Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

KAJIAN PELAYANAN ANTENATAL K4 DAN PERTOLONGAN PERSALINAN DI PUSKESMAS KABUPATEN PATI Nafiah, Ulin; Setiawati, Indayana
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 15, No 2 (2019): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.058 KB) | DOI: 10.33658/jl.v15i2.142

Abstract

ENGLISHThe services of K4 pregnant women are a complete range of antenatal services that meet minimum service standards. This study aim was to analyze the implementation of antenatal K4 in the Community Health Center of Pati District. This research used a qualitative approach with phenomenological evidents, to provide an overview of the experiences of midwives in antenatal K4 and delivery assistance in community health centers in order to reduce MMR. The main informants were 5 midwives and triangulation including 2 head of the community health center, 2 doctors at the community health center, and 1 head of the family health section. The research used purposive sampling. The results showed that the K4 service at the community health center was carried out by midwives and doctors, with its operational application known as a minimum service standard (10T). Most childbirth assistance has been conducted at the community health center by midwives and doctors (on call). If complications are found in childbirth, the midwife will coordinate with the clinic doctor to make a referral letter. K4 coverage has not been fulfilled so it is necessary to promote K4 antenatal services to the community. INDONESIAPelayanan ibu hamil K4 merupakan  cakupan pelayanan antenatal secara lengkap yang memenuhi standar pelayanan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pelayanan antenatal K4 di Puskesmas Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, untuk memberikan gambaran tentang pengalaman bidan dalam program K4 dan pertolongan persalinan di Puskesmas dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Informan utama 5 bidan dan triangulasi pada 2 Kepala Puskesmas, 2 dokter Puskesmas, dan 1 Kepala Seksi Kesehatan Keluarga. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan K4 di Puskesmas dilaksanakan oleh bidan dan dokter dengan penerapan operasionalnya dikenal standar pelayanan minimal (10T). Pertolongan persalinan sebagian besar sudah di Puskesmas oleh bidan dan dokter (on call). Jika ditemukan penyulit dalam persalinan, bidan akan berkoordinasi  dengan dokter puskesmas untuk membuat surat rujukan. Cakupan K4 belum terpenuhi sehinggga perlu promosi pelayanan antenatal K4 kepada masyarakat.  
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 0-24 BULAN DI DESA TRIGUNO KECAMATAN PUCAKWANGI KABUPATEN PATI Nurul Alfiyah; Ulin Nafiah
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1414.598 KB) | DOI: 10.52299/jks.v7i2.28

Abstract

Orang tua memiliki peran penting dalam optimalisasi perkembangan seorang anak. Orang tua harus selalu memberikan rangsang/stimulasi kepada anak dalam semua aspek perkembangan. Stimulasi harus diberikan secara rutin dan berkesinambungan agar perkembangan anak berjalan dengan optimal. Kurangnya stimulasi dapat mengakibatkan keterlambatan perkembangan anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi Dengan Perkembangan Anak Usia 0-24 Bulan Di Desa Triguno Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel 60 orang yang mempunyai anak usia 0-24 bulan. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan checlist KPSP. Kuantitatif data dianalisis dengan uji chi square menggunakan metode yate’s correction. Hasil penelitian diperoleh p value (0,000) < α (0,05) atau X² hitung (31,139) > X² tabel (3,84146). Maka Ha diterima, Ada hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Stimulasi Dengan Perkembangan Anak Usia 0-24 Bulan Di Desa Triguno Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati. Tingkat pengetahuan ibu tentang stimulasi diperoleh hasil sebagian besar berpengetahuan baik sebanyak 39 orang (65%), berpengetahuan cukup 18 orang (30%), dan responden berpengetahuan kurang 3 orang (5%). Berdasarkan perkembangan anak usia 0-24 bulan diperoleh hasil perkembangan anak sesuai dengan usia sebanyak 36 anak (60%), perkembangan anak meragukan sebanyak 22 anak (36,67%), dan perkembangan anak tidak sesuai dengan usia sebanyak 2 anak (3,33%).
Factors Related to the Implementation of Infection Prevention Procedures on Normal Delivery Cares in Pati District (Study on Normal Delivery Care Trained Midwives) Ulin Nafiah; Cahya Tri Purnami; Lucia Ratna Kartika Wulan
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 2 (2014): Agustus 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.53 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.2.2014.%p

Abstract

AbstrakAKI di Kabupaten Pati tahun 2011 meningkat lagi menjadi 24 kasus (116.17/100.000 KH) dengan penyebab langsung kematian ibu masih saja didominasi oleh perdarahan 3 kasus (12.5%), infeksi 2 kasus (8.33%), hipertensi 8 kasus (33.33%), eklamsi 1 kasus. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tindakan pencegahan infeksi pada pertolongan persalinan oleh bidan desa pasca pelatihan asuhan persalinan normal di Kabupaten Pati.Jenis penelitian observasional dengan pendekatan  cross sectional  Populasi adalah seluruh bidandesa pasca pelatihan APN. Jumlah sempel 69 bidan desa pasca pelatihan APN dipilih secara  purposive dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dengan kuesioner terstruktur dan observasi langsung. Data dianalisis secara kuantitatif dengan uji korelasi Chi-square dengan metode Yate Correction dan regresi logistik linear.Responden mempunyai pengetahuan baik (76,2%), responden mempunyai sikap baik (75,0%), responden mempunyai motivasi baik (71,4%), responden mempunyai persepsi terhadap supervisi baik (69,8%), responden mempunyai peralatan lengkap (70,8%), responden melaksanakan prosedur pencegahan infeksi dalam kategori baik (59,4%). Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan prosedur pencegahan infeksi adalah pengetahuan (ρ = 0,001), sikap (ρ = 0,0001), motivasi (ρ = 0.004), supervisi (ρ = 0,046), peralatan (ρ = 0,008).Semua variabel (pengetahuan, sikap, motivasi, supervisi, dan peralatan) berpengaruh terhadap pelaksanaan prosedur pencegahan infeksi karena nilai signifikan dibawah 0.05 (p-value < 0.05) namun variabel yang paling berpengaruh adalah sikap (p-value = 0.000, Exp(B) =9.6000)  dan pengetahuan (p-value = 0.001, Exp(B) = 6.400).Kepada Dinas Kesehatan dan organisasi IBI Kabupaten Pati untuk memberikan pembinaan agar lebih meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan bidan desa yang terkait dengan tugas dan fungsi bidan lewat pelatihan-pelatihan, supervisi yang positif terutama tentang prosedur pencegahan infeksi pada pertolongan persalinan. AbstractMaternal mortality rate (AKI) in Pati district in 2011 increased to 24 cases (116.17/100000 live- births). Direct causes of maternal death were dominated by hemorrhage (3 cases or 12.5%), infection (2 cases or 8.33%), hypertension (8 cases or 33.33%), and eclamsia (1 case). Therefore, analysis of factors affecting the implementation of infection prevention actions in the delivery assisted by village midwives with post normal-delivery care (APN) training in Pati district was done. This was an observational study with cross sectional approach. The number of samples was 69 village midwives with post APN training. They were selected purposively according to the inclusion criteria. Data were collected through interview guided by structured questionnaire and through direct observation. Data were analyzed quantitatively by applying Chi Square test, Yate Correction, and linear logistic regression. Results of the study showed that respondents had good knowledge (76.2%), good attitude (75.0%), good motivation (71.4%), good perception on supervision (69.8%), complete instruments (70.8%), and good category for the implementation of infection prevention procedure (59.4%). Factors affecting the implementation of infection prevention procedure were knowledge (p= 0.001), attitude (p= 0.0001), motivation (p= 0.004), supervision (p= 0.046), instruments (p= 0.008). All variables (knowledge, attitude, motivation, supervision, and instruments) influenced the implementation of infection prevention procedure (p-value d” 0.05). However, the most influencing variables were attitude (p= 0.000, Exp(B) = 9.60) and knowledge (p= 0.001, Exp(B) = 6.40). Suggestions for district health office and IBI organization of Pati district are to give guidance to improve skills and knowledge of village midwives related to the job and function of midwives; it can be done through trainings, positive supervision mainly on infection prevention procedure in delivery assistance.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas tentang Efektifitas Teknik Marmet dan Pijat Oksitosin dengan Kelancaran Pengeluaran ASI di BPM Erwatun Desa Jambean Kidul Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati Ulin Nafiah; Eny Rofiqoh
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 1 (2017): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.909 KB) | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol1.iss1.18

