Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS PENILAIAN KINERJA DENGAN TEKNIK SELF ASSESSMENT SEBAGAI EVALUASI KINERJA MAHASISWA PADA PRAKTIKUM FISIKA DASAR II TADRIS FISIKA IAIN WALISONGO SEMARANG , joko budi poernomo, kusminto
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan teknik self assessment dalam penilaian kinerja mahasiswa pada praktikum Fisika Dasar II. Self assessment merupakan suatu penilaian yang melibatkan mahasiswa untuk melakukan penilaian terhadap kompetensi diri mereka sendiri. Kajian ini dilatarbelakangi bahwa penilaian selama ini berpusat pada dosen kadang sering membuat kerepotan dalam menilai dan mahasiswa kurang terlibat. Sehingga mahasiswa sebagai objek penilaian yang seharusnya dapat mengambil manfaat paling besar dari penilaian, ternyata belum mendapatkan feedback yang maksimal dari penilaian tersebut. Dengan penilaian self assessment ini diharapkan bisa dijadikan alternatif dalam penilaian kinerja praktikum. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang penilaian kinerja dengan teknik self assessment dalam evaluasi kinerja mahasiswa pada praktikum Fisika Dasar II, meliputi gambaran kemampuan mahasiswa dalam melakukan self assessment; hasil self assessment dalam mengungkap kinerja praktikum mahasiswa; tanggapan mahasiswa mengenai penilaian kinerja praktikum Fisika Dasar II dengan teknik self assessment, serta kendala dalam pelaksanaan penilaian ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah Mahasiswa semester II Tadris Fisika tahun 2012 (TF2) yang terdiri dari 36 mahasiswa, pemilihan subjek ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui sejumlah instrumen, diantaranya berupa angket, rubrik penilaian kinerja yang terdiri dari rubrik self assessment yang diisi oleh mahasiswa serta rubrik yang diisi oleh observer, dokumentasi, observasi dan wawancara.Berdasarkan pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam melakukan self assessment tergolong baik, mahasiswa pun memberikan respon positif terhadap pelaksanaan self assessment, mahasiswa merasa lebih mengetahui kemampuan dirinya. Akan tetapi, self assessment belum dapat mengungkap kinerja praktikum mahasiswa secara optimal karena adanya kecenderungan menilai lebih mahasiswa terhadap kinerjanya. Pemanfaatan hasil self assessment dapat digunakan pada penilaian formatif, untuk pemberian feedback kepada mahasiswa agar meningkatkan kinerjanya. Adapun kendala penilaian kinerja praktikum dengan teknik self assessment yaitu kesulitan memahami indikator penilaian, kriteria penilaian dan pemberian skor. Sehingga untuk menerapkan self assessment perlu dilakukan optimalisasi pada saat sosialisasi dan pelatihan kepada mahasiswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PERKULIAHAN FISIKA DASAR 1 DINAMIKA GERAK DENGAN PENDEKATAN DEMOCRATIC APPROACH poernomo, joko budi
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.2.434

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan bentuk perangkat perkuliahan Fisika dengan democratic approach melalui problem posing pada Dinamika Gerak. Metode pe- nelitian adalah penelitian pengembangan perangkat pem- belajaran yang meliputi Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan Bahan Ajar. Draft perangkat yang dihasilkan divali- dasi oleh Dosen Mitra, Kaprodi, pakar pendidikan Fisika dan diujicobakan pada siswa di Perkuliahan Fisika Dasar 1 Tahun Akademik 2010-2011. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian  validitas isi Satuan Acara Perkuliahan para ahli 4,42; yang tergolong valid; penilain terhadap keterlaksanaan perkuliahan oleh observer 4,45; termasuk kategori baik, dan  penilain ketuntasan perkulia- han Fisika Dasar 1 mencapai 86 %, serta 88% mahasiswa memberi respon positip.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM INKUIRI TERBIMBING UNTUK MEWUJUDKAN HASIL BELAJAR BERKARAKTER poernomo, joko budi
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.1.449

Abstract

Pada masa kini ini kita semua terkesima dengan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara In- donesia. Pada tataran kehidupan masyarakat banyak ge- jala perubahan perilaku dan tatanan dalam masyarakat. Makin banyak perilaku masyarakat yang menunjukkan pola hidup yang sarat dengan ketidakpedulian, keputusa- saan, mudah menyerah, etos kerja rendah, konflik atau perselisihan antar warga bahkan antar pelajar. Pada tata- ran kehidupan bernegara, makin banyak kita amati gejala penyalahgunaan kewenangan/kekuasaan, kecurangan, kebohongan, ketidakadilan, ketidakpercayaan, dan keti- dakpedulian. Ini semua menunjukkan makin lunturnya rasa kebangsaan dan makin tebalnya egoisme pribadi, kelompok, dan/atau suku. Yang lebih meresahkan lagi adalah gejala bahwa generasi muda sudah makin jauh dari ajaran agama dan akar budaya leluhurnya, mungkin kare- na pengaruh suguhan budaya asing lewat berbagai media informasi dan komunikasi, baik cetak maupun elektronik. Semua ini telah menyentak kesadaran pendidik dan tokoh masyarakat yang peduli pada nasib bangsa, bahkan juga para petinggi Negara. Oleh sebab itu, untuk lima tahun ke depan pendidikan karakter, budaya, dan kewirausahaan diberi perhatian besar oleh pengambil kebijakan pendidi- kan di Pusat dan daerah tentu saja diharapkan dapat men- jabarkan kebijakan ini ke dalam program pendidikan nya- ta sampai tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Tatanan pembelajaran karakter tentunya diawali dari perangkat pembelajaran yang mampu mengangkat karakter siswa dan mahasiswa. Adapun prsayarat yang bersesuaian den- gan pembelajaran yang dapat mewakili nilai-nilai karakter agar tertampilkan dalam setiap pembelajaran. Tulisan ini akan memberikan informasi tentang beberapa persiapan pembelajaran yang digunakan dalam menata kembali agar peserta didik mengaplikasikan nilai-nilai karakter yang terilhami dalam pembelajaran.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TTW DENGAN TSTS TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI TEORI KINETIK GAS Joko Budi Poernomo, Siti Nurjanah,
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2016.6.2.1062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektifkah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TTW (Think Talk Write) dengan TSTS (Two Stay Two Stray) terhadap hasil belajar siswa materi teori kinetik gas. Penelitian ini dilakukan di SMA Futujiyyah Mranggen Demak, merupakan penelitian eksperimen dengan posttest only control group design. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa jurusan IPA kelas XI SMA Futuhiyyah Mranggen Demak tahun pelajaran 2014/2015. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan mengambil dua kelas secara acak dari populasi sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan metode tes.  Analisis uji gain memberikan hasil peningkatan 0.170 untuk siswa yang diajar menggunakan kooperatif tipe Think Talk Write dengan Two Stay Two Stray dan -0,206 untuk siswa yang diajar menggunakan konvensional. Kesimpulannya adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write dengan Two Stay Two Stray efektif meningkatkan hasil belajar siswa materi teori kinetik gas.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA KEKAS XI MA/SMA BERBASIS GUIDED INQUIRY PADA MATERI ALAT-ALAT OPTIK Azizah, Lutfita Mukharovatun; Poernomo, Joko Budi; Faqih, Muhammad Izzatul
Physics Education Research Journal Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Science and Education, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.994 KB) | DOI: 10.21580/perj.2019.1.1.4006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran berbasis guided inquiry pada materi alat-alat optik dan menguji efektivitasnya. Penelitian dan pengembangan (Reseach and Development) ini mengacu pada model Borg and Gall (1983) yang dimodifikasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, tes dan dokumentasi. Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa modul pembelajaran fisika berbasis guided inquiry pada materi alat-alat optik layak digunakan dengan persentase skor kelayakan dari ahli materi sebesar 87,27% dan dari ahli media sebesar 91,67%. Hasil uji efektifitas menunjukkan bahwa modul yang dihasilkan efektif digunakan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil perhitungan uji t terhadap data tes hasil belajar peserta didik. Hasil uji t diperoleh ttabel sebesar 2,048 dan thitung sebesar 6,433, sehingga thitung>ttabel yang artinya ?0 ditolak dan ?? diterima.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PERKULIAHAN FISIKA DASAR 1 DINAMIKA GERAK DENGAN PENDEKATAN DEMOCRATIC APPROACH joko budi poernomo
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2011.1.2.434

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan bentuk perangkat perkuliahan Fisika dengan democratic approach melalui problem posing pada Dinamika Gerak. Metode pe- nelitian adalah penelitian pengembangan perangkat pem- belajaran yang meliputi Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dan Bahan Ajar. Draft perangkat yang dihasilkan divali- dasi oleh Dosen Mitra, Kaprodi, pakar pendidikan Fisika dan diujicobakan pada siswa di Perkuliahan Fisika Dasar 1 Tahun Akademik 2010-2011. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian  validitas isi Satuan Acara Perkuliahan para ahli 4,42; yang tergolong valid; penilain terhadap keterlaksanaan perkuliahan oleh observer 4,45; termasuk kategori baik, dan  penilain ketuntasan perkulia- han Fisika Dasar 1 mencapai 86 %, serta 88% mahasiswa memberi respon positip.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TTW DENGAN TSTS TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI TEORI KINETIK GAS Siti Nurjanah, Joko Budi Poernomo
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2016.6.2.1062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektifkah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TTW (Think Talk Write) dengan TSTS (Two Stay Two Stray) terhadap hasil belajar siswa materi teori kinetik gas. Penelitian ini dilakukan di SMA Futujiyyah Mranggen Demak, merupakan penelitian eksperimen dengan posttest only control group design. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa jurusan IPA kelas XI SMA Futuhiyyah Mranggen Demak tahun pelajaran 2014/2015. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan mengambil dua kelas secara acak dari populasi sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan metode tes.  Analisis uji gain memberikan hasil peningkatan 0.170 untuk siswa yang diajar menggunakan kooperatif tipe Think Talk Write dengan Two Stay Two Stray dan -0,206 untuk siswa yang diajar menggunakan konvensional. Kesimpulannya adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write dengan Two Stay Two Stray efektif meningkatkan hasil belajar siswa materi teori kinetik gas.
ANALISIS PENILAIAN KINERJA DENGAN TEKNIK SELF ASSESSMENT SEBAGAI EVALUASI KINERJA MAHASISWA PADA PRAKTIKUM FISIKA DASAR II TADRIS FISIKA IAIN WALISONGO SEMARANG kusminto , joko budi poernomo
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2013.3.2.139

