Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

UPAYA MENDUKUNG AKREDITASI INTERNASIONAL (ASIIN) MELALUI PELATIHAN PENYUSUNAN SEMESTER LEARNING PLAN DAN RUBRIC OF ASSESSMENT L Endah Cahya Ningrum; I Gusti Putu Asto Buditjahjanto; Meini Sondang Sumbawati; Mahendra Widyartono
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v5i2.36833

Abstract

Akreditasi merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi yang termasuk dalam SPME. Prodi S1 PTE, FT, Unesa telah mendapatkan akreditasi oleh ASIIN yang dikonversi oleh BAN-PT menjadi akreditasi “Unggul”. Hasil akreditasi tersebut berlaku selama 1 tahun dan untuk memperpanjangnya prodi menunggu jadwal asesmen lapangan. Asesmen lapangan membutuhkan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak terutama dosen di JTE sebagai pengampu mata kuliah.  Dukungan dan partisipasi tersebut berupa opTimalisasi persiapan, pelaksanaan, dan penilaian hasil belajar pada setiap mata kuliah. Sehingga Tim PKM memberikan solusi yang berupa pelatihan. Pelatihan tersebut terdiri dari empat tahap yaitu Persiapan, Sosialisasi, Pelatihan dan Pendampingan, serta Evaluasi. Pada tahap persiapan telah ditemukan permasalahan  tentang persiapan asesmen lapangan prodi. Kemudian Tim PKM memberikan solusi berupa pelatihan penyusunan Semester Learning Plan (SLP) dan Rubric of Assessment. Tahap sosialisasi dilakukan oleh Kaprodi S1 PTE dengan pemaparan Summary of Curriculum. Tahap pelatihan diikuti oleh dosen di JTE yang berjumlah 28 dosen. Kegiatan dilanjutkan pendampingan pembuatan perangkat pembelajaran secara intensif untuk masing-masing peserta pelatihan. Tahap evaluasi dilakukan oleh Kaprodi S1 PTE yang berkaitan dengan pelaksanaan pelatihan secara keseluruhan. Output pelatihan berupa SLP untuk 28 mata kuliah di semester Ganjil 2021/2022 dan template Rubric of Assessment.
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN PENDEKATAN GAMIFICATION BERBASIS APLIKASI VOLTSIM – CIRCUIT SIMULATOR TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X TEI DI SMK NEGERI 1 DRIYOREJO Mustofa Ramadhani; L Endah Cahya Ningrum; Nur Kholis; Muhamad Syariffuddien Zuhrie
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro (Agustus 2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran ideal seharusnya mampu menciptakan suasana yang gembira dan menginspirasi agar peserta didik berpartisipasi dengan aktif saat belajar lalu memahami materi secara mendalam. Namun, hasil belajar di kelas X TEI SMKN 1 Driyorejo elemen komponen aktif dan pasif hasilnya masih perlu ditingkatkan. Penelitian dilakukan agar model Problem Based Learning pendekatan gamification dibantu aplikasi Voltsim – Circuit Simulator terhadap hasil belajar dapat dianalisis efektivitasnya. Dalam penelitian metode yang diterapkan yaitu kuasi eksperimen varian nonequivalent control group design. Lalu sampel berjumlah 52 responden, masing-masing 26 orang di kelompok eksperimen dan juga kontrol. Instrumen yang diterapkan merupakan sebuah tes pengetahuan dan dilakukan validasi oleh dua guru dan satu dosen ahli. Analisis data yang dihasilkan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dengan hasil Z -4,474, kemudian nilai signifikansi 0,000, artinya terdapat pengaruh untuk perlakuan. Nilai rerata n-gain yang didapatkan 0,3182 merupakan kriteria Sedang. Selain itu, uji Mann-Whitney didapatkan Z dengan nilai -2,890 lalu signifikansi 0,004 dan juga rerata peringkat kelompok eksperimen yaitu 32,54, yang lebih tinggi daripada kelompok kontrol bernilai 20,46. Berdasarkan analisis, dapat ditarik kesimpulannya bahwa hasil belajar meningkat lebih besar jika diterapkan model Problem Based Learning dengan pendekatan gamification dengan aplikasi Voltsim – Circuit Simulator daripada model Discovery Learning dengan pendekatan konstruktivisme berbasis aplikasi Every Circuit.
PENGEMBANGAN TRAINER GAYA DORONG MOTOR BRUSHLESS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN INSTALASI MOTOR LISTRIK SMK PENERBANGAN Ayoeb Asih Satriya; Joko Joko; Fendi Achmad; L Endah Cahya Ningrum
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro (Agustus 2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar untuk meningkatkan pembelajaran praktik instalasi motor listrik, diperlukan media pembelajaran inovatif yang mampu memfasilitasi pemahaman dan keterampilan peserta didik secara optimal. Salah satu solusi yang dikembangkan adalah trainer gaya dorong motor brushless. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sekaligus mengevaluasi pengaruh media trainer terhadap capaian belajar siswa pada mata pelajaran instalasi motor listrik di SMK Penerbangan. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE. Subjek penelitian terdiri atas 35 siswa kelas XI-H. Instrumen yang digunakan mencakup lembar validasi dari ahli media, angket minat belajar peserta didik, serta soal pre-test dan post-test, serta lembar observasi psikomotorik. Hasil validasi menunjukkan bahwa media trainer memperoleh nilai 92,2%, angket minat 96,79%, soal pre-post test 85,83%, dan lembar observasi 84,71% yang semuanya berada pada kategori layak digunakan. Aspek kepraktisan menunjukkan nilai 100% untuk trainer dan 81,96% dari respon peserta didik, keduanya tergolong sangat praktis. Aspek keefektifan ranah kognitif yang diukur dengan uji N-Gain memperoleh nilai 0,60 (kategori sedang), sedangkan ranah psikomotorik melalui uji one sample t-test menunjukkan signifikansi 0,000, yang berarti hasil belajar psikomotorik telah melampaui KKTP sebesar 75. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa trainer gaya dorong motor brushless valid, praktis, dan efektif serta terbukti mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan minat serta capaian hasil belajar peserta didik.
HUBUNGAN TECHNICAL SKILL DAN PENGALAMAN PRAKTIK INDUSTRI TERHADAP KESIAPAN TECHNOPRENEURSHIP DI ERA SOCIETY 5.0 PADA SISWA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO SE-KOTA SURABAYA Ratih Eka Widya Sari; Nur Kholis; Puput Wanarti Rusimamto; L Endah Cahya Ningrum
Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol. 15 No. 02 (2026): Jurnal Pendidikan Teknik Elektro (Agustus 2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era Society 5.0 menekankan integrasi antara teknologi dengan berbagai aspek kehidupan manusia, sehingga kesiapan technopreneurship menjadi aspek krusial bagi siswa SMK dalam menghadapi tantangan dan menciptakan peluang di dunia kerja berbasis teknologi. Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana keterampilan teknis dan pengalaman dari praktik industri mempengaruhi kesiapan untuk technopreneurship di era Society 5.0 di antara siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mengkhususkan diri dalam Teknik Audio Video di Surabaya. Society 5.0 merupakan masa di mana teknologi dan kehidupan manusia terintegrasi, sehingga kesiapan technopreneurship menjadi penting agar siswa mampu beradaptasi dan menciptakan peluang bisnis berbasis teknologi. Pendekatan kuantitatif digunakan pada penelitian ini dengan mengaplikasikan teknik analisis korelasi. Seluruh siswa SMK jurusan Teknik Audio Video di Kota Surabaya menjadi populasi dalam penelitian ini, dengan sampel sebanyak 68 orang yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Instrumen divalidasi oleh tiga ahli, yakni dosen S1 Pendidikan Teknik Elektro, guru SMKN 3 Surabaya, dan guru SMKN 7 Surabaya, menghasilkan skor rata-rata sebesar 95,1 %, yang tergolong sangat valid. Analisis data kuesioner mahasiswa mengungkapkan bahwa Keterampilan Teknis memberikan kontribusi yang efektif sebesar 30,47% terhadap Kesiapan Technopreneurship, sementara Pengalaman Praktik Industri memberikan kontribusi sebesar 42,51%. Ketika digabungkan bersama-sama, kedua faktor ini menyumbang 38,5% terhadap tingkat Kesiapan Technopreneurship. Temuan ini menunjukkan adanya pengaruh positif antara variabel bebas dan Kesiapan Technopreneurship. Studi ini dimaksudkan sebagai referensi untuk peningkatan kurikulum dan penyempurnaan strategi pengajaran, serta memperkuat kolaborasi antara sekolah dan dunia industri untuk menciptakan dan membentuk technopreneur muda yang kompeten, kreatif dan inovatif.
Penguatan Keterampilan Pemrograman, Konektivitas WiFi-Bluetooth, dan IoT Cloud Menggunakan ESP32 L Endah Cahya Ningrum; Meini Sondang Sumbawati; Achmad Imam Agung; Yulia Fransisca
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8744

