Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENURUNAN NYERI POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RS. RAFLESSIA BENGKULU Metasari, Des; Sianipar, Berlian Kando
Journal of Nursing and Public Health Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.999 KB) | DOI: 10.37676/jnph.v6i1.488

Abstract

The action of Sectio cassarea (SC) is one of the alternatives for a woman in choosing the delivery process in addition to medical indications and non-medical indications, SC action will discontinue continuity or tissue linkage because of the incision that will release pain receptors. Early mobilization is a factor that can reduce post-surgical pain while relaxation technique is a non-pharmacological pain transfer method that can reduce the pain sensory component. The purpose of this research is to know the factors that can influence the decrease in intensity of postoperative SC pain which is the technique of mobilization and relaxation technique, this research is done in RS Raflessia Bengkulu in August until September 2017 with sample 40 peoples postpartum mother with accidental sampling technique sampling. This method of research using quasy experiment, with approach of One Group Pre-Post Test which aims to see the effect of early mobilization to the intensity of pain in patients post-sectio cessarea. The results of the study showed an average decrease in pain level after early mobilization of 2.2, a decrease of pain level after relaxation technique of 2.1 and there was an effect of early mobilization on the decrease of pain intensity with p value (0.000). It is suggested to the hospital to maximize the implementation of early mobilization of 6 hours postoperative on postpartum mother with SC and perform early mobilization technique to postpartum motherwith SC in a correct and correct way to reduce the pain due to surgical incision wound
HUBUNGAN PERSEPSI IBU TENTANG KETIDAKCUKUPAN ASI (PKA) TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI WILAYAH KELURAHAN KUALA LEMPUING KOTA BENGKULU Metasari, Des; Sianipar, Berlian Kando
Journal of Nursing and Public Health Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.095 KB) | DOI: 10.37676/jnph.v7i1.786

Abstract

Menurut Riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2015, cakupan ASI eksklusif hanya sekitar 38%, sementara pemerintah menargetkan cakupan ASI eksklusif sebesar 80%.2,3. Cakupan ASI eksklusif di Provinsi Bengkulu mASIh rendah. Sekitar 35% ibu yang memberikan makanan tambahan kepada bayi sebelum berusia enam bulan ternyata karena mengalami Persepsi Ketidakcukupan ASI (PKA). PKA adalah pendapat ibu yang meyakini bahwa produksi ASI-nya kurang (tidak cukup) untuk memenuhi kebutuhan bayinya dan selanjutnya memberikan makanan pendamping ASI dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi ibu tentang ketidakcukupan ASI terhadap pemberian ASI ekslusif pada bayinya. Jenis penelitian ini adalah diskriptif analitik dengan desian crosesectional, sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi di kelurahan Kuala Lempuing yang berjumlah 55 orang ibu. HASIl penelitian ini menujukkan sebagian besar (58,2 %)persepsi ibu baik, sebagian (63,6 %) ASI Eksklusif dan ada hubungan antara persepsi ibu dengan pemberia ASI eksklusif dimana nilai p (0,000) < α (0,05). Kesimpulan terdapat hubungan antara persepsi ibu dengan pemberia ASI eksklusif, sehingga disarankan untuk menanamkan, mengevaluASI serta menentukan kebijakan program kesehatan, khususnya untuk menurunkan angka kesakitan pada balita.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN PROTOKOL KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN COVID 19 DI KECAMATAN RATU AGUNG KOTA BENGKULU METASARI, DES; SIANIPAR, BERLIAN KANDO
Journal of Nursing and Public Health Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia dikagetkan dengan kejadian infeksi berat dengan penyebab yang belum diketahui, yang berawal dari laporan Cina kepada World Health Organization (WHO) terdapatnya 44 pasien pneumonia yang berat di suatu wilayah yaitu Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, tepatnya di hari terakhir tahun 2019. Pada 10 Januari 2020, penyebabnya mulai teridentifikasi dan didapatkan kode genetiknya yaitu virus corona baru.Pada 12 Maret 2020, WHO mengumumkan COVID-19 sebagai pandemic di dunia. Tingkat mortalitas COVID-19 di Indonesia sebesar 8.9%, angka ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara.1 Untuk mengurangi angka penularan COVID-19, maka pemerintah menerapkan protokol kesehatan COVID-19, tujuan penelitaian ini untuk mengetahui factor-faktor yang memepengaruhi masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan untuk menghindari penularan covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, dengan sampel pada penelitian ini adalah masyarakat yang yang berdomisili di kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu dengan jumlah sampel 99 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian n 46,5 % memiliki pengetahuan cukup, 48,5% memiliki pekerjaan pedagang, 53,5% memiliki sikap unfavorable, 51,5 % patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan dan ada hubungan antara pengetahuan, sikap, pekerjaan dengan kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. Pelaksanaan protocol kesehatan yang tepat efektif untuk menurunkan angka kejadian dan penularan covid-19, sehingga disarankan untuk masyarakat patuh dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan penularan covid-19 seperti menggunakan masker, menjaga jarak, tidak berkerumun dan mencuci tangan atau memakai hansanitizer.
PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP NYERI POST OPERASI SECTIO CESSAREA DI RUMAH SAKIT BENGKULU Des Metasari; Berlian Kando Sianipar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v10i1.7

Abstract

Menurut  Word Health Organization  (WHO) memperkirakan  pada  tahun 2008 dilaporkan   bahwa  wanita melahirkan dengan SC  sebanyak 35% dari  seluruh persalinan, sedangkan di Indonesia berdasarkan  hasil Riskesdas 2010 menyatakan  terdapat 15,3% persalinan dilakukan melalui operasi. Provinsi  tertinggi dengan persalinan melalui SC adalah DKI Jakarta (27,2%), Kepulauan Riau (24,7%), dan Sumatera Barat (23,1%). Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk menganalisis persepsi ibu tentang nyeri post operasi section caesarea (SC), bahwa mobilisasi atau pergerakan itu tidak akan meningkatkan nyeri, justru sebaliknya pergerakan dapat menurun kan intensitas nyeri. Rancangan penelitian menggunakan metode pre eksperimental dengan pendekatan one group pretest-post test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang ibu post operasi  section  caesarea di Rumah  Sakit se kota Bengkulu dengan  tehnik sampling menggunakan  accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat pengaruh mobilisasi dini dengan penurunan  intensitas nyeri post operasi SC dengan nilai P value  0,000. Kesimpulan penelitian ini adalah mobilisasi dini dapat menurunkan intensitas nyeri pasien post operasi SC sehingga disarankan kepada pihak Rumah Sakit Agar melaksanakan mobilisasi dini kepada pasien post op sectio caesarea.  Kata Kunci : Mobilisasi dini, post operasi, nyeri
Pemanfaatan pekarangan rumah untuk tanaman daun sirih (piper betle) bahan pembuatan handsanitizer di Panti Asuhan Bumi Raflesia Des Metasari; Berlian Kando Sianipar; Mariza Arfianti
Jurnal INDONESIA RAYA (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Sosial, Humaniora, Kesehatan, Ekonomi dan Umum) Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.121 KB) | DOI: 10.37638/indonesiaraya.v2i2.311