Abstract

Penurunan produksi dan pengeluaran ASI pada hari–hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin sangat berperan dalam kelancaran produksi dan pengeluaran ASI. Usaha untuk melakukan rangsangan hormon tersebut, dapat dilakukan dengan cara mengkombinasikan teknik marmet dan pijat oksitosin. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Efektifitas Teknik Marmet dan Pijat Oksitosin dengan Kelancaran Pengeluaran ASI di BPM Erwatun Desa Jambean Kidul Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati. Jenis penelitian korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel 30 orang ibu nifas, dengan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang digunakan sebagai alat ukur. Analisis data dengan uji chi square menggunakan metode yate’s correction. Hasil Penelitian diperolehpengetahuan ibu nifas tentang efektifitas kombinasi teknik marmet dan pijat oksitosin berpengetahuan kurang 7 responden (23,3%) berpengetahuan cukup 12 (40,0%) dan sisanya 11 responden (36,7%) berpengetahuan baik. Kelancaran pengeluaran ASI, tidak lancar 14 responden (46,7%), lancar 16 responden (43,3%). Hasil uji statistik menggunakan chi square test diperoleh hasilp value (0, 046) < α (0,05) atau X2 hitung (3,999) > X2 tabel (3, 84146), Ha diterima, ada Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Efektifitas Teknik Marmet dan Pijat Oksitosin dengan Kelancaran Pengeluaran ASI di BPM Erwatun Desa Jambean Kidul Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati.
Regular Consumption of Iron Tablets With Anemia in Pregnant Mothers Ulin Nafiah
International Journal of Health and Medicine Vol. 1 No. 3 (2024): July : International Journal of Health and Medicine
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhm.v1i3.40

Abstract

Pregnant mothers are one of the groups vulnerable to malnutrition, as there is an increased nutritional need to meet the needs of the mother and the conceived fetus. During pregnancy, the benefits of taking iron tablets or Fe regularly can increase Hb levels so that pregnant mothers do not subsequently have anaemia and can prevent the occurrence of bleeding at the time of delivery, but there are still many pregnant women who are irregular in taking iron pills up to at least 90 tablets. Objective: This study aims to find out the link between regular consumption of iron tablets and the incidence of anaemia in pregnant women in the village of Margorejo. Methods: The type of surveillance used is analytical observational with a Crosectional approach. The population in this study is a pregnant woman of the third trimester in the village of Margorejo. The sample was taken using a saturated sampling method of 30 respondents. The data analysis used is a know-control correlation test. Results: Research results show that the correlation value is 0.541 and the p-value is 0.015 with a significant value of α 0.05. Conclusion: there is a link between regular consumption of iron tablets and anaemia in pregnant mothers
IMPLEMENTASI ONE HUSBAND ONE CLIENT UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN IBU HAMIL MENGKONSUMSI TABLET FE DI DESA LANGENHARJO Ulin Nafiah; Tri Ari P; Naila Nihayatin Ni’mah; Lulu’ Fitri Nurhidayah Syafa’ati
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Volume 3 No 2: Oktober 2023
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/eb1z8941

Abstract

Abstrak Zat Besi merupakan tablet mineral yang diperlukan tubuh untuk pembentukan sel darah merah atau hemoglobin. Unsur Fe merupakan unsur paling penting untuk pembentukan sel darah merah. Zat besi secara alamiah didapatkan dari makanan. Jika manusia kekurangan zat besi pada menu makanan yang dikonsumsinya sehari-hari, dapat menyebabkan gangguan anemia gizi (kurang darah). Tablet zat besi (Fe) sangat dibutuhkan oleh wanita hamil, sehingga ibu hamil diharuskan untuk mengonsumsi tablet Fe minimal sebanyak 90 tablet selama kehamilannya. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan suami ibu hamil mengenai anemia dan pencegahan anemia, meningkatkan pendampingan suami terhadap ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe dan meningkatkan kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet Fe. Kegiatan dilakukan pada tanggal 19-23 Februari 2022 dengan tiga agenda, pemberian penyuluhan pada hari pertama, observasi, dan evaluasi. Pendidikan kesehatan dilaksanakan di desa Langgenharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil dan suami ibu hamil. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa pendampingan dan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet. Hasil: Kegiatan pendampingan telah dilaksanakan dan mendapat respon yang baik dari ibu hamil dan suami ibu hamil. Terjadi kenaikan pengetahuan suami ibu hamil setelah dilakukan pendampingan serta terjadi peningkatan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe setelah dilakukan pendampingan.   Kata kunci : pendidikan kesehatan, kepatuhan, one husband one client, anemia   Abstract Iron (Fe) tablets are mineral tablets needed by the body for the formation of red blood cells or hemoglobin. Fe is the most important element for the formation of red blood cells. Iron is naturally obtained from food. If humans lack iron in the diet they consume daily, it can cause nutritional anemia (lack of blood). Iron (Fe) tablets are needed by pregnant women, so pregnant women are required to take at least 90 tablets of Fe during pregnancy. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women's husbands about anemia and prevention of anemia, increase husband's assistance to pregnant women who consume Fe tablets and improve pregnant women's adherence to Fe tablets. The activity was carried out on 19-23 February 2022 with three agendas, providing counseling on the first day, observation, and evaluation. Health education was carried out in Langgenharjo village, Margorejo sub-district, Pati district. The target of the activity is pregnant women and husbands of pregnant women. The method used in this activity is in the form of mentoring and health education using leaflet media. Results: Mentoring activities have been carried out and received a good response from pregnant women and pregnant women's husbands. There was an increase in the knowledge of pregnant women's husbands after mentoring and an increase in the compliance of pregnant women taking Fe tablets after mentoring.   Keywords: health education, compliance, one husband one client, anemia  
Senam Hamil sebagai Latihan Fisik pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Randudongkal Pemalang Nafiah, Ulin; Miskli Meilia, Triana; Daima Ulfa, Zuly
Jurnal Keolahragaan JUARA Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Keolahragaan Juara
Publisher : Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/juara.v4i1.13425

