Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Isa Isa; Muhammad Asrori; Rini Muharini
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4175

Abstract

Perubahan kurikulum merupakan bagian untuk meningkatkan sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Penelitian ini menguraikan peranan kepala sekolah SD Islam AL Azhar 21 Pontianak dalam implementasi kurikulum.  Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menyelidiki profesionalisme pimpinan sekolah dalam implementasi penerapan kurikulum merdeka. Adapun jenis penelitian ini adalah  kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis fenomenologis. Data dikumpulkan dengan cara mewawancarai kepala sekolah, wakil kurikulum, dan guru pelaksana kurikulum merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka membuat guru lebih professional melalui berbagai macam pembinaan dan pelatihan. Kepala sekolah melaksanakan peranannya menjadi mediator dan motivator keikutsertaan guru dalam pelatihan kurikulum. Kepala sekolah juga berperan sebagai partisipator dalam rapat atau diskusi secara rutin. Kepala sekolah juga sebagai supervisor dan evaluator dalam implementasi kurikulum merdeka. Faktor yang dihadapi kepala sekolah adalah kurang lancarnya jaringan internet sebagai sarana untuk kelancaran guru menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Hasil yang diharapkan teori-teori dalam penelitian menjadi bahan pertimbangan kepala sekolah untuk mengambil keputusan dalam menjawab permasalahan dan peningkatan kualitas atau mutu pendidikan melalui implementasi kurikulum merdeka.
Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Isa Isa; Muhammad Asrori; Rini Muharini
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4175

Abstract

Perubahan kurikulum merupakan bagian untuk meningkatkan sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Penelitian ini menguraikan peranan kepala sekolah SD Islam AL Azhar 21 Pontianak dalam implementasi kurikulum.  Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menyelidiki profesionalisme pimpinan sekolah dalam implementasi penerapan kurikulum merdeka. Adapun jenis penelitian ini adalah  kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis fenomenologis. Data dikumpulkan dengan cara mewawancarai kepala sekolah, wakil kurikulum, dan guru pelaksana kurikulum merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka membuat guru lebih professional melalui berbagai macam pembinaan dan pelatihan. Kepala sekolah melaksanakan peranannya menjadi mediator dan motivator keikutsertaan guru dalam pelatihan kurikulum. Kepala sekolah juga berperan sebagai partisipator dalam rapat atau diskusi secara rutin. Kepala sekolah juga sebagai supervisor dan evaluator dalam implementasi kurikulum merdeka. Faktor yang dihadapi kepala sekolah adalah kurang lancarnya jaringan internet sebagai sarana untuk kelancaran guru menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Hasil yang diharapkan teori-teori dalam penelitian menjadi bahan pertimbangan kepala sekolah untuk mengambil keputusan dalam menjawab permasalahan dan peningkatan kualitas atau mutu pendidikan melalui implementasi kurikulum merdeka.
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK WDEP (WANT, DIRECTION, EVALUATION, PLANNING) UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR PESERTA DIDIK Desi Milasari; Muhammad Asrori; Luhur Wicaksono
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 4 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER-DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i4.524-533

Abstract

Tanggung jawab belajar adalah tindakan yang dilakukan individu untuk memenuhi kewajiban dalam belajarnya, seperti menyelesaikan tugas-tugas dalam belajar dengan melakukan usaha yang maksimal dan mau menerima segala akibatnya. Secara umum penelitian ini bertujuan mengumpulkan informasi obyektif tentang efektivitas kegiatan konseling kelompok menggunakan teknik WDEP dalam meningkatkan rasa tanggung jawab belajar peserta didik pada kelas VIII di SMP Negeri 9 Pontianak. Pendekatan yang digunakan untuk penelitian merupakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental design dan menggunakan bentuk one-group pretest-posttest design. Metode untuk mengumpulkan adalah memakai angket dengan instrumen pengumpulan data Angket Tanggung Jawab Belajar. Jumlah sampel penelitian sebanyak enam orang peserta didik kelas VIII SMP Negeri 9 Pontianak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan Uji Paired Sample T-Test dengan bantuan program SPSS for windows versi 25. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan konseling kelompok menggunakan teknik WDEP efektif untuk meningkatkan tanggung jawab belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 9 Pontianak, dengan hasil analisis menggunakan Uji Paired Sample T-Test mendapatkan nilai t-test sebesar -12,464 dan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05.
Keefektifan Teknik Sosiodrama dalam Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Peserta Didik Evita Mullya; Muhammad Asrori; Halida
Academy of Education Journal Vol. 17 No. 1 (2026): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/aoej.v17i1.3185