Abstract

Siswa di SMK Ketintang Surabaya perlu penguatan dalam penguasaan pemrograman mikrokontroler, konektivitas WiFi-Bluetooth, dan pemanfaatan Internet of Things cloud dalam pembelajaran, sehingga diperlukan kegiatan pelatihan yang terstruktur, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung penguatan keterampilan pemrograman, konektivitas WiFi-Bluetooth, dan Internet of Things cloud menggunakan ESP32 pada 20 siswa Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan. Metode pelaksanaan meliputi persiapan materi dan perangkat, pelatihan melalui ceramah, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan tugas proyek, serta evaluasi menggunakan angket kepuasan dan lembar observasi keterlaksanaan yang dianalisis secara deskriptif dengan Microsoft Excel. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor kepuasan peserta mencapai 86,4% dan rata-rata keterlaksanaan pelatihan mencapai 86,1%, yang keduanya berada pada kategori sangat baik. Luaran kegiatan berupa simulator tandon otomatis menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya memperkuat pemahaman peserta, tetapi juga menghasilkan penerapan teknologi yang fungsional dan kontekstual. Kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis ESP32 merupakan model pengabdian yang efektif untuk mendukung penguatan kompetensi digital-teknis berbasis Internet of Things pada pendidikan vokasi dan relevan untuk dikembangkan secara berkelanjutan.