Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA An. C DENGAN ASMA BRONKIAL DI RUANG PARIKESIT RST WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO Endah Wulan Ramadhani; Ikit Netra Wirakhmi; Atun Raudotul Ma’rifah
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 10: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asthma is a disease that occurs due to the narrowing of the airways due to inflammation. This disease usually presents with symptoms such as wheezing, shortness of breath, chest tightness, and variable cough and variable airflow limitation. Efforts made in children with asthma to control the recurrence of asthma are to keep children away from agents that can make asthma relapse such as dust, animal dander, weather changes. This study uses a qualitative descriptive method in the form of a case study, the case study in this study examines how to reduce shortness of breath in asthmatics, starting from setting the Fowler's position or semi-Fowler's position, teaching effective coughing techniques and collaboration with pharmacology. The results of the study indicate that the problem occurs in the client can be resolved in 3 days which is characterized by decreased shortness of breath, decreased use of accessory muscles, decreased expiratory phase lengthening, and normal breathing frequency, after the action for 3 days the problem of ineffective breathing patterns has been resolved.
Gambaran Kualitas Hidup Penderita Kanker Serviks di RSU Dadi Keluarga Purwokerto Ani Nur Azizah; Atun Raudotul Ma’rifah; Noor Yunida Triana
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.292 KB)

Abstract

Kanker Serviks adalah penyakit disebabkan oleh HPV atau Human Papilloma virus onkogenik tumbuh di dalam leher rahim. Penderita kanker servik biasanya mengalami gangguan fisik, psikologis, sosial dan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas hidup penderita kanker serviks di RSU Dadi Keluarga Purwokerto. Metode penelitian deskriptif kuantitatif pendekatan cross sectional terhadap 42 pasien kanker servik yang menjalani pengobatan di RSU Dadi Keluarga Purwokerto dengan teknik Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner EORTC QLQ-C30. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian di dapatkan karakteristik pasien kanker mayoritas memiliki usia 46-65 tahun (78.6%), tingkat pendidikan dasar (81.0%). Kualitas hidup penderita kanker servik sebagian besar dalam kategori sedang (90.5%).
Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Demam pada Balita di Puskesmas Sumbang II Banyumas Danar Puspitowati; Murniati Murniati; Atun Raudotul Ma’rifah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.082 KB)

Abstract

Anak adalah buah hati orang tua yang akan menjadi harapan besar untuk masa depan. Demam pada anak sering terjadi pada usia balita. Demam terjadi apabila terdapat peningkatan suhu tubuh anak mencapai kenaikan suhu antara 0.8 – 1.1oC atau lebih dari suhu tubuh normal yaitu 37.5oC. Pengetahuan ibu sangat berpengaruh dalam berperilaku kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang demam dan penanganan demam juga untuk mengidentifikasi karakterisktik responden meliputi usia,pendidikan dan pekerjaan ibu balita di Puskesmas Sumbang II Banyumas. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner yang diadopsi dari penelitian yang dilakukan oleh Kurniati (2019) mengenai pengetahuan ibu dalam penanganan demam anak di Puskesmas Tangerang Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 54 responden di Puskesmas Sumbang II sebagian besar memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 25 orang (46.3%), pengetahuan kurang sebanyak 19 orang (35.2%) dan pengetahuan baik ada 10 (18.5%). Untuk karakteristik umur sebagian besar responden berumur 26-35 tahun yaitu sebanyak 30 orang (55.5%), pendidikan responden sebagian besar besar memiliki pendidikan menengah yaitu SD/ SMP sebanyak 14 orang (25.9%), pekerjaan responden sebagian besar adalah ibu rumah tangga sebanyak 42 orang (77.8%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa sebagian besar pengetahuan dalam kategori cukup, sebagian besar berusia 26-35 tahun, mayoritas berpendidikan menengah dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Puskesmas hendaknya lebih meningkatkan edukasi terkait pengetahuan ibu tentang demam dan penanganan demam pada balita
Gambaran Maternal Self-Efficacy Persiapan Menjadi Orang Tua pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan Melita Oktaviani; Ema Wahyu Ningrum; Atun Raudotul Ma’rifah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.036 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1039

