Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFEKTIVITAS THERAPY KOMPLEMENTER MASSAGE PUNGGUNG TERHADAP PENURUNANAN NYERI POST SECTIO CESSAREA PADA IBU POSTPARTUM DI KOTA BENGKULU DES METASARI; YANCE HIDAYAT
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i1.4077

Abstract

Pendahuluan: Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan dimana seseorang merasakan perasaan yang tidak nyaman yang disebabkan oleh kerusakan jaringan akibat pembedahan, Terapi untuk mengatasi nyeri post-operasi dapat dilakukan dengan tenik nonfarmakologis sebagai alternatif yang aman dalam menurunkan rasa nyeri post operasi SC, terapi komplementer merupakan rangkaian terapi tradisional yang digabungkan dalam pengobatan modern. Komplementer adalah penggunaan terapi tradisional ke dalam pengobatan modern, therapi komplementer yang dapat digunakan dalam menurunkan rasa nyeri diantaranya adalah, Teknik message punggung. Metode: Jenis penelitian ini eksperimen semu (Quasy experiment), dengan pendekatan One Group Pre-Post Test yang bertujuan untuk melihat efektivitas message punggung terhadap penurunan nyeri pada pasien post op sectio cessarea. Hasil dan Pembahasan: Message Punggung efektif untuk mengurangi nyeri post operasi SC. Kesimpulan: Therapy message punggung yang merupakan therapy alternatif dan kompelementer efektif dalam menurunkan nyeri post operasi SC, sehingga dapat dijadikan solusi yang aman digunakan pada ibu postpartum SC yang mengalami nyeri.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI 3 DESA KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN SELUMA Novi Lasmadasari; Desmetasari; Dewi Rahayu
Jurnal Riset Media Keperawatan Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jrmk.v2i2.59

Abstract

Pemberian ASI eksklusif 3 Desa (Desa Sumber Arum, Sidosari, Bukit Peninjauan 1) Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma sebagai desa binaan STIKes Sapta Bakti masih belum sesuai standar cakupan ASI nasional 80%. Penelitian ini adalah survey analitik dengan desain Cross Sectional yang bertujuan untuk menganalisis faktor pemberian ASI eksklusif pada 51 sampel dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam keberhasilan pemberian ASI Eksklusif pada penelitian ini adalah variabel dukungan tenaga kesehatan menjadi salah satu variabel yang paling berpengaruh dengan nilai uji statistic regresi logistic didapatkan p-value = 0,001 dan nilai OR = 14,5 (CI: 6,61-82,4) dapat diartikan bahwa ibu yang mendapat dukungan tenaga kesehatan sejak awal berpeluang 14,5 kali untuk berhasil menjalankan atau memberikan ASI Ekslusif dibandingkan ibu yang tidak mendapatkan dukungan tenaga kesehatan. Variabel kedua dukungan keluarga dimana variabel ini dengan nilai uji statistic regresi logistic didapatkan p-value = 0,002 dan nilai OR = 12,1 (CI: 4,61-72,4) dapat diartikan bahwa ibu yang mendapatkan dukungan keluarga berpeluang 12,1 kali untuk berhasil dalam memberikan ASI Ekslusif dibandingkan ibu tidak mendapat dukungan keluarga. Tenaga kesehatan terutama bidan baik di desa maupun di kota diharapkan dapat memberikan dukungan sejak awal pada saat pada masa kehamilan trimester 3 memberikan pengetahuan terkait ASI Eksklusif serta memberikan kesempatan kepada ibu untuk melaksanakan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sebagai awal pelaksanaan ASI Eksklusif.
Analisis Pelaksanaan Senam Kegel Terhadap Penyembuhan Luka Episiotomi Pada Ibu Postpartum di Kota Bengkulu Des Metasari; Sianipar Berlian Kando; Dyah Tepi Rahmawati
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol. 9 No. 02 (2023): Oktober: Jurnal Kesehatan Medika Udayana
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/jmu.v9i02.385

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Tindakan episiotomi pada ibu postpartum akan menimbulkan luka yang menjadi resiko terjadi infeksi dan perdarahan postpartum yang dapat menjadi fakor penyebab peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI), sehingga proses penyembuhan luka menjadi hal penting untuk mengurangi resiko tersebut. Senam kegel dapat membantu proses penyembuhan luka karena melancarkan sirkulasi darah dan oksigen ke dalam otot dan jaringan disekitar, seperti perineum sehingga mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis (hubungan) senam kegel terhadap proses penyembuhan luka episotomi pada ibu postpartum di kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan analisis crossectional, sampel dalam penelitian ini ibu postpartum normal yang mengalami luka episiotomi di kota Bengkulu tahun 2022 yang berjumlah 40 orang, diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, lama senam 20 menit selama 7 hari dengan frekuensi 1 kali/hari. Hasil: Sebagian besar ibu postpartum dengan episiotomy tidak melakukan senam kegel, Sebagian besar mengalami proses penyembuhan luka > 7 hari. Ada hubungan anatara senam kegel dengan penyembuhan luka episiotomy pada ibu postpartum normal yang terjadi episiotomy dengan Pvalue 0,013. Simpulan: Terdapat percepatan proses penyembuhan luka episiotomi pada ibu posprtum yang emlakukan senam kegel, sehingga dapat disarankan pada ibu postpartum untuk melakukan senam kegel untuk membantu perbaikan jaringan yang luka akibat tindakan episiotomi.
An Analysis of Therapeutic Communication by Health Workers Toward the Fourth Visit on Pregnant Women in The Working Area of Beringin Raya Public Health Center in Bengkulu City Des Metasari; Syami Yulianti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 4: December 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.578 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i4.950

Abstract

Pregnant women are a special group who have a risk in declining their health, it is very important for a pregnant woman to check the mother and fetus health periodically through antenatal care (ANC) at Health services. Antenatal care which conducted by pregnant women whether there is a problem or not during pregnancy, the purpose is to detect early if there is a complication in pregnancy. Preparing the birth, breastfed then past Partum contraception, ANC conducted at least once in trimester one of pregnancy, once during trimester two and at least two times during trimester three, good K4 achievement can reduce the number of mothers and baby death caused by pregnancy complication and during giving birth because the problem in pregnancy can be identified quickly so it can be prevented from the further problem for mother and fetus. The role of health workers is very important in achieving K4 at Antenatal Care. Caring Antenatal workers are friendly and able to give good explanations about therapeutic on pregnant women when they check their pregnancy, they will feel comfortable so they will come again to check their pregnancy in the future, therapeutic communication is a health worker technique in communicating with pregnant women which can give comfort feeling and can make communication as therapy with good condition. Therapeutic communication created can make the pregnant woman entrust their pregnancy check to health workers starting from K1 until K4.Abstrak: Ibu hamil merupakan kelompok khusus yang beresiko terhadap penurunan kondisi kesehatan kesehatannya, ibu hamil sangat penting untuk memeriksakan kondisi ibu dan kondisi kesehatan janinnya secara perodik melalui antenatal care (ANC) di pelayanan kesehatan, antenatal care dilakukan oleh ibu hamil jika ada atau tidak ada keluhan dalam kehamilannya, yang bertujuan untuk mendeteksi sedini mungkin jika terdapat komplikasi dalam kehamilannya, mempersiapakan proses kelahiran, menyusui sampai kontrasepsi pasca partum, ANC dilakukan minimal 1 kali dalam trimester 1 kehamilan, 1 kali pada trimester II kehamilan dan minimal 2 kali pada trimester III kehamilan, pencapaian K4 yang baik akan menurunkan angka kematian ibu dan bayi akibat komplikasi kehamilan dan persalinan, karena masalah dalam kehamilan dapat dengan cepat diketahui sehingga dapat dicegah untuk terjadinya masalah yang lebih serius dari ibu dan janinnya. Peran petugas kesehatan sangat penting dalam pencapaian K4 pada antenatal care sangat penting, petugas kesehatan yang care, ramah dan memberikan komunikasi yang therapeutik pada ibu hamil saat memeriksakan kehamilannya akan membrikan kenyaman pada ibu hamil tersebut sehingga akan  datang kembali untuk memeriksakan kehamailannya pada waktu selanjutnya, komunikasi therapetik merupakan teknik petuagas kesehatan dalam berkomunikasi kepada ibu hamil yang akan memberikan kenyaman dan menjadikan komunikasi sebagai therapis yang menciptakan suasana yang baik. Komunikasi therapeutik yang diciptakan oleh petugas kesehatan pada ibu hamil yang dapat untuk memeriksakan kehamilannya akan menciptakan kondisi ibu mempercayakan pemeriksaan kehamilannya pada petugas kesehatan mulai dari K1 sampai dengan K4.