Andi Wahyuni
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Keselamatan Pekerja Menggunakan Teknologi Pemantauan Drone pada Proyek Konstruksi PT. X Makassar Muh Fathur Rahman MT Hardjo; Andi Wahyuni; Muhammad Rum Rahim
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 1 No. 2: JUNE 2020
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.511 KB) | DOI: 10.30597/hjph.v1i2.9327

Abstract

Safety and Health of Construction work are activities to ensure and protect the safety and health of workers through accidents in the workplace. This study is to find out the description of the safety of workers using drone monitoring technology in construction activities at PT. X. This research is a type of descriptive research in a quantitative approach aimed to determine the safety of workers using drone monitoring technology in the construction project of PT. X Makassar 2020. The research will be conducted in November with a workforce of 108 people. The sample in this study was taken by purposive sampling technique so that the sample of 55 people. Data were collected using a questionnaire, Rapid Entry Body Assessment (REBA), analysis using SPSS software and drone. Data is presented in tabular form and narrated. This study shows the Knowledge variable at PT. X that out of 55 respondents (60%) respondents said that it was good. Based on the use of PPE, most respondents were classified as not compliant, namely as many as (67.3%), while the least were classified as compliant, as many as (32.7%). The most dominant work attitude of the respondents was Very High Risk Level (as much as 80%). While the least is the Medium Risk Level (3.6%). The results of the mapping in the rector's building, library and mosque using drones. The description of worker safety based on the variables of knowledge, PPE compliance, worker attitudes and hazards can be classified in part as good, but on variables.
ANALISIS FAKTOR RISIKO ERGONOMI TERHADAP KELUHAN MSDs PADA PEKERJA AKTIVITAS MANUAL LIFTING DI PT. X Nasyirah Siddiqah; Awaluddin Awaluddin; Andi Wahyuni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27025

Abstract

Latar Belakang: International Labour Organization (ILO) mencatat bahwa setiap tahun sebanyak dua juta pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja dan penyakit aibat kerja yang disebabkan oleh faktor kondisi tidak aman (unsafe condition), perbuatan tidak aman (unsafe act), kelelahan kerja dan sebagainya. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko ergonomi terhadap keluhan MSDs pada pekerja aktivitas manual lifting di PT.X Metode: Jenis penelitan yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan rancangan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan exhaustive sampling. Penelitian dilaksanakan di PT. X selama bulan Maret. Analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik fisher’s exact test. Hasil: Hasil uji statistic fisher’s exact test pengetahuan (p=0,003) menunjukan ada hubungan dengan risiko ergonomi. Beban kerja (p=0,059) menunjukan ada hubungan dengan risiko ergonomi. Durasi kerja (p=0,876) menunjukan tidak ada hubungan dengan risiko ergonomi. Sementara itu, Risiko ergonomi (p=0,047) menunjukan ada hubungan dengan keluhan MSDs. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan dan beban kerja dengan risiko ergonomi, tidak ada hubungan durasi kerja dengan risiko ergonomi, dan ada hubungan risiko ergonomi dengan keluhan MSDs. Saran bagi perusahaan yaitu menyediakan alat bantu mengangkat beban seperti electric hoist di area kerja boiler, cool room, alkalizer, milling liquor dan memberikan sosialisasi serta pelatihan mengenai penanggulangan risiko ergonomi.
ANALISIS RISIKO K3 DENGAN METODE HIRARC PADA OPERATOR GSE PT. GAPURA ANGKASA Ainulhaj Sapirianty T. Malik; Lalu Muhammad Saleh; Andi Wahyuni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27223

Abstract

Latar Belakang: Industri penerbangan merupakan industri yang berisiko tinggi. Untuk mewujudkan pelayanan yang prima dalam industri ini maka perlunya diterapkan manajemen risiko K3 dengan metode HIRARC agar dapat meminimalisir risiko yang ada ditempat kerja. Tujuan: Mengetahui analisis risiko K3 dengan metode HIRARC pada operator GSE PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan mix method research yang menggabungkan dua bentuk pendekatan penelitian yaitu, kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Dilaksanakan pada bulan April–Mei 2023. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang dengan 5 informan utama (pekerja GSE), 4 informan kunci (SSQ dan SPV GSE), dan 2 informan pendukung (rekan kerja). Hasil: Berdasarkan identifikasi bahaya yang didapatakan yaitu, bahaya mekanik, listrik, fisik, ergonomis, dan psikologis. Hasil analisis risiko dalam penelitian ini ialah terdapat tingkatan risiko yang bervariasi yaitu dari tingkatan risiko tinggi-rendah. Tingkat risiko rendah dengan skor 4, tingkat risiko sedang dengan range 6-9, dan tingkat risiko tinggi dengan range 12-16. Hasil pengendalian risiko yang didapatkan adalah eliminasi, rekayasa teknik, administratif, dan APD. Kesimpulan: Analisis risiko K3 pada operator GSE PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Sultan Hasanuddin memiliki risiko yang berada pada kategori rendah, sedang, dan tinggi sehingga diperlukannya manajemen K3 dalam meminimalisir risiko dengan dilakukannya pengendalian risiko yang tepat.