Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Population Control Policy Implementation in the Framework of National Health Insurance Wahyudi, Fikri Mourly; Siswanto, Hadi; Hartono, Budi
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 17, No 4 (2022)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v17i4.26139

Abstract

The presence of National Health Insurance at the same time with the implementation of regional autonomy affects the implementation of many other policies, including population control. Different understanding and commitment of implementors resulted in mixed results, with unsuccessful trends of implementing population control policy in the frame of National Health Insurance. Cimahi as the most populous city in West Java needs to implement the policies effectively to prevent negative impact of overpopulation. An analysis needs to be conducted to assess the implementation of the policies in Cimahi. The purpose of this study was to analyze the implementation of population control policy within the framework of National Health Insurance. This research was conducted in Cimahi and used qualitative design with case study approach. Data collected through in-depth interview and questionnaires to the implementors of the policies. Data analyzed with the concept of Edwards III and Analysis Hierarchy Process. The results showed that the policies implemented facing difficulties, with National Health Insurance not necessarily encouraging population control through the use of contraceptive. It is suggested that Cimahi City Government improve policies implementation by integrating mutually supportive policies, communicating and disseminating, increasing resources, and increasing cooperation between institutions.
Bersinergi Meningkatkan Pemahaman Nutrisi Melalui Pilar SDGS “Tanpa Kelaparan” Di Desa Rancaekek Kulon Deden Indra Dinata; Meti Sulastri; Fikri Mourly Wahyudi; R. Nety Rustikayanti; Widhya Aligita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7613

Abstract

ABSTRAK Global Hunger Index menunjukkan tingkat kelaparan dan kekurangan gizi di dunia terus mengalami penurunan sejak tahun 2000. Penurunan ini lebih jauh terus diupayakan melalui SDGs, yaitu pilar kedua: mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, memperbaiki nutrisi dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan. Salah satu indikator dari kondisi kekurangan gizi dapat terlihat dari insidensi kejadian stunting yang muncul sebagai akibat dari keadaan yang berlangsung lama seperti kemiskinan, perilaku pola asuh yang tidak tepat, dan sering menderita penyakit secara berulang akibat kebersihan serta sanitasi yang kurang baik. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat Desa Rancaekek Kulon tentang stunting, dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai stunting. Target sasaran untuk kegiatan penyuluhan ini yaitu ibu-ibu desa yang memiliki anak balita sehingga dapat lebih paham tentang bagaimana cara mencegah dan menghadapi stunting bila terjadi pada balitanya. Kata Kunci: Tanpa Kelaparan, Stunting, Penyuluhan ABSTRACT The Global Hunger Index shows that the level of hunger and malnutrition in the world has continued to decline since 2000. This reduction is further pursued through the second pillar of SDGs: ending hunger, achieving food security, improving nutrition, and promoting sustainable agriculture. One indicator of the condition of malnutrition can be seen from the incidence of stunting that appears as a result of long-standing conditions such as poverty, inappropriate parenting behavior, and often suffering from repeated diseases due to poor hygiene and sanitation. The method used to solve this problem is by providing counseling to the people of Rancaekek Kulon Village about stunting, with the aim of rising public health, increasing public knowledge,awareness, and concern for for stunting. The targets for this counseling are mothers who have children under five and need education about stunting to understand how to prevent and deal with stunting when it occurs in their toddlers. Keywords: Without Hunger, Stunting, Counseling
Quality Assurance in The Surgical Ward of Hospital X in Bandung During the Covid- 19 Pandemic Richa Noprianty; Fikri Mourly Wahyudi; Wahyu Wahdana; Tata Juarta
International Journal of Quantitative Research and Modeling Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Research Collaboration Community (RCC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijqrm.v4i1.416

