Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS GEL ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) PADA MENCIT JANTAN PUTIH (Mus musculus) Suhrah Febrina Karim; Hilmiati Wahid; Wahyuni Wahyuni; Wulanda Sari Yusuf
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v5i2.8970

Abstract

Inflamasi yaitu suatu respon  jaringan vaskular terhadap infeksi maupun kerusakan jaringan dengan mendatangkan sel dan molekul pertahanan tubuh dari peredaran darah ke lokasi yang diperlukan untuk mengeliminasi penyebab yang mengganggu. Daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki kandungan kimia yang terdiri dari flavanoid, tanin, dan saponin. Kandungan flavanoid dalam daun pepaya dipercaya dapat dijadikan sebagai antiinflamasi. Flavonoid dapat menghambat siklooksigenase atau lipooksigenase dan menghambat akumulasi leukosit di daerah sehingga dapat menjadi antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap mencit jantan putih (Mus musculus). Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Daun Pepaya di ekstraksi dengan metode maserasi yang selanjutnya dibuat Sediaan Gel dilanjutkan dengan metode pembentukan edema buatan pada telapak kaki mencit (Mus musculus) dengan menggunakan keragenan 1%. Hasil penelitian sediaan gel ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya  L.) dibuat dengan konsentrasi 0,2%, 0,3% dan 0,4%. Penurunan Volume Edema di mulai pada Jam ke- 2 sampai Jam Ke-6 untuk Semua Kelompok gel ekstrak Ekstrak Etanol Daun Pepaya (0,2%, 0,3% dan 0,4 %). Kontrol Negatif tidak mengalami Penurunan Edema berbeda dengan Kontrol Positif yang mengalami Penurunan. Berdasarkan hasil pengamatan selama penelitian hewan uji, bahwa pada ekstrak 0,3% lebih signifikan mengalami penurunan volume Edema dibanding dengan kelompok pembanding Neuromacil Gel sebagai kontrol positif.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS SEDIAAN GEL ANTI JERAWAT EKSTRAK DAUN NILAM (Pogostemon cablin Benth) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus, Staphylococcus Epidermidis dan Propionibacterium Acnes Karim, Suhrah Febrina; Wahyuni, Wahyuni; Mirnawati, Mirnawati
JAMBI MEDICAL JOURNAL "Jurnal Kedokteran dan Kesehatan" Vol. 10 No. 2 (2022): Special Issues: Jambi Medical And Health Sciences International Conference (JA
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.223 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: Patchouli (Pogostemon cablin Benth) is a plant that contains several active compounds including flavonoids, alkaloids and phenols which have antibacterial properties. The purpose of this study was to determine the ethanolic extract of patchouli (Pogostemon cablin Benth) can be formulated in the form of antibacterial gel and inhibit the growth of Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis and Propionibacterium acnes bacteria and to determine the concentration of ethanolic extract of patchouli (Pogostemon cablin Benth) can inhibit bacterial growth. Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis and Propionibacterium acnes. Methods: This research method is an experimental study with physical and chemical evaluation of the preparation as well as testing of antibacterial activity by the well method at concentrations of 1%, 3%, 5%, negative control and positive control. Result: The results of the study at concentrations of 1%, 3% and 5% met the physical and chemical requirements as well as the antibacterial activity test, namely Staphylococcus aureus with a concentration of 1% inhibition zone 16.1 mm (Strong), 3% inhibition zone 17.0 mm (Strong) and 5% inhibition zone 17.9 mm (Strong). Staphylococcus epidermidis with a concentration of 1% inhibition zone 15.3 mm (Strong), 3% inhibition zone 16.1 mm (Strong) and 5% inhibition zone 16.3 mm (Strong) and Propionibacterium acnes with a concentration of 1% inhibition zone 7, 7 mm (Medium), 3% inhibition zone 9.7 mm (Medium) and 5% inhibition zone 11.6 mm (Strong). Conclusion: It was concluded that for a concentration of 5% with the highest diameter of the inhibition zone on each bacterium the most effective Keywords: Antibacterial, Patchouli leaf, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis and Propionibacterium acnes ABSTRAK Pendahuluan: Nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan tanaman yang mengandung beberapa senyawa aktif diantaranya yaitu flavonoid, alkaloid dan fenol yang berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak etanol daun nilam (Pogostemon cablin Benth) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel antibakteri dan menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes serta mengetahui konsentrasi berapa ekstrak etanol daun nilam (Pogostemon cablin Benth) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Metode: Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan evaluasi sediaan secara fisika dan kimia serta pengujian aktivitas antibakteri dengan metode sumuran terhadap konsentrasi 1%, 3%, 5%, kontrol negatif dan kontrol positif. Hasil: Hasil penelitian pada konsentrasi 1%, 3% dan 5% memenuhi syarat secara fisika dan kimia serta uji aktivitas antibakteri yaitu Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 1% zona hambat 16,1 mm (Kuat), 3% zona hambat 17,0 mm (Kuat) dan 5% zona hambat 17,9 mm (Kuat). Staphylococcus epidermidis dengan konsentrasi 1% zona hambat 15,3 mm (Kuat), 3% zona hambat 16,1 mm (Kuat) dan 5% zona hambat 16,3 mm (Kuat) dan Propionibacterium acnes dengan konsentrasi 1% zona hambat 7,7 mm (Sedang), 3% zona hambat 9,7 mm (Sedang) dan 5% zona hambat 11,6 mm (Kuat). Kesimpulan: Disimpulkan bahwa untuk konsentrasi 5% dengan diameter zona hambat paling tinggi pada masing-masing bakteri yang paling efektif. Kata kunci: Antibakteri, Daun nilam, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN MOUTHWASH FRAKSI METANOL DAUN PUCUK MERAH (Syzygium myrtifolium Walp) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Suhrah Febrina Karim; Wahyuddin Jumardin; Tiansy Senolinggi
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v6i2.11720

