Ratu Choesrina
Farmasi, Universitas Islam Bandung

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Studi Literatur Aktivitas Antidiabetes Biji Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) Siti Winda Munawwaroh; Sri Peni Fitrianingsih; Ratu Choesrina
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.469 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4159

Abstract

Abstract. Diabetes mellitus is a chronic disease that occurs when there is an increase in blood glucose levels beyond normal limits. Diabetes mellitus is known as the silent killer because sufferers often go unnoticed. The prevalence of diabetes mellitus from year to year always increases, this shows the need for serious attention in handling the disease. Handling diabetes can be done using traditional medicine by utilizing medicinal plants. Mahogany (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) is reported to have a pharmacological effect as an antidiabetic. Mahogany seeds contain saponins, flavonoids, alkaloids, terpenoids, anthraquinones, cardiac glycosides, and volatile oils. Mahogany seeds contain swietenine. The purpose of this literature study was to determine the antidiabetic activity of mahogany seeds and to find out the compounds in it which have antidiabetic properties. The results obtained from this literature study show that mahogany seeds have antidiabetic activity as seen from the decrease in blood glucose levels in the range of 37 – 128 mg/dL. In mahogany seeds there are several groups of compounds, namely alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, steroids and terpenoids and there is an active compound that acts as an antidiabetic, namely swietenine. Abstrak. Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis yang terjadi ketika terjadi peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Diabetes melitus dikenal sebagai silent killer karena sering kali tidak disadari oleh para penderitanya. Prevalensi penyakit diabetes melitus dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, hal ini menunjukkan perlunya perhatian yang serius dalam penanganan penyakit tersebut. Penanganan diabetes dapat dilakukan dengan menggunakan obat tradisional dengan memanfaatkan tanaman obat berkhasiat. Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) dilaporkan memiliki efek farmakologi sebagai antidiabetes. Biji mahoni mengandung saponin, flavonoid, alkaloid, terpenoid, antrakuinon, glikosida jantung, dan minyak volatile. Dalam biji mahoni sendiri terdapat kandungan swietenine. Tujuan dari penelitian studi literatur ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas antidiabetes dari biji mahoni serta mengetahui senyawa di dalamnya yang berkhasiat sebagai antidiabetes. Hasil yang diperoleh dari penelitian studi literatur ini menujukkan bahwa biji mahoni memiliki aktivitas sebagai antidiabetes dilihat dari terjadinya penurunan kadar glukosa di dalam darah pada rentang 37 – 128 mg/dL. Dalam biji mahoni terdapat beberapa golongan senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid dan terpenoid serta terdapat senyawa aktif yang berperan sebagai antidiabetes yaitu swietenine.
Studi Literatur Aktivitas Antelmintik pada Tanaman Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Cacing Gelang Babi (Ascaris suum Goeze) Marshanda Reiya Hanafiah; Umi Yuniarni; Ratu Choesrina
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.134 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4210

