Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Wayang Sebagai Media Komunikasi Simbolik Perilaku Manusia Dalam Praktek Budaya Dan Agama Di Bali I Gusti Ngurah Seramasara
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 34 No 1 (2019): Februari
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v34i1.640

Abstract

Wayang sebagai seni pertunjukan merupakan media komunikasi simbolik perilaku manusia dalam praktek agama dan budaya sudah dikenal sejak jaman pra Hindu. Ritual bayang-bayang dalam kepercayaan animisme dan dinamisme merupakan praktek budaya dan agama untuk memuja roh nenek moyang. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pertunjukan wayang sebagai media komunikasi simbolik dalam praktek budaya dan agama di Bali. Permasalahan yang diangkat melalui penulisan ini adalah ingin menginvestigasi apakah pertunjukan wayang dalam praktik budaya dan agama di Bali, dipahami dan dihadirkan sebagai ujud pemujaan pada kekuatan gaib sebagai perkembangan dari tradisi pra Hindu. Metode yang digunakan untuk mengkaji masalah di atas adalah metode penelitian kualitatif dengan teori interaksi simbolik dan komunikasi. Penulisan ini ingin menunjukan bahwa wayang sebagai media komunikasi simbolik perilaku manusia dalam praktek budaya dan agama di Bali telah dilakukan sejak jaman pra Hindu dan masih dipertahankan oleh orang Bali sampai sekarang. Kekuatan gaib yang dapat mengganggu manusia masih dipercaya oleh masyarakat Bali, terutama pada anak yang lahir pada tumpek wayang, sehingga perlu diruwat (dibersihkan) gangguan itu dengan wayang sapuh leger.
KAJIAN NILAI PENDIDIKAN SENI PERTUNJUKAN GEBUG ENDE DI DESA SERAYA, KABUPATEN KARANGASEM Ni Made Tuindah Rai Masyoni; I Gusti Ngurah Seramasara
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 1 No 1 (2021): PENSI Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juli 2021
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v1i1.845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan keterkaitan dengan sejarah, perkembangan, dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam pertunjukan Gebug Ende. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan tahap-tahap: a) pengumpulan data, b) kategorisasi data , c) reduksi data), d) penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Gebug Ende berasal dari kata gebug yang artinya memukul, dan ende berarti alat pelindung (tameng). Maka Gebug Ende secara harfiah dapat diartikan suatu pertunjukan dengan gerakan saling memukul dengan menggunakan rotan sebagai alat pemukul dan ende sebagai alat untuk melindungi diri. Gebug Ende merupakan kesenian tradisi warisan budaya leluhur yang bertahan sampai saat ini dan diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi, di mana tradisi ini dilakoni untuk memohon turun hujan pada musim kemarau. Tradisi ini merupakan tradisi yang unik dan dikenal oleh masyarakat luas yang berasal dari Desa Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Seiring dengan perkembangan era globalisasi, dilihat dari pelaksanaannya, Gebug Ende dapat digolongkan menjadi tiga golongan kegiatan antara lain; sebagai tari sakral, sebagai kegiatan tradisi budaya, dan sebagai kegiatan ceremonial/hiburan. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memperkenalkan kesenian tradisi yang sangat unik di Kabupaten Karangasem yaitu kesenian Gebug Ende, agar nantinya kesenian ini semakin dikenal oleh masyarakat luas, dan tetap dilestarikan oleh para generasi penerus. Tradisi ini sangat dipercayai oleh masyarakat Desa Seraya untuk memohon hujan pada musim kemarau tiba. Masyarakat sangat semangat dan antusias melestarikan kesenian Gebug Ende, baik anak-anak maupun dewasa.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN TARI TOPENG DALEM ARSA WIJAYA VERSI I WAYAN SUMANAYA DI SMA DHARMA PRAJA DENPASAR I Kadek Novi Ardana; I Gusti Ngurah Seramasara; I Gede Gunadi Putra
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v3i2.1255

Abstract

Topeng Dalem Arsa Wijaya adalah salah satu jenis tari putra halus yang dijadikan materi pelajaran di SMA Dharma Praja Denpasar, tari Topeng Dalem Arsa Wijaya adalah transformasi dari cerita panji dalam panggambuhan. Sampai saat ini tari Topeng Dalem Arsa Wijaya diminati siswa karena sebagai bahan materi pembelajaran di kelas X yaitu mengenal tari tradisi. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti disekolah SMA Dharma Praja Denpasar yaitu menggunakan metode ceramah tanpa dilengkapi video pembelajaran dan guru yang mengajarkan seorang perempuan kurang begitu mahir untuk menari putra. Tujuan penelitian pengembangan ini (1) Mendeskripsikan proses pembuatan video pembelajaran  tari Topeng Dalem Arsa Wijaya Versi I Wayan Sumanaya; (2) Mendeskripsikan  hasil validasi ahli seni tari, media, dan guru seni tari terhadap video pembelajaran tari Topeng Dalem Arsa Wijaya Versi I Wayan Sumanaya; (3) Mendeskripsikan validasi siswa dalam uji coba perorangan terhadap video pembelajaran tari Topeng Dalem Arsa Wijaya Versi I Wayan Sumanaya pada siswa SMA Dharma Praja Denpasar; (4) Mendeskripsikan validasi siswa dalam uji coba kelompok kecil terhadap video pembelajaran tari Topeng Dalem Arsa Wijaya Versi I Wayan Sumanaya pada siswa SMA Dharma Praja Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) dan proses penelitiannya melalui (1) tahap pra pengembangan, (2) tahap pengembangan, (3) tahap pasca pengembangan. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner) yang dilengkapi dengan komentar dan saran dari subyek uji coba. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian uji ahli tari, ahli media dan guru seni tari terhadap video pembelajaran tari Topeng Dalem Arsa Wijaya ada dalam kategori sangat layak dan tidak perlu direvis. Hasil uji coba perorangan dan kelompok kecil terhadap pembelajaran tari Topeng Dalem Arsa Wjaya pada siswa  SMA Dharma Praja Denpasar menunjukan bahwa video pembelajaran tari Topeng Dalem Arsa Wijaya sangat layak dan tidak perlu direvisi.