Lalu Muhammad Saleh
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FKM Universitas Hasanuddin

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS RISIKO K3 DENGAN METODE HIRARC PADA OPERATOR GSE PT. GAPURA ANGKASA Ainulhaj Sapirianty T. Malik; Lalu Muhammad Saleh; Andi Wahyuni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27223

Abstract

Latar Belakang: Industri penerbangan merupakan industri yang berisiko tinggi. Untuk mewujudkan pelayanan yang prima dalam industri ini maka perlunya diterapkan manajemen risiko K3 dengan metode HIRARC agar dapat meminimalisir risiko yang ada ditempat kerja. Tujuan: Mengetahui analisis risiko K3 dengan metode HIRARC pada operator GSE PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan mix method research yang menggabungkan dua bentuk pendekatan penelitian yaitu, kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Dilaksanakan pada bulan April–Mei 2023. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang dengan 5 informan utama (pekerja GSE), 4 informan kunci (SSQ dan SPV GSE), dan 2 informan pendukung (rekan kerja). Hasil: Berdasarkan identifikasi bahaya yang didapatakan yaitu, bahaya mekanik, listrik, fisik, ergonomis, dan psikologis. Hasil analisis risiko dalam penelitian ini ialah terdapat tingkatan risiko yang bervariasi yaitu dari tingkatan risiko tinggi-rendah. Tingkat risiko rendah dengan skor 4, tingkat risiko sedang dengan range 6-9, dan tingkat risiko tinggi dengan range 12-16. Hasil pengendalian risiko yang didapatkan adalah eliminasi, rekayasa teknik, administratif, dan APD. Kesimpulan: Analisis risiko K3 pada operator GSE PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Sultan Hasanuddin memiliki risiko yang berada pada kategori rendah, sedang, dan tinggi sehingga diperlukannya manajemen K3 dalam meminimalisir risiko dengan dilakukannya pengendalian risiko yang tepat.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEGAWAI UNIVERSITAS Abdul Hadi Al Muttaqin; Lalu Muhammad Saleh; Awaluddin Awaluddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.28157

Abstract

Latar Belakang: Kecelakaan kerja merupakan kejadian tidak terduga yang memicu gangguan pada suatu sistem atau individual yang diperkirakan menyebabkan 2,78 juta pekerja meninggal dunia setiap tahunnya. Kecelakaan kerja saat ini tidak lagi terbatas pada pekerjaan di pabrik, tapi juga ditemukan di gedung perkantoran. Sebagian besar kecelakaan kerja disebabkan oleh perilaku pekerja ketika bekerja. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pegawai di Universitas X. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan melibatkan 336 sampel yang diambil menggunakan teknik proportional simple random sampling. Penelitian ini dilaksanakan di seluruh area lingkup Universitas X yang berlangsung selama 7 bulan, sejak Januari-Juli 2023. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat melalui pendekatan uji Chi Square. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p = 0,03 > 0,05) dengan perilaku K3. Terdapat hubungan antara sikap (p = 0,00 > 0,05) dengan perilaku K3. Terdapat hubungan antara persepsi (p = 0,01 < 0,05) dengan perilaku K3. Terdapat hubungan antara motivasi (p = 0,01 < 0,05) dengan perilaku K3. Terdapat hubungan antara komunikasi (p = 0,01 < 0,05) dengan perilaku K3. Kesimpulan: Faktor predisposisi yang meliputi pengetahuan, sikap, persepsi, motivasi, dan komunikasi memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku K3 pada pegawai Universitas X. Pihak Universitas X direkomendasikan untuk mengadakan program Behavior Based Safety (BBS), memaksimalkan meeting K3, dan meningkatkan giat promosi program K3.
HUBUNGAN TINDAKAN DAN KONDISI TIDAK AMAN DENGAN KEJADIAN HAMPIR CELAKA PEKERJA PT. X Tiara Erditta; Lalu Muhammad Saleh; Andi Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.31690