Abstract

Abstract. Nowadays, worm infection is disease that is still faced by society. Diseases caused by these worms occur partly because sanitation in the vicinity is poorly maintained, especially among people with densely populated areas. For preventing or treat these worm infection, anthelmintic are needed that can kill the worms. Using of anthelmintic was sourced from natural materials can be used as an alternative. Indonesia have many types of nutritious plants which are a source of medicinal ingredients, one of which is papaya. This study literature to determine the parts of the papaya plant that have anthelmintic activity, the contained class of secondary metabolites and their mechanism of action as anthelmintics. Based on the results of the study literature, it can be concluded that some parts of the papaya plant are leaves, seeds and stems have the potential as anthelmintics because they can cause death in roundworm on pig. The secondary metabolite compounds that have anthelmintic activity in papaya plant are alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, triterpenoid and phenol. The mechanism action of alkaloid is through suppression of the central nervous system. The mechanism action of flavonoid and saponin is by inhibiting the enzyme acetylcholinesterase which will affect the worm muscles. Tannin work by causing the binding of enzymes produced by roundworm pig for nutrient absorption. Triterpenoid with a polar neutralizing mechanism of action. Phenol work by causing interference with glycoprotein on the surface of worm cells. Abstrak. Infeksi cacing merupakan masalah kesehatan yang masih dihadapi oleh masyarakat saat ini. Penyakit yang disebabkan oleh cacing ini terjadi antara lain karena sanitasi di sekitarnya kurang terpelihara, terutama pada kalangan masyarakat dengan tempat tinggal padat penduduk. Untuk dapat mencegah atau mengobati infeksi cacing tersebut, diperlukan antelmintik yang dapat membunuh cacing. Penggunaan antelmintik yang bersumber dari bahan alam dapat digunakan sebagai alternatif. Indonesia diketahui memiliki banyak jenis tanaman berkhasiat yang merupakan sumber bahan obat, salah satunya tanaman papaya. Tujuan dari dilakukannya studi literatur ini adalah untuk mengetahui bagian dari tanaman papaya yang memiliki aktivitas antelmintik, golongan senyawa metabolit sekunder yang terkandung dan mekanisme kerjanya sebagai antelmintik. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa beberapa bagian tanaman pepaya yaitu daun, biji dan batang berpotensi sebagai antelmintik karena dapat menyebabkan kematian pada cacing gelang babi. Golongan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antelmintik pada tanaman pepaya adalah alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid dan fenol. Mekanisme kerja alkaloid dengan melalui penekanan sistem saraf pusat. Mekanisme kerja flavonoid dan saponin dengan menghambat enzim asetilkolinesterase yang akan berpengaruh terhadap otot-otot cacing. Tanin bekerja dengan cara menyebabkan terikatnya enzim-enzim yang dihasilkan oleh cacing gelang babi untuk penyerapan nutrisi. Triterpenoid dengan mekanisme kerja penetralan keadaan polar. Fenol bekerja dengan cara menyebabkan terjadinya gangguan pada glikoprotein di permukaan sel cacing.
Kepatuhan Pengobatan Pasien Geriatri dalam Pengobatan Hipertensi di Puskesmas Cicantayan Sukabumi Muhamad Erza Ardhana; Fetri Lestari; Ratu Choesrina
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.192 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4275

Abstract

Abstract. The prevalence of hypertension continues to increase with age. Hypertension can cause morbidity and mortality caused due to poor blood pressure control which can be caused due to low adherence. In geriatrics, it is common that low adherence of treatment occurs caused due to several factors. The purpose of this study was to determine the level of adherence to the treatment of geriatric patients with hypertension at the Cicantayan Sukabumi Health Center and find out the factors that can influence the low level of treatment compliance in geriatric patients. This study was conducted using the MMAS-8 Questionnaire to measure the level of treatment adherence. From the results of the study conducted, the level of adherence to the treatment of geriatric patients with hypertension at the Cicantayan Sukabumi Health Center showed a low level of adherence and there was a factors affecting low adherence in geriatric patients are cognitive condition, a history of diseases associated with cognitive function, the busyness of the patient, family support, the patient's understanding, the presence of side effects, motivation in the patient, travel conditions, availability of drugs, provision of education through counselling, and polypharmaceuticals. Abstrak. Prevalensi hipertensi terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Hipertensi dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang disebabkan karena kontrol tekanan darah yang buruk yang dapat disebabkan karena rendahnya kepatuhan. Pada geriatri umum terjadi ketidakpatuhan pengobatan yang disebabkan karena beberapa faktor. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan pengobatan pasien geriatri dengan hipertensi di Puskesmas Cicantayan Sukabumi dan mengetahui faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya kepatuhan pada pasien geriatri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Kuesioner MMAS-8 untuk mengukur tingkat kepatuhan pengobatan. Dari hasil penelitian yang dilakukan tingkat kepatuhan pengobatan pasien geriatri dengan hipertensi di Puskesmas Cicantayan Sukabumi menunjukan tingkat kepatuhan yang rendah dan terdapat faktor yang mempengaruhi rendahnya kepatuhan pada pasien geriatri adalah kondisi kognitif, riwayat penyakit yang berhubungan dengan fungsi kognitif, kesibukan pasien, dukungan keluarga, pemahaman pasien, adanya efek samping, motivasi pada pasien, kondisi bepergian, ketersediaan obat, pemberian edukasi melalui konseling, dan polifarmasi.
Studi Literatur Aktivitas Antelmintik Ekstrak Etanol Biji Pinang (Areca catechu L.) dan Palem Putri (Veitchia merillii L.) Atiqoturrohmaniyyah; Ratu Choesrina
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.368 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4284

