Sri Wahyuni
Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kepatuhan ibu pada masa kehamilan, persalinan, dan nifas dalam pelaksanaan program pencegahan penularan HIV Sri Wahyuni
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.357 KB) | DOI: 10.31101/jkk.123

Abstract

This research aim is to explore the  adherence of mother during the PPIA programme. Qualitative metodhe was used especially with explanatory research. Purposive sampling continued with snowball sampling was used. Results from this study is the third of five informants did not comply with PPIA. During labour, R4 giving birth in community health center. While R1,R2,R5 already adherence gave birth at Hospital Dr. Sardjito. The examination results VCT and Viral Load for children R1, R3, and R5 can be demonstrated to children not infected with HIV by her mother. For children of R4 is already infected with HIV by her mother because it did not comply with the PPIA. For children from R3 can not be proven contracting or not because it is still in gestation. 
Lembar Observasi Dalam Pemantaun Reflek Hisap Pada Bayi Premature Literatur Review Wahyu Griyaningsih; Nopi Nur Khasanah; Herry Susanto; Sri Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42530

Abstract

Pendahuluan: Bayi prematur sering mengalami tantangan dalam perkembangan refleks hisap dan kesiapan makan oral. Faktor-faktor seperti imaturitas neurologis, berat badan lahir rendah, serta lingkungan di NICU dapat mempengaruhi refleks hisap bayi prematur. Berbagai intervensi telah dikembangkan untuk mendukung peningkatan refleks hisap dan kesiapan makan bayi prematur, termasuk stimulasi oral-motor dan metode Kangaroo Mother Care (KMC). Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai intervensi dalam meningkatkan refleks hisap dan kesiapan makan bayi prematur. Metode: Desain penelitian ini adalah tinjauan sistematis (systematic review). Pencarian artikel dilakukan menggunakan database PubMed, Scopus, dan Google Scholar dengan kata kunci "sucking reflex," "premature infants," "oral motor stimulation," dan "feeding readiness." Sebanyak 17 artikel yang relevan diterbitkan dalam 10 tahun terakhir dianalisis secara sistematis. Hasil: Faktor yang memengaruhi refleks hisap dan kesiapan makan bayi prematur meliputi tingkat maturasi neurologis, berat badan lahir rendah, intervensi oral-motor, serta lingkungan NICU. Beberapa intervensi yang terbukti efektif dalam meningkatkan refleks hisap dan kesiapan makan oral bayi prematur meliputi: Stimulasi Oral-Motor: PIOMI (Premature Infant Oral Motor Intervention) dan oral motor exercise meningkatkan refleks hisap dan kesiapan makan bayi prematur. Metode Kangaroo Mother Care (KMC): Meningkatkan refleks hisap, berat badan, serta stabilisasi suhu tubuh bayi prematur. Musik Terapi dan Pijat Bayi: Berkontribusi terhadap peningkatan perkembangan motorik dan kualitas tidur bayi prematur. Alat Penilaian: Neonatal Oral Motor Assessment Scale (NOMAS) dapat digunakan untuk mengevaluasi perkembangan refleks hisap bayi prematur dan mengidentifikasi bayi yang membutuhkan intervensi tambahan. Rekomendasi: Stimulasi oral-motor yang terstruktur serta penyesuaian lingkungan di NICU perlu diterapkan secara luas untuk mendukung refleks hisap bayi prematur. Penggunaan alat penilaian seperti NOMAS dapat membantu tenaga medis dalam merancang intervensi yang lebih efektif untuk mendukung kesiapan makan bayi prematur.
Optimalisasi Saturasi Oksigen Pada Bayi Prematur: Literatur Review Rizky Aprilyanto; Nopi Nur Khasanah; Sri Wahyuni; Herry Susanto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47287

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Saturasi oksigen menjadi indikator penting dalam menilai kecukupan suplai oksigen, terutama pada bayi. Bayi prematur, yang memiliki organ pernapasan belum matang, sangat rentan mengalami gangguan oksigenasi, yang dapat berdampak serius pada pertumbuhan dan perkembangan organ vital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan saturasi oksigen pada bayi prematur melalui pendekatan literatur review. Metode: Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis terhadap 10 artikel dari database PubMed dan Google Scholar yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2019–2024), dengan fokus pada intervensi peningkatan saturasi oksigen bayi prematur. Penelusuran artikel dilakukan secara sistematis dengan menggunakan kata kunci yang disusun berdasarkan Medical Subject Headings (MeSH), yaitu: “Oxygen saturation” OR “Oxygen therapy” OR “SpO₂” AND “Preterm infants” OR “Premature babies” AND “Non-pharmacological therapy” OR “Positioning” OR “Kangaroo mother care” OR “Prone position” OR “Music therapy” OR “Nesting” OR “Massage therapy” AND “Respiratory distress” OR “Respiratory support” OR “Neonatal intensive care”. Hasil: Hasil telaah menunjukkan bahwa sebagian besar intervensi seperti pengaturan posisi tubuh (quarter prone, prone, propped), terapi musik, stimulasi taktil kinestetik, delayed cord clamping, dan teknologi automated oxygen control secara konsisten meningkatkan saturasi oksigen bayi secara signifikan. Pendekatan postural, stimulasi sensorik, dan teknologi monitoring oksigen terbukti efektif dan dapat diterapkan secara praktis dalam konteks perawatan neonatal intensif. Kesimpulan: Kesimpulannya, intervensi non-farmakologis berbasis bukti dapat menjadi pilihan strategis dalam praktik keperawatan untuk mendukung kestabilan pernapasan dan menurunkan risiko komplikasi pada bayi prematur. Kata kunci: saturasi oksigen, bayi prematur, distres respirasi.