Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Fatherless dan Kenakalan: Sebuah Studi Regresional Pada Narapidana Remaja di Lapas Kelas 1 Makasar Tandung, Jesita; Thalib, Tarmizi; Syarvia, Syarvia
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v3i4.1309

Abstract

Pola asuh negatif sering dikaitkan dengan meningkatnya kenakalan remaja, yang jika dibiarkan dapat menjerumuskan mereka dalam perilaku menyimpang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fatherless terhadap kenakalan remaja di Lapas Kelas 1 Makassar. Populasi penelitian melibatkan 105 responden berusia 17–22 tahun. Instrumen yang digunakan adalah skala fatherless berdasarkan aspek Hawskin dan skala kenakalan remaja berdasarkan aspek Jensen. Uji asumsi menunjukkan data berdistribusi normal (kurtosis Y = 1,9036; X = 1,2205) dan memiliki hubungan linier (deviasi linieritas = 0,085). Analisis regresi sederhana mengungkapkan bahwa ketiadaan ayah berpengaruh signifikan terhadap kenakalan remaja dengan kontribusi 33% dan arah pengaruh negatif. Artinya, semakin tinggi tingkat fatherless, kecenderungan melakukan kenakalan justru menurun. Temuan ini menegaskan bahwa ketiadaan figur ayah tidak secara langsung meningkatkan kenakalan remaja, melainkan dipengaruhi faktor lain yang lebih kompleks.
Tingkat Kematangan Emosi Sebagai Prediktor Kesiapan Menikah Wanita Dewasa Awal di Kota Makassar Ulfa, Rahmania; Zubair, Arie Gunawan Hazairin; Syarvia, Syarvia
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2025
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v5i2.7506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kematangan emosi terhadap kesiapan menikah pada wanita dewasa awal di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausal komparatif. Responden penelitian berjumlah 406 wanita dewasa awal dengan rentang usia 18 25 tahun. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil adaptasi dari Emotional Maturity Scale (EMS) oleh Singh & Bhargava (2005) untuk mengukur kematangan emosi dan Criteria for Marriage Readiness Questionnaire (CMRQ) oleh Carroll, dkk. (2009). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan emosi berpengaruh signifikan terhadap kesiapan menikah dengan nilai R2 sebesar 0,057 dan nilai signifikansi p < 0,001. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat kematangan emosi, maka semakin rendah kesiapan menikah pada wanita dewasa awal di Kota Makassar.
Pengaruh Mindfull Parenting terhadap Stress Pengasuhan pada Ibu yang Bekerja dengan Anak Usia Dini di Kota Makassar Novelin, Michele Berliani Monica; Koanda, Naftalen; Syarvia, Syarvia
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2025
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v5i2.7570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara mindful parenting terhadap stres pengasuhan pada ibu yang bekerja dan memiliki anak usia dini di Kota Makassar. Mindful parenting merupakan pendekatan pengasuhan yang melibatkan kesadaran penuh, kehadiran, serta responsivitas emosional dalam interaksi dengan anak, sedangkan stres pengasuhan merujuk pada tekanan psikologis yang dirasakan orang tua dalam menjalankan peran pengasuhan. Arah penelitian difokuskan pada pengujian hubungan antara kualitas mindful parenting dan tingkat stres pengasuhan, dengan tujuan untuk memahami bagaimana mindful parenting dapat berperan dalam mengurangi stres pengasuhan pada ibu yang bekerja. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 418 responden dengan instrumen Interpersonal Mindfulness in Parenting (IM-P) dan Skala Stres Pengasuhan (SSP) yang telah diadaptasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindful parenting berpengaruh signifikan terhadap stres pengasuhan, dengan nilai signifikansi uji-t < 0,05. Hubungan antara kedua variabel bersifat negatif, yang berarti semakin tinggi mindful parenting, semakin rendah tingkat stres pengasuhan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,102 menunjukkan bahwa mindful parenting mampu menjelaskan 10,2% variabilitas stres pengasuhan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas mindful parenting dapat menjadi faktor dalam menurunkan stres pengasuhan pada ibu yang bekerja.
Acceptance Orang Tua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus di Kota Makassar Irsyandini, Dwi Putri Maharani; Gismin, Sitti Syawaliyah; Syarvia, Syarvia
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2025
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v5i2.7784

Abstract

Kehadiran anak berkebutuhan khusus (ABK) sering menimbulkan tantangan emosional yang memengaruhi kesejahteraan keluarga dan kualitas pengasuhan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan proses penerimaan orang tua di Kota Makassar serta faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan lima partisipan yang memiliki anak dengan cerebral palsy, epilepsi, autisme, dan ADHD, dipilih melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil menunjukkan bahwa penerimaan berkembang bertahap melalui fase shock, kebingungan, penolakan, rasa bersalah, hingga penerimaan, dengan dukungan keluarga, komunitas sesama orang tua, dan keyakinan spiritual sebagai faktor utama. Penerimaan juga ditandai unconditional positive regard, empati, congruence, dan self-acceptance yang membantu adaptasi positif. Penelitian menyimpulkan bahwa penerimaan orang tua bersifat dinamis, dipengaruhi faktor internal-eksternal, serta berimplikasi penting bagi penguatan ketahanan keluarga dan penyusunan intervensi berbasis komunitas.