This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Syi'ar
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Customer vs Citizens: Memperkuat Positioning Mahasiswa dalam Manajemen Pelayanan dan Reformasi Birokrasi Perguruan Tinggi Islam Ridla, M. Rosyid; A. Kusuma, Bayu Mitra; Solikhan, Munif
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 21, No 1 (2021): June 2021
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v21i1.10460

Abstract

Istilah world class university menjadi trending topic di lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia. Salah satu prodi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang mengusung visi tersebut secara serius adalah Program Studi Manajemen Dakwah di bawah naungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Program studi ini terus menggenjot upaya internasionalisasi institusi melalui berbagai kegiatan akademik dan kolaboratif. Namun pertanyaannya, apakah penguatan eksternal tersebut telah diimbangi dengan penguatan internal, dalam hal ini manajemen pelayanan dan reformasi birokrasi kampus. Berdasarkan hal tersebut, timbul pertanyaan lebih lanjut tentang bagaimana posisi mahasiswa sebagai pengguna jasa, apakah diperlakukan sebagai pelanggan atau warga negara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif. Hasil analisis komparatif berdasarkan teori New Public Management dan New Public Service menunjukkan bahwa dalam manajemen pelayanan dan reformasi birokrasi di Prodi Manajemen Dakwah, mahasiswa lebih diperlakukan sebagai warga negara, bukan sebagai pelanggan. Hal ini terlihat dari beberapa poin temuan seperti: (1) pelayanan tidak didasarkan pada kepentingan individu, melainkan mahasiswa secara keseluruhan berdasarkan prinsip kesetaraan, (2) pemberian layanan dilakukan secara adil sesuai dengan kondisi dan kebutuhan atau mengutamakan inklusivitas, (3) pelayanan tidak berorientasi pasar dimana program studi membuka ruang negosiasi seluas-luasnya untuk kepentingan masing-masing mahasiswa, memberikan akses dan respon terhadap berbagai keluhan mahasiswa, dan (4) memperhatikan berbagai aspek pelayanan seperti akuntabilitas dalam hukum, nilai-nilai kemasyarakatan, norma politik, standar profesi, dan pemenuhan kepentingan mahasiswa sebagai warga negara.
Analisis Perkembangan Manajemen Zakat untuk Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia Solikhan, Munif
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 20, No 1 (2020): June 2020
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v20i1.10528

Abstract

Kajian ini bertujuan menganalisis perkembangan manajemen zakatuntuk pemberdayaan masyarakat di Indonesia. Hal ini didasarkanatas potensi zakat yang ada Indonesia bernilai cukup besar mencapairatusan trilun rupiah. Akan tetapi dampak dari zakat belum dirasakansecara optimal oleh masyarakat luas. Tulisan ini menggunakanmetode analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajianpustaka, yaitu dengan mengambil data dari hasil penelitian, media,serta website lembaga maupun stakeholder zakat. Dari hasil analisistersebut ditemukan bahwa secara histori, manajemen zakat sudah adasejak Islam masuk ke negeri ini, berlanjut ke zaman kolonial, zamankemerdekaan, masa orde baru kemudian berlanjut di masa reformasi.Perkembangan manajemen zakat berjalan cukup masif ketikapemerintah menerbitkan UU No 38 tahun 1999 tentang manajemen  zakat. Lembaga Amil Zakat mulai bermunculan dan berlomba mengeluarkan program untuk membantu mencari solusi permasalahan masyarakat. Untuk Mengatasi permasalahan tersebut manajemen zakat dibagi menjadi dua yakni zakat konsumtif dan zakat produktif. Kedua zakat ini memiliki tujan yang sama yaitu memberdayakan masyarakat. Di dalam zakat konsumtif dana zakat digunakan untuk membantu masyarakat yang bersifat langsung, Sedangkan di dalam zakat produktif, dana zakat didistrubusikan dengan cara memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan. Dari hasil tersebut perkembangan manajemen zakat untuk pemberdayaan masyarakat berjalan cukup progresif meskipun belum bisa maksimal dalam menyelesaiakan permasalahan di masyarakat.