Abstract

Ibu hamil trimester III harus dapat memiliki self-efficacy tinggi agar mempunyai kemampuan lebih baik dalam melakukan tugas sebagai orang tua. Kepercayaan ibu hamil trimester III terhadap kemampuan berperan sebagai orangtua disebut dengan Maternal self-efficacy (MSE). Maternal self-efficacy (MSE) merupakan penilaian yang penting dalam kualitas pengasuhan yang berkaitan dengan kesehatan buah hati. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran maternal self-efficacy persiapan menjadi orang tua pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Selatan dengan jumlah 63 responden dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Perceived Maternal Parental Self-Efficacy (PMP S-E). Analisis data menggunakan uji distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik ibu hamil sebagian besar responden memiliki usia 20-35 tahun (93.7%), memiliki tingkat pendidikan menengah (SMA/SMK) (85.7%), tidak bekerja (74.6%), dan memiliki paritas multipara (49.2%). Maternal self-efficacy persiapan menjadi orang tua pada ibu hamil trimester III sebagian besar dalam kategori sedang (41.3%). Kesimpulan adalah maternal self-efficacy yang sednag pada ibu hamil menunjukkan bahwa ibu memiliki cukup kesipaan untuk menjadi orang tua.
Asuhan Keperawatan Pada Ny. A Post Sectio Caesaria Dengan Intervensi Mobilisasi Dini Di RSUD Kardinah Kota Tegal Isabella Josephine Nurwina; Atun Raudotul Ma’rifah; Elok Faola
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.170

Abstract

Sectio caesarea (SC) yaitu proses pengeluaran bayi dengan tindakan pembedahan pada perut ibu dikarenakan ibu tidak bisa melahirkan normal karena adanya indikasi medis meliputi preeclampsia, letak janin ataupun plasenta previa. Dalam mengurangi nyeri post SC dilakukan 2 teknik yaitu Teknik farmakologi dengan pemberian analgetic dan teknik non farmakologi dengan mobilisasi dini mobilisasi dini post SC adalah  suatu kegiatan aktivitas  ibu atau adanya aktivitasyang dilakukan ibu segera setelah proses persalinan SC. Latihan mobilisasi bertujuan untuk membuat pasien dapat berkonsentrasi atau memfokuskan pikiran pada gerakan  yang dilakukan dibandingkan pada rasa nyeri yang dialami. Tujuan penelitian untuk mengetahui asuhan keperawatan Post SC dengan penerapan latihan mobilisasi. Metode yang digunakan yaitu case study menggunakan pendekatan proses keperawatan. Sample yang dipakai Ny. A berusia 34 tahun. Hasil penelitian yaitu setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3  x 24 jam gangguan mobilisasi dapat teratasi. Kesimpulannya ada pengaruh dari mobilisasi dini terhadap skala nyeri dan mobilitas pasien.
Penerapan Teknik Buteyko Pada Pasien Asma Bronkial Dengan Masalah Pola Nafas Tidak Efektif Di RSI Banjarnegara Muhaimimul Azizah; Etika Dewi Cahyaningrum; Atun Raudotul Ma’rifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.379

Abstract

Asma bronkial merupakan kondisi pernapasan jangka panjang yang dapat mengganggu ventilasi dan menurunkan kualitas hidup seseorang. Masalah utama yang sering dihadapi penderita asma adalah pola pernapasan yang tidak efisien. Meskipun terapi farmakologis sering digunakan, efek samping merupakan bahaya pengobatan jangka panjang. Pendekatan Buteyko adalah pengobatan non-farmakologis yang dapat membantu orang bernapas lebih baik dan mengurangi episode asma. Untuk lebih memahami bagaimana metode Buteyko digunakan di RSI Banjarnegara untuk pasien asma bronkial dengan pola pernapasan yang buruk, penelitian ini dilakukan. Metodologi studi kasus yang dikombinasikan dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi digunakan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa pola pernapasan pasien membaik setelah tiga hari penerapan metode Buteyko. Perbaikan ini ditandai dengan penurunan frekuensi pernapasan, penurunan penggunaan otot bantu pernapasan, dan peningkatan saturasi oksigen. Teknik Buteyko terbukti efektif sebagai intervensi tambahan dalam menangani pasien asma bronkial. Diharapkan teknik ini dapat diterapkan secara luas dalam praktik keperawatan sebagai alternatif intervensi nonfarmakologis.
Studi Kasus Penerapan Terapi Murottal Al-Qur’an Pada Ibu Post Partum Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang Puput Ameylia Saputri; Siti Haniyah; Atun Raudotul Ma’rifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.393

