Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN KREATIF PARTISIPATIF OKI KURNIAWAN; ROSSI ISKANDAR
Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jipgsd.v6i2.1465

Abstract

Most educational studies on creativity tend to concentrate on explaining the relationship between teaching and creativity, creative teaching does not always lead to creative learning, the focus in much of the literature on creativity and teaching seems to be concentrated on teacher actions with less focus on the study of the learning process involved. actually among the students. This suggests the need to describe the concept of creative learning and analyze its possible constituents. Therefore, this article introduces an empirically based and theoretically informed creative learning community model. This model is based on learning principles that can take different forms in certain social settings and practices. These are respectively: (1) Participatory in the subject matter, (2) Experimental learning, and (3) Resistance to the material. As a theoretical starting point, this presentation will outline a model of creativity and learning.
Perancangan Furnitur Untuk Commercial Space Menggunakan Pendekatan Tensegrity Marsha Irvanni D; Oki Kurniawan
IKRAITH-Teknologi Vol 7 No 1 (2023): IKRAITH-TEKNOLOGI Vol 7 No 1 Maret 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-teknologi.v7i1.2317

Abstract

UKM The Malik beroperasi sejak tahun 2014 dengan jumlah pegawai 5-7 orang yang dibidang usaha furnitur dan las rumahan dengan bahan baku utama besi yang dapat diolah menjadibanyak produk furnitur seperti kursi, meja, pagar besi, dan produk las rumahan lainnya. Masalahdari UKM The Malik adalah usaha kecil tersebut masih bergantung kepada pesanan yang belumpasti jumlah pesannya. Sehingga pendapatan tidak dapat dipastikan angkanya akibat hanyabergantung hanya kepada jumlah pemesan saja, UKM The Malik menjadi tidak dapatberkembang secara pendapatan, kreativitas dan perluasan pasar. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk meningkatkan usaha The Malik dengan cara memberikan suatu inovasi berupaperancangan furnitur berupa kursi untuk commercial space dengan pendekatan tensegrity.Model penelitian yang digunakan adalah perancangan produk yang menekankan pada keduaadalah yang paling stabil dan safety dalam uji beban.
Penguatan Komunitas GSCC melalui Pelatihan dan Pendampingan Manajemen Event Berbasis Kolaborasi Kampus Heni Jusuf; Lisa Sarinah; Irma Setyowati; Oki Kurniawan; Pingki Indrianti; Aditya R. Mitra; Irene Astuti Lazarusli
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat TEKNO (JAM-TEKNO) Vol 7 No 1 (2026): Juni 2026 In Progress
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29207/jamtekno.v7i1.7815

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas komunitas Gedong Sinder Creative Center (GSCC) dalam mengelola event secara profesional melalui pelatihan dan pendampingan berbasis kolaborasi perguruan tinggi. Program dilaksanakan di Desa Kasomalang Kulon, Kabupaten Subang, Jawa Barat dengan melibatkan empat perguruan tinggi dan 30 peserta komunitas GSCC. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory action research (PAR) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan tindak lanjut. Materi pelatihan meliputi perencanaan event, penyusunan proposal kegiatan, mitigasi risiko, pengelolaan organisasi event, serta pengembangan merchandise sebagai media branding komunitas. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi partisipatif, wawancara, dan survei kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait manajemen event sebesar 38%, kemampuan penyusunan proposal kegiatan sebesar 42%, dan pemahaman mitigasi risiko sebesar 40%. Selain itu, peserta mampu menyusun rancangan event secara lebih sistematis dan memahami pentingnya struktur organisasi dalam pelaksanaan kegiatan komunitas. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif dan partisipatif mampu meningkatkan kapasitas komunitas kreatif desa secara berkelanjutan. Program lanjutan berupa pendampingan intensif dan penguatan jejaring kemitraan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan implementasi hasil pelatihan.