Meisarah Riandini
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

COMPARISON OF MULTILAYER PERCEPTRON’S ACTIVATION AND OP-TIMIZATION FUNCTIONS IN CLASSIFICATION OF COVID-19 PATIENTS Doughlas Pardede; Ichsan Firmansyah; Meli Handayani; Meisarah Riandini; Rika Rosnelly
JURTEKSI (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol 8, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v8i3.1482

Abstract

Abstract: Patient’s symptoms could be used as features in Covid-19 classification. Using multi layer perceptron, the classification uses data set that contains patient’s diagnosis which has Covid-19 symptoms dan processes the data set to see if the patient is Covid-19 positive or not. This paper compare four activation function such as identity, logistic, ReLu and tanh and combined them with optimizer such as L-BFGS-B, SGD and Adam. Using 5-fold and 10-fold cross validation technique to get the accuracy, F1, precision and recall values, the result that we get is that logistic function with L-BFGS-B optimizer and ReLu function with L-BFGS-B optimizer are the best combinations. The logistic function with SGD optimizer, ReLu function with Adam optimizer and tanh function with Adam optimizer are the worst combinations according to their accuration values. The logistic function with SGD optimizer is the worst combination according to its F1 value. The logistic function with SGD optimizer and tanh function with L-BFGS-B optimizer are the worst combinations according to their precision values. The logistic function with SGD optimizer, ReLu function with Adam optimizer and tanh function with Adam optimizer are the worst combinations according to their recall values.            Keywords: activation function, covid-19; multi layer perceptron; optimizer algorithm  Abstrak: Diagnosa gejala yang dialami pasien dapat digunakan sebagai fitur dalam klasifikasi penderita Covid-19. Dengan multi layer perceptron, klasifikasi dilakukan menggunakan data set yang berisi hasil diagnosa pasien yang memiliki gejala Covid-19 dan selanjutnya diolah untuk  melihat apakah memang pasien tersebut menderita Covid-19 atau tidak. Penelitian ini membandingkan fungsi aktivasi identity, logistic, ReLu dan tanh yang dikombinasikan dengan algoritma optimasi L-BFGS-B, SGD dan Adam. Hasil evaluasi cross validation menggunakan 5-fold dan 10-fold digunakan sebagai dasar menentukan kombinasi yang terbaik dan terburuk, dengan hasil yang menunjukkan bahwa kombinasi fungsi logistic dengan optimasi L-BFGS-B dan fungsi ReLu dengan optimasi L-BFGS-B merupakan kombinasi terbaik. Kombinasi fungsi logisctic dengan optimasi SGD, fungsi ReLu dengan optimasi Adam dan fungsi tanh dengan optimasi Adam merupakan yang terburuk dari nilai accuracy. Kombinasi fungsi logistic dan optimasi SGD merupakan kombinasi terburuk dari nilai F1. Kombinasi fungsi logistic dengan optimasi SGD dan fungsi tanh dan optimasi L-BFGS-B merupakan yang terburuk dari nilai precision. Kombinasi fungsi logisctic dengan optimasi SGD, fungsi ReLu dengan optimasi Adam dan fungsi tanh dengan optimasi Adam merupakan kombinasi terburuk dari nilai recall. Kata kunci: algoritma optimasi; covid-19; fungsi optimasi; multi layer perceptron
Pemanfaatan Sosial Media Dalam Optimalisasi Mandasari, Sartika; Yuni Franciska br Tarigan; Meisarah Riandini; Karina Andriani; Masri Wahyuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEK Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : STMIK Triguna Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53513/abdi.v5i2.11265

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pembelajaran bagi guru, siswa, dan orang tua. Program ini memberikan pemahaman dan keterampilan praktis dalam menggunakan media sosial secara positif, aman, dan efektif untuk mendukung pembelajaran di era digital. Melalui pelatihan dan pendampingan, peserta belajar tentang platform media sosial, pembuatan konten edukatif, keamanan online, dan praktik terbaik dalam memanfaatkan media sosial sebagai sumber belajar dan diskusi. Hasilnya menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam menggunakan media sosial untuk pembelajaran, peningkatan motivasi belajar siswa, pengembangan literasi digital, serta peran aktif orang tua dan guru dalam memantau penggunaan media sosial. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal pembentukan ekosistem belajar yang adaptif dan inovatif melalui kolaborasi untuk mengoptimalkan media sosial sebagai sumber belajar.Kata kunci: Optimalisasi, Pembelajaran, Media Sosia.