundation for developing active, democratic, and responsible citizens. Scouting (Pramuka) activities are considered to have strong potential as a form of nonformal education that emphasizes experiential learning and social interaction. The purpose of this study is to examine the role of scouting activities in strengthening students’ civic skills at SMP Negeri 1 Sungayang, particularly in terms of situational awareness, decision-making, democratic attitudes, communication, cooperation, and social participation. This research employs a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation involving students participating in scouting activities, scout leaders, and school administrators. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that scouting activities play a significant role in developing students’ civic skills in a contextual and practical manner. Students demonstrate improved ability to read situations, make collective decisions, communicate effectively, work cooperatively, and participate actively in group activities. Democratic attitudes such as tolerance, respect for differing opinions, and prioritizing group interests are consistently practiced during scouting activities. These results confirm that scouting serves as an effective learning platform for strengthening civic skills through direct experience and social interaction in the school environment.
Sabung ayam sebagai bentuk praktik judi oleh remaja Dira Sakila; Susi Fitria Dewi; Maria Montessori; Eni Kurniawati
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 1 (2026): Fifteenth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i1.960

Abstract

Sabung ayam is a form of deviant behavior still practiced by some youth in Pasie Nan Tigo Village, having evolved into gambling. This study aims to discuss the practice of cockfighting, focusing on examining cockfighting among youth in Pasie Nan Tigo Village, identifying factors that lead youth to become involved in cockfighting, and analyzing efforts made by authorities to address the practice. This study employed a qualitative descriptive method. The research location was in Pasie Nan Tigo Village. Data collection consisted of field observations, in-depth interviews with informants, and document collection in the form of photographs of activities at the research site. Data validity was tested using data triangulation, with data analysis techniques including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that sabung ayam among teenagers in Pasie Nan Tigo Village is a form of social deviation carried out secretly in fields to avoid legal monitoring, where this activity has become a social identity for the perpetrators. Factors causing adolescent involvement include: a) Economic factors, namely the desire to get money instantly to fulfill a consumptive lifestyle, b) Peer factors, c) Factors of lack of tolerance from society so that teenagers seek real solidarity through sabung ayam. This study also found several efforts made by the youth leader, Babinsa (village supervisor), and the village government.