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan adanya kerusakan jaringan, diawali dari permukaan gigi (ceruk, fisura dan daerah interproksimal) meluas ke arah pulpa. Daun Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walp)  mengandung fenol, flavonoid, antioksidan dan asam betulinic. Senyawa flavonoid pada daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp) berkhasiat sebagai antibakteri bekerja dengan cara mengikatkan hidrogen dengan basa pada asam nukleat yang mana juga menjelaskan aksi penghambatan pembentukan DNA dan RNA. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sediaan mouthwash fraksi metanol daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp) stabil secara fisik dan kimia serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. Daun pucuk merah (Syzigium myrtifolium Walp)  diekstraksi dengan metode maserasi setelah itu dilakukan Fraksinasi lalu dibuat sediaan Mouthwash. Evaluasi sediaan mouthwash meliputi uji organoleptik yang menghasilkan bau segar, bentuk cair, rasa dingin, warna kecoklatan serta. Uji pH memenuhi kriteria pH mouthwash jadi dapat dikatakan aman. Uji homogenitas menunjukkan susunan yang homogen. Uji bobot jenis memenuhi kriteria kemudian hasil pengujian antibakteri diantara ketiga formula, konsentrasi terbaik yaitu formula ketiga (1,5%) dengan zona hambat 16,33 mm termasuk dalam kategori kuat sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga formula memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. 
Efektivitas Antidiare Ekstrak Buah Terong Takokak (Solanum torvum) Terhadap Hewan Uji Mencit (Mus musculus) Diinduksi Dengan Minyak Jarak (Oleum ricini) Najamuddin, Mirfaidah; Auliah, Nielma; Iriani, Nova; wahyuni; yustisi, Andi juella; Karim, Suhrah Febrina; Junita, Nurfitria; SG, Noviatri
Jurnal Novem Medika Farmasi Vol. 1 No. 2: volume 1 Issue 2
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/junomefar.v1i2.611

Abstract

Ekstrak etanol buah terong Takokak (Solanum torvum) mengandung tannin yang berfungsi sebagai anti diare. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas antidiare ekstrak buah terong takokak (Solanum torvum) terhadap hewan uji mencit (Mus musculus). Buah terong Takokak melewati proses maserasi, kemudian dibuat menjadi tiga dosis yaitu 15, 20, dan 25 mg/kg BB, dengan menggunakan minyak jarak (Oleum ricini) diinduksikan kepada 5 kelompok perlakuan hewan uji, dan diamati konsistensi feses dan bobot feses yang dihasilkan pada 4 jam perlakuan dibandingkan dengan loperamide 2 mg sebagai kontrol positif. Hasil yang diperoleh menunjukkan pada masing-masing kelompok ekstrak 15 mg/kgBB, 20 mg/kgBB, dan 25 mg/kgBB dengan kontrol negatif Na.CMC diperoleh hasil p< 0.05 hanya pada dosis 25 mg/kgBB dan kontrol positif loperamid, artinya memiliki kemampuan sebagai antidiare yang baik daripada kontrol negatif. Disimpulkan bahwa dosis 25 mg/kgBB merupakan dosis yang paling efektif sebagai antidiare.
Pemberian ko-kemoterapi Fraksi Etil Asetat Akar Pasak Bumi (Eurycoma Longifolia Jack) Terhadap Ekspresi Protein Ki-67 pada Tikus Model Kanker Payudara yang diinduksi DMBA Suhrah Febrina Karim; Laela Hayu Nurani; Sitarina Widyarini
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i1.94