Abstract

Health services are organised to meet the needs and demands of the community. If fulfilled, it will lead to client satisfaction. Hospital X in Bandung had a BOR of 91,67% in 2021 during the Covid-19 era. This BOR surpasses the WHO standard. Thus the quality of service needs to be assessed. The research was conducted to get an overview of the level of patient satisfaction with inpatient services at the surgical ward of Hospital X in Bandung. The study was conducted using an exploratory, descriptive approach to obtain an objective picture. Data was collected by filling out questionnaires to patients and families of 90 people. Samples were selected purposively with inclusion criteria: respondents must be treated for at least three days. The instrument was prepared concerning the “Hospital Service Quality Assurance” guidelines. The results showed that 53.4% of respondents stated that the quality of inpatient services at Hospital X in Bandung was in an outstanding category starting from the aspect of registration, nurse services, medical services, food and menus, comfort and cleanliness, medical facilities to administration, and finance. Health services carried out by hospitals are constantly changing along with the development of science and technology, and hospitals are preparing for hospital accreditation. It is recommended that hospitals continue to improve the quality of their services so that patient satisfaction with the services received can be maintained.
Implementasi KMK 722 Tahun 2020 tentang Standar Profesi Penata Anestesi Fikri Mourly Wahyudi
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.79992

Abstract

Penata anestesi adalah salah satu dari dua jenis tenaga kesehatan yang berwenang melakukan asuhan kepenataan anestesi di Indonesia. Sejak tidak lagi menjadi bagian dari profesi keperawatan, penata anestesi mempunyai peraturan perundangan dan kebijakan kesehatan yang mengatur kompetensi dan kegiatan profesionalnya. Standar profesi sebagai salah satu pedoman dalam melakukan pekerjaan dan menjadi rujukan penyusunan kurikulum pendidikan calon penata anestesi belum pernah dilakukan analisis ketercapaiannya, termasuk pada kompetensi keterampilan klinis. Penelitian ini bertujuan memotret tingkat ketercapaian dan pemenuhan keterampilan klinis penata anestesi di pelayanan. Jawa Barat dipilih sebagai tempat penelitian karena mempunyai jumlah penata anestesi terbanyak di Indonesia, yaitu 641 orang. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang pernyataannya mengacu pada Standar Profesi Penata Anestesi yang diatur dalam KMK 722 Tahun 2020. Sampel dipilih secara acak dengan metode simple random sampling dan diperoleh 112 responden. Data yang terkumpul dianalisis dengan mencari nilai minimal, maksimal, dan mean. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh kompetensi dalam keterampilan klinis penata anestesi pernah dilakukan dengan derajat yang beragam. Adapun kegiatan yang paling jarang dilakukan adalah tindakan yang menyangkut metodologi asuhan dan penatalaksanaan resusitasi pada situasi emergensi dan bencana. Sehingga diperlukan pelatihan dan pendidikan yang lebih mendalam mengenai metodologi asuhan dan penatalaksanaan gawat darurat. Sementara kegiatan yang bersifat limpah wewenang dari dokter anestesi sering dan hampir selalu dilakukan penata anestesi. Hal ini menunjukan tingkat kepercayaan profesional diantara keduanya. Guna mempertahankan dan meningkatkan hubungan tersebut, diperlukan pelatihan dan pendidikan lebih jauh mengenai Interprofessional Education.
PELATIHAN PEMANFAATAN BAHAN HERBAL SEBAGAI JAMU IMUNOSTIMULAN BAGI KELOMPOK PKK RW 001 DESA MAJASETRA KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG Aulia nurfazri istiqomah; Asep Roni; Kharina Septi Lestari; Fikri Mourly Wahyudi; Agus Miraj Darajat; Novitasari tsamrotul fuadah
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v2i2.859

Abstract

Sampai saat ini, dapat dikatakan kita masih berada dalam kondisi pandemic COVID-19, khususnya di Indonesia. Telah kita ketahui bersama bahwa dalam menghadapi pandemic COVID-19 ini kita harus menjaga sistem kekebalan tubuh untuk meminimalisir kemungkinan terpaparnya tubuh oleh virus COVID-19 dan patogen lainnya. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kp. Pangkalan RW. 001 Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung berupa pelatihan pemanfaatan bahan herbal sebagai jamu imunostimulan atau peningkat daya tahan tubuh kepada kelompok PKK setempat yang nantinya akan disebarluaskan kepada masyarakat. Dari hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, warga RW 001 Kp. Pangkalan, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung telah menerima pemahaman akan pentingnya menjaga daya tahan tubuh terlebih dalam situasi pandemi dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita.
EDUKASI GIZI SEIMBANG MELALUI PERMAINAN ENGKLEK PADA REMAJA DI KOTA BANDUNG Yakobus Lau De Yung Sinaga; Meda Yuliani; Sri Lestari Kartikawati; Fikri Mourly Wahyudi; Ahmad Mustopa
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 3: September-Desember 2023
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v3i3.3011

Abstract

Diet is one of the things that is important for excellent health. Many studies have shown that there is a nutritional transition in Indonesia and this has affected the diet of adolescents. At this time adolescents consume more foods that are high in fat, salt and sugar. Therefore, this Community Service activity was carried out together with two partners, namely SMP Mekar Arum and SMP Bakti Nusantara 666 to increase knowledge about Balanced Nutrition. The method used in this community service activity is to conduct counseling and also education with a modified Engklek game. Through this activity, it was found that there was a significant increase in the knowledge of adolescents related to balanced nutrition after being given an intervention in the form of engklek games (p < 0.05). The educational activities ran smoothly and the participants seemed very enthusiastic about the game. In the future, it is hoped that more in-depth research will be conducted on the effect of cricket games on the practice of a balanced diet among adolescents in the city of Bandung
Insidensi Nyeri Tenggorok Pasca Intubasi Endotrakeal Berdasarkan Lama Intubasi dan Ukuran Pipa Endotrakeal di RS X Kota Cimahi Wahyudi, Fikri Mourly; Sahana, Silvi Ayuni; Dwikane, Mohamad Rizki
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sensasi nyeri tenggorokan yang dirasakan pascaoperasi atau Post Operative Sore Throat (POST) adalahsalah satu komplikasi intubasi endotrakeal yang paling sering dirasakan pasien setelah pulih dari anestesiumum. POST terjadi akibat inflamasi lokal akibat trauma saat tindakan intubasi didaerah faring, laring, dantrakea. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi lama intubasi dan ukuran pipa endotrakealdengan insidensi POST pada pasien pascaanestesi umum di RS X Kota Cimahi. Metode penelitian iniadalah kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakanconsecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 45 orang yang dipilih sesuai dengan kriteria inklusi.Instrumen penelitian utama pada penelitian ini adalah lembar observasi untuk mengukur POST dan lembarkartu anestesi untuk mengukur lama intubasi dan ukuran pipa endotrakeal yang digunakan responden, datadiolah secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Squared. Berdasakan analisis, didapatkan hasiladanya hubungan yang bermakna antara lama intubasi dengan kejadian nyeri tenggorok dengan hasil nilaisignificancy P-Value <0.05 yaitu 0.020, kemudian terdapat hubungan yang bermakna antara ukuran pipaendotrakeal dengan kejadian nyeri tenggorok dengan hasil nilai significancy P-Value <0.05 yaitu 0.005.Penelitian ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan asuhan kepenataan anestesi dalammengantisipasi terjadinya POST pasca anestesi umum dengan intubasi ETT.Kata Kunci : Lama Intubasi, Ukuran Pipa Endotrakeal, Nyeri Tenggorok Pascaoperasi
Peningkatan Pengetahuan Remaja dalam Pencegahan Penyakit Menular Seksual (HIV) di SMK Bhakti Kencana Cimahi dan Soreang Patonah, Patonah; Lisni, Ida; Astuti, Yuli; Wahyudi, Fikri Mourly; Sumbara, Sumbara; Mulyana, Hilman; Sodik, Jajang Japar; Irfani, Abdul Mulki
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v5i3.450

Abstract

Penyakit HIV/AIDS telah menjadi pandemi global yang mengkhawatirkan, termasuk di Indonesia. Salah satu cara utama penularannya adalah melalui penggunaan jarum suntik pada pengguna narkoba, perilaku yang umum terjadi di kalangan remaja. Kurangnya pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS menjadi pemicu utama perilaku berisiko terhadap penyakit ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di SMK Bhakti Kencana Soreang dan Cimahi dengan tujuan memberikan edukasi tentang pencegahan HIV/AIDS kepada siswa. Kegiatan ini dilaksanakan secara hibrid di dua lokasi sekolah. Kepala sekolah turut serta sebagai mitra, memberikan informasi awal untuk persiapan program edukasi sesuai kebutuhan mitra. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui pretest dan post-test terkait pengetahuan dan sikap siswa terhadap HIV/AIDS. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa sebesar 18,7%, mengindikasikan dampak positif dari kegiatan ini dalam meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terhadap pencegahan HIV/AIDS.Hasil kegiatan ini dipublikasikan melalui media massa, video YouTube, dan buku saku remaja bebas HIV/AIDS, dengan harapan memberikan dampak yang signifikan dalam pencegahan penularan HIV/AIDS di kalangan remaja.
Analisis Kesiapan Penggunaan RME dalam Pelayanan Anestesi di RS Jawa Barat Widianto, Asriadi Prihandika; Wahyudi, Fikri Mourly; Noprianty, Richa
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v5i2.21355

