Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN BIDAN DALAM KELENGKAPAN PENGISIAN BUKU KIA DI KABUPATEN BREBES Fika Nurul Hidayah
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i4.8179

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Pemanfaatan buku KIA melalui pencatatan yang lengkap tentang kesehatan ibu hamil oleh bidan diharapkan mempunyai kontribusi dalam penurunan AKI. Target kepatuhan membawa buku KIA sebesar 80%, sedangkan target kelangkapan pengisian buku KIA 60%. Cakupan K1 Puskesmas Kabupaten Brebes tahun 2014 sebesar 92% yang artinya pencapaian target K1 belum tercapai dan persebaran buku KIA belum memenuhi target. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktot-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan bidan dalam kelengkapan pengisian Buku KIA di kabupaten Brebes Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional digunakan untuk mengetahui hubungan Pengetahuan, Sikap, Ketersediaan buku KIA, Motivasi, Supervisi dengan kepatuhan bidan dalam pengisian Buku KIA. Sampel menggunakan Cluster Sampling didapatkan 118 bidan dari 492 bidan yang berada di 38 Puskesmas Kabupaten Brebes. Hasil penelitian Sebagian besar responden memiliki pengetahuan dan sikap yang baik, sebagian besar responden memiliki motivasi tinggi, sebagian responden memiliki persepsi terhadap supervisi baik ketersediaan Buku KIA ada dan baik. Variabel yang berhubungan secara signifikan adalah pengetahuan dan sikap dengan nilai p 0,000. Variabel yang berpengaruh secara bersama-sama dengan kepatuhan bidan dalam kelengkapan pengisian Buku KIA adalah pengetahuan dengan nilai OR (0,026), sedangkan sikap memiliki nilai OR (0,074)  Kata Kunci : Kepatuhan, Buku KIA
Hubungan pengetahuan dengan Perilaku Penanganan Dishminorea pada remaja putri di SMP Telkom Sekar Kemuning Cirebon Fika Nurul Hidayah
Jurnal Dunia Kesmas Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v11i3.8301

Abstract

Masa remaja merupakan masa perkembangan yang diawali dengan matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi. Masa pubertas pada remaja putri ditandai dengan menstruasi yang seringkali disertai dengan rasa tidak nyaman berupa nyeri saat haid yang diikuti dengan rasa kram dan terpusat di abdomen bawah yang disebut dengan Dishminorea. Angka kejadian dismenore di Indonesia sebesar 64,52% yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Sekitar 10% penderita dismenore tidak dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari dan aktifitas belajar disekolah terganggu karena tidak dapat berkonsentrasi dengan baik. Tujuan penelitian ingin mengetahui hubungan pengetahuan dan dengan perilaku penanganan Dishminorea pada remaja di SMP Telkom Sekar Kemuning Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMP Telkom Sekar Kemuning  Sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik accidental sampling dengan jumlah 30 siswi. Hasil penelitian terdapat hubungan pengetahuan dengan perilaku penanganan Dishminorea pada remaja putri di SMP Telkom Sekar Kemuning Cirebon. Diharapkan agar remaja putri semakin meningkatkan kesadaran untuk mencari informasi terkait kesehatan reproduksi remaja
PENGARUH PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA BERISIKO DI KOTA CIREBON Ayu Ashari; Fika Nurul Hidayah; Siti Difta Rahmatika
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.059 KB)

Abstract

Latar Belakang: Masalah yang paling banyak dialami remaja yaitu TRIAD KRR yang salah satunya yaitu seksualitas. Berdasarkan data yang diperoleh Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 perilaku seksual pacaran pada remaja mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2007 yaitu dari 19% remaja laki-laki menjadi 28% dan dari 24% remaja perempuan menjadi 27%. Di kota Cirebon 67,9% remaja memiliki pacar, diantara mereka 50% remaja pernah berciuman, 23,8% meraba-raba dada, 14,2% meraba alat kelamin, 7,1% melakukan oral seks, dan 4,1% melakukan hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja SMA Negeri di Kota Cirebon. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa kelas X di SMA N Kota Cirebon sebanyak 388 responden. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan chi square sedangkan multivariat menggunakan regresi logistik ganda dengan α<0,05. Hasil: Remaja yang memiliki perilaku seksual berisiko sebanyak 18,81%, remaja yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 54,38% dan pengetahuan kurang sebanyak 45,62% dengan OR sebesar 3,764. Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku seksual remaja berisiko di Kota Cirebon, remaja yang memiliki pengetahuan kurang 3,764 kali lebih besar melakukan perilaku seksual berisiko dibandingkan dengan remaja yang memiliki pengetahuan baik.