Abstract

Abstract. Worm infection is an infectious disease caused by worm parasites and has infected more than 2 billion people worldwide, especially in developing countries such as Indonesia. Based on the experience of the community for generations, pinang (Areca catechu Linn) and palem putri (Veitchia merrillii) have potential as anthelmintics. The purpose of this literature study was to determine the anthelmintic activity of ethanol extract seeds pinang (Areca catechu L.) and palem putri (Veitchia merrillii L.) against adult worms and to determine the class of secondary metabolites from ethanol extract seeds pinang (Areca catechu L.) and palem putri (Veitchia merrillii L.) which have anthelmintic potential. This research was conducted using a systematic literature review method which was derived from 4 national articles and 1 international article. The results showed that the ethanol extract seeds pinang (Areca catechu L.) and palem putri (Veitchia merrillii) had anthelmintic activity against Ascaris lumbricoides, Ascaris suum and Ascaridia galli worms which experienced paralysis and also death. The ethanol extract of seeds pinang (Areca catechu L.) and palem putri (Veitchia merrillii) contains a class of secondary metabolites are alkaloids, flavonoids, saponins and tannins. The conclusion from this literature study is that the ethanol extracts seeds pinang (Areca catechu L.) and palem putri (Veitchia merrillii) have potential as anthelmintics and the results of phytochemical screening of the ethanol extracts seeds pinang (Areca catechu L.) and palem putri (Veitchia merillii L.) showed the presence of content of secondary metabolites are alkaloids, flavonoids, tannins and saponins which are thought to have anthelmintic activity. Abstrak. Infeksi cacing merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit cacing dan sudah menjangkit lebih dari 2 milyar manusia di seluruh dunia terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Berdasarkan pengalaman masyarakat secara turun temurun tanaman pinang (Areca catechu Linn) dan palem putri (Veitchia merrillii) berpotensi sebagai antelmintik. Tujuan dari dilakukannya studi literatur ini adalah untuk mengetahui aktivitas antelmintik ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu Linn) dan palem putri (Veitchia merrillii) terhadap cacing dewasa serta mengetahui golongan metabolit sekunder dari ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu Linn) dan palem putri (Veitchia merrillii) yang berpotensi sebagai antelmintik. Penelitian ini dilakukan dengan metode systematic literature review yang berasal dari 4 artikel nasional dan 1 artikel internasional. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu Linn) dan palem putri (Veitchia merrillii) memiliki aktivitas antelmintik terhadap cacing Ascaris lumbricoides, Ascaris suum dan Ascaridia galli yang mengalami paralisis dan juga kematian. Ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu Linn) dan palem putri (Veitchia merrillii) mengandung golongan senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin. Kesimpulan dari studi literatur ini yaitu ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu Linn) dan palem putri (Veitchia merrillii) berpotensi sebagai antelmintik dan hasil skrining fitokimia ekstrak etanol biji pinang (Areca catechu L.) dan palem putri (Veitchia merillii L.) menunjukkan adanya kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang diduga memiliki aktivitas sebagai antelmintik.
Kajian Literatur Kesesuaian Biaya Terapi Riil dengan Tarif INA-CBG's Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Inap pada Rumah Sakit yang Berdomisili di Pulau Jawa Nabila Fitri Handayani; Suwendar; Ratu Choesrina
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4439

