Undang Burhanudin, Undang
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal

PARTISIPASI SISWA PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PENDALAMAN AGAMA ISLAM SEBAGAI UPAYA MENGANTISIPASI DEKADENSI MORAL Undang Burhanudin
Jurnal al-Thullab Vol 1, No 1 (2016): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v1i1.2433

Abstract

Dekadensi merupakan isu yang selalu menjadi sorotan publik terlebih yang terjadi pada anak SMA. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai upaya terhadap dekadensi moral melalui pengembangan ekstra kurikuler pendalaman pendidikan agama Islam yang dilakukan di SMAN 1 Cimalaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik analisis korelasional. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah: observasi, wawancara, studi pustaka, dan angket. Penyebaran angket ditujukan kepada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler PAI yaitu 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas partisipasi siswa pada kegiatan ekstrakurikuler PAI berkualifikasi tinggi yaitu sebesar 3,88 yang berada pada interval 3,40–4,19 dan realitas upaya siswa mengantisipasi dekadensi moral berkualifikasi tinggi yaitu sebesar 3,93 yang berada pada interval 3,40–4,19. Korelasi antara partisipasi siswa pada kegiatan ekstrakurikuler PAI dengan upaya siswa mengantisipasi dekadensi moral positif dan cukup signifikan yang ditunjukkan dengan angka koefisien 0,57 yang berada pada rentang 0,40–0,599. Signifikansi koefisien korelasi diperoleh t hitung (3,81) > t tabel (1,697). Jadi, kontribusi partisipasi siswa pada kegiatan ekstrakurikuler PAI terhadap upaya siswa mengantisipasi dekadensi moral adalah sebesar 32,49%, sementara 67,51% merupakan kontribusi dari faktor lain. Implikasi dari simpulan tersebut adalah untuk meningkatkan upaya siswa mengantisipasi dekadensi moral dapat dilakukan melalui peningkatan partisipasi siswa pada kegiatan ekstrakurikuler PAI.
TANGGAPAN SISWA TERHADAP PENERAPAN METODE MARKET PLACE ACTIVITY HUBUNGANNYA DENGAN HASIL BELAJAR PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI FIQIH POKOK BAHASAN PENGELOLAAN WAKAF Undang Burhanudin; Feny Yatmasari
Jurnal al-Thullab Vol 2, No 1 (2017): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v2i1.2716

Abstract

Dewasa ini proses pembelajaran lebih mengutakan peserta didik, dan hasil belajar menjadi target ketercapaian dalam pembelajaran. Untuk itu diperlukan berbagai metode aktif yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran aktif pada siswa di kelas adalah metode pembelajaran market place activity. Adapun tujuan penelitian ini adalah, Pertama untuk mengetahui tanggapan siswa kelas X SMKN 10 Bandung terhadap penerapan metode market place activity, Kedua untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas X SMKN 10 Bandung pada pelajaran PAI Materi Fiqih Pokok Bahasan Pengelolaan Wakaf, Ketiga untuk mengetahui hubungan anatara Tanggapan siswa terhadap penerapan metode market place activity dengan hasil belajar mereka pada pelajaran PAI materi Fiqih pokok bahasan Pengelolaan Wakaf. Pada umumnya penelitian ini bersifat empirik, karena menggunakan metode Deskriptif. Teknik Pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara, Angket dan Tes soal. Sample yang dimiliki sejumlah 40 Responden dari jumlah Populasi sebesar 117 orang siswa kelas X Tari dan Broadcast SMKN 10 Bandung. Teknik analinis yang digunakan dengan analisis Parsial dan Korelasi untuk mengetahui hubungan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa, Pertama mengenai tanggapan siswa terhadap penerapan metode market place activity diperoleh data pada masing-masing indikator yaitu (3,8+3,9+3,8+3,8+3,9+3,9+3,9+3,8+3,8+3,7): 10 = 3,83 data ini dikualifikasikan Baik, Kedua mengenai hasil belajar pada pelajaran PAI materi Fiqih pokok Bahasan Pengelolaan Wakaf yaitu (89+74,2+88,3+71,8) : 4 = 80,8 data ini dikualifikasikan Sangat Baik. Karenanya variabel x dapat mempengaruhi variabel y sebesar 40% berdasarkan data yang diperoleh.
Manajemen Laboratorium PAI dalam Meningkatkan Soft Skill Mahasiswa PAI Undang Burhanudin; Irfan Ahmad Zain; Hasbiyallah Hasbiyallah
Jurnal al-Thullab Vol 5, No 1 (2020): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v5i1.8249

