Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SPEKTRA KOMUNIKA

MODEL RETORIKA AHMAD MUWAFIQ PADA CHANNEL YOUTUBE GUS MUWAFIQ OFFICIAL EDISI 15 NOVEMBER 2020 Nashichun Amin; Sayidah Afyatul Masruroh
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 1 No 1 (2022): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/.v1i1.2348

Abstract

Di era modern ini, manusia mampu berfikir cepat dan instan, manusia modern saat ini mengandalkan internet untuk sebagian besar keingintahuannya, begitu juga mengasah ilmu pengetahuan yang sifatnya luas dan tak terbatas, kini ada dan dapat di akses 24 jam pada internet, youtube salah satunya. Dalam youtube ini banyak orang menyampaikan gagasan serta pendapatnya akan berbagai hal atau yang sifatnya sedikit merucut pada pembahasan suatu hal saja. Sama halnya yang disampaikan Ahmad Muwafiq atau yang lebih dikenal Gus Muwafiq pada salah satu kajiannya melalui channel youtube Gus Muwafiq Official edisi 15 November 2020. Di sana Gus Muwaffiq memberikan kajian mendalam mengenai sejarah masuknya Islam di nusantara, dengan beberapa hal dan adat istiadat yang masih banyak dilakukan oleh umat muslim, tentu dengan bahasa yang juga mudah dipahami.
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA SANTRI ODGJ DI PONDOK PESANTREN SUNAN KALIJAGA Ai Nursyamsiah; Sayidah Afyatul Masruroh; Shofa Nadya Rahmah
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 1 (2025): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i1.9512

Abstract

Abstrak: Komunikasi Terapeutik merupakan pendekatan komunikasi yang bertujuan menciptakan hubungan yang positif antara perawat dan pasien untuk mendukung proses penyembuhan Orang Dengan gangguan Jiwa (ODGJ). Pondok pesantren Sunan Kalijaga menjadi salah satu lembaga pesantren yang menjadi wadah rehabilitasi santri ODGJ dengan pendekatan komunikasi terapeutik. Penelitian ini juga mengkaji dua fokus penelitian yang telah ditentukan oleh peneliti seperti proses komunikasi terapeutik dan efek komunikasi terapeutik yang diterapkan kepada santri ODGJ di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Kesamben Jombang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, jenis penelitian deskriptif, yang bersifat field research (penelitian lapangan). Data yang dikumpulkan melalui wawancara dengan Kyai Miftahul Falaq, pengurus dan santri ODGJ. Observasi di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga dan dokumentasi terkait. Teknis analisis data yang dilakukan adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik yang diterapkan pada santri ODGJ di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga melalui kegiatan interaksi secara perlahan, rutin dan berulang-ulang  serta memberikan motivasi. Pendekatan spiritual seperti mengaji kitab dan Al-Quran, shalat berjamaah, serta tawasul, doa dan shalawat bersama. Jangka proses komunikasi terapeutik memerlukan kurun waktu yang cukup panjang untuk kesembuhan santri ODGJ. Pendekatan komunikasi terapeutik di lingkungan pondok pesantren terbukti efektif yaitu meningkatkan perkembangan santri ODGJ, membangun kepercayaan antara pengasuh, pengurus dan santri ODGJ, mendorong santri ODGJ untuk lebih mandiri dan mampu kembali ke masyarakat untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi studi  lanjutan dan memberikan kontribusi informasi mengenai praktik komunikasi terapeutik di lingkungan pondok pesantren.  Abstract: Therapeutic Communication is a communication approach aimed at fostering a positive relationship between nurses and patients to support the healing process of People with Mental Disorders (ODGJ). Pondok Pesantren Sunan Kalijaga serves as one of the Islamic boarding schools that provides rehabilitation for ODGJ students through the application of therapeutic communication. This study explores two main research focuses: the process and the effects of therapeutic communication implemented for ODGJ students at Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Kesamben Jombang. The research employs a qualitative approach with a descriptive type and is categorized as field research. Datas were collected through interviews with Kyai Miftahul Falaq, boarding school administrators, ODGJ students, as well as through observation at the pesantren and supporting documentation. The data analysis techniques used include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings of the study indicate that therapeutic communication applied to ODGJ students at Pondok Pesantren Sunan Kalijaga is carried out through gradual, consistent, and repeated interactions, along with motivational efforts. Spiritual approaches, such as studying religious texts, reciting the Quran, performing congregational prayers, tawasul, supplication, and collective recitation of shalawat, are also integrated into process. The therapeutic communication process requires a considerable amount of time to support the full recovery of ODGJ students. The therapeutic communication in the pesantren environment has proven effective in enhancing the development of ODGJ students, building trust between Gus Miftah, administrators, and the ODGJ students, and encouraging ODGJ students to become more independent, and reintegrate into society. This research is expected to serve as a reference for future studies and contribute valuable insight into the implementation of therapeutic communication in the Pesantren environment.
IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA PADA MASYARAKAT DESA GROGOL KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG Husen, Fajar Muhamad; Sayidah Afyatul Masruroh; Nor Azeera Binti Adam
Spektra Komunika : Jurnal Komunikasi & Dakwah Vol 5 No 1 (2025): SPEKTRA KOMUNIKA : Jurnal Komunikasi & Dakwah
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/spektra.v5i1.9524

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi moderasi beragama pada masyarakat Desa Grogol, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori interaksi simbolik Herbert Blumer. Fokus penelitian meliputi: (1) bentuk implementasi moderasi beragama, (2) peran pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat dalam memperkuat moderasi beragama, serta (3) makna simbolik yang muncul dalam praktik kehidupan sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama di Desa Grogol berakar pada nilai adat, budaya, dan kekeluargaan yang memperkuat toleransi dan kebersamaan lintas keyakinan. Pemerintah desa dan tokoh agama berperan aktif melalui sosialisasi, pelayanan publik yang adil, kegiatan lintas agama, dan keteladanan sikap toleran. Hubungan antara budaya dan agama mencerminkan interaksi simbolik yang membangun harmoni antara umat Islam dan Kristen. Nilai kesederhanaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap sesama menjadi simbol sosial yang memperkuat praktik moderasi beragama di tingkat lokal. This study describes the implementation of religious moderation among the people of Grogol Village, Diwek District, Jombang Regency. The research employed a qualitative approach using Herbert Blumer’s symbolic interactionism theory. The focus of this study includes: (1) the implementation of religious moderation in community life, (2) the roles of village government, religious leaders, and community members in strengthening religious moderation, and (3) the shared symbolic meanings that shape interfaith harmony. The findings reveal that religious moderation in Grogol Village is rooted in local customs, culture, and kinship values that promote tolerance and togetherness across faiths. The village government and religious leaders actively support religious moderation through public service fairness, interfaith activities, socialization, and modeling tolerant behavior. The interplay between culture and religion reflects symbolic interactions that nurture harmony between Muslim and Christian communities. Simplicity, mutual cooperation, and respect for others serve as meaningful social symbols that reinforce religious moderation at the local level.