Abstract

Kanker payudara dapat terjadi karena paparan dari senyawa 7,12-dimethylbenz (a) antrasene (DMBA) yang bersifat mutagenik dan karsinogenik. Drug of choice untuk kanker payudara adalah Doxorubicin, namun menimbulkan efek samping dan toksik pada sel normal maka diperlukan penelitian ko-kemoterapi dalam hal ini digunakan fraksi etil asetat akar pasak bumi yang dapat bersifat sebagai antiproliferasi. penelitian ini adalah untuk menelusuri mekanisme ko-kemoterapi akar pasak bumi dan Doxorubicin terhadap aktivitas proliferasi protein Ki-67 pada Tikus SD yang diinduksi DMBA. Akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70 % dan difraksinasi menggunakan etil asetat. Fraksi etil asetat akar pasak bumi diuji mekanisme molekulernya secara in vivo terhadap 5 Kelompok tikus galur Sprague Dawley terdiri atas Kelompok 1 hanya diberi pakan dan minum, Kelompok 2 diberikan DMBA dosis 20 mg/kgBB, Kelompok 3 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + Doxorubicin 1,17 mg/kgBB, Kelompok 4 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + fraksi etil asetat akar pasak bumi 100 mg/kgBB, Kelompok 5 diberikan DMBA 20 mg/kgBB + Doxorubicin 1,17 mg/kgBB + fraksi etil asetat akar pasak bumi 100 mg/kgBB kemudian dilakukan pembedahan dan uji imunohistokimia analisis data Kolmogorof Smirnof, uji Levene dan uji Kruskal Wallis. Hasil nilai rata-rata % ekspresi protein Ki-67 juga terjadi penurunan pada kelompok ko-kemoterapi DMBA + Doxorubicin + APB (8,89±3,20)% dibandingkan kelompok DMBA+Doxorubicin (12,73±3,37)% dan kelompok DMBA+APB (11,37±5,16)%, dan terdapat perbedaan yang bermakna dengan kelompok DMBA+Doxorubicin dengan nilai signifikansi 0,020 (p<0,05) namun tidak berdeda bermakna dengan DMBA+APB dengan nilai signifikansi 0,114 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ko-kemoterapi fraksi etil asetat akar pasak bumi dapat menurunkan ekpresi protein Ki-67 pada tikus model kanker payudara yang diinduksi DMBA
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) terhadap Bakteri Streptococcus mutans Wahyuni Wahyuni; Suhrah Febrina Karim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Sampel yang digunakan adalah Daun Kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) yang memiliki dengan pernadingan konsentrasi yaitu 5%, 15%, 25% dan Clorhexidine (kontrol positif) dan Aquadest (kontrol negatif) dengan mengukur zona hambat yang terbentuk menggunakan jangka sorong. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen laboratorium menggunakan metode difusi agar dengan tehnik paper disc. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya golongan senyawa flavonoid, saponin, tanin, Alkaloid, steroid dan triterpenoid, pengujian antibakteri dengan zona hambat secara berturut-turut yaitu 5,7 mm, 6,2 mm, 6,8 mm, 10, 1 mm dan 0. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol Daun Kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans.
Analisis Kadar Alkohol pada Minuman Beralkohol Tradisional (Arak) dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis: Analysis of Alcohol Content in Traditional Alcoholic Beverages with UV-Vis Spectrophotometry Method Benedicta R.H Nahak; Ahmad Irsyad Aliah; Suhrah Febrina Karim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.360

Abstract

Arak adalah minuman beralkohol jenis minuman keras yang dihasilkan dari proses fermentasi nira yang berasal dari tanaman siwalan. Alkohol adalah senyawa organik dengan gugus fungsi –OH (hidroksil). Telah dilakukan penelitian dengan juduk “Analisis Kadar Alkohol Pada Minuman Beralkohol Tradisional (Arak) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis”. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar alkohol pada minuman beralkohol tradisional (Arak) dengan metode Spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dan parameter-parameter validasi yaitu: ketelitian, linieritas, batas deteksi dan batas kuantitas (LOD dan LOQ), ketepatan. Hasil penelitian didapatkan nilai RSD = 1.796799126 %, persamaan regresi linear y = -0.6759x + 0.8573 dan koefisien regresi R2 = 0.9977, LOD = 0.056 mg/L, LOQ = 0.187 mg/L dan % perolehan kembali = 91.5 %, menunjukkan bahwa parameter validasi ini cukup baik dan layak digunakan untuk penentuan kadar alkohol. Uji kuantitatif penetapan kadar alkohol sampel minuman beralkohol tradisional (arak) didapatkan kadar 58 %. Kata Kunci : Arak ; Alkohol; Spektofotometri UV-Vis
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI DAUN JELATANG (URTICA DIOICA L.) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS Akbar, Muh. Rezki Ramadhan Ali; Karim, Suhrah Febrina; Majid, Bahri
Jurnal Buana Farma Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v4i4.1202

Abstract

Closed feet and long-term activities cause sweaty feet and damp conditions around the feet can cause odor. Foot odor is caused by a buildup of bacteria that breeds on damp feet. Some bacteria that cause foot odor include Staphylococcus epidermidis. Nettle leaf fractions (Urtica dioica L.) contain flavonoids, tannins, saponins and alkaloids which work as antibacterials for smelly feet. This research aims to determine whether the nettle leaf fraction (Urtica Dioica L.) can be formulated into a footspray preparation and what the activity of the nettle leaf fraction (Urtica Dioica L.) footspray preparation is on the growth of Staphylococcus Epidermidis bacteria. This research is an experimental research using methods of maceration, fractionation, formulation, evaluation of footspray preparations and testing of bacterial activity at concentrations of 12%, 13% and 14% using the disc diffusion method. The results of this research for formula concentrations of 12%, 13% and 14% meet the requirements for evaluating footspray preparations. Bacterial activity testing at concentrations of 12%, 13% and 14% had an average zone of inhibition of 15.1 mm (strong), 15.5 mm (strong), 16 mm (strong), respectively. It was concluded that the nettle leaf fraction (Urtica dioica L.) could be formulated as a footspray preparation and had antibacterial activity with the average zone of inhibition for each concentration being relatively strong in inhibiting the growth of Staphylococcus Epidermidis bacteria.
POTENSI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN LIP BALM LIOFILISAT KULIT BUAH TERUNG UNGU PANJANG (Solanum melongena L.) DALAM MENANGKAL RADIKAL BEBAS Karim, Suhrah Febrina; Nadjamuddin, Mirfaidah; Ramadhani, Aulia Rezky
Jurnal Buana Farma Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v4i4.1214

Abstract

Perubahan iklim mengakibatkan terjadinya peningkatan radiasi sinar ultraviolet (UV) yang menyebabkan kerusakan kulit akibat radikal bebas. Radikal bebas memberikan efek berupa pigmentasi pada Kulit, terutama pada kulit bibir sehingga warna bibir menjadi hitam serta pecah-pecah. Pigmentasi kulit bibir ini dapat dicegah dengan penggunaan tabir surya dalam bentuk lip balm. Lip balm merupakan salah satu produk lip care yang digunakan untuk mencegah serta mengatasi bibir kering dan pecah-pecah yang disebabkan oleh fungsi dari perlindungan pada bibir yang buruk. Kulit Terung Ungu panjang merupakan salah satu antioksidan alami yang mempunyai kandungan nasunin yang termasuk senyawa golongan flavonoid. Nasunin memiliki fungsi sebagai antioksidan alami yang 150 kali lebih kuat dari flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas Antioksidan liofilisat kulit buah terung ungu panjang dalam menghambat radikal bebas dan memenuhi uji stabilitas fisik maupun kimia sediaan lip balm. Liofilisat kulit buah terung ungu panjang diformulasikan dengan variasi konsentrasi 2%, 4 % dan 6 % dilanjutkan dengan evaluasi sediaan secara fisik maupun kimia yang meliputi Uji Organoleptik, pH, Titik Lebur, Homogenitas, Daya Sebar dan Cycling Test. Setelah itu dilakukan Uji Potensi Aktivitas Antioksidan dari Liofilisat kulit buah terung ungu panjang melalui kemampuannya dalam mengangkal Radikal bebas dengan metode DPPH. Hasil penelitian yang didapatkan adalah Ekstrak kulit Buah Terung ungu panjang dapat dibuat dalam sediaan lip balm stabil secara fisik dan Kimia serta Sediaan lip balm ekstrak kulit Buah Terung ungu dapat memberikