Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Infosecure

Desain Keamanan Fisik Teknologi Informasi: Studi Kasus: Universitas Langlangbuana Hadi Prasetyo Utomo
Jurnal Info Secure Vol 1 No 1 (2020): JISEC
Publisher : Jurnal Info Secure

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.942 KB)

Abstract

Keamanan fisik fasilitas teknologi informasi menjadi semakin populer beberapa tahun belakangan ini. Hal ini disebabkan oleh semakin meningkatnya kesadaran institusi teknologi informasi terhadap pentingnya keamanan fasilitas fisik mereka. Keamanan fisik mempunyai cakupan yang sangat luas, meliputi hak akses, lingkungan dan juga infrastruktur. Banyak institusi tidak mempunyai pilihan dalam membangun keamanan fisiknya sendiri. Karena mayoritas infrastuktur yang digunakan merupakan infrastruktur yang sudah siap pakai. Hal ini tentu saja sangat membatasi kebijakan keamanan fisik yang ingin diterapkan. Selain aspek infrastruktur, ada aspek lain yang sering terabaikan, yaitu manusia yang terlibat di dalamnya. Manusia dapat melakukan kejahatan dengan berbagai kondisi. Maka dari itu, keamanan fisik juga harus mempertimbangkan motif dan situasi yang dapat memicu terjadinya kejahatan oleh manusia. Bahkan orang yang sangat dipercayapun mampu melakukan kejahatan jika motif dan situasinya mendukung. Dalam tulisan ini akan dibahas beberapa alternatif penanganan keamanan fisik berdasarkan CPTED (Crime Prevention Through Environmental Design) serta standarisasi infrastruktur berdasarkan TIA-942. Konsep dasar dari CPTED adalah bahwa lingkungan fisik dapat diubah dan berdampak pada berkurangnya tindak kejahatan. CPTED berfokus pada empat area untuk mencapai tujuannya, yaitu pengendalian akses, pengawasan pasif, kegiatan pendukung, dan motivasi. Sedangkan TIA-942 adalah standar yang dikeluarkan oleh Telecommunications Industry Association untuk infrastruktur teknologi informasi.
Pengujian dan Penilaian Kerentanan E-Learning Universitas Langlangbuana Menggunakan Metode STRIDE dan DREAD Mokhamad Hendayun; Hadi Prasetyo Utomo; Dandi Pardamean Nababan
Jurnal Info Secure Vol 2 No 2 (2021): JISEC
Publisher : Jurnal Info Secure

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.14 KB)

Abstract

Sistem e-learning Universitas Langlangbuana Bandung merupakan platform pembelajaran berbasis web, yang proses kegiatan belajar mengajarnya dilakukan secara online dan memberi kemudahan layanan kepada dosen dan mahasiswa yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Namun karena kemudahannya, layanan tersebut masih terdapat banyak beberapa masalah pada celah keamanan. Oleh karena itu peneliti melakukan identifikasi mengenai celah keamanan web elearning.unla.ac.id serta melakukan pengujian dan penilaian menggunakan metode STRIDE dan DREAD untuk meminimalisir risiko keamanan yang mungkin kembali terjadi. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, didapatkan hasil security report yang berisikan tentang deskripsi ancaman, tingkat ancaman, target ancaman, jenis serangan yang terjadi, serta pencegahannya.
IMPLEMENTASI SECURE HASH ALGORITHM-256, RIVEST SHAMIR ADLEMAN, DAN QUICK RESPONSE CODE PADA DIGITAL SIGNATURE UNTUK MENENTUKAN KEABSAHAN DOKUMEN PROPOSAL DAN SURAT Lestari Aghnia Rahma; Aisyah Nuraeni; Hadi Prasetyo Utomo
Jurnal Info Secure Vol 3 No 1 (2022): JISEC
Publisher : Jurnal Info Secure

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3329.799 KB)

Abstract

Penandatanganan dokumen proposal dan surat merupakan suatu hal yang sering digunakan di Universitas Langlangbuana khususnya di Lembaga Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik. Namun pada penggunaannya banyak dokumen yang disahkan menggunakan tanda tangan manual hasil scan dan mudah untuk dicopy paste, sehingga sering dipertanyakan keabsahannya. Masalah lain yaitu jika pihak yang harus melakukan pengesahan tidak berada bersamaan di kampus, sehingga permohonan tanda tangan ini dapat menghabiskan waktu yang lama. Dengan perkembangan sistem kriptografi terdapat fasilitas tanda tangan digital yang dapat memberikan layanan keamanan sehingga tidak akan terjadi pemalsuan tanda tangan. Berdasarkan uraian tersebut maka dibuatlah aplikasi untuk tanda tangan digital yang dibangun dengan menerapkan fungsi hashing yaitu Secure Hash Algorithm (SHA)-256 dan algoritma asimetris yaitu Rivest Shamir Adleman (RSA), serta penggunaan Quick Response Code (QR-Code) sebagai penentuan keabsahannya. Penelitian ini juga menggunakan metode rekayasa forward engineering dan metode pengembangan sistem yaitu model waterfall.