p-Index From 2021 - 2026
6.881
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Spirakel Jurnal Vektor Penyakit Majalah Obat Tradisional Isamic Communication Journal AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Komputer Terapan Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi dan Komputer) Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Jurnal FARMAKU (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi BALANCE: Economic, Business, Management and Accounting Journal Keberlanjutan : Jurnal Manajemen dan Jurnal Akuntansi SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Indonesian Psychological Research Sentra Cendekia Journal of Community Development Jurnal Abdimas Serawai Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL BESEMAH Media Riset Akuntansi Auditing & Informasi Safari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri J-Icon : Jurnal Komputer dan Informatika Bhakti Community Journal Jurnal Riset Manajemen dan Ekonomi Jurnal Kabar Masyarakat Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH) Journal of Educational Innovation and Public Health Jurnal An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial Jurnal Abdimastek (Pengabdian Masyarakat Berbasis Teknologi) Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Ilmu Sosial CERATA Jurnal Padamu Negeri Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian International Journal Business, Management and Innovation Review Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi Sabar : Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik International Journal of Economics and Management Research Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI EKSTRAK ETANOL DAUN KATUK (Sauropus androgynuss (L.) Merr) DALAM SEDIAAN SABUN MANDI CAIR Marini, Marini; Rosyida, Anis
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : CERATA Jurnal Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun katuk (Sauropus androgynuss (L.) Merr.) mengandung senyawa kimiaflavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untukmembuat formulasi sediaan sabun mandi cair darizat aktif ekstrak etanol daun katukdengan konsentrasi 0,02 g (F1); 0,04 g (F2) dan 0,06 g (F3) yang sesuai dengan kriteriaStandar Nasional Indonesia (SNI) 06-4085-1996. Pengujian terhadap sediaan sabun cairdisesuaikan dengan syarat ketentuan SNI yang meliputi uji organoleptik, pH, tinggi dankestabilan busadan bobot jenis. Dari hasil evaluasimenunjukan bahwa pada uji organoleptik, pH serta tinggi dankestabilan busa memenuhi syarat (SNI,1996) pada konsentrasi 0,02, 0,04 dan 0,06sedangkan pada pengujian bobot jenis pada konsentrasi 0,02, 0,04 dan 0,06 tidakmemenuhi peryaratan (SNI,1996).Sehingga sediaan formulasi ektrak etanol daun katukdengan konsentrasi 0,02 gram adalah sediaan sabun cair ektrak etanol daun katuk yangterbaik.Kata Kunci : Daun katuk(Sauropus androgynuss (L.) Merr.), antioksidan, flavonoid,sabun mandi cair.
Formulasi Deodoran Bentuk Batang (Stick) Dari Sari Jeruk Lemon (Citrus limon (L.) Osbeck) Sebagai Antiperspiran Nufa Abriana; Marini Marini
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol 2 No 2 (2017): Volume 2 Nomor 2 September 2017
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deodoran adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk menyerap keringat dan mengurangi bau badan. Telah dilakukan penelitian formulasi deodoran batang dengan zat aktif sari jeruk lemon (Citrus limon (L.) Osbeck) sebagai antiperspiran. Optimasi basis deodoran batang dengan variasi asam stearat sebanyak l5%, 20% dan 25% sebagai chelating agent. Hasil dari optimasi basis yang diperoleh yaitu basis dengan konsentrasi asam stearat 25%. Sari jeruk lemon dibuat dari jeruk lemon yang dibelah dua dan dilakukan pemerasan menggunakan alat peras jeruk disaring menggunakan kertas saring berulang ulang hingga terpisah antara air dengan endapan. Formulasi deodoran batang menggunakan asam stearat, propyleng glycol, DMDM hydantoin, oleum citri, alkohol 95%, serta sari jeruk lemon dengan tiga konsentrasi berbeda yaitu 10%, 15%, 20%. Berdasarkan Uji Organoleptis semua formulasi memiliki bentuk padat dan berbau khas jeruk, dengan warna pada formula 1 berwarna putih sedangkan formula 2 dan 3 berwarna putih kekuningan. Pengujian pH pada formula 1 dan 2 memiliki pH 5 dan formula 3 memiliki pH 4. Hasil uji stabilitas selama 30 hari dalam suhu kamar (25'C- 30'C) menunjukan bahwa tidak terjadi perubahan bentuh warna dan bau. Pada uji hedonic, formula 10% yang banyak disukai yaitu 72,354%.
PROFIL PERESEPAN OBAT GENERIK DIAPOTEK X KABUPATEN INDRAMAYU PERIODE JANUARI – MARET TAHUN 2019 Diana Fitri Dama Yanti; Marini Marini
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol 4 No 1 (2019): Volume 4 Nomor 1 Maret 2019
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (950.531 KB)