Abstract

Abstract. The implementation of Electronic Medical Records (EMR) is mandatory for hospitals based on Ministry of Health Regulation No. 24 of 2022 on Medical Records. However, its application in the Central Surgical Installation (CSI) of Hospital X in West Java still faces challenges. This study aims to evaluate the readiness for completing anesthesia records within the EMR system in this unit. A descriptive qualitative case study design was conducted using the HOT-Fit evaluation model (Human, Organization, Technology, and Net Benefit). Data were collected through in-depth interviews with six informants from various professional backgrounds, including nurse anesthetist, medical record staff, hospital management, and IT personnel. Data analysis was conducted using NVivo 12, and ethical approval was obtained (070/11/EthicalClearance/RSX/III/2025). Triangulation was performed by involving IT staff as the system vendor. The study identified six key findings: user transformation, organizational readiness, technological readiness, technology sustainability, clinical and operational benefits, and administrative and managerial benefits. Results indicate that readiness for electronic anesthesia record completion considered low, particularly regarding human resources, organizational support, and technology. The EMR system is not yet fully integrated, with barriers in training, infrastructure, and inter-unit coordination. Strengthening the system, enhancing training, and conducting regular evaluations are essential for more effective implementation.. Abstrak. Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan kewajiban rumah sakit berdasarkan Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, namun penerapannya di Instalasi Bedah Sentral (IBS) Rumah Sakit X di Jawa Barat masih menghadapi tantangan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesiapan pengisian kartu anestesi dalam sistem RME di unit tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, mengadopsi model evaluasi HOT-Fit (Human, Organization, Technology, dan Net Benefit). Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap enam informan dari berbagai latar belakang profesi (penata anestesi, staf rekam medis, manajemen, dan IT). Analisis data menggunakan aplikasi NVivo 12 dan telah memperoleh izin etik (070/11/EthicalClearance/RSX/III/2025). Triangulasi data dilakukan dengan melibatkan staf IT sebagai vendor sistem IT. Penelitian ini menemukan enam temuan utama, yaitu transformasi pengguna, kesiapan organisasi, kesiapan teknologi, keberlanjutan teknologi, manfaat klinis dan operasional, serta manfaat administratif dan manajerial. Hasil penelitian menunjukkan kesiapan pengisian kartu anestesi elektronik masih rendah, terutama dalam aspek sumber daya manusia, organisasi, dan teknologi. Sistem RME belum sepenuhnya terintegrasi dan masih menghadapi kendala dalam pelatihan, infrastruktur, serta koordinasi lintas unit. Meski demikian, terdapat potensi manfaat signifikan, secara klinis dan administratif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem, peningkatan pelatihan, dan evaluasi rutin untuk mendukung implementasi yang lebih efektif.
Analisis Puasa Praanestesi dengan Kejadian Haus Praanestesi Ahmad Mustopa; Fikri Mourly Wahyudi; Eryan Nur Saputra; Fahmi Fabian; Fikri Surya Pratama
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 7 No. 6 (2025): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/zf5b3930

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between fasting duration, type of anesthesia, and surgical duration with the incidence of thirst in pre-anesthetic patients at Welas Asih Regional General Hospital, West Java Province. The method used was an observational analytic approach with a cross-sectional approach. The results showed that the majority of respondents were female (58.8%), with the highest fasting duration being 6–8 hours (64.7%), mild thirst intensity (54.1%), and no signs of dehydration (81.2%). Statistical tests showed a significant association between fasting duration (p=0.018; OR=2.45) and surgical duration (p=0.043; OR=1.97) with thirst intensity. While the type of anesthesia had no effect (p=0.214). In conclusion, fasting duration and surgical duration influence the intensity of thirst in pre-anesthetic patients, while the type of anesthesia has no effect.   Keywords: General Anesthesia, Surgical Duration, Pre-anesthetic Fasting, Thirst