Abstract

Pregnancy is physiological, but often in the third trimester, pregnant women had complaints of back pain. One of the exercises or stretches is pregnancy exercise. The research aims to analyze pregnancy exercise for back pain complaints. The research method is quasi-experimental with a one group pretest posttest design. The sample was pregnant women in the third trimester who complained of low back pain (18 people). Bivariate analysis to test the effectiveness of pregnancy exercise and prenatal yoga on back pain, was determined based on the normality test so that it used Wilcoxon. The results of the p-value analysis in the pregnancy exercise group was 0.000, which means there was effectiveness of pregnancy exercise for back pain, and in the prenatal yoga group it was 0.000 so that there was effectiveness of prenatal yoga for back pain in third trimester pregnant women. Pregnancy exercise is an optional exercise that are useful for reducing back pain which is often a complaint of third trimester pregnant women.
DETEKSI DINI STUNTING PADA BAYI DAN BALITA DI PUSKESMAS TLOGOWUNGU Ulin Nafiah; Yeni Rusyani; Erlangga Mandala Sakti; Florianus H.M Mawo
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/kespera.v3i2.42

Abstract

Abstrak Masalah gizi jika tidak ditangani akan menimbulkan masalah lebih besar, bangsa Indonesia dapat mengalami lost generation. Indonesia merupakan negara dengan urutan ke–17 dari 117 negara yang memiliki masalah gizi kompleks stunting, wasting dan overweight. Kejadian  stunting merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu 27,5% menjadi 29,6% tahun 2017 dan 30,8% pada tahun 2018. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu bayi dan balita mengenai deteksi dini stunting pada bayi dan balita,. kegiatan dilakukan pada tanggal 18 April 2024 dengan tiga agenda, pemeriksaan antopometri, penimbangan berat badan, pembagian doorprise, dan pemberian penyuluhan dan evaluasi. Pendidikan kesehatan dilaksanakan di wilayah Puskesmas Tlogowungu, Kecamatan Tlogowungu, kabupaten Pati. Sasaran kegiatan adalah ibu yang memiliki bayi dan balita. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa pemeriksaan antopometri menggunakan tikar stunting dan stutur meter, timbangan berat badan dan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet dan lembar balik. hasil: kegiatan pendampingan telah dilaksanakan dan mendapat respon yang baik dari ibu dan balita. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu bayi dan balita setelah dilakukan penyuluhan tentang deteksi dini stunting pada bayi dan balita..   Kata kunci : gizi, deteksi dini, balita, stunting, lost generation   Abstract If nutritional problems are not addressed, they will cause bigger problems, the Indonesian nation could experience a lost generation. Indonesia is the 17th country out of 117 countries that has complex nutritional problems of stunting, wasting and overweight. Stunting is a major nutritional problem facing Indonesia. Based on Nutritional Status Monitoring (PSG) data over the last three years, it has increased from 2016, namely 27.5% to 29.6% in 2017 and 30.8% in 2018. The aim of this community service is to increase the knowledge of mothers of babies and toddlers regarding early detection of stunting in babies and toddlers. The activity was carried out on April 18 2024 with three agendas, anthropometric examination, body weight weighing, door prize distribution, and providing counseling and evaluation. Health education is carried out in the Tlogowungu Community Health Center area, Tlogowungu District, Pati Regency. The target of the activity is mothers who have babies and toddlers. The methods used in this activity are anthropometric examinations using stunting mats and stucture meters, weight scales and health education using leaflets and flip sheets. results: mentoring activities have been implemented and received a good response from mothers and toddlers. There was an increase in the knowledge of mothers of babies and toddlers after providing outreach about early detection of stunting in babies and toddlers.   Keywords: nutrition, early detection, toddlers, stunting, lost generation
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Tanda Bahaya Kehamilan Di Desa Menganti, Kedung Jepara Ratna Ratna; Dwi Puji Susanti; Ulin Nafiah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1323

Abstract

Salah satu faktor utama penyebab kematian ibu adalah keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya kehamilan. Padahal, deteksi dini terhadap risiko kehamilan dapat mencegah komplikasi yang berujung pada kematian ibu maupun bayi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam mengenali dan mendeteksi secara dini tanda-tanda bahaya kehamilan di Desa Menganti, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Latar belakang kegiatan ini adalah masih tingginya angka komplikasi kehamilan yang terlambat ditangani karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengenali gejala awal kondisi berisiko. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan interaktif, dan simulasi studi kasus. Materi yang diberikan meliputi pengenalan tanda bahaya kehamilan seperti perdarahan, nyeri perut hebat, tekanan darah tinggi, gerakan janin berkurang, dan gejala preeklamsia. Pelatihan ini diikuti oleh 25 kader Posyandu yang aktif di wilayah tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan, yang dibuktikan melalui pre-test dan post-test. Kader juga menunjukkan antusiasme tinggi dan menyatakan komitmen untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan pelayanan Posyandu sehari-hari. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas kader dalam melakukan deteksi dini tanda bahaya kehamilan, yang diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan risiko komplikasi dan kematian ibu hamil di tingkat desa. Ke depan, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala dan disertai monitoring untuk memastikan kesinambungan dampaknya.
PEMBERIAN EDAPISIN (EDAMAME DAN PIJAT OKSITOSIN) DAPAT MENINGKATKAN PRODUKSI ASI IBU NIFAS DI PUSKESMAS NGAWEN KABUPATEN BLORA Ardhita Listya Fitriani; Ulin Nafiah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor penyebab rendahnya pemberian ASI eksklusif salah satunya adalah produksi ASI tidak lancar. Penatalaksanaan nyeri secara non farmakologis yang diharapkan meningkatkan produksi ASI adalah pemberian Edapisin (Edamame Dan Pijat Oksitosin). Untuk mengetahui mengetahui pengaruh Edapisin (Edamame Dan Pijat Oksitosin) terhadap produksi ASI ibu nifas di Puskesmas Ngawen. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitian pre experimental dengan pendekatan menggunakan desain penelitian one grup pretest and post test design. Populasi penelitian ini yaitu semua ibu nifas hari ke 2-8 di Puskesmas Ngawen, Kabupaten Blora pada 23 Juni 2024 sampai 3 Juli  2024 jumlah populasi 32 responden. Sampel penelitian sejumlah 20 responden. Tehnik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan wilcoxon. Produksi ASI sebelum diberikan Edapisin (Edamame Dan Pijat Oksitosin) di Puskesmas Ngawen memiliki median 22,4 ml. Produksi ASI produksi ASI sesudah diberikan Edapisin (Edamame Dan Pijat Oksitosin) di Puskesmas Ngawen memiliki median 41,9 ml. Ada pengaruh Edapisin (Edamame Dan Pijat Oksitosin) terhadap produksi ASI ibu nifas di Puskesmas Ngawen (0,00010,05). Ada pengaruh Edapisin (Edamame Dan Pijat Oksitosin) terhadap produksi ASI ibu nifas di Puskesmas Ngawen. Hasil penelitian ini diharapkan bidan dapat memberikan Edapisin (Edamame Dan Pijat Oksitosin) untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. AbstractOne of the factors causing the low level of exclusive breastfeeding is the production of breast milk is not smooth. Non-pharmacological pain management which is expected to increase milk production is the administration of Edapisin (Edamame and Oxytocin Massage). To determine the effect of Edapisin (Edamame and Oxytocin Massage) on breast milk production for postpartum mothers at Ngawen Health Center. This type of research is quantitative, pre-experimental research design with a one-group pretest and post-test design approach. The population of this study were all postpartum mothers on days 2-8 at the Ngawen Health Center, Blora Regency on June 23 to July 3 2022 with a population of 32 respondents. The research sample is 20 respondents. The sampling technique in this research is purposive sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis using Wilcoxon. Breast milk production before being given Edapisin (Edamame and Oxytocin Massage) at Ngawen Health Center had a median of 22.4 ml. Breast milk production after being given Edapisin (Edamame and Oxytocin Massage) at Ngawen Health Center had a median of 41.9 ml. There is an effect of Edapisin (Edamame and Oxytocin Massage) on the milk production of postpartum mothers in Ngawen Public Health Center (0.0001 0.05). There is an effect of Edapisin (Edamame and Oxytocin Massage) on the milk production of postpartum mothers in Ngawen Health Center. The results of this study are expected that midwives can provide Edapisin (Edamame and Oxytocin Massage) to increase breast milk production in postpartum mothers.