Pranoto Pranoto
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI) Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Geladi Karya sebagai Strategi Pembelajaran Integrated Housekeeper Pranoto Pranoto
Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol. 16 No. 2 (2020): Mei : Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.632 KB)

Abstract

Lembaga Pendidikan Profesi Perhotelan sebagai salah satu sumber tenaga kerja terampil, dituntut untuk selalu melakukan inovasi penyesuaian program belajar dan strategi pembelajaran sehingga menghasilkan peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan industri perhotelan. Strategi pembelajaran bidang housekeeping yang diterapkan di LPP Graha Wisata Semarang adalah menggunakan strategi geladi karya. Strategi pembelajaran Geladi Karya, disusun untuk mengajarkan pengetahuan dan keterampilan di bidang housekeeping, menyiapkan peserta didik dengan pola pikir dan kesiapan mental untuk menjadi seseorang Integrated Housekeeper. Langkah strategis ini adalah berupa pembelajaran melalui pembentukan pola pikir sebagai seorang housekeeper, pengembangan product knowledge, dan pembentukan keterampilan melalui praktikum secara berulang-ulang. Penerapan strategi Geladi Karya menghasilkan peserta didik yang memiliki integritas terhadap bidang housekeeping, memiliki kemampuan penyesuaian diri di lingkungan industri perhotelan dan mampu bersaing di bursa tenaga kerja baik yang sifatnya lokal maupun internasional. Kendala yang dihadapi yaitu masih munculnya anggapan bahwa housekeeping adalah pekerjaan yang tidak menjadi favorit dan tidak bergengsi di industri perhotelan, sehingga minat peserta didik tidak maksimal. Adapun faktor yang mendukung penerapan strategi ini adalah adanya kebebasan bagi Instruktur untuk mengembangkan bahan ajar dan strategi pembelajaran, serta kesiapan lembaga untuk menyediakan sarana-prasarana pembelajaran. Geladi Karya perlu ditindaklanjuti sebagai sebuah strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan lebih bagi peserta didik untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan yang terintegrasikan dalam diri seorang housekeeper.
Pendampingan Peningkatan Kapasitas Sdm Pariwisata Di Kawasan Borobudur Kabupaten Magelang Pranoto Pranoto; Haniek Listyorini; Gana Wuntu
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 3 (2026): JULI : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i3.2433

Abstract

The Borobudur area, Magelang Regency, has experienced a significant decline in tourist visits following the implementation of stricter management regulations for Borobudur Temple, including daily visitor quotas, session-based visiting systems, mandatory upanat sandal usage (since December 2023), and perceptions of high ticket prices. Tourist visits declined by more than 50 percent during the 2025 Eid holiday period compared to the previous year, impacting the entire tourism supply chain in the area. One of the identified root causes is the unpreparedness of local tourism human resources (HR) in adapting to regulatory changes and service standards. This community service activity was conducted by the STIEPARI Semarang lecturers' team through structured mentoring of 100 tourism practitioners from seven HR groups: tour guides, homestay managers, tourism transportation managers, souvenir centre managers, food and beverage managers, tourism destination managers, and Balkondes managers. The activity ran over three months (March–May 2026) using interactive lectures, workshops, demonstrations, FGDs, field simulations, and role plays, with pre- and post-test evaluations. Results showed an average competency improvement of 29.7 percent (from 49.2% to 78.9%), with the highest improvement among Balkondes managers (34.4%) and souvenir centre managers (32.6%). In addition to individual competency gains, the activity produced an institutional outcome: the establishment of the Borobudur Cross-Sector Tourism Community Forum as a coordination platform for sustainable tourism ecosystem development in the Borobudur area.