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan teknik self assessment dalam penilaian kinerja mahasiswa pada praktikum Fisika Dasar II. Self assessment merupakan suatu penilaian yang melibatkan mahasiswa untuk melakukan penilaian terhadap kompetensi diri mereka sendiri. Kajian ini dilatarbelakangi bahwa penilaian selama ini berpusat pada dosen kadang sering membuat kerepotan dalam menilai dan mahasiswa kurang terlibat. Sehingga mahasiswa sebagai objek penilaian yang seharusnya dapat mengambil manfaat paling besar dari penilaian, ternyata belum mendapatkan feedback yang maksimal dari penilaian tersebut. Dengan penilaian self assessment ini diharapkan bisa dijadikan alternatif dalam penilaian kinerja praktikum. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi tentang penilaian kinerja dengan teknik self assessment dalam evaluasi kinerja mahasiswa pada praktikum Fisika Dasar II, meliputi gambaran kemampuan mahasiswa dalam melakukan self assessment; hasil self assessment dalam mengungkap kinerja praktikum mahasiswa; tanggapan mahasiswa mengenai penilaian kinerja praktikum Fisika Dasar II dengan teknik self assessment, serta kendala dalam pelaksanaan penilaian ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah Mahasiswa semester II Tadris Fisika tahun 2012 (TF2) yang terdiri dari 36 mahasiswa, pemilihan subjek ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui sejumlah instrumen, diantaranya berupa angket, rubrik penilaian kinerja yang terdiri dari rubrik self assessment yang diisi oleh mahasiswa serta rubrik yang diisi oleh observer, dokumentasi, observasi dan wawancara.Berdasarkan pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam melakukan self assessment tergolong baik, mahasiswa pun memberikan respon positif terhadap pelaksanaan self assessment, mahasiswa merasa lebih mengetahui kemampuan dirinya. Akan tetapi, self assessment belum dapat mengungkap kinerja praktikum mahasiswa secara optimal karena adanya kecenderungan menilai lebih mahasiswa terhadap kinerjanya. Pemanfaatan hasil self assessment dapat digunakan pada penilaian formatif, untuk pemberian feedback kepada mahasiswa agar meningkatkan kinerjanya. Adapun kendala penilaian kinerja praktikum dengan teknik self assessment yaitu kesulitan memahami indikator penilaian, kriteria penilaian dan pemberian skor. Sehingga untuk menerapkan self assessment perlu dilakukan optimalisasi pada saat sosialisasi dan pelatihan kepada mahasiswa.
Students' Analytical Thinking Skills through Tutorial Video Assisted Inquiry Approach on Direct Current Electricity Grade XII Senior High School Vira Septi Amelia; Susilawati Susilawati; Joko Budi Poernomo
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v10i1.12682

Abstract

Students' analytical thinking skills are still lacking, causing students' understanding of physics lessons to be less than optimal. The research was conducted to examine the effectiveness of direct current electric video with an inquiry approach to students' analytical thinking skills and student responses to the video. The research method applied in this research is quasi-experimental with the research design of Nonequivalent Control Group Design. The sampling technique is purposive sampling data collection techniques using analytical thinking skills tests and questionnaires to video tutorials responses. The data analysis technique uses parametric quantitative analysis. The results of the analysis of hypothesis testing on the data of analytical thinking skills that had been carried out showed that the video tutorial learning media has not been effective in improving students' analytical thinking skills, while the results of student responses to direct current electric video tutorial learning media obtained a percentage of 70.67% and classified as good category. Students' analytical skills require more intensive practice and challenging routine assignments. Students' interest in the tutorials provided can only increase motivation to be involved in learning. The implications of this research can focus on innovative video tutorials on contextual physics experiments in life and more challenging experiments.
Pengaruh Persepsi Peserta Didik tentang PCK (Pedagogical Content Knowledge) Pendidik Fisika yang Menerapkan Kurikulum 2013 terhadap Prestasi Belajar di MAN 1 KUDUS H M A Kumala; Fihris Fihris; Joko Budi Poernomo
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 11, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v11i1.4018

Abstract

This research is motivated by the habits of the students in addition to paying attention to the material presented also paying attention to how the educator teaches, the teaching method is combined with the learning style of the students, the result of the combination is the perception of the learning done by educators. The purpose of this study was to determine the effect of students' perceptions of PCK (Pedagogical Content Knowledge) educators who applied the 2013 curriculum on learning achievement in MAN 1 Kudus. Data collection used questionnaire method and documentation, initial analysis by validating the content instrument, and reliability test of Alpha Cronbach. Hypothesis test using simple regression analysis. The results showed the influence between students' perceptions of PCK (Pedagogical Content Knowledge) Physics Educators who applied the curriculum 2013 with learning achievements in MAN 1 Kudus very small, this was indicated by the correlation coefficient r of 0.0467, the coefficient of determination was 0, 00218 and tcount of 0.251 smaller than ttable of 2.045 (0.251 < 2.045) at the 5% significance level with N = 31 and the simple regression model formed is Y = 59.81 + 0.05X