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of sociodrama techniques in group counseling to improve interpersonal communication among students at Kemala Bhayangkari 1 Junior High School in Kubu Raya. This study uses a quantitative pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. A total of eight students with very low interpersonal communication skills were sampled in this study. The instrument used in this study was an interpersonal communication questionnaire. The results showed that the average questionnaire score of students before receiving the service was in the very low category with an average percentage of 64%, and after receiving the service, it became 78%, which was in the very high category. From the hypothesis testing results using a paired sample t-test assisted by the SPSS for Windows ver.27 program, a sig. (2-tailed) value of 0.000<0.05 was obtained. Therefore, h0 was rejected and ha was accepted, which means that there was an increase in interpersonal communication skills among students before and after the service was provided. It can be concluded that group counseling services using the sociodrama technique are effective in improving the interpersonal communication of students at SMP Kemala Bhayangkari 1 Kubu Raya.
Penerimaan Orang Tua Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus Sri Yulianti; Hani Setiawati; Agung Hartoyo; Sulistyarini Sulistyarini; Muhammad Asrori
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 8, No 2 (2023): VOLUME 8 NUMBER 2 MAY 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v8i2.4353

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis penerimaan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus yang dilakukan dengan menganalisis berbagai hasil penelitian terdahulu. Menggunakan penelitian kualitatif dengan data deskriptif. Desain penelitian pada penelitian ini ialah penelitian kepustakaan atau studi literatur. Sumber data dalam penelitian ini adalah berbagai kajian atau literatur yang berhubungan dengan penerimaan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dari berbagai artikel jurnal dari google schooler yang berjumlah 6 artikel. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisa tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat tahapan yang dilalui oleh orang tua dalam proses menerima anak berkebutuhan khsusus, yaitu penolakan, marah, depresi, tawar menawar dan menerima.
Regulasi Emosi pada Siswa Korban Bullying melalui Pendekatan REBT Fitria Febriani; Muhammad Asrori; Amalia Putri
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.100775

Abstract

Kemampuan regulasi emosi yang dimiliki korban bullying mempengaruhi respon dan hubungan sosial individu. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh regulasi emosi korban bullying melalui pendekatan REBT.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui bentuk penelitian studi kasus, subjek kasus merupakan peserta didik yang merupakan korban bullying. Berdasarkan tahapan penelitian studi kasus yang berupa identifikasi kasus, diagnosis, prognosis, treatment, evaluasi, dan tindak lanjut dapat diperoleh gambaran permasalahan, respon dan hasil yang berbeda pada kedua subjek kasus. Penerapan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) membantu subjek kasus dalam melatih keterampilan atau strategi baru untuk menghadapi situasi bullying dengan cara penilaian ulang melalui sudut pandang yang berbeda. Melalui pendekatan REBT terdapat perubahan pola pikir subjek kasus dari negatif menjadi lebih positif, namun hasil ini harus terus diawasi oleh pihak sekolah dan lingkungan masyarakat hingga subjek kasus menjadi mandiri dalam mengelola emosi.
Peningkatan Kedisiplinan Belajar dengan Teknik Shaping dan Penguatan Positif di SMP Negeri 26 Pontianak Delia Ernistya; Muhammad Asrori; Amallia Putri
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.110126

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi dari permasalahan tingkah laku peserta didik yang tidak disiplin dalam mengikuti proses belajar mengajar. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk membantu peserta didik yang tidak disiplin belajar supaya kembali disiplin dalam mengikuti proses belajar mengajar dengan cara mencari faktor penyebab dari perilaku tersebut. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi dan analisis dokumen, mengikuti langkah-langkah identifikasi masalah, diagnosis, prognosis, treatment, evaluasi dan tindak lanjut. Adapun hasil yang di dapat dari penelitian ini yaitu dapat terlihat dari peningkatkan perubahan tingkah laku kedua peserta didik yang mulai mentaati peraturan dan tata tertib yang ada di sekolah, adanya rasa menghargai waktu, dapat mengatur waktu belajar, memperhatikan pembelajaran yang sedang berlangsung di dalam kelas, melaksanakan tugas dan kewajiban yang di terima dengan tepat waktu. Temuan inilah yang menekankan pentingnya dukungan yang konsisten dari guru, orang tua dan teman sebaya untuk mempertahankan perbaikan ini dan memastikan perubahan perilaku dalam jangka waktu yang panjang.
Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Pendidikan Inklusif di SMP Negeri 2 Kota Pontianak Fitriani S; Muhammad Asrori; Halida
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10640

