Yoyok Adisetyo Laksono, Yoyok Adisetyo
Fisika Universitas Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUKURAN RESISTIVITAS DAN DIELEKTRISITAS TANAH PERKEBUNAN APEL: SEBUAH LANGKAH AWAL DALAM STUDI AGROGEOPHYSICS Zulaikah, Siti; Prayekti, Era Budi; Pramono, Nugroho Adi; Laksono, Yoyok Adisetyo; Munfarikha, Ninik; Hikma, Rizka Amirul; Kurniawan, Husni Cahyadi
Jurnal Spektra Vol 16, No 1 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan pengukuran resistivitas dan dielektrisitas tanah perkebunan Apel di Malang. Pengukuran resistivitas dilakukan dengan metode Geolistrik dan dielektrisitas dengan menggunakan Ground Penetrating Radar (GPR). Metode Geolistrik dilakukan dengan konfigurasi dipole-dipole dengan teknik sounding –mapping pada tiga lintasan area perkebunan seluas 1800 m2 dan satu lintasan pada area lapangan di sebelah perkebunan. Sementara itu, metode GPR diterapkan pada dua pohon apel untuk mengidentifikasi sistem perakaran apel. Pengukuran resistivitas dilakukan di perkebunan Apel desa Bengkaras Pujon, Malang sedangkan GPR dilakukan di perkebunan Poncokusumo Malang. Dari hasil pengolahan data resistivitas dengan menggunakan software Res2dinv diperoleh hasil nilai resistivitas dari keempat lintasan adalah: lintasan pertama 4,83 – 22094 Wm, lintasan kedua 6,69 – 4947 Wm, lintasan ketiga 14,1 – 178 Wm dan lintasan keempat 4,50 – 20025 Wm. Dari data tersebut secara keseluruhan belum dapat dibedakan dengan jelas nilai resistivitas antara daerah perkebunan dengan bukan perkebunan di lingkungan penelitian. Sementara itu dari pengukuran GPR diperoleh jangkauan pengukuran mencapai kedalaman 2,18 meter dan jangkauan kedalaman akar apel 1.9 meter. Rentang nilai konstanta dielektrik yang diperoleh 0,1 – 8,8 F/m. Nilai konstanta dielektrik akar 4,9 F/m. Kata kunci: Resistivitas, dielektrisitas, tanah, perkebunan apel AbstractThe resistivity and dielectric properties of Apple’s soil plantation area in Malang have been measured.  Resistivity measurement was done using geo-electrical methods and dielectric properties was measured using ground penetrating radar (GPR). Configuration of geo-electrical methods in this research is dipole-dipole and sounding –mapping technique. We have three line measurement of geo-electrical measurement for an area 1800 m2 and one line on the football yard beside of the apple plantation in Bengkaras village Pujon, Malang. Meanwhile, GPR methods was conducted on two apple trees to identify apple root system in apple plantation in Poncokusumo village Malang. The result of this research based on data analysis using Res2dinv software shows the resistivity value of four line, that are 4,83 – 22094 Wm for line number one, 6,69 – 4947 Wm  for second line, 14,1 – 178 Wm for line number three and 4,50 – 20025 Wm for line number four. From the data, generally, we cannot distinguish clearly of resistivity value of apple plantation and football yard. On the other hand, GPR measurement we can describe the maximum depth of penetrate is about 2,18 meter and the depth of root system is about 1.9 meter. The range of dielectric value is between 0,1 to 8.8 F/m and the dielectric constant of root is about 4,9 F/m. Keywords: Resistivity, dielectric, soil, apple plantation
Optimalisasi Pengembangan Dan Ekspose “Hidden Gem” Objek Geowisata Di Lenggoksono Dengan Pendekatan Geo-Edukasi Dan Partisipasi Aktif Masyarakat Untuk Pariwisata Keberlanjutan Zulaikah, Siti; Suaidi, Daeng Achmad; Laksono, Yoyok Adisetyo; Zakly, Hanif ‘Izzuddin; Maulida, Shofi; Tue, Yensi Hariyanto
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Vol 5, No 1 (2025): Inovasi Bioteknologi untuk Kesejahteraan Masyarakat: Menuju Kampus Berdampak 202
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang dikenal sebagai “Ring of Fire”; kondisi demikian menyebabkan Indonesia memiliki aktivitas vulkanik dan tektonik yang beragam serta menciptakan bentang alam yang unik di masing-masing daerah. Salah satu kawasan yang memiliki geodiversitas adalah Lenggoksono, yang merupakan bagian dari desa wisata BOWELE (Bolu-Bolu, Wedi Awu, Lenggoksono) dan terletak di Malang Selatan. Terdapat berbagai macam objek geowisata yang unik dan masih tergolong “hidden gem” di Lenggoksono, sehingga kawasan ini potensial untuk dijadikan geopark. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengekspose “hidden gem” objek geowisata Lenggoksono melalui pendekatan geo-edukasi yang didasarkan pada penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan memberikan ekspose “hidden gem” dan narasi ilmiah yang relevan, pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke objek geowisata akan menjadi lebih bernilai serta meningkatkan wawasan ilmiah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tidak hanya memunculkan destinasi objek geowisata baru, tetapi juga berperan dalam menumbuhkan rasa peduli terhadap konservasi objek geowisata. Kolaborasi antara akademisi (kampus) dan pemangku kepentingan objek geowisata terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas objek geowisata. Untuk mencapai keberlanjutan suatu objek geowisata, diperlukan perencanaan tata kelola yang terstruktur, monitoring rutin, serta partisipasi aktif seluruh komponen pemangku kepentingan. Dengan demikian, Lenggoksono berpotensi menjadi percontohan pengembangan objek geowisata berbasis geoedukasi yang mampu memberikan manfaat positif pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.