Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Gaster

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA SEMESTER IV PROGRAM STUDI DIV KEBIDANAN UNS Istiqomah Risa Wahyuningsih
Gaster Vol 8 No 2 (2011): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.515 KB)

Abstract

Abstrak: Prestasi belajar merupakan perwujudan atau aktualisasi dari kemampuan dan usaha belajar siswa dalam waktu tertentu. Prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satu faktornya adalah kebiasaan belajar. Dimana kebiasaan belajar antar mahasiswa berbeda-beda. Tujuan: mengetahui hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa kebidanan. Metode: merupakan jenis penelitian observasional (non experimental) dengan rancangan penelitian cross sectional. Hasil: dengan menggunakan analisis Product Moment diperoleh nilai r hitung sebesar 0,649 (0,649>0,254) dan p = 0,000 (p<0,05) sehingga menunjukkan bahwa ada hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa kebidanan. Simpulan: terdapat hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa kebidanan. Hasil analisis tersebut menunjukkan nilai koefisien korelasi yang diperoleh bertanda positif, berarti ada hubungan positif antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar. Artinya semakin baik kebiasaan belajar mahasiswa akan semakin baik nilai prestasi belajarnya. Key Word : Kebiasaan belajar dan Prestasi Belajar Mahasiswa
PENERAPAN METODE E-LEARNING DAN KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH DOKUMENTASI KEBIDANAN (Pada Mahasiswa Kebidanan STIKES ‘Aisyiyah Surakarta) Istiqomah Risa Wahyuningsih
Gaster Vol 12 No 2 (2015): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.561 KB)

Abstract

Pendahuluan: Pemanfaatan teknologi informasi (internet) dalam dunia pendidikan sering disebut dengan e-learning. Penerapan metode e-learning merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, selain itu prestasi belajar juga dapat dipengaruhi oleh kebiasaan belajar. Kebiasaan belajar yang baik akan meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Tujuan: mengetahui pengaruh metode e-learning dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar mata kuliah dokumentasi kebidanan pada mahasisw Kebidanan. Metode: penelitian analitik dengan pendekatan randomized controlled trial (RCT). Sampel yang digunakan 60 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: dengan menggunakan regresi logistik (á 0,05) didapatkan bahwa mahasiswa yang mendapatkan metode bejalar e-learning memiliki kemungkinan untuk kompeten setengah kali lebih rendah daripada mahasiswa dengan metode belajar konvensional Simpulan: Tidak ada pengaruh yang signifikan antara metode e-learning dengan prestasi belajar tetapi ada perbedaan yang signifikan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar
KARAKTERISTIK PSK DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DENGAN KONDOM DI OBYEK WISATA BANDUNGAN Istiqomah Risa Wahyuningsih
Gaster Vol 14 No 1 (2016): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.273 KB)

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masih tingginya angka HIV/AIDS di Indonesia. PSK merupakan salah satu kelompok resiko tinggi penular PMS. kota bandungan sudah menjadi kota metropolis yang penuh dengan dunia hiburan. Keadaan tempat tersebut menjadi sumber penularan PMS dikabupaten Semarang. Tujuan : untuk mengetahui distribusi frekuensi PSK dalam upaya pencegahan PMS dengan kondom. Metode : Penelitian Deskriprif Observasional. Populasinya adalah PSK yang berada di obyek wisata bandungan, pemilihan sampel dengan teknikProbability Sampling, jenis sampel simpel random sampling, diperoleh 33 responden. Hasil : 72.1% respoonden berumur 20-29 tahun, 72.7% berjenis kelamin perempuan, 51,5% berpendidikan SMA, 81.8% pernah mendapatkan informasi tentang kondom, 66.7% responden menjadi PSK semala 1-5 tahun, 81.1% berpengetahuan baik, 93.9% merasa rumit ketika mengunakan kondom ketika berhubungan intim. Simpulan : mayoritas responden berumur 20-29 tahun berjenis kelamin perempuan, berpendidikan SMA pernah mendapaatkan informasi dari media elektronik, lama menjadi PSK 1-5 tahun, memiliki tingkat pengetahuan baik, merasa rumit ketika menggunakan kondom, dan mayoritas menggunakan kondom saat berhubugan intim.Kata Kunci : Kondom, Penyakit Menular Seksual
DETERMINAN PERILAKU KADER DALAM PENERAPAN PROGRAM PENDAMPINGAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS PLUPUH I SRAGEN Istiqomah Risa Wahyuningsih; S. Suparmi
Gaster Vol 16 No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.981 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v16i2.299