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala sekolah dalam meningkatkan penyelenggaraan pendidikan inklusif di SMP Negeri 2 Kota Pontianak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan strategis dalam empat dimensi utama, yaitu perencanaan program inklusif, pengorganisasian sumber daya secara kolaboratif, pelaksanaan supervisi pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan peserta didik, serta penguatan budaya sekolah yang menanamkan nilai empati dan penghargaan terhadap keberagaman. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif sangat ditentukan oleh kepemimpinan yang adaptif, partisipatif, dan kontekstual dalam mengintegrasikan kebijakan, praktik pembelajaran, dan budaya sekolah. Secara konseptual, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian Pendidikan Kewarganegaraan dengan menegaskan bahwa implementasi pendidikan inklusif di sekolah merupakan bagian dari praktik pendidikan demokratis yang menumbuhkan nilai kesetaraan, penghargaan terhadap keberagaman, dan keadilan sosial dalam proses pembelajaran.
Development of an electronic module integrated with West Kalimantan’s local wisdom to enhance joyful learning Risma Nurkholifah; Masriani Masriani; Dede Suratman; Dian Wahyuningsih; Muhammad Asrori; Ricka Tesi Muskania
Jurnal Prima Edukasia Vol. 14 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Natural and Social Sciences (NSS) learning in elementary schools still faces various challenges, resulting in learning conditions that are less contextual and enjoyable. This study aims to develop an e-module integrated with West Kalimantan’s local wisdom to enhance joyful learning in NSS learning for elementary school students. This study employed the Research & Development (R&D) method using the Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate (ADDIE) model. Feasibility was assessed through content validity. Student responses were analyzed using percentages. The effectiveness of the e-module was analyzed using a one-group pretest-posttest design and the normalized gain (n-gain) test. The study results showed that the e-module achieved a validity coefficient of 1.00 in the aspects of content, media, and language, indicating that all criteria are considered relevant. Student response results from the one-to-one trial achieved a percentage of 83.75%, and the small group trial achieved a percentage of 84%, both falling into the “very practical” category. The results of the effectiveness trial showed an enhancement in students’ joyful learning with an n-gain value of 0.67 in the moderate category. Thus, the developed e-module is deemed valid, practical, and effective for enhancing joyful learning in NSS at elementary schools. This study contributes an alternative learning resource that integrates West Kalimantan’s local wisdom and supports teachers in implementing contextual and joyful learning in NSS at elementary school.
Digital media in guidance and counseling services for elementary students’ development: A systematic literature review Nurbani; Aunurrahman; Amrazi Zakso; Muhammad Asrori; Marinu Waruwu
Jurnal Prima Edukasia Vol. 14 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The integration of digital media into guidance and counseling (G&C) services has created new opportunities to support the developmental needs of elementary school students, yet evidence on the types of media used, the developmental outcomes supported, and the conditions influencing implementation remains fragmented. This systematic literature review synthesized empirical evidence on the integration of digital media into elementary school G&C services, following the PRISMA 2020 framework. Literature published between 2020 and 2026 was identified through Scopus, Garuda, Sinta-indexed journals, Google Scholar, and journal repositories. After screening and eligibility assessment, 15 empirical studies were included and analyzed using qualitative content analysis and thematic synthesis according to digital media types, developmental domains, and implementation conditions. Audiovisual and animated media were the most frequently reported formats, followed by interactive and mobile applications, while e-comics, digital storytelling, websites, virtual media, and augmented reality represented emerging forms. The studies addressed personal-emotional, social-behavioral, character, career, and linguistic development. Several reported positive developmental changes, but much of the evidence concerned media validity, practicality, usability, and implementation rather than controlled evidence of effectiveness. Accessibility, technological infrastructure, teacher and counselor readiness, user acceptance, and stakeholder support emerged as key implementation conditions. Digital media may support elementary G&C services when matched with developmental needs and implementation contexts, but current evidence does not support broad claims of effectiveness, so digital tools are best used as complementary, human-guided components of services. Future research should employ larger samples, controlled and longitudinal designs, and systematic evaluation of implementation and sustainability.