Abstract

Many people still do not know about generics and consider generic drugs as quality drugs, less useful properties. Besides that, some doctors prefer to prescribe branded generic drugs rather than generic drugs. In accordance with Permenkes RI No.HK.02.02 / Menkes / 068/2010 concerning the obligation to use generic drugs for the fasility of government health services, This study aims to determine the percentage of prescription and replacement of generic drugs by taking prescription data in Pharmacy X of Indramayu Regency during January-March 2019 then grouped into generic drugs, branded generic drugs, others, replacement of generic drugs to branded generic drugs and replacement of branded generic drugs to generics then the percentage is calculated and the data are generated, the percentage of prescription for generic drugs 41, 52%, branded generic drugs 44.91%, replacement of generic drugs for branded generic drugs 18.36%, replacement of generic drugs for generic drugs 3.77%. So it shows that indeed the lack of information, counseling, understanding, and promotion makes the public and medical practitioners still consider generic drugs to be of poor quality.
OPTIMASI BASIS DAN EVALUASI SEDIAAN MASKER PEEL OFF EKSTRAK ETANOL BUAH PARE (Momordica charantia) Mirna Mirna; Marini Marini
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol 4 No 2 (2019): Volume 4 Nomor 2 September 2019
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.158 KB)

Abstract

Buah pare (Momordica Charantia) termasuk tanaman obat yang memiliki beberapa kandungan seperti alkaloid dan flavonoid, sehingga dapat digunakan sebagai penghambat pertumbuhan bakteri pada pengobatan jerawat di wajah. Salah satu upaya pengembangan tanaman obat adalah membuat sediaan masker wajah dalam bentuk peel off. Masker wajah selain mengobati jerawat dapat juga digunakan untuk mencerahkan dan mengencangkan kulit wajah serta melindungi terhadap kerusakan radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk membuat sediaan masker peel off dan mengetahui evaluasi dari sediaan masker peel off yang optimum. Bahan lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah PoliVinilAlkohol (PVA) dengan tiga konsentrasi yang berbeda, yaitu 10 % (F1) , 15 % (F2) dan 20 % (F3) sebagai pembentuk lapisan film. Evaluasi sediaan terdiri dari organoleptis, pH, homogenitas dan waktu kering. Hasil akhir uji pH menunjukkan pH yang sama pada setiap formula yaitu ada pada pH 5, perbedaan konsentrasi PVA dapat mempengaruhi waktu kering sediaan masker. Hasil uji waktu kering sediaan menunjukkan bahwa formula 2 mempunyai waktu kering yang efektif yaitu 23 menit.
TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN JAMU SEBAGAI UPAYA SWAMEDIKASI DI RT 01 RW 01 DESA JAPARA Azis Sugarna; Marini Marini; Rina Nurhayatina
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol 4 No 2 (2019): Volume 4 Nomor 2 September 2019
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.121 KB)

Abstract

Pelayanan sendiri (self care) didefinisikan sebagai suatu sumber kesehatan masyarakat yang utama disetiap pelayanan kesehatan . Self care memiliki cakupan seperti swamedikasi, pengobatan sendiri tanpa menggunakan obat, dukungan sosial dalam mengahadapi suatu penyakit dan pertolongan pertama dalam kegiatan sehari-hari. Swamedikasi yang tepat, aman, dan rasional terlebih dahulu mencari informasi umum dengan melakukan konsultasi kepada tenaga kesehatan seperti dokter atau petugas apoteker. Akhir-akhirini trend pengobatan modern cenderung kembali ke tanaman obat yang digunakansecara tradisional. Terdapat alasan yang mendasarinya seperti tanaman obat yangdigunakan secara tepat memiliki efek samping lebih ringan dibandingkan denganobat modern. Jamu merupakan obat dari bahan alam yang tidak mengandung bahankimia obat dan berasal dari tanaman-tanaman obat yang berkhasiat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengtahui tingkatan pengtahuan penggunaan jamu sebgai swamedikasi pada masyarakat Rt 01 Rw 01 Desa Japara Kabupaten Kuningan, penlitian ini menggunkan jenis deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara pourposive sampling sebanyak 44 responden. Data diperoleh melalui pengisian lembar angket. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan penggunaan jamu sebagai swamedikasi yaitu dikategorikan baik karena > 75% yaitu dengan hasil 90,1%.
OPTIMASI FORMULASI SEDIAAN HANBODY LOTION DARI EKSTRAK KULIT JERUK BALI ( Citrus maxima (Burm.) Merr. ) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Ai A’yunin Syam; Marini Marini
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol 5 No 2 (2020): Volume 5 Nomor 2 September 2020
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/jurnalfarmaku.v5i2.135

Abstract

Kulit jeruk bali dapat digunakan sebagai antioksidan alami, tanaman ini mengandung flavonoid, vitamin c, senyawa alkaloid, pektin dan tanin. Tanaman ini dibuat ekstrak dan dijadikan kedalam bentuk sediaan handbody lotion karena dapat digunakan sebagai pelindung kulit dari radikal bebas dan penyebarannya cepat merata pada permukaan kulit yang luas.Kulit adalah lapisan atau jaringan yang menutup seluruh tubuh dan melindungi tubuh dari bahaya yang datang dari luar.Lotion merupakan sediaan cair berupa suspense atau disperse digunakan sebagai obat luar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ekstrak kulit jeruk bali dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan handbody lotion. Dalam penelitian ini pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi. Penelitian ini dibuat menjadi 3 formula dengan perbandingan basis lotion setil alkohol dan lanolin. formula 1 setil alkohol 3% dan lanolin 1%, formula 2 setil alkohol 2% dan lanolin 2%, formula 3 setil alkohol 1% lanolin 3%. Handbody lotion dievaluasi meliputi uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya lekat dan uji daya sebar. Dan hasil menunjukkan formula 1 dan 2 dapat diformulasikan menjadi sediaan handbody lotion, hasil evaluasi uji pH F1 6 F2 6 yaitu memenuhi syarat pH kulit 4,5-8, hasil uji daya sebar F1 beban 0 gr 5 cm, beban 100 gr 5,5 cm, beban 200 gr 6 cm dan F2 beban 0 gr 5 cm, beban 100 gr 5 cm, beban 200 gr 5,5 cm, uji daya sebar F1 dan F2 memenuhi syarat 5-7 cm, hasil uji daya lekat F1 09,3 detik, F2 05,3 detik yaitu memenuhi syarat uji daya lekat lebih dari 4 detik. Hasil uji homogenitas F1 homogen, F2 homogen.Sedangkan F3 tidak dapat diformulasikan menjadi sediaan handbody lotion karena pada uji evaluasi lotion tidak memenuhi syarat homogenitas.
Positioning Dan Segmentasi Pasar Produk Sarang Infus (Sarung Tangan Infus) Di Rumah Sakit Persyarikatan Muhammadiyah Daerah Surabaya-Sidoarjo Putri Lisdiyanti; Fatma Aula Nursyifa; Riskiatul Mutamima; Finka Yuanita; Gita Marini
BALANCE: Economic, Business, Management and Accounting Journal Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : UMSurabaya Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/blc.v16i2.3140

Abstract

ABSTRACT  Occurrence at risk of infection, risk of injury and stress of hospitalization are three events that often occur in children who are hospitalized with infusion. During this time the efforts of these events have only been overcome by the installation of a buffer on the hand and fixation with gauze rolls that are looped on the child's arm only so that this can only reduce the risk of infection. Provision of infusion nest products (infusion gloves) is an effort to prevent and reduce the occurrence of these three events. Infusion nest products are creative innovations that have been made because so far there are no similar products in hospitals.Marketing research on consumers of nest infusion products is carried out to determine the potential of the market and the behaviors that develop in consumers so that clear information about the customers of infusion nest products can be obtained, especially in hospitals that are sheltered by Muhammadiyah Hospital in Surabaya-Sidoarjo. One of the important data to analyze is data about certain segments of the customer and how the infusion nest producers are able to place their product position on consumer perceptions. This is very important to determine the marketing strategy. appropriate.Customers from hospitals that are in large numbers in Surabaya and scattered are certainly not possible to analyze all, so we need a marketing research procedure by taking samples. samples designed to obtain data on demographic characteristics, psychography, behavior and consumer preferences. In addition, information about perceptual maping from consumers on infusion nest products is needed to find out the map of respondents' perceptions of the nest infusion product attributes. From consumer preference data on marketing attributes of nest infusion products customer segmentation can be done to obtain information about groups of customers based on the choice of the most important attributes. In addition, each segment can be described the characteristics of psychography, demographics and behavior to see the characteristics of each segment. The data about positioning provides information on product position in customer perceptions based on marketing attributes that are superior to infusion nest products.From the data obtained from filling out the questionnaire after validation through Focus Group Discussion with child nurse nurses in two Muhammadiyah Hospital (RS) namely Siti Khodijah Hospital Along and RSIA Aisyiah Pacarkeling Surabaya it was found that infusion nest customers, can be grouped into 2 groups with preference characteristics, demographics, psychography, and different behaviors. While the positioning of infusion nest products in consumer perceptions is still relatively close to a number of superior attributes, such as there are no similar products on the market, products are comfortable for children, products can make it easier for nurses to observe infusion conditions in accordance with hospital accreditation but prices offered by producers can increase the cost of installing IVs so that they can only be temporarily reached by patient patients non BPJS users.Keywords                   : Infusion nest products, positioningCorrespondence to       : gita.ners82@gmail.com ABSTRAK  Kejadian Resiko Infeksi, resiko cidera dan stress hospitalisasi merupakan tiga kejadian yang seringkali terjadi pada anak yang mengalami rawat inap yang terpasang infus. Selama ini upaya kejadian tersebut hanya diatasi dengan pemasangan penyangga pada tangan dan fiksasi dengan kasa gulung yang dilingkarkan pada lengan anak saja sehingga hal ini hanya dapat mengurangi kejadian resiko infeksi saja. Pemberian produk sarang infus (sarung tangan infus) merupakan upaya untuk mencegah dan mengurangi terjadinya  ketiga kejadian tersebut. Produk sarang infus merupakan inovasi kreatif yang telah dibuat karena selama ini tidak ada produk serupa yang ada di rumah sakit.Riset pemasaran terhadap konsumen produk sarang infus dilakukan untuk mengetahui potensi – potensi pasar dan prilaku – prilaku yang berkembang pada konsumen sehingga dapat diperoleh informasi yang jelas tentang pelanggan produk sarang infus khususnya di Rumah Sakit yang bernaung pada persyarikatan Muhammadiyah di Surabaya-Sidoarjo. Salah satu data yang penting untuk di analisis adalah data tentang segmen – segmen tertentu dari pelanggan serta bagaimana produsen sarang infus tersebut mampu menempatkan posisi produknya pada persepsi konsumen. Hal ini sangat penting untuk menentukan strategi pemasaran. yang sesuai. Pelanggan dari rumah sakit yang jumlahnya banyak di Surabaya dan terpencar – pencar tentunya tidak mungkin kita analisis semua, sehingga diperlukan prosedur riset pemasaran dengan melakukan pengambilan sampel. sampel yang didesain untuk men -dapatkan data tentang karakteristik demografi, psikografi, prilaku dan preferensi konsumen. Selain itu informasi tentang perceptual maping dari konsumen terhadap produk sarang infus sangat diperlukan untuk mengetahui peta persepsi responden terhadap atribut produk sarang infus. Dari data preferensi konsumen terhadap atribut pemasaran produk sarang infus dapat dilakukan segmentasi pelanggan untuk memperoleh informasi tentang kelompok – kelompok pelanggan berdasarkan pilihan terhadap atribut yang paling dipentingkan. Selain itu masing – masing segmen dapat dideskripsikan karakteristik psikografi, demografi dan prilakunya untuk melihat ciri – ciri yang dimiliki masing – masing segmen. Adapun data tentang positioning memberikan informasi posisi produk dalam persepsi pelanggan berdasarkan atribut pemasaran yang diunggulkan pleh produk sarang infus.Dari data yang diperoleh dari pengisian kuisioner setelah validasi melalui Fokus Group Discussion dengan perawat perawat anak di dua Rumah sakit (RS) Muhammadiyah yaitu RS Siti Khodijah Sepanjang dan RSIA Aisyiah Pacarkeling Surabaya didapatkan bahwa pelanggan sarang infus, dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok dengan karakteristik preferensi, demografi, psikografi, dan prilaku yang berbeda – beda. Sedangkan positioning produk sarang infus dalam persepsi konsumen masih  relatif berdekatan untuk beberapa atribut yang diunggulkan, seperti belum ada produk serupa di pasar, produk nyaman dipakai oleh anak-anak, produk dapat memudahkan perawat untuk mengobservasi kondisi infus sesuai dengan tujuan akreditasi rumah sakit namun harga yang ditawarkan produsen dapat meningkatkan biaya pasang infus sehingga untuk sementara hanya dapat dijangkau oleh pasien pasien non pengguna BPJS.Kata kunci                  : produk sarang infus, positioning,segmentasiKorespondensi             : gita.ners82@gmail.com
PENGARUH PROFESIONALISME, PENGETAHUAN MENDETEKSI KEKELIRUAN, DAN ETIKA PROFESI TERHADAP PERTIMBANGAN TINGKAT MATERIALITAS AKUNTAN PUBLIK Marini - Marini
Keberlanjutan : Jurnal Manajemen dan Jurnal Akuntansi Vol 2, No 1 (2017): Keberlanjutan
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.139 KB) | DOI: 10.32493/keberlanjutan.v2i1.y2017.p396-430

