Jumita Jumita
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Dehasen Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesiapan Psikologis Ibu Primigravida Pada Kelas Ibu Hamil Di Puskesmas Ratu Agung Kota Bengkulu Jumita Jumita; Ekasari YP; Harlyanita Harlyanita; Lezi Yovita Sari
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 3 No. 2 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v3i2.66

Abstract

Complicated anxiety and feeling in pregnant women can have a negative impact on both the mother and the fetus from pregnancy to delivery. Mothers who have readiness to overcome childbirth will be able to pass the assessment comfortably, and be better prepared to face childbirth. The purpose of this study was to study the factors related to the psychological readiness of primigravidian mothers in the class of pregnant women in the work area of Ratu Agung Kota Bengkulu Health Center in 2019. The type of research used was an analytical survey using Cross Sectional design. The population in this study were pregnant women who took classes in pregnant women at the Ratu Agung Health Center in January 2019 as many as 124 people, of which 80 were primigravida pregnant women. Sampling was carried out using a total sampling technique of 80 primigravida pregnant women. From the results of the study, there is a relationship between preparations with primigravida psychological mothers, there is a relationship between education and psychological preparations of primigravida mothers, there is a relationship between knowledge with psychological preparations of primigravida mothers, there is a relationship between families with primigravida psychological help, the most important factor to reject The psychological preparation of the primigravida mother is family assistance. Suggestion: mothers can increase their knowledge and routinely attend every activity related to the assessment and preparation of labor.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN KEK PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA DEWA KOTA BENGKULU RERI ANGGRAINI; JUMITA JUMITA; LEZI YOVITA SARI
Journal Of Midwifery Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jm.v13i2.10835

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang dapat berdampak buruk pada kesehatan ibu dan janin, termasuk risiko persalinan prematur, bayi berat lahir rendah, hingga kematian ibu. Status gizi dan pola makan yang tidak adekuat merupakan faktor utama yang memengaruhi kejadian KEK. Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu merupakan salah satu wilayah kerja yang masih menunjukkan angka kejadian KEK pada ibu hamil yang cukup tinggi. Metode: Skripsi ini berjudul “Hubungan Status Gizi dan Pola Makan dengan Kejadian KEK pada Ibu Hamil di Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan pola makan ibu hamil dengan kejadian KEK Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 34 ibu hamil yang dipilih dengan total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran status gizi berdasarkan LILA). Analisis data menggunakan uji chi-square. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian KEK (p = 0,001), serta hubungan yang sangat signifikan antara pola makan dengan kejadian KEK (p = 0,001). Secara simultan, hasil analisis menunjukkan bahwa status gizi dan pola makan bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian KEK, dengan nilai signifikansi 0,001. Nilai R square sebesar 0,805 mengindikasikan bahwa 80,5% variasi kejadian KEK pada ibu hamil dapat dijelaskan oleh faktor status gizi dan pola makan, sedangkan sisanya sebesar 19,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, seperti kondisi sosial ekonomi, edukasi gizi, dan akses layanan kesehatan.