Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN AFEKTIF: KEKERASAN PSIKOLOGIS SEBAGAI PREDIKTOR Sance Mariana Tameon
Widyadewata Vol. 4 No. 2 (2021): Widyadewata : Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/widyadewata.v4i2.43

Abstract

Kekerasan merupakan fenomena universal karena tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.Kekerasan sudah dikenal, dipraktekkan dan ditumbuhkembangkan oleh manusia dalam setiap ruang, waktu, tahap dan kategori. Kekerasan dapat terjadi dimana saja, termasuk di sekolah. Sejak SD hingga SMA, mahasiswa IAKN Kupang pernah mengalami kekerasan secara fisik dan psikologis oleh guru mereka, yang berpengaruh pada perkembangan kognitif dan afektif mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kekerasan psikologis terhadap perkembangan kognitif dan afektif mahasiswa. Adapun metode penelitian yang dipakai adalah metode kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan sampel penelitian berjumlah 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh antara kekerasan psikologis terhadap perkembangan kognitif; (2) Terdapat pengaruh antara kekerasan psikologis terhadap perkembangan afektif mahasiwa IAKN Kupang.
Pengaruh Keteladanan Iman Ayah Kristen terhadap Kedewasaan Spiritual Remaja Sance Mariana Tameon; Mieke Yen Manu; Mesak Orianus Biaf
Ra'ah: Journal of Pastoral Counseling Vol. 5 No. 1 (2025): December
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/r.v5i1.422

Abstract

Salah satu problema terbesar dunia adalah ketiadaan ayah atau fatherless dalam kehidupan keluarga terkhusus anak-anak dalam berbagai aspek termasuk aspek kerohanian. Ada berbagai faktor penyebab kondisi anak tumbuh tanpa ayah seperti kematian, perceraian, kelahiran tanpa pernikahan, kesibukan orangtua dalam bekerja, kepribadian ayah yang egois. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keteladanan iman ayah kristen terhadap kedewasaan spiritual remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan asosiatif yang menjelaskan hubungan kausal/pengaruh variabel role model ayah (X) terhadap Kedewasaan spiritual remaja (Y). Hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara role model ayah terhadap kedewasaan rohani remaja di kota Soe. Jumlah sampel dipilih secara simple random pada populasi remaja kota Soe dan berhasil menjaring sebanyak 82 remaja sebagai reponden. Instrumen untuk variabel role model ayah merujuk pada angket Christian Faith Practices Scale (CFPS). Sedangkan kedewasaan spiritual remaja mengadaptasi Indeks Kematangan Spiritual (SMI) yang berasal dari teologi Kristen evangelis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara role model ayah terhadap kedewasaan rohani remaja (H1 diterima). Adapun arah hubungan kedua variabel adalah positif yang berarti semakin baik role model ayah maka kedewasaan rohani remaja semakin baik pula. Meskipun demikian, kuatnya pengaruh role model ayah kepada kedewasaan rohani remaja di kota Soe sebesar 16% yang berarti berada pada kategori sangat rendah.
The integration of psychoeducation, anti-corruption education and christian family education for the fathers of GMIT Laharoi Friandry Windisany Thoomaszen; Sance Mariana Tameon
Integritas: Jurnal Antikorupsi Vol 8 No 2 (2022): INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi
Publisher : Komisi Pemberantasan Korupsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32697/integritas.v8i2.913

Abstract

Gender, religion and race are becoming important considerations in corruption cases. Various management initiatives must be explored to counter corruption, particularly prevention strategies that originate within the family as the cornerstone of religious, moral and anti-corruption values education. This study discusses anti-corruption education at Evangelical Christian Church in Timor GMIT in the context of religion, Christian families and church. The research focuses on integrating anti-corruption education and Christian family education by including fathers in anti-corruption education. The purpose of the study is to integrate Christian family education and psychoeducation programs as part of an effort to prevent corruption cases involving GMIT Laharoi's fathers. The quasi-experimental design with The Posttest Only Design and Nonequivalent Groups was used as the primary method, and the narrative qualitative approach was used as the complementary method. The Mann-Whitney non-parametric test was employed for quantitative analysis. Participants in the quasi-experiments were 16, with eight subjects in the experimental group and eight in the control group. The Mann-Whitney test findings indicate an Asymp Sig. (2-tailed) of 0.005 0.05, indicating a difference between the experimental and control groups' post-test outcomes. As a result, the study found that integration of anti-corruption education and Christian family education can affect GMIT Lahairoi fathers' understanding and involvement in educating their children.