Abstract

Masalah kesehatan sangat menjadi perhatian, saat ini masalah kesehatan akibat virus covid-19 menjadi hal utama yang diperhatiakn, banyak metode pengobatan yang telah disosilaisasikan dan diberikan kepada masyarakat di fasilitas pelayanan kesehatan, gaya hidup sehat juga dianjurkan kepada masyarakat, protokol pencegahan, penularan covid-19 menjadi hal penting dilakukan untuk memutus mata rantai penularan dengan memakai masker, cuci tangan dan senantiasa menggunakan hands sanitizer, menjaga jarak dan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang untuk meningkatkan imunitas, diantara protokol pencegahan covid-19, terdapat penggunaan handsanitizer yang bisa di buat dari bahan-bahan herbal alami yang ada di lingkungan sekitar kita, dan dapat ditanam dengan mudah di sekitar pekarangan rumah diantaranaya adalah daun sirih dengan nama latin piper battle, Pemanfaatan pekarangan rumah merupakan hal yang bisa diakukan selain rumah terlihat bersih dan asri tanaman daun sirih yang kita tanaman akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi kesehatan. Daun sirih mengandung zat antiseptik dan dapat membunuh bakteri dan jamur serta memiliki daya antioksidan. Daun sirih (Piper betle Linn) mengandung senyawa flavonoid, polifenol, tanin dan minyak atsiri. Tanaman ini banyak ditemui di Indonesia sebagai tanamanobat-obatan. Hal ini disebabkan karena daun sirih mengandung minyak atsiri yang memiliki sifat anti-jamur atau membasmi kuman dan merupakan komponen yang dibutuhkan untuk menghambat bakteri patogen. Selain memiliki kemampuan antiseptik, daun sirih juga memiliki kekuatan sebagai antioksidan dan fungisida. Kandungan minyak atsiri yang diekstrak dari daun sirih hijau sebesar 4,2 % menyebabkan ekstrak daun sirih hijau mempunyai efektifitas antibakteri yang lebih besar dibandingkan ekstrak daun sirih merah
Pengaruh Persepsi Masyarakat Terhadap Covid-19 dengan Kepatuhan Protokol Pencegahan Covid-19 pada Masyarakat di Kelurahan Sawah Lebar Baru Kota Bengkulu Mariza Arfianti; Des Metasari; Berlian Kando Sianipar
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.515 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i1.166

Abstract

Abstract Compliance is a form of human behavior that obeys the rules, orders that have been set, procedures or disciplines that must be carried out. Compliance with health protokols is one of the most important things and plays a role in preventing the spread of Covid-19. The purpose of this study was to determine the public's perception of Covid 19 and the level of compliance and the level of compliance in carrying out health protokols. This research uses descriptive analytic method. Participants in this study were people in the Sawah Lebar Baru Village, Bengkulu City, amounting to 55 people. Data were collected using a questionnaire. The results of the study showed that there was an influence of public perception about the Covid 19 disease with community compliance in complying with health protokols, where the p value (0.760) > (0.023). To the public, so that they can seek information and increase their knowledge about the Covid-19 disease in order to increase their compliance with carrying out health protokols. For health workers to actively participate in providing counseling or conveying knowledge about Covid-19 and preventing its transmission to the public. Keywords: perception, compliance, Covid-19 Abstrak Kepatuhan merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang taat pada aturan, perintah yang telah ditetapkan, prosedur atau disiplin yang harus dijalankan. Kepatuhan menjalankan protokol kesehatan merupakan salah satu hal yang penting dan berperan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Covid 19 dan tingkat kepatuhannya dan tingkat kepatuhannya dalam menjalankan protokol kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Partisipan dalam penelitian ini masyarakat di Kelurahan Sawah Lebar Baru Kota Bengkulu yang berjumlah 55 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh persepsi masyarakat tentang penyakit Covid 19 dengan kepatuhan masyarakat dalam menaati protokol kesehatan, dimana nilai p (0,760) > α (0,023). Kepada masyarakat, agar dapat mencari informasi serta menambah wawasannya tentang penyakit Covid-19 agar dapat meningkatkan kepatuhannya terhadap menjalankan protokol kesehatan. Kepada tenaga kesehatan agar dapat berpartisipasi aktif memberikan penyuluhan atau menyampaikan pengetahuan tentang Covid-19 dan pencegahan penularannya kepada masyarakat. Kata kunci: persepsi, kepatuhan, Covid-19
Analisis Pelaksanaan Senam Kegel Terhadap Penyembuhan Luka Episiotomi Pada Ibu Postpartum di Kota Bengkulu Des Metasari; Sianipar Berlian Kando; Dyah Tepi Rahmawati
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol. 9 No. 02 (2023): Oktober: Jurnal Kesehatan Medika Udayana
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/jmu.v9i02.385

