Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PERUBAHAN FISIK LINGKUNGAN TERHADAP PERUBAHAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PADA PROGRAM RELOKASI PERMUKIMAN BANTARAN SUNGAI BENGAWAN SOLO KOTA SURAKARTA Bella, Priscilia Nurvita; Astuti, Winny; Yudana, Galing
ARSITEKTURA Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.086 KB) | DOI: 10.20961/arst.v13i2.15652

Abstract

Resettlement in Surakarta City caused by floods in 2007, but rises some problems after resettlement among other high price of housing land, the community economic which is low causes the low of house affordability too, and the government regulation which is less emphatic in limiting settlements growth in inappropriate land. It makes a problem how the implications of the physical environment to the changes of community welfare in resettlement programme of Bengawan Solo river bank in Surakarta City. The analytic-method of this research are paired samples t-test to know the changes of physical environment and community welfare, then regression linear to know the implications of the physical environment to the changes of community welfare. The result from this research is there is strong implication of improvement of physical environment to the changes of community welfare. The implication of two variabel is linear, it means that every improvement of physical environment have an impact to improvement of community welfare and otherwise. Keywords : squatter settlement, resettlement, physical environment, community welfare, paired samples t-test, regression linear
Pengaruh jejaring industri lurik terhadap pengembangan Desa Wisata Tenun Tradisional Tlingsing, Klaten Yudhasesa, Nasa Rosa; Aliyah, Istijabatul; Yudana, Galing
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v15i2.24138

Abstract

Pola jejaring industri lurik tradisional merupakan suatu pola yang terbentuk berdasarkan aktivitas industri lurik tradisional yang dihubungkan dengan sistem transportasi, yang meliputi aktivitas pengadaan bahan baku, proses produksi hingga pemasaran. Aktivitas industri lurik tradisional berpengaruh terhadap keberlanjutan proses produksi tenun lurik tradisional di Desa Tlingsing. Desa Tlingsing pada tahun 2011 telah ditetapkan sebagai Desa Wisata tenun Tradisional sehingga pola jejaring yang terbentuk berdasarkan aktivitas industri juga akan berdampak dengan pengembangan Desa Wisata Tlingsing. Jumlah pengrajin lurik dan pengunjung desa wisata Tlingsing dari tahun 2011-2017 mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola jejaring industri lurik tradisional terhadap pengembangan desa wisata Tlingsing. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis skoring dan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh pola jejaring industri lurik tradisional terhadap pengembangan desa wisata Tlingsing. Berdasarkan analisis regresi linier berganda didapatkan hasil tingkat pengaruh pola jejaring industri lurik tradisional terhadap pengembangan desa wisata Tlingsing dari pengaruh lemah – kuat yaitu (1) rumah makan, (2) dekat dengan jalan raya dan fasilitas transportasi, (3) toko cinderamata, (4) pusat informasi, (5) atraksi yang unik, (6) moda transportasi, (7) rambu jalan, (8) akomodasi, (9) ATM, dan (10) adanya masyarakat atau organisasi pengelola desa wisata.
Tingkat kesesuaian infrastruktur Kampung Batik Laweyan Kota Surakarta berdasarkan konsep ramah lingkungan Anugrahaningrum, Apriniata Andip; Yudana, Galing; Aliyah, Istijabatul
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.30842

Abstract

Perkembangan Kampung Batik Laweyan yang berfungsi sebagai permukiman, pariwisata, dan aktivitas industri tidak terlepas dari elemen-elemen di dalamnya; salah satunya yaitu ketersediaan infrastruktur. Infrastruktur ramah lingkungan merupakan konsep yang diperlukan dalam sebuah kawasan untuk mewujudkan ruang yang aman, nyaman, dan berkelanjutan tanpa menimbulkan pencemaran lingkungan. Akan tetapi pada kenyataannya, infrastruktur di Kampung Batik Laweyan masih menimbulkan beberapa permasalahan, salah satunya yaitu terlihat dari kondisi Sungai Jenes yang masih tercemar. Permasalahan tersebut menjadi hal yang penting untuk diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap berjalannya aktivitas di Kampung Batik Laweyan. Menteri Perindustrian Indonesia pun menghimbau agar seluruh sentra industri batik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia menjadi  sentra yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian infrastruktur Kampung Batik Laweyan Kota Surakarta berdasarkan konsep ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif dengan analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis skoring deskriptif yang disesuaikan terhadap teori terkait. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian infrastruktur di Kampung Batik Laweyan termasuk pada tingkat kesesuaian sedang, artinya berdasarkan perhitungan rata-rata pada seluruh variabel menyatakan kondisi infrastruktur di kawasan ini cukup memenuhi terhadap indikator ramah lingkungan. Jenis infrastruktur yang tergolong sangat sesuai terhadap indikator ramah lingkungan adalah jaringan drainase, jaringan air limbah, dan jaringan air bersih. Sedangkan jenis infrastruktur yang dinilai kurang ramah lingkungan adalah jaringan listrik dan pengelolaan persampahan.
Studi kesesuaian lahan pertanian sawah organik (Studi kasus: Desa Gempol, Kabupaten Klaten) Andrea, Roofid; Aliyah, Istijabatul; Yudana, Galing
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v16i2.25468

Abstract

Kabupaten Klaten memiliki visi untuk menjadi lumbung padi dan menjadi kawasan agropolitan terbesar di provinsi Jawa Tengah. Pertanian di Kabupaten Klaten masih menggunakan teknik pertanian anorganik atau masih menggunakan bahan-bahan kimia dalam pelaksanannya. Penggunaan bahan-bahan kimia yang berlebihan akhirnya menyebabkan kerusakan kondisi lingkungan dan kesehatan manusia. Para petani yang sadar terhadap bahaya tersebut akhirnya melakukan teknik bercocok tanam yang lebih ramah lingkungan atau disebut pertanian organik. Pertanian sawah organik yang menonjol di Kabupaten Klaten terdapat di Desa Gempol Kecamatan Karanganom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan Desa Gempol terhadap pertanian sawah organik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni menggunakan analisis skoring untuk mengetahui kesesuaian lahan Desa Gempol terhadap pertanian organik. Berdasarkan hasil analisis skoring kemampuan lahan, maka diketahui bahwa Desa Gempol yang masuk kedalam kelas lahan III, dimana kelas lahan III diperuntukan sebagai lahan pertanian. Selain itu ditinjau dari analisis skoring jaringan irigasi di Desa Gempol sudah sesuai hanya terdapat beberapa zona yang tidak sesuai karena tata letak tanam yang jauh dari sumber air. Namun jika ditinjau dari hasil analisis skoring kemampuan lahan dan jaringan irigasi maka diketahui bahwa Desa Gempol sudah sesuai diperuntukan sebagai lahan pertanian organik.