Abstract

Latar Belakang: Proyek konstruksi merupakan jenis industri yang paling banyak memberikan kontribusi dalam hal kecelakaan kerja. Berdasarkan piramida kecelakaan, tindakan dan kondisi tidak aman serta kejadian hampir celaka merupakan dasar penyebab kecelakaan yang kerap kali diabaikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tindakan dan kondisi tidak aman dengan kejadian hampir celaka pada pekerja di proyek jalan tol, PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian ini yakni sebanyak 109 responden yang ditentukan dengan metode cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan di Proyek Pembangunan Jalan Akses Tol Makassar Newport (Tahap I & II), PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. pada bulan Juli 2023. Kemudian data diolah menggunakan program SPSS. Data ditampilkan dalam bentuk tabel disertai narasi. Hasil: Mayoritas responden melakukan tindakan aman (55,0%), menciptakan kondisi aman (56,0%), dan kejadian hampir celaka berkategori rendah (53,2%). Hasil penelitian pada hipotesis pertama (H1) menunjukkan terdapat hubungan antara tindakan tidak aman dengan kejadian hampir celaka (ρ-value=0,001) dengan korelasi koefisien sedang yaitu 0,326. Hasil penelitian pada hipotesis kedua (H2) menunjukkan terdapat hubungan antara kondisi tidak aman dengan kejadian hampir celaka (ρ-value=0,000) dengan korelasi koefisien sedang yaitu 0,457. Kesimpulan: Tindakan tidak aman, kondisi tidak aman, dan kejadian hampir celaka yang terjadi di proyek jalan tol, PT. Wijaya Karya termasuk dalam kategori aman dan berisiko rendah serta saling berhubungan. Perlu dipertahankan dan ditingkatkan tindakan aman dan kondisi aman di tempat kerja untuk meminimalisir kejadian hampir celaka dan juga kecelakaan kerja.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STRES KERJA PADA PEGAWAI DI REKTORAT UNIVERSITAS HASANUDDIN Dirna Akirah; Lalu Muhammad Saleh; Masyitha Muis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 2: JUNE 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i2.35157

Abstract

Latar Belakang: Stres kerja merupakan tekanan psikologis tenaga kerja berupa ketegangan, kecemasan, dan kelelahan emosional akibat dari pekerjaannya sehingga memengaruhi emosi, proses kognitif, dan kondisi mentalnya. Riskesdas tahun 2018 mengemukakan persentase terbesar penderita stres pada pegawai swasta sebesar 4,8% dan juga pada PNS dengan jumlah 2,4%. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stres kerja pada pegawai di Rektorat Universitas Hasanuddin. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan metode cross sectional study. Penelitian dilakukan di Rektorat Universitas Hasanuddin pada bulan Januari-Februari 2024. Populasi penelitian ini sebanyak 490 pegawai dengan sampel 87 pegawai. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional stratified random sampling. Adapun analisis data univariat dan bivariat dengan pendekatan uji chi-square dengan menilai p-value. Hasil: Responden yang mengalami stres kategori rendah sebanyak 71,3%, dan stres kategori tinggi sebanyak 28,7%. Stres kerja memiliki hubungan dengan beban kerja, dukungan sosial, dan tuntutan mental, sedangkan umur dan masa kerja tidak memiliki hubungan dengan kejadian stres kerja. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara beban kerja, dukungan sosial, tuntutan mental dan tidak terdapat hubungan signifikan antara umur dan masa kerja terhadap kejadian stres kerja pada pegawai di Rektorat Universitas Hasanuddin. Diharapkan kepada jajaran pimpinan rektorat untuk mampu memberikan proporsional uraian jenis kerja pegawai dengan jumlah pegawai sesuai di bidangnya dan bagi pegawai diharapkan mampu mengenali gejala atau tanda-tanda stres sedini mungkin sehingga mampu menerapkan manajemen stres.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU TIDAK AMAN PADA PEKERJA DI BANDAR UDARA KHUSUS SOROWAKO Alfiah Ashila Achmad; Lalu Muhammad Saleh; Masyitha Muis; Syamsiar S. Russeng; Muhammad Rachmat
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 5 No. 3: OCTOBER 2024
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v5i3.35252

Abstract

Latar Belakang: Perilaku tidak aman adalah perbuatan berbahaya dari manusia atau pekerja yang dilatar belakangi oleh faktor-faktor internal seperti sikap dan tingkah laku yang tidak aman, kurangnya pengetahuan dan keterampilan, penurunan konsentrasi, kurang adanya motivasi kerja, kelelahan dan kejenuhan. Perilaku tidak aman 94% memberikan kontribusi pada terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku tidak aman pada pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako sebanyak 70 orang, dan sampel ditentukan menggunakan exhaustive sampling ditemukan sebanyak 70 sampel. Data dikumpul menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara masa kerja (p=0,000), sikap (p=0,000), dan pelatihan K3 (p=0,005) dengan perilaku tidak aman pada pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako. Sedangkan pengetahuan (p=0,248), tindakan (p=0,957), dan pengawasan (p=0,720) tidak berhubungan dengan perilaku tidak aman pada pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako. Kesimpulan: Terdapat adanya hubungan yang signifikan antara masa kerja, sikap, dan pelatihan K3 dengan perilaku tidak aman pada pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako. Pekerja di Bandar Udara Khusus Sorowako disarankan untuk selalu mengikuti prosedur keselamatan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.