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Tindakan episiotomi pada ibu postpartum akan menimbulkan luka yang menjadi resiko terjadi infeksi dan perdarahan postpartum yang dapat menjadi fakor penyebab peningkatan Angka Kematian Ibu (AKI), sehingga proses penyembuhan luka menjadi hal penting untuk mengurangi resiko tersebut. Senam kegel dapat membantu proses penyembuhan luka karena melancarkan sirkulasi darah dan oksigen ke dalam otot dan jaringan disekitar, seperti perineum sehingga mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis (hubungan) senam kegel terhadap proses penyembuhan luka episotomi pada ibu postpartum di kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan analisis crossectional, sampel dalam penelitian ini ibu postpartum normal yang mengalami luka episiotomi di kota Bengkulu tahun 2022 yang berjumlah 40 orang, diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, lama senam 20 menit selama 7 hari dengan frekuensi 1 kali/hari. Hasil: Sebagian besar ibu postpartum dengan episiotomy tidak melakukan senam kegel, Sebagian besar mengalami proses penyembuhan luka > 7 hari. Ada hubungan anatara senam kegel dengan penyembuhan luka episiotomy pada ibu postpartum normal yang terjadi episiotomy dengan Pvalue 0,013. Simpulan: Terdapat percepatan proses penyembuhan luka episiotomi pada ibu posprtum yang emlakukan senam kegel, sehingga dapat disarankan pada ibu postpartum untuk melakukan senam kegel untuk membantu perbaikan jaringan yang luka akibat tindakan episiotomi.
Pengaruh Kearifan Pangan Lokal Suku Rejang terhadap Penanganan Stunting Baduta di Bengkulu Utara Danur Azissah Roesliana Sofais; Berlian Kando Sianipar; Darmawansyah Darmawansyah
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.258 KB) | DOI: 10.31539/jks.v3i1.772

Abstract

The purpose of this research is to identify the effect of local food wisdom of Rejang trait to treat stunting infant at North Bengkulu. The design of this research is using queasy-experiments study, one group of stunting babies (height-for-age z-score < -2) consists 36 respondents with 12-24 months old. The result of this research shows that there is a change on stunting infant height after weaning treatment with mean score pre-test: 69.61 and mean for post-test: 77.16. correlation score >0.05 (0.846). It means that giving weaning treatment for stunting infant by using local food wisdom is positive. It can increase height gradually. Keywords: Local Food, Treatment, Stunting
Determinan dari Kecemasan Ibu dalam Memiliki Alat Kontrasepsi Indra Iswari; Ida Samidah; Berlian Kando Sianipar
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.493 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i1.4108

Abstract

The purpose of this study was to discover the factors that contribute to a mother's anxiety. The study employed a cross-sectional design, with the outcome being a mother's anxiety. There were 398 respondents who were mothers, had lived in Bengkulu City for at least three years, and were willing to be a respondent. The total was computed using simple random sampling. The result showed that the variables had conclusive significant with outcome included income (AOR: 6.7, 95%CI: 3.07-14.69, p-value: <0.001), perception (AOR: 3.04, 95%CI: 1.1 – 8.4, p-value: 0.032), health literacy ((AOR: 2.97, 95%CI: 2.1 – 4.3, p-value: <0.001), stress ((AOR: 2.3, 95%CI: 1.1 – 4.9, p-value: 0.031), and education (AOR: 1.8, 95%CI: 1.1 – 2.8, p-value: 0.018). The good one program should be released as soon as possible to assist them in selecting the appropriate contraception that will help them avoid side effects. Keywords: mother’s anxiety, health literacy, perception, stress
Kejadian Stunting Berhubungan dengan 8 Aksi Konvergensi Yuliana Yuliana; Hasanudin Nuru; Berlian Kando Sianipar
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.708 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i1.4221

Abstract

This study aims to see the relationship between 8 stunting reduction convergence actions with stunting events in the Musi Rawas Health Office area of South Sumatra Province. The method used in this study is the cross-sectional method. The results showed that from the logistic regression test, it was found that there was a relationship between situation analysis (p-value = 0.0200), activity plans (p-value = 0.0015), stunting consultation (p-value = 0.0014), regent regulations on stunting (p-value = 0.0014). value=0.0017), human development cadre development (p-value=0.0025), data management system (p-value=0.0008), measurement and publication (p-value=0.0007), and annual performance review (p-value=0.0058) with stunting. In conclusion, 8 (eight) stunting reduction convergence actions are related to stunting incidence. Keywords: Stunting, 8 Convergence Actions