Abstract

The purpose of this research is to analyses the learning of a soft-based PAI in students of PAI UIN Sunan Gunung Djati Bandung and UIN Wali Songo Semarang. This type of research is descriptive analysis, a research method consists of interviews, observations and polls.  The results of this study showed that the learning of soft-based PAI students can form a high soft skill in the attitude aspects, communication aspects, ethical aspects and learning interaction aspects. The four aspects of the soft skill reinforce each other in forming a positive PAI student personality, so that PAI learning not only forms the hard skills but also establishes a strong soft PAI learning skill. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis pembelajaran PAI berbasis soft skill mahasiswa PAI UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan UIN Wali Songo Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analisis, metode penelitian terdiri dari wawancara, observasi dan angket.  Hasil penelitian ini menunjukkan pembelajaran PAI berbasis soft skill mahasiswa PAI dapat membentuk soft skill yang tinggi pada aspek sikap, aspek komunikasi, aspek etika dan aspek interaksi belajar. Keempat aspek soft skill tersebut saling menguatkan dalam membentuk kepribadian mahasiswa PAI yang positif, sehingga pembelajaran PAI bukan hanya membentuk hard skill (pengetahuan) tetapi juga membentuk soft skill belajar PAI yang kuat .
SIKAP SISWA TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN KITAB SAFINATUNNAJA BAB SALAT HUBUNGANNYA DENGAN PENGAMALAN IBADAH SALAT MEREKA Undang Burhanudin; Lilis Halimah
Jurnal al-Thullab Vol 4, No 1 (2019): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v4i1.2530

Abstract

Penelitian ini diasumsikan bahwa pengamalan ibadah salat memiliki keterkaitan dengan sikap siswa terhadap proses pembelajaran kitab safinatunnaja bab salat di madrasah. Dari asumsi tersebut dapat ditarik hipotesis bahwa semakin positif sikap siswa terhadap proses pembelajaran kitab safinatunnaja bab salat, maka akan semakin tinggi pula pengamalan ibadah salat mereka di madrasah, demikian pula sebaliknya. Untuk menguji hipotesis diatas diadakan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Alat analisis yang digunakan adalah pendekatan statistik korelasional, penyebaran angket ditujukan kepada 40 orang responden sebagai sampel total. Dari hasil pengolahan data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa (1) Realitas sikap siswa terhadap proses pembelajaran kitab safinatunnaja bab salat termasuk pada kategori sangat positif (Skor 4,4), (2) Realitas pengamalan ibadah salat siswa termasuk pada kategori tinggi (Skor 3,3), dan (3) Realitas hubungan antara keduanya adalah (a) Koefisien korelasinya termasuk kategori sangat tinggi (0,94); (b) Hipotesisnya diterima thitung (16,54) lebih besar dari ttabel (2,02); (c) Sementara itu kadar pengaruh variabel X terhadap variabel Y sebesar 65% . Hal ini menunjukkan bahwa 65% pengamalan ibadah salat di madrasah tanwirul qulub dipengaruhi oleh sikap siswa terhadap proses pembelajaran kitab safinatunnaja bab salat. Dengan demikian masih terdapat 35% lagi faktor lain yang mempengaruhi pengamalan ibadah salat di madrasah tanwirul qulub.