Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peningkatan Perilaku SADARI (Periksa Payudara Sendiri) pada Perempuan Terhadap Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Intan Sari; Maria Septiana; Ana Sapitri
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2312

Abstract

Breast cancer is a type of cancer with the highest incidence rate in the world. There are 2.3 million women worldwide diagnosed with breast cancer and 685,000 of them will die by 2020. Although the death rate from breast cancer has started to decline in several developed countries, breast cancer is still a serious problem in several developing countries. BSE behavior has an important role as an effort to detect early breast cancer so as to minimize the risk of breast cancer. BSE behavior (Breast Self-Examination) has an important role as an effort to detect early breast cancer so as to minimize the risk of breast cancer. The purpose of implementing this community service is to provide education to the people of Sukajadi, Prabumulih City, about behaviors that can detect breast cancer early. The target for community service is women in the age range of 20 years to 50 years. The method used is by conducting e-counseling to women aged 20 to 50 years in Sukajadi Village, Prabumulih City by showing videos of BSE steps and distributing posters of BSE steps. Based on the results of the pre test, it is known that there are still participants who have sufficient to less understanding, namely 38.67. The percentage of evaluation results after being given education, the participants' understanding increased, namely they were included in the very good category 27.05%, the good category was 58.12% while those belonging to the category of less to sufficient understanding of BSE decreased, namely 14.83%. Thus it is known that after being given education there is an increase in the understanding of counseling participants about BSE behavior. The next community service plan is expected to go directly into the community, especially for women who are at high risk of suffering from breast cancer to minimize the adverse effects of breast cancer. ABSTRAK Kanker payudara termasuk jenis kanker dengan angka kejadian tertinggi di dunia. Terdapat 2,3 juta perempuan di dunia didiagnosa mengalami kanker payudara dan 685.000 diantaranya meninggal dunia pada tahun 2020.  Meskipun angka kematian akibat kanker payudara sudah mulai menurun di beberapa negara maju, namun di beberapa negara berkembang kanker payudara masih menjadi masalah serius. Perilaku SADARI memiliki peranan yang penting sebagai upaya deteksi dini kanker payudara sehingga dapat meminimalisir resiko terjadinya kanker payudara. Perilaku SADARI (Periksa Payudara Sendiri ) memiliki peranan yang penting sebagai upaya deteksi dini kanker payudara sehingga dapat meminimalisir resiko terjadinya kanker payudara. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat in iadalah memberikan edukasi kepada masyarakat Sukajadi Kota Prabumulih tentang perilaku yang dapat mendeteksi secara dini terjadinya Kanker Payudara. Sasaran pada pengabdian kepada masyarakat ini perempuan pada rentang usia 20 tahun sampai 50 tahun. Metode yang dilakukan adalah dengan cara melakukan penyuluhan ekepada perempuan usia 20 sampai 50 tahun di Kelurahan Sukajadi Kota Prabumulih dengan pemutaran video langkah-langkah SADARI serta membagikan poster langkah-langkah SADARI. Berdasarkan hasil pre test diketahui juga masih ada peserta yang memiliki pemahaman yang cukuo hingga kurang yaitu sebesar 38,67. Persentase hasil evaluasi setelah diberikan edukasi, pemahanan peserta mengalami peningkatan yaitu termasuk dalam kategori sangat baik 27,05 %, kategori baik 58,12 % sedangkan yang termasuk kategori kurang hingga cukup pemahaman tentang SADARI mengalami penurunan yaitu 14,83 %. Dengan demikian diketahui bahwa setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan pemahaman peserta penyuluhan tentang perilaku SADARI. Rencana pengabdian kepada masyarakat selanjutnya adalah diharapkan dapat terjun langsung ke masyarakat khususnya kepada para perempuan yang beresiko tinggi menderita kanker payudara untuk meminimalisir akibat buruk dari kanker payudara.  
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Lama Persalinan Kala II Maria Septiana; Ana Sapitri
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.609 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v12i2.328

Abstract

Kehamilan dan persalinan merupakan suatu proses alamiah pada setiap mahluk hidup. Masalah persalinan terjadi ketika wanita hamil memasuki fase persalinan. Partus lama merupakan salah satu penyebab kematian ibu sebesar 8% di dunia dan 9% di Indonesia. Faktor lamanya persalinan yang terjadi pada kala II merupakan fase tersulit dari persalinan, apabila berlangsung terlalu lama akan timbul gejala – gejala seperti dehidrasi, infeksi, kelelahan ibu serta asfiksia dan kematian janin dalam kandungan / Intra Uterin Fetal Death. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode survei analitik dimana rancangan penelitiannya adalah coss sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di RS Fadhilah pada bulan Agustus 2022 yang berjumlah 215. Jumlah sampel yang akan diteliti sebanyak 87 responden. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan melakukan pemilihan tidak berdasarkan peluang (non-probability sampling) Analisis data dilakukan dengan cara analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square dan multivariat dengan menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian berdasarkan analisis bivariat yang terdapat hubungan dengan lama persalinan adalah aktivitas fisik olahraga (85,4%), pendidikan (85,7%), posisi ibu (64.5%) dan paritas ibu (85,1%). Untuk hasil analisis multivariat variabel yang dominan dengan lama persalinan adalah variabel dengan nilai OR sebesar 3,443. Simpulan : terdapat hubungan antara aktivitas aktivitas fisik olahraga, posisi (position), umur, paritas dan pendidikan terhadap lama persalinan. Faktor yang paling dominan terhadap lama persalinan adalah psikologis (physicologi)
Pengaruh Senam Hamil Terhadap Kualitas Tidur Pada Ibu Hamil Trimester III Maria Septiana; Ana Sapitri; Nesi Novita
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 9 No. 1 (2024): Cendekia Medika : Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v9i1.310

Abstract

Gangguan tidur banyak dialami oleh wanita pada kehamilan trimester ketiga, seperti nyeri punggung bawah. Pada masa ini wanita hamil mengalami kecemasan yang berakibat munculnya depresi dan kesulitan tidur. Kesulitan tidur pada wanita hamil bisa berupa penurunan kualitas tidur. Salah satu upaya untuk mengatasi kesulitan tidur ini adalah dengan olahraga. Olahraga yang tepat dilakukan selama hamil salah satunya adalah senam hamil. Perubahan tingkat hormon selama kehamilan yang mempengaruhi fungsi sistem yang berada dari ibu hamil. Perubahan hormon tidak hanya secara langsung mempengaruhi siklus tidur bangun dan struktur tidur, tetapi juga mempengaruhi siklus tidur bangun dan struktur tidur, tetapi juga mempengaruhi perubahan fisik dan mental tertentu yang dapat menyebabkan gangguan tidur. Senam hamil merupakan suatu metode penting untuk mempertahankan atau memperbaiki keseimbangan fisik ibu hamil dan merupakan terapi latihan yang diberikan pada ibu hamil dengan tujuan mencapai persalinan yang cepat, mudah dan aman. Olahraga adalah jawaban untuk meningkatkan kualitas tidur secara instan, dengan olahraga satu sampai dua kali dalam satu minggu dapat meningkatkan kualitas tidur. Salah satu olahraga yang pas untuk ibu hamil adalah senam. Manfaat senam adalah meningkatkan level energi yang dimiliki, membuat ibu terjaga lebih lama dan merasa segar serta membuat ibu tidur lelap, akan bisa tidur dengan nyenyak, berfikir jernih, mencegah insomnia, mencegah depresi dan memberi banyak energi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap kualitas tidur pada ibu hamil trimester III di Rumah Bersalin Permata Kota Prabumulih Tahun 2023. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi experimental, dengan metode pre and post experimental test with control group design. Jumlah sampel dalam penelitian ini 20 responden. Cara pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing kelompok terdiri 10 orang. Kelompok perlakuan diberikan senam hamil dan kelompok kontrol tanpa diberikan intervensi. Hasil Penelitian Uji normalitas diperoleh nilai berdistribusi normal (p>0,05). Berdasarkan uji Paired Sample T-Test hasil pengujian pada kelompok perlakuan, diketahui nilai Sig.2 (2-tailed) adalah 0,000 dengan signifikansi 0,000 (p<0,05), Hasil pengujian terhadap kelompok kontrol, diketahui nilai Sig.2 (2-tailed) adalah 0,823 dengan signifikansi 0,823 (p<0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh positif bahwa  melakukan olah raga senam hamil hamil dapat menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas tidur pada ibu hamil.
Hubungan Usia Ibu Dengan Risiko Kehamilan Risiko Tinggi Ana Sapitri
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT High-risk pregnancy is a condition that increases the likelihood of complications during pregnancy, childbirth, and postpartum. Maternal age is one of the influencing factors. This study aims to analyze the relationship between maternal age and high-risk pregnancy. A quantitative cross-sectional design was used involving 120 pregnant women. Data were collected through questionnaires and medical records and analyzed using chi-square and t-tests. The results showed that mothers aged <20 years and >35 years had a higher risk of high-risk pregnancy compared to those aged 20–35 years (p<0.05). It is concluded that maternal age is significantly associated with high-risk pregnancy. Keywords: Maternal Age, High-Risk Pregnancy, Maternal Health ABSTRAK Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi selama kehamilan, persalinan, maupun masa nifas. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah usia ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia ibu dengan risiko kehamilan risiko tinggi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 120 responden ibu hamil. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu dengan usia <20 tahun dan >35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami kehamilan risiko tinggi dibandingkan usia 20–35 tahun (p<0,05). Disimpulkan bahwa usia ibu memiliki hubungan signifikan dengan risiko kehamilan risiko tinggi. Kata Kunci: Usia Ibu, Kehamilan Risiko Tinggi, Kesehatan Maternal
Implementasi Pendidikan Kesehatan Maternal Tentang Faktor Risiko Dan Pencegahan Atonia Uteri Pada Ibu Hamil Cakrawati R Cakrawati R; Ana Sapitri
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Uterine atony is the leading cause of postpartum hemorrhage and remains a major contributor to maternal mortality in developing countries, including Indonesia. Most cases can be prevented through early identification of risk factors, high-quality antenatal care, and maternal health education. However, many pregnant women still have limited knowledge regarding the risk factors, warning signs, and preventive measures for uterine atony. This community service program aimed to improve pregnant women's knowledge of the risk factors, warning signs, and prevention of uterine atony through maternal health education. The program was conducted in September 2026 at a primary healthcare facility in Indonesia and involved 35 pregnant women. Educational methods included health counseling, interactive discussions, educational video presentations, leaflet distribution, and question-and-answer sessions. Participants' knowledge was assessed using pre-test and post-test questionnaires, and the data were analyzed descriptively using frequency distributions, percentages, and mean scores. All participants completed the program with a high level of participation. The mean knowledge score increased from 64.9 before the intervention to 89.8 after the educational session. Most participants were able to explain the definition of uterine atony, identify major risk factors such as anemia, multiple pregnancy, prolonged labor, and fetal macrosomia, and recognize the importance of routine antenatal care, adequate nutrition, delivery at healthcare facilities, and prompt management of postpartum hemorrhage. Furthermore, 94.3% of participants reported greater confidence in preparing for pregnancy and childbirth after attending the program. Maternal health education effectively improved pregnant women's knowledge and awareness regarding the prevention of uterine atony. Continuous educational interventions should be integrated into routine antenatal care to support efforts to reduce maternal mortality associated with postpartum hemorrhage. . Keywords: Antenatal Care; Maternal Health Education; Postpartum Hemorrhage; Pregnant Women; Uterine Atony. ABSTRAK Atonia uteri merupakan penyebab utama perdarahan postpartum dan masih menjadi kontributor terbesar kematian ibu di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Sebagian besar kasus sebenarnya dapat dicegah melalui deteksi dini faktor risiko, pelayanan antenatal yang berkualitas, serta pendidikan kesehatan kepada ibu hamil. Namun, pengetahuan ibu hamil mengenai faktor risiko, tanda bahaya, dan upaya pencegahan atonia uteri masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang faktor risiko, tanda bahaya, dan pencegahan atonia uteri melalui pendidikan kesehatan maternal. Kegiatan dilaksanakan pada September 2026 di salah satu fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di Indonesia dengan melibatkan 35 ibu hamil. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, pemutaran media edukasi, pembagian leaflet, serta sesi tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta, sedangkan data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 64,9 sebelum edukasi menjadi 89,8 setelah kegiatan. Sebagian besar peserta mampu menjelaskan pengertian atonia uteri, mengenali faktor risiko seperti anemia, kehamilan ganda, persalinan lama, dan bayi besar, serta memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin, pemenuhan gizi, persalinan di fasilitas kesehatan, dan penanganan segera apabila terjadi perdarahan pascapersalinan. Sebanyak 94,3% peserta menyatakan lebih percaya diri dalam mempersiapkan kehamilan dan persalinan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan maternal efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai pencegahan atonia uteri serta perlu diintegrasikan secara berkelanjutan dalam pelayanan antenatal untuk mendukung penurunan angka kematian ibu akibat perdarahan postpartum. Kata Kunci: Atonia Uteri; Ibu Hamil; Pendidikan Kesehatan; Kesehatan Maternal; Pencegahan Perdarahan Postpartum.