Abstract

Latar Belakang: Program pendampingan bagi ibu hamil  sudah merupakan salah satu program pemerintah dalam bidang kesehatan sebenarnya sangat penting. Tujuan utamanya adalah untuk menurunkan angka kematian bayi dan ibu. Kader melakukan kegiatan pendampingan ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa hal. Tujuan: mengetahui determinan perilaku kader dalam penerapan program pendampingan ibu hamil di Puskesmas Plupuh I Sragen. Metode: penelitian ini penelitian deskriptif observasional dengan subjek penelitian sebanyak 38 kader dengan teknik accidental sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Juli 2018. Instrumen penelitian berupa kuesioner tentang pengetahuan, sarana prasarana, sikap dan perilaku kader terhadap program pendampingan ibu hamil. Hasil: 34.21% responden berumur 36-45 tahun, 68.42% responden sebagai ibu rumah tangga, 65.79% responden mempunyai pengetahuan baik, 39.47% responden menjawab sarana dan pra sarana baik, 81.58% responden mempunyai sikap yang baik, 65.79% responden mempunyai perilaku baik. Simpulan: mayoritas responden mempunyai pengetahuan, sarana dan pra sarana, sikap dan perilaku yang baik terhadap penerapan program pendampingan ibu hamil.  
Kecerdasan Emosional, Spiritual, Sosial dan Efikasi Diri Relawan Gaca di Lingkungan PWA Propinsi Jawa Tengah Istiqomah Risa Wahyuningsih; S Suparmi
Gaster Vol 18 No 2 (2020): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.359 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v18i2.552

Abstract

Pendahuluan: GACA merupakan sebuah gerakan masif dalam upaya membentuk generasi penerus yang kokoh, unggul dan berkemajuan dalam hal mengantisipasi terjadinya kekerasan pada anak, termasuk kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Gerakan Aisyiyah ini selaras dengan program Pemerintah dalam mengatasi kasus kekerasan terhadap anak. Masyarakat yang bersedia melakukan pendampingan terhadap kasus kekerasan pada anak di bawah Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Propinsi Jawa Tengah biasa disebut dengan relawan GACA. Studi pendahuluan yang dilakukan data bahwa hampir 50% dari kasus anak  yang masuk di PWA Propinsi Jawa Tengah merupakan anak korban penelantaran. Uraian tersebut melatarbelakangi penulis untuk meneliti tentang fenomena relawan GACA dalam pendampingan anak bermasalah di lingkungan PWA Propinsi Jawa Tengah. Tujuan: mendeskripsikan kecerdasan emosional, spiritual, sosial dan efikasi diri yang dimiliki relawan GACA di lingkungan PWA Propinsi Jawa Tengah. Metode : jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan April-Nopember 2019 di PWA Jawa Tengah khususnya PDA Kabupaten Banjarnegara. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah informan 10 orang.Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi dan dokumen.  Hasil: Wawancara dilakukan kepada 10 orang informan dengan karakteristik informan berdasarkan umur termuda 50 tahun  sedangkan umur tertua 74 tahun, rata-rata umur informan yaitu 65 tahun. Karakteristik informan berdasarkan jenis kelamin, yaitu 7 informan berjenis kelamin perempuan dan 3 informan berjenis kelamin laki-laki. Karakteristik informan berdasarkan lama berkecimpung di Aisyiyah Muhammadiyah rata-rata sebelum masuk sebagai relawan GACA informan tersebut sudah aktif dalam organisasi Aisyiyah dan Muhammadiyah kurang lebih sudah 30 tahun, sedangkan untuk pengalaman sebagai relawan GACA bervariasi lamanya berkisar 10 tahun, 5 tahun, 3 tahun dan 2 tahun. Simpulan: fenomena relawan GACA digambarkan dalam beberapa aspek antara lain kecerdasan emosional, spiritual, sosial dan efikasi diri.