FX. Joko Krisdiyanto
Universitas Respati Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Jaringan dan Efikasi Kolektif pada Perempuan dengan HIV di Yogyakarta Evelyn Martina; Nugroho Susanto; FX. Joko Krisdiyanto
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i2.6750

Abstract

HIV sangat berdambak bagi penderita dari aspek fisik, aspek sosial dan aspek psikologis. Aspek fisik, penyintas HIV (ODHA) semakin melemah akibat efek samping obat dan peningkatan virus dari HIV menuju AIDS, aspek sosial, ODHA tidak dapat dukungan sosial khususnya dari keluarga dan ODHA harus menghadapi stigma dan diskriminasi dari masyarakat, hal tersebut akan menganggu dalam aspek psikologis.. Berdasarkan  latar belakang di atas bisa dikatakan bahwa ODHA sangat membutuhkan motivasi untuk mengatasi masalah dalam dirinya, dengan mengikuti support group ODHA mendapatkan manfaat modal sosial masyarakat yaitu, kepercayaan, jaringan, dan norma sehingga diperlukan melakukan penelitian ini. Tujauan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jaringan dan efikasi kolektif pada Perempuan dengan HIV. Penelitian ini jenis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus  di KDS Diajeng, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman,  dengan sampel 50 responden. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, analisis yang digunakan dalam penelitian ini uji adalah kendall-tau. Berdasarkan hasil analisis uji kendall-tau terdapat hubungan antara jaringan dan efikasi kolektif pada perempuan dengan HIV dengan nilai sebesar 0,000 (p<0,05) maka kesimpulan yang dapat diambil adalah ada hubungan antara  jaringan dan efikasi kolektif pada Perempuan dengan HIV di KDS Diajeng
Critical Thinking as a Predictor of Students’ Mental Health Heru Astikasari Setya Murti; Wahyu Purwiyastuti; Fx. Joko Krisdiyanto; Richard Noya; Ibrahim Ahmad
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 04 (2026): October 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i04.9711

Abstract

This study aims to examine the role of critical thinking as a predictor of mental health among university students. A total of 360 undergraduate students in Indonesia participated, selected using convenience sampling. Data were collected both online through Google Forms and offline through direct distribution of questionnaires. Simple linear regression analysis was conducted after meeting the assumptions of normality, linearity, and homoscedasticity. The results indicated that critical thinking significantly predicted students' mental health (F = 12.160, p < 0.05, B = −0.899, t = −3.487). However, the strength of the relationship was relatively weak (R = 0.181, R² = 3.3%), indicating that critical thinking explains only a small proportion of the variance in mental health while other factors contribute more substantially. The negative regression coefficient indicates that higher critical thinking ability is associated with lower mental health problem scores. These findings suggest that critical thinking plays a role in predicting students’ mental health, though its contribution is limited. Therefore, universities should integrate critical thinking training into curricula as part of mental health promotion in higher education environments. Keywords: anxiety, critical thinking, depression, mental health, stress