Abstract

Abstract Relevance and reliability are the two primary qualities that make accounting information useful for decision making. Therefore, an audit of financial statement is necessary, especially for a Tbk company. To maintain the trust of clients and users of financial statements, the public accountants should to have sufficient competence, such as professionalism, knowledge to detects errors, professional ethics and judgement of materiality level. Purpose of this study is to provide empirical evidence about affect of professionalism, knowledge to detect errors, and professional ethics to the public accountants judgement of materiality level with partial and simultaneous. Population in the study is a public accountant who worked at a Public Accounting Firm in South Jakarta. Sampling technique using convenience sampling method. Data obtained by questionnaire survey completed by the public accountant with 98 respondents from 9 Public Accounting Firm with primary data types. Design is causal research. The results showed that : 1) Professionalism affect of the judgement of materiality level. 2) Knowledge to detect errors did not affect of the judgement of materiality level. 3) Professional ethics affect of the judgement of materiality level. 4) Professionalism, knowledge to detect errors, and professional ethics affect of the judgement of materiality level.                                                                Keyword :    Professionalism, Knowledge to detect errors, Professional ethics and Judgment of materiality level.
Comparative Effects of Yellow Root (Arcangelisia flava (L.) Merr.) Decoctions with Water and Brackish Water on Kidneys and Uterus in Wistar Rats Suwijiyo Pramono; Risqika Y.T. Paramidhita; Marini Marini; Moch. Saiful Bachri
Majalah Obat Tradisional Vol 25, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mot.55178

Abstract

Yellow root (Arcangelisia flava (L.) Merr.) is a medicinal plant used traditionally in Borneo, Indonesia, for several diseases. Nevertheless, it contains berberine alkaloids that are considered harmful. Empirically, based on local wisdom people do not boil yellow roots with water but with brackish water. This study aimed to determine the effects of yellow root decoctions made using water and brackish water on blood biochemical and histopathological profile of kidneys and uterus in Wistar rats after subchronic treatment. Overall, 70 Wistar female rats were divided into seven groups of which three groups were given yellow root water decoctions and three groups were given yellow root brackish water decoctions with doses equivalent to 1.25 g/kg BW, 2.5 g/kg BW and 5 g/kg BW of dried yellow root, whereas the control group was only given Aquadest. After 28 days of treatments, blood samples were obtained for biochemical examination followed by a surgical examination to observe the histological features of the organs. The results revealed significant differences in the blood urea nitrogen (BUN) levels between group that was given water decoction of the yellow root and the control group. On the other hand, the groups that were given brackish water decoction revealed no significant changes, except at  the highest dose. Furthermore, histopathological features of rats treated using all doses of the yellow root water decoctions revealed organ damage compared with the normal group, manifested as hemorrhage, degeneration, and necrosis of the kidneys, as well as epithelial damage and inflammatory infiltration of the uterus.
EFEKTIVITAS PERANGKAP BERPEREKAT SEDERHANA MENGGUNAKAN ATRAKTAN RENDAMAN JERAMI TERHADAP NYAMUK DI LABORATORIUM Lasbudi Pertama Ambarita; Hotnida Sitorus; Tanwirotun Ni'mah; Marini Marini; Katarina Sri Rahayu; Surakhmi Oktavia
SPIRAKEL Vol 11 No 1 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.149 KB)

Abstract

Pengendalian penyakit demam berdarah dengue masih bertumpu kepada kegiatan pengendalian vektor karena hingga saat ini belum ditemukan obat ataupun vaksin yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas perangkat nyamuk berperekat menggunakan atraktan rendaman jerami dengan 4 konsentrasi yang berbeda. Uji efektivitas perangkap berperekat ini dilaksanakan di ruang pemeliharaan nyamuk Laboratorium Entomologi Balai Litbangkes Baturaja. Konsentrasi rendaman jerami yang digunakan adalah 0%, 10%, 50% dan 100% dengan 6 pengulangan. Pengamatan nyamuk yang terperangkap dilakukan setiap hari pada jam yang sama. Hasil penelitian menunjukkan nyamuk mulai terperangkap sejak hari pertama pengamatan pada seluruh konsentrasi. Hari terakhir pengamatan (hari ke-17) menunjukkan jumlah nyamuk paling banyak terperangkap pada konsentrasi 50% (rerata 28,5 nyamuk) diikuti konsentrasi 100% (rerata 26,0 nyamuk), 10% (rerata 20,0 nyamuk) dan 0% (rerata 10,7 nyamuk). Secara statistik hasil uji sidik ragam menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antar konsentrasi atraktan yang digunakan.Komposisi nyamuk yang tertangkap antara lain nyamuk betina lebih banyak tertangkap dibandingkan nyamuk jantan (65%) serta Ae. aegypti dominan terperangkap (95,1%) dibandingkan Culex quinquefasciatus. Meskipun secara statistik tidak terdapat perbedaan antar perlakuan namun bila dilihat dari jumlah nyamuk yang terperangkap perangkap nyamuk berperekat berpotensi digunakan dalam penanggulangan DBD baik dalam konteks pengendalian maupun surveilans.
Co-Authors Aas Mugi Lestari Agung Catur Saputra Ahmad Sayuri Ahmad Taufik Al Afkari Siahaan Ai A’yunin Syam Ai Kurniasih Aisyah Amalina Ajeng D.P Indrageni Ajeng Dwi Pangestika Indrageni Akmal Haadi Alienra Davry Nanda Kadun MT Amalia Sumiar Amallah, Nurlaillah Sari Amin, Suci Angga Anugra Diputra Ani Hartini Anin Chitarisa Silitonga Anis Rosyiatul Husna, Anis Rosyiatul Anjarsari, Irna Ari Amir Alkodri Ari Santoso Widodo Aries Chandra Anandhita Aris Wahyu Kuncoro Aristiana Prihatining Rahayu, Aristiana Prihatining Arumsari, Andini Dwi Ary Dwi Jatmiko Asep Eka Mulyadin Asep Eka Mulyanudin Asih Setyo Rini Astri Pratiwi Astriani Natalia Aurellia Ardhi Azis Sugarna Azmi Darotulmutmainnah Benni Saputra Cici Sri Nurjanah Dahniar Th. Musa Daniar Pratiwi Dea Safitri Dede Nasrullah Destria Efliani Devin Nur Rohman Dharma Setiawan Diana Fitri Dama Yanti Dios Sarkity Egy Nurnabhilah Elly Yanuarti Erica Ayu Damayanti Ersih - Saphira Fany Lesmana Fatma Aula Nursyifa Fatma Aula Nursyifa Fatma Sriardiana Febry Aurora Galla Fendy Suhariadi Finka Yuanita Fitriyani . Fitriyani Fitriyani Fitriyani Fitriyani Gun Gun Heryanto Hadi Nur Amanah Hasan Ipmawan Haty Latifah Priatni Haty Latifah Priatni Herlan Herlan Hernadianto, Hernadianto Hesti Setiorini Hetty Murdiyani, Hetty Hida Nurhekmy Hikmatul Hasanah Hotnida Sitorus Hurin Ain Fakhirah Alamsyah Ii Carsita Imas Maesaroh Intansakti Pius X Irfan Muhammad Judith Syifa Fauziah Maria Rahman Juleha Juleha Kabib Sholeh Katarina Sri Rahayu Khairul Bahrun Koen Hendrawan Kristina Natasari Lasbudi Pertama Ambarita Listari Noviyanti Lusinta Dwi Kurniawati Ma'rifah, Umi Maesaroh, Imas Marselino Saputra Mbusa Marta Kusuma Putri Meilaty Finthariasari Meilaty Finthariasari Mirna Mirna Moch Affan Shafry B Moch. Saiful Bachri Moch. Syakroni Mochamad Farel Akbar Muhamad Ari Yanuar Muhammad Ari Yanuar Muhammad Faiz M.S Muhammad Faiz Muzaqi Suparman Mukadar, Amir Munjiat Irvaatun Hidayah Murtanto Murtanto Muthia Maslinoviyani Nerly Juli Pranita Simanjuntak Nesha Anggraini Panjaitan Nisa, Ishmatun Nova Oktavia Novianty Kusumawardani Nufa Abriana Nur Azizah Okta Amiko Naka Pambuko Naryoto Putri Lisdiyanti Rahma Nadine Az Zahra Rapi Rapi Reiki Nauli Harahap Rena Meutia Ridho Theosepty Onedi Purba Rina Nurhayatina Rina Yuniarti, Rina Riskiatul Mutamima Risna Nur Shapira Risqika Y.T. Paramidhita Ro'ifah Ro'ifah Rosyida, Anis Ryan Farhan Pebrian Safril Umar Ashiddiqi Salas, Hagi Julio Salas, Hugo Julio Sanjaya, Makroen Sarwindah - Sarwindah Sarwindah Sarwindah Sinta Partiwi Sinta Purnamasari Siti Hanan Siti Sarah, Siti Sofiya Ulfa Suherni Suherni Sukardi Sukardi Sulis Setya Damayanti Supatmi Supatmi Surakhmi Oktavia Suwijiyo Pramono Talitha Nabila Tanwirotun Ni'mah Tanwirotun Ni'mah Tri Sugihartono Triuli Novianti, Triuli Vina Erni Pratiwi Vivin Mahdalena Wahab Nur Kadri Widi Wahyudi wilda yuniar Wilianarti, Pipit Festi Winda Safitri Yuanita Wulandari Yulianti Yulianti Yuliyanti Yuliyanti Yusmaniarti Zahrotun Nisa, Zahrotun