Abstract

Sectio Caesarea (SC) merupakan operasi pada perut dan rahim untuk melahirkan janin. Ibu pasca SC sering mengalami nyeri yang mengganggu aktivitas dan kenyamanan. Terapi murottal Al-Qur’an sebagai metode nonfarmakologis terbukti efektif mengurangi nyeri dan memberi efek relaksasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek terapi murottal Al-Qur’an terhadap nyeri ibu post SC di RSUD Ajibarang. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada pasien dengan nyeri akut. intervensi murottal Al-Qur’an harian selama tiga hari. Penilaian nyeri memakai Numeric Rating Scale (NRS), dan data dianalisis deskriptif berdasarkan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan pasien Ny. O mengalami penurunan nyeri dari skala 7/10 menjadi 3/10 setelah tiga hari intervensi, ekspresi wajah lebih rileks, dan kemampuan aktivitas meningkat. Kesimpulannya, terapi murottal Al-Qur’an sebagai intervensi keperawatan efektif menurunkan nyeri akut pada pasien post SC.
Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Sectio Caesarea (SC) Dengan Masalah Menyusui Tidak Efektif Menggunakan Edukasi Menyusui Dan Pijat Oksitosin Di Ruang Bougenville RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Naeli Salsa Echo Laudya; Atun Raudotul Ma’rifah; Tin Utami
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.403

Abstract

Tingginya angka persalinan melalui operasi Sectio Caesarea (SC) di Indonesia memunculkan tantangan signifikan dalam keberhasilan proses menyusui. Persalinan SC sering kali menimbulkan masalah menyusui tidak efektif akibat nyeri pasca operasi yang menghambat inisiasi menyusui dini dan ketidaknyamanan ibu. Penelitian ini menggambarkan asuhan keperawatan pada ibu post partum sectio caesarea dengan masalah menyusui tidak efektif di Ruang Bougenvile RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Tujuannya menganalisis penerapan edukasi menyusui dan pijat oksitosin sebagai intervensi untuk mengatasi masalah tersebut dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Pengkajian menunjukkan adanya masalah menyusui tidak efektif, yang ditegakkan dengan diagnosis keperawatan yang relevan. Implementasi asuhan keperawatan difokuskan pada pengajaran teknik menyusui yang benar dan aplikasi pijat oksitosin untuk merangsang produksi ASI. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan pada status menyusui pasien, di mana ASI mulai keluar dan keluhan nyeri pasca operasi berkurang. Studi ini menyimpulkan bahwa kombinasi edukasi menyusui dan pijat oksitosin merupakan intervensi keperawatan yang efektif untuk meningkatkan keberhasilan menyusui pada ibu pasca operasi SC.
Asuhan Keperawatan Menyusui Tidak Efektif Pada Ibu Post Partum Sectio Caesarea Di Ruang Bougenvile RSUD Dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Ina Nur Apriliani; Atun Raudotul Ma’rifah; Tin Utami
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.404

Abstract

Menyusui penting bagi pertumbuhan bayi, namun ibu post partum sectio caesarea sering mengalami hambatan. Studi kasus ini menggambarkan asuhan keperawatan pada ibu dengan masalah menyusui tidak efektif di ruang Bougenvile RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga menggunakan pendekatan studi kasus melalui tahap pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi dengan data dari wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan keluhan ASI kurang lancar, payudara bengkak, dan bayi sulit melekat. Intervensi berupa edukasi perawatan payudara, konseling menyusui, serta pijat Woolwich. Setelah tiga hari, produksi ASI meningkat dari 10 ml menjadi 30 ml, pembengkakan berkurang, dan perlekatan bayi membaik. Evaluasi menunjukkan masalah menyusui tidak efektif pada pasien berhasil teratasi.