Abstract

Abstract. Diabetes Mellitus (DM) is a disease that requires continuous therapy so it requires a very large cost. Based on the results of the 2018 Basic Health Research (Riskesdas), the prevalence of DM in the provinces on the island of Java has increased compared to the results of the 2013 Riskesdas. Therefore, the government formed the National Health Insurance (JKN) program in the form of BPJS Kesehatan. However, health service providers need valid calculations so as not to suffer losses due to the application of these cost. This study uses a systematic literature review method using three search engines, namely PubMed, Google scholar, Science direct based on established criteria. The results of the review of the five articles explained that the treatment services carried out on inpatient type 2 DM patients who had BPJS Kesehatan insurance at Pandan Arang Hospital Boyolali, Yogyakarta City Hospital, RSUP dr. Sardjito Yogyakarta period January – June 2014 has been efficient while the care services at PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital and dr. Sardjito Yogyakarta period July 2010 – May 2012 service efficiency still needs to be improved. The factors that affect losses at PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital are high medical services and drug costs, while factors that affect losses at RSUP dr. Sardjito Yogyakarta for the period July 2010 – May 2012 was the cost of drugs/medical goods, the cost of clinical pathology examinations, and the cost of blood flasks (severity II), and visite fees, the costs of clinical pathology examinations, the costs of dialysis installation services, and the costs of drugs/medical goods (severity III). Abstrak. Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit yang memerlukan terapi secara terus menerus sehingga biaya yang diperlukan sangat besar. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi DM di provinsi yang berada di pulau Jawa mengalami peningkatan dibandingkan hasil Riskesdas 2013. Maka dari itu pemerintah membentuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berwujud BPJS Kesehatan. Namun pemberi pelayanan kesehatan membutuhkan perhitungan yang valid agar tidak mengalami kerugian akibat pemberlakuan tarif tersebut. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan menggunakan tiga mesin pencarian yaitu PubMed, Google scholar, Science direct berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Hasil review dari kelima artikel tersebut menjelaskan bahwa pada pelayanan perawatan yang dijalankan pada pasien DM tipe 2 rawat inap yang memiliki asuransi BPJS Kesehatan di RS Pandan Arang Boyolali, Yogyakarta City Hospital, RSUP dr. Sardjito Yogyakarta periode Januari – Juni 2014 telah efisien sedangkan pelayanan perawatan pada RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan RSUP dr. Sardjito Yogyakarta periode Juli 2010 – Mei 2012 efisiensi pelayanan masih harus ditingkatkan. Faktor yang mempengaruhi kerugian pada RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta yaitu tingginya jasa pelayanan medik dan biaya obat, sedangkan faktor yang mempengaruhi kerugian pada RSUP dr. Sardjito Yogyakarta periode Juli 2010 – Mei 2012 yaitu biaya obat/barang medik, biaya pemeriksaan patologi klinik, dan biaya labu darah (tingkat keparahan II), dan biaya visite, biaya pemeriksaan patologi klinik, biaya pelayanan instalasi dialisis, dan biaya obat/barang medik (tingkat keparahan III).
Studi Literatur Aktivitas Antidiabetes pada Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) dan Belimbing Manis (Averrhoa carambola) Yuan Vani Puspita Rachma; Umi Yuniarni; Ratu Choesrina
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.405 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4547

Abstract

Abstract. Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease characterized by high blood glucose levels than normal values. Wuluh starfruit (Averrhoa bilimbi) and sweet starfruit (Averrhoa carambola) plants from the Averrhoa genus, Oxalidaceae tribe are known to have antidiabetic activity. The purpose of this literature study was to determine which parts of the wealth starfruit and sweet starfruit have antidiabetic activity as well as the active compounds that play a role in these activities and their mechanism of action. The method used is to search for literature from articles that have been published in National Journals and International Journals. The results of the literature study showed that the leaves, fruit, and stems of the star fruit had antidiabetic activity. The mechanism of the wealth starfruit fraction etil asetat is by increasing insulin secretion in pancreatic cells which is thought to be due to the presence of quercetin compounds. The leaves and roots of the sweet star fruit have antidiabetic activity. The mechanism of the ethanolic extract of sweet star fruit root is to protect against the occurrence of cell damage in the pancreas which is thought to be due to the presence of compounds 2-Methoxy-6-nonylcyclohexa-2,5-diene-1,4-dione (MNDD) and 2-dodecyl-6- methoxycyclohexa-2,5-diene-1,4-dione (DMDD). The active compound in sweet star fruit that can play a role in antidiabetic activity is apigenin-6-C-β-fucopyranoside in the leaves by increasing glucose absorption in the soleus muscle which works through the insulin signaling pathway. Another compound is DMDD in the roots by weakening the expression of AGEs that play a role in the occurrence of nephropathy. Abstrak. Diabetes melitus (DM) adalah suatu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah dari nilai normal. Tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dan belimbing manis (Averrhoa carambola) yang berasal dari marga Averrhoa, suku oxalidaceae diketahui memiliki aktivitas antidiabetes. Tujuan dari studi literatur ini untuk mengetahui bagian tanaman dari belimbing wuluh dan belimbing manis yang memiliki aktivitas antidiabetes serta senyawa aktif yang berperan dalam aktivitas tersebut dan mekanisme kerjanya. Metode yang digunakan yaitu dengan mencari pustaka dari artikel yang telah dipublikasikan dalam Jurnal Nasional dan Jurnal Internasional. Hasil dari studi literatur menunjukkan bahwa bagian daun, buah dan batang pada tanaman belimbing wuluh memiliki aktivitas antidiabetes. Mekanisme pada fraksi etil asetat buah belimbing wuluh yaitu dengan meningkatkan sekresi insulin pada sel β pankreas yang diduga karena adanya kandungan senyawa kuersetin. Daun dan akar pada tanaman belimbing manis memiliki aktivitas antidiabetes. Mekanisme pada ekstrak etanol akar belimbing manis yaitu dengan melindungi terjadinya kerusakan sel di pankreas yang diduga karena adanya kandungan senyawa 2-Methoxy-6-nonylcyclohexa-2,5-diene-1,4-dione (MNDD) dan 2-dodecyl-6-methoxycyclohexa-2,5-diene-1,4-dione (DMDD). Kandungan senyawa aktif pada belimbing manis yang dapat berperan dalam aktivitas antidiabetes yaitu apigenin-6-C-β-fucopyranoside pada bagian daun dengan meningkatkan penyerapan glukosa pada otot soleus yang bekerja melalui jalur pensinyalan insulin. Senyawa lain yaitu DMDD pada bagian akar dengan melemahkan ekspresi AGE yang berperan dalam terjadinya nefropati.
Studi Literatur Aktivitas Antidiabetes pada Tiga Tanaman Suku Asteraceae Secara In Vivo Shelsa Berliana Yudita; Ratu Choesrina
Jurnal Riset Farmasi Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v2i2.1479

Abstract

Abstract. Diabetes Mellitus or often referred to as diabetes is a chronic disease that arises when the body is unable to produce enough insulin or cannot use insulin (insulin resistance) which is characterized by hyperglycemia. Plants originating from the Asteraceae tribe can be used as traditional medicine because they have components of bioactive compounds, such as sesquiterpenes, lactones, pentacyclic triterpenes, alkaloids, tannins, polyphenols, saponins, and sterols that can be used for medicinal purposes. The purpose of this study was to determine the activity and content of compounds as well as the mechanism of action as antidiabetic from the Asteraceae tribe. This study uses a systematic literature review method derived from 6 articles. The plant extracts used in this study consisted of 3 types of plants, namely Stevia rebaudiana Bertoni, Vernonia amygdalina Del, and Cosmos caudatus Kunth. Stevia rebaudiana Bertoni contains stevioside which regulates final blood glucose levels by increasing insulin secretion and sensitivity as well as its ability to regulate protein expression. Meanwhile, Vernonia amygdalina Del, and Cosmos caudatus Kunth contain flavonoid compounds, alkaloids, saponins, and tannins that play a role in reducing glucose levels. This content is able to regenerate damaged pancreatic cells and improve insulin receptor sensitivity. Abstrak. Diabetes Melitus atau yang sering disebut dengan kencing manis yaitu suatu penyakit kronik yang timbul saat tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin (resistensi insulin) yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia. Tanaman yang berasal dari suku Asteraceae dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional karena memiliki komponen senyawa bioaktif, seperti seskuiterpen, lakton, triterpen pentasiklik, alkaloid, tanin, polifenol, saponin, dan sterol yang dapat digunakan untuk bahan pengobatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas, dan kandungan senyawa serta mekanisme kerja sebagai antidiabetes dari suku Asteraceae. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review yang berasal dari 6 artikel. Ekstrak yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 3 jenis tanaman yaitu daun Stevia rebaudiana Bertoni, Vernonia amygdalina Del, dan Cosmos caudatus Kunth. Stevia rebaudiana Bertoni memiliki kandungan steviosida yang mengatur kadar glukosa darah akhir dengan meningkatkan sekresi dan sensitivitas insulin serta kemampuannya untuk mengatur ekspresi protein. Sedangkan untuk Vernonia amygdalina Del, dan Cosmos caudatus Kunth mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tannin yang berperan pada penurunan kadar glukosa. Kandungan ini yang mampu meregenerasi sel β pankreas yang rusak dan memperbaiki sensitivitas reseptor insulin.
Studi Literatur Aktivitas Antidiabetes pada Tiga Tanaman Suku Asteraceae Secara In Vivo Shelsa Berliana Yudita; Ratu Choesrina
Jurnal Riset Farmasi Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v2i2.1479

Abstract

Abstract. Diabetes Mellitus or often referred to as diabetes is a chronic disease that arises when the body is unable to produce enough insulin or cannot use insulin (insulin resistance) which is characterized by hyperglycemia. Plants originating from the Asteraceae tribe can be used as traditional medicine because they have components of bioactive compounds, such as sesquiterpenes, lactones, pentacyclic triterpenes, alkaloids, tannins, polyphenols, saponins, and sterols that can be used for medicinal purposes. The purpose of this study was to determine the activity and content of compounds as well as the mechanism of action as antidiabetic from the Asteraceae tribe. This study uses a systematic literature review method derived from 6 articles. The plant extracts used in this study consisted of 3 types of plants, namely Stevia rebaudiana Bertoni, Vernonia amygdalina Del, and Cosmos caudatus Kunth. Stevia rebaudiana Bertoni contains stevioside which regulates final blood glucose levels by increasing insulin secretion and sensitivity as well as its ability to regulate protein expression. Meanwhile, Vernonia amygdalina Del, and Cosmos caudatus Kunth contain flavonoid compounds, alkaloids, saponins, and tannins that play a role in reducing glucose levels. This content is able to regenerate damaged pancreatic cells and improve insulin receptor sensitivity. Abstrak. Diabetes Melitus atau yang sering disebut dengan kencing manis yaitu suatu penyakit kronik yang timbul saat tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin (resistensi insulin) yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia. Tanaman yang berasal dari suku Asteraceae dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional karena memiliki komponen senyawa bioaktif, seperti seskuiterpen, lakton, triterpen pentasiklik, alkaloid, tanin, polifenol, saponin, dan sterol yang dapat digunakan untuk bahan pengobatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas, dan kandungan senyawa serta mekanisme kerja sebagai antidiabetes dari suku Asteraceae. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review yang berasal dari 6 artikel. Ekstrak yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 3 jenis tanaman yaitu daun Stevia rebaudiana Bertoni, Vernonia amygdalina Del, dan Cosmos caudatus Kunth. Stevia rebaudiana Bertoni memiliki kandungan steviosida yang mengatur kadar glukosa darah akhir dengan meningkatkan sekresi dan sensitivitas insulin serta kemampuannya untuk mengatur ekspresi protein. Sedangkan untuk Vernonia amygdalina Del, dan Cosmos caudatus Kunth mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tannin yang berperan pada penurunan kadar glukosa. Kandungan ini yang mampu meregenerasi sel β pankreas yang rusak dan memperbaiki sensitivitas reseptor insulin.