Ali Mustopa
Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

KEBERTAHANAN KOSAKATA ANATOMI TUBUH MANUSIA DALAM BAHASA MUNA PADA PENUTUR BAHASA MUNA Wa Ode Halfian; Fina Amalia Masri; Zahrani Zahrani; Ali Mustopa
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol. 11 No. 2 (2022): Volume 11, Nomor 2, Juni 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v11i2.1565

Abstract

Regional languages are one of the sources of Indonesian language development, therefore the existence of regional languages is very necessary to be maintained or preserved. Muna language is one of the regional languages in Southeast Sulawesi. The current position of the Muna Regional language has gone down. The condition of the local language-speaking community who is reluctant to use the local language and changes in the environment in which they live are one of the contributing factors. The purpose of this study was to describe the percentage level of survival of the vocabulary of the anatomy of the human body in the Muna language among Muna speakers at BTN Kendari Permai, Kendari City. This study used the theory of language survival, vocabulary, and ecolinguistics theory. The methods used in this research were qualitative and quantitative methods. The results of data analysis showed that the anatomical vocabulary of the human body in Muna language for Muna speakers at BTN Kendari Permai were still survives well. From the 40 respondents who filled out the questionnaire, 81% of the respondents still knew, understood and explained the names of their anatomy well. From the 60 vocabularies proposed in the questionnaire, 87% (52) of vocabulary still survive and 13% (8) of vocabularies have not survived.
ANALISIS SEMIOTIKA TERHADAP RUBRIK IKLAN RUMAH MAKAN HARIAN KENDARI POS TERBITAN MEI 2019 – JUNI 2019 Dewi Permatasari; Ali Mustopa
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021): Volume 4, Nomor 1, Juni 2021
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v4i1.1398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna semiotik yang terdapat dalam iklan rumah makan Harian Kendari Pos terbitan Mei 2019 – Juni 2019 agar dapat mengetahui makna dari gambar tersebut yang menghubungkan antara media dan masyarakat dalam mengungkap makna dari iklan rumah makan yang tersedia pada harian Kendari Pos. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian yang sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif yang berarti data yang ditemukan kemudian dibaca untuk mendeskripsikan makna perwujudan semiotika. Aspek-aspek Peirce mempunyai tiga unsur triadic yakni objek, representamen, dan interpretan yang menunjang penelitian, untuk menghasilkan sebuah perwujudan dari tanda yang didapat dari gambar rumah makan yakni ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa iklan yang dianalisis mempunyai bagian yang lengkap yaitu judul, nama perusahaan, teks, dan gambar. Dianalisis dengan semiotik, dalam iklan tersebut ditemukan ikon, indeks, dan simbol. Selain itu, munculnya wujud hubungan tanda dan acuannya dapat memberikan makna yang akan disampaikan pada pelanggan. Dengan digunakannya aspek-aspek tersebut dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis selanjutnya untuk melakukan penelitian yang sama terkait iklan rumah makan dengan analisis Semiotika. Kata Kunci: Teori Semiotika Peirce, Iklan Rumah Makan, dan Harian Kendari Pos.
KEKERABATAN BAHASA BUGIS DENGAN BAHASA PATTAE KECAMATAN POLEANG TIMUR KABUPTEN BOMBANA (KAJIAN LINGUISTIK BANDINGAN HISTORIS KOMPARATIF) Taufiq Qurrahman; Ali Mustopa
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol. 4 No. 2 (2021): Volume 4, Nomor 2, Desember 2021
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v4i2.1413

Abstract

Penelitian ini fokus terhadap masalah “bagaimana tingkat kekerabatan antara bahasa Bugis dan Bahasa Pattae Kecamatan Poleang Timur Kabuaten Bombana”.Bertujuan untuk mendeskripsikan tentang “kekerabatan antara bahasa Bugis dan bahasa Pattae Kecamatan Poleang Timur Kabuaten Bombana”.Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan teknik leksikostatistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kekerabatan bahasa Bugis dengan bahasa Pattae termasuk dalam klasifikasi bahasa berkeluarga (family) karena persentasetingkat kekerabatannya sebesar 65%. Serta, 131 pasangan kata yang berkerabat, 57 pasangan kata identik, 16 pasangan kata yang berkorespondensi fonemis, 12 pasangan kata yang mirip secara fonetis, serta 30 kata yang sistem kemiripannya satu fonem berbeda. Adapun waktu pisah kedua bahasa adalah 1,595 tahun yang lalu dihitung dari waktu sekarang, dengan persentase kesalahan kesalahan dari kedua bahasa yakni 0,033.Berdasarkan hasil analisis, peneliti menemukan 3 bentuk perubahan pada kata yaitu (1)bentuk perubahan bunyi. (2) penghilangan bunyi dan(3) penambahan bunyi. Kata Kunci: Linguistik Bandingan Historis. Kekerabatan Bahasa, BahasaBugis,BahasaPattae.
REDUPLIKASI VERBA BAHASA MUNA DIALEK KIOKO Ali Mustopa; Awalul Abroor
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Volume 5, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v5i2.2046

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan reduplikasi verba bahasa Muna dialek Kioko. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis melalui teknik top down (analisis menurun) untuk menganalisis bentuk reduplikasi verba bahasa Muna dialek Kioko, teknik semantis untuk menganalisis makna reduplikasi verba bahasa Muna dialek Kioko, dan teknik unsur pilar langsung untuk menganalisis fungsi reduplikasi verba bahasa Muna dialek Kioko. Reduplikasi verba bahasa Muna dialek Kioko dapat ditemukan tiga jenis reduplikasi yaitu reduplikasi utuh, reduplikasi sebagian yaitu terjadinya pengulangan didua atau tiga suku kata pertama dan reduplikasi berafiks. Makna reduplikasi verba bahasa Muna dialek Kioko yaitu, (1) penuturan makna ‘banyak’, (2) tuturan makna ‘suruhan atau permintaan’, (3) tuturan makna ‘perbuatan tersebut ialah pada bentuk dasar yang berulang-ulang’, (4) tuturan makna ‘perbuatan ialah bentuk dasar yang dilakukan dengan santainya’, (5) tuturan mengenai perbuatan tersebut ialah dilakukan oleh dua belah pihak dan saling mengenai’, (6) tuturan makna yang menyatakan intensitas perasaan yang sebenarnya makna dari bentuk dasar. Fungsi reduplikasi ada dua yaitu fungsi gramatikal dan fungsi semantis. Fungsi reduplikasi verba bahasa Muna dialek Kioko ada yang bersifat derivasional (yang mengubah kelas kata) dan ada pula yang tidak merubah kelas kata ketika afiks berdistribusi dengan bentuk dasar sehingga membentuk kata ulang. Reduplikasi berafiks dalam reduplikasi verba bahasa Muna dialek Kioko yaitu prefiks (nee-, me-, ae-, po-, dan poka-), infiks (-um), sufiks (-ci, -e, -ane, dan –anda), konfiks (po-+-li dan po-+-ane), kombinasi afiks/infiks-sufiks (-um –no). Kata Kunci: Reduplikasi, bahasa Muna, dialek Kioko
TOPONIMI DESA-DESA DI KECAMATAN BAITO KABUPATEN KONAWE SELATAN (PENDEKATAN ETNOLINGUISTIK) Suriani; La Ino; Ali Mustopa
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Volume 6, Nomor 1, Juni 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v6i1.2191

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Toponimi Desa-Desa di Kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan (Pendekatan Etnolinguistik) dengan permasalahan yang dibahas adalah bagaiaman toponimi desa-desa di Kecamatan baito Kabupaten konawe Selatan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan toponimi desa-desa di Kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah metode yang memulai tahap dengan penyajian data, tahap penganalisisan data, dan tahap penyajian hasil dari analisis data. Penelitian ini pula menggunakan jenis penelitian lapangan. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan atau masyarakat wilayah Kecamatan Baito dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan. Adapun data penelitian adalah data lisan yang diperoleh melalui teknik wawancara, teknik catat dan teknik rekam melalui informan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penamaan setiap desa dengan menggunakan bahasa daerah Tolaki dan adapun yang tidak menggunakan bahasa daerah yaitu wilayah yang dihuni oleh masyarakat transmigrasi. Nama desa-desa di Kecamatan Baito kabupaten Koanwe Selatan dilatarbelakangi oleh dua aspek toponimi yaitu aspek perwujudan, terdiri atas Desa Matabubu yang termasuk dalam aspek perwujudan karena berlatarkan perairan, begitupun dengan Desa Sambahule (Latar Perairan), Ahuangguluri (Latar Perairan), Tolihe (Latar Tumbuhan/flora), Wonua Raya (Latar Rupa Bumi), dan aspek kemasyarakatan terdiri atas Desa Amasara yang termasuk dalam aspek kemasyarakatan karena penamaannya diambil dari latar kegiatan masyarakat yang menjunjung tinggi adat istiadat, Baito (Latar Bangunan), begitupun dengan Desa Mekar Jaya (Latar Harapan). Kata Kunci : Toponimi, Desa, Kecamatan Baito
TOPONIMI OBJEK WISATA DI KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA (PENDEKATAN ETNOLINGUISTIK) Sukmawati; La Ino; Ali Mustopa
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023): Volume 6, Nomor 2, Desember 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v6i2.2456

Abstract

The problem in this study is how the toponymy of tourist objects in Lohia District, Muna Regency. The purpose of this research is to describe the toponymy of tourist objects in Lohia District, Muna Regency. This research is a qualitative descriptive research. The data in this study are in the form of toponymy of tourist objects and the background of naming tourist objects in Lohia District, Muna Regency. The source of data in this study is derived from utterances given by traditional leaders in Lohia District, Muna Regency. The techniques in data collection are using interview techniques, note-taking techniques, and recording techniques. The result of this research is that the names of tourist attractions in Lohia District, Muna Regency, are motivated by three aspects of naming, namely 1) aspects of embodiment which include water settings, (floating caves, Meleura beach, Motonuno lake), earth surface settings or earth forms (Bumburu lake, Kantinu), natural environment settings (Bumburu lake), 2) aspects of community/community habits (Napabale beach), 3) cultural aspects (Mondawuhano Ndoke lake). Keywords: Toponymy; Naming of Tourism Objects; Lohia Sub-district
REDUPLIKASI VERBA BAHASA MUNA DIALEK KIOKO Ali Mustopa; Awalul Abroor
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 5 No 2 (2022): Volume 5, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v5i2.2046

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan reduplikasi verba bahasa Muna dialek Kioko. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis melalui teknik top down (analisis menurun) untuk menganalisis bentuk reduplikasi verba bahasa Muna dialek Kioko, teknik semantis untuk menganalisis makna reduplikasi verba bahasa Muna dialek Kioko, dan teknik unsur pilar langsung untuk menganalisis fungsi reduplikasi verba bahasa Muna dialek Kioko. Reduplikasi verba bahasa Muna dialek Kioko dapat ditemukan tiga jenis reduplikasi yaitu reduplikasi utuh, reduplikasi sebagian yaitu terjadinya pengulangan didua atau tiga suku kata pertama dan reduplikasi berafiks. Makna reduplikasi verba bahasa Muna dialek Kioko yaitu, (1) penuturan makna ‘banyak’, (2) tuturan makna ‘suruhan atau permintaan’, (3) tuturan makna ‘perbuatan tersebut ialah pada bentuk dasar yang berulang-ulang’, (4) tuturan makna ‘perbuatan ialah bentuk dasar yang dilakukan dengan santainya’, (5) tuturan mengenai perbuatan tersebut ialah dilakukan oleh dua belah pihak dan saling mengenai’, (6) tuturan makna yang menyatakan intensitas perasaan yang sebenarnya makna dari bentuk dasar. Fungsi reduplikasi ada dua yaitu fungsi gramatikal dan fungsi semantis. Fungsi reduplikasi verba bahasa Muna dialek Kioko ada yang bersifat derivasional (yang mengubah kelas kata) dan ada pula yang tidak merubah kelas kata ketika afiks berdistribusi dengan bentuk dasar sehingga membentuk kata ulang. Reduplikasi berafiks dalam reduplikasi verba bahasa Muna dialek Kioko yaitu prefiks (nee-, me-, ae-, po-, dan poka-), infiks (-um), sufiks (-ci, -e, -ane, dan –anda), konfiks (po-+-li dan po-+-ane), kombinasi afiks/infiks-sufiks (-um –no). Kata Kunci: Reduplikasi, bahasa Muna, dialek Kioko
TOPONIMI DESA-DESA DI KECAMATAN BAITO KABUPATEN KONAWE SELATAN (PENDEKATAN ETNOLINGUISTIK) Suriani; La Ino; Ali Mustopa
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 6 No 1 (2023): Volume 6, Nomor 1, Juni 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v6i1.2191

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Toponimi Desa-Desa di Kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan (Pendekatan Etnolinguistik) dengan permasalahan yang dibahas adalah bagaiaman toponimi desa-desa di Kecamatan baito Kabupaten konawe Selatan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan toponimi desa-desa di Kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah metode yang memulai tahap dengan penyajian data, tahap penganalisisan data, dan tahap penyajian hasil dari analisis data. Penelitian ini pula menggunakan jenis penelitian lapangan. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan atau masyarakat wilayah Kecamatan Baito dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan. Adapun data penelitian adalah data lisan yang diperoleh melalui teknik wawancara, teknik catat dan teknik rekam melalui informan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penamaan setiap desa dengan menggunakan bahasa daerah Tolaki dan adapun yang tidak menggunakan bahasa daerah yaitu wilayah yang dihuni oleh masyarakat transmigrasi. Nama desa-desa di Kecamatan Baito kabupaten Koanwe Selatan dilatarbelakangi oleh dua aspek toponimi yaitu aspek perwujudan, terdiri atas Desa Matabubu yang termasuk dalam aspek perwujudan karena berlatarkan perairan, begitupun dengan Desa Sambahule (Latar Perairan), Ahuangguluri (Latar Perairan), Tolihe (Latar Tumbuhan/flora), Wonua Raya (Latar Rupa Bumi), dan aspek kemasyarakatan terdiri atas Desa Amasara yang termasuk dalam aspek kemasyarakatan karena penamaannya diambil dari latar kegiatan masyarakat yang menjunjung tinggi adat istiadat, Baito (Latar Bangunan), begitupun dengan Desa Mekar Jaya (Latar Harapan). Kata Kunci : Toponimi, Desa, Kecamatan Baito
TOPONIMI OBJEK WISATA DI KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA (PENDEKATAN ETNOLINGUISTIK) Sukmawati; La Ino; Ali Mustopa
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 6 No 2 (2023): Volume 6, Nomor 2, Desember 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v6i2.2456

Abstract

The problem in this study is how the toponymy of tourist objects in Lohia District, Muna Regency. The purpose of this research is to describe the toponymy of tourist objects in Lohia District, Muna Regency. This research is a qualitative descriptive research. The data in this study are in the form of toponymy of tourist objects and the background of naming tourist objects in Lohia District, Muna Regency. The source of data in this study is derived from utterances given by traditional leaders in Lohia District, Muna Regency. The techniques in data collection are using interview techniques, note-taking techniques, and recording techniques. The result of this research is that the names of tourist attractions in Lohia District, Muna Regency, are motivated by three aspects of naming, namely 1) aspects of embodiment which include water settings, (floating caves, Meleura beach, Motonuno lake), earth surface settings or earth forms (Bumburu lake, Kantinu), natural environment settings (Bumburu lake), 2) aspects of community/community habits (Napabale beach), 3) cultural aspects (Mondawuhano Ndoke lake). Keywords: Toponymy; Naming of Tourism Objects; Lohia Sub-district
NILAI EDUKASI TERHADAP ANAK DALAM DONGENG TING-TING-TING! KARYA ASRI ANDARINIPADA SITUS WEB LET’S READ ASIA(KAJIAN SASTRA ANAK) Monika Sari.et.al; Ali Mustopa
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 7 No 2 (2024): Volume 7, Nomor 2, Desember 2024
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/1h9t1438

Abstract

Penelitian berjudul “Nilai Edukasi terhadap Anak dalam Pesan dalam Amplop Karya Yulina Triharningsih Dongeng pada Situs Web Let’s Read Asia (Kajian Sastra Anak)” bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai edukasi pada anak melalui dongeng pada situs web Let’s Read Asia. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan struktural. Data dalam penelitian ini adalah semua kutipan berupa kata, kalimat dan paragraf yang terdapat pada kumpulan buku dongeng di situs web Let’s Read Asia yang dianggap memiliki nilai edukasi kebaikan pada anak yang diterbitkan pada tahun 2024. Teori yang digunakan adalah teori yang dikemukakan oleh Burhan Nurgiyantoro. Sumber data dalam penelitian ini adalah dongeng-dongeng yang terdapat pada situs web Let’s Read Asia yang diterbitkan pada tahun 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam situs web Let’s Read Asia terdapat beberapa dongeng yang dapat memberikan nilai edukasi bagi anak-anak. Dongeng Ting-Ting! Karya Asri Andarini yang memberikan edukasi personal berupa, nilai perkembangan emosional, nilai perkembangan imajinasi, nilai perkembangan intelektual. Namun pada bagian nilai pendidikan hanya ditemukan nilai eksplorasi dan penemuan.