Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Determinasi Komunikasi Organisasi dan Dukungan Manajemen dalam Mitigasi Resistance to Change pada Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Randy Hermawan; Aditya Rifandi Zaenudin; Harun AS; Rahma Wahdiniwaty; Deden Abdul Wahab Sya’roni
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 5 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i5.7777

Abstract

Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan bagian penting dari transformasi digital dalam sektor kesehatan. Namun, proses implementasi seringkali menghadapi hambatan berupa resistance to change dari sumber daya manusia di dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinasi komunikasi organisasi dan dukungan manajemen dalam memitigasi resistance to change pada implementasi SIMRS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi pada rumah sakit yang telah menerapkan SIMRS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi yang efektif, transparan, dan partisipatif mampu mengurangi resistensi perubahan secara signifikan. Selain itu, dukungan manajemen yang kuat dalam bentuk kebijakan, pelatihan, serta penyediaan fasilitas menjadi faktor kunci dalam meningkatkan penerimaan sistem oleh pengguna. Namun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan kompetensi digital, kurangnya sosialisasi, serta budaya organisasi yang belum adaptif terhadap perubahan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi SIMRS sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi organisasi dan tingkat dukungan manajemen dalam mengelola perubahan. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang terstruktur serta komitmen manajerial yang berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan transformasi digital di rumah sakit.
Peran Teori dan Model Work-Life Balance: Upaya Meningkatkan Kepuasan Kerja Karyawan Dalam Konteks Organisasi Modern Burhanuddin Burhanuddin; R Budi Setiawan; Pance Daniel; Rahma Wahdiniwaty; Deden Abdul Wahab Sya’roni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64317

Abstract

Penelitian ini membahas peran teori dan model work-life balance dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan pada konteks organisasi modern. Work-life balance telah berkembang dari konsep konflik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi pendekatan yang lebih komprehensif yang mencakup keseimbangan waktu, keterlibatan, kepuasan, fleksibilitas kerja, serta dukungan organisasi. Berbagai teori seperti Work-Family Conflict Theory, Border Theory, Role Enhancement Theory, hingga Organizational Support Theory menjelaskan bahwa keseimbangan yang baik antara kehidupan kerja dan pribadi dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki tingkat work-life balance yang baik cenderung memiliki kepuasan kerja yang lebih tinggi, tingkat stres yang lebih rendah, serta loyalitas yang lebih kuat terhadap organisasi. Selain itu, fleksibilitas kerja dan dukungan organisasi menjadi faktor penting dalam menciptakan keseimbangan tersebut. Dengan demikian, work-life balance berperan penting tidak hanya dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan, tetapi juga dalam meningkatkan efektivitas organisasi secara keseluruhan.
Pengaruh Work-Life Balance Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Stres Kerja Karyawan Di Kabupaten Karawang Muhammad Akhdiyatul Aein; Febriyan Muliany; Rudi Saputra; Rahma Wahdiniwaty; Deden Abdul Wahab Sya’roni
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 16, No 2 (2026): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v16i2.8531

Abstract

Di era globalisasi yang kompetitif, sumber daya manusia merupakan aset strategis yang menentukan keberhasilan organisasi melalui pencapaian kinerja yang optimal. Namun, tuntutan profesional yang tinggi di kawasan industri seperti Kabupaten Karawang sering kali memicu stres kerja akibat ketidakseimbangan antara urusan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance terhadap kinerja karyawan dengan stres kerja sebagai variabel mediasi. Menggunakan metode kuantitatif, data dikumpulkan dari 100 responden karyawan tetap di Kabupaten Karawang melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan regresi linier melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (p-value=0,03), yang berarti kemampuan mengelola waktu dan kepuasan di dua ranah kehidupan akan meningkatkan kontribusi profesional. Selain itu, ditemukan bahwa work-life balance berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat stres kerja (p-value=0,01). Sebaliknya, stres kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap penurunan kinerja (p-value=0,02), di mana tekanan fisik dan mental bertindak sebagai penghambat produktivitas serta pemicu kesalahan kerja di lingkungan manufaktur. Secara keseluruhan, stres kerja berperan sebagai variabel mediasi yang menghubungkan hubungan antara keseimbangan kehidupan-kerja dengan performa akhir karyawan Kata Kunci : Work-Life Balance; Kinerja Karyawan;Stres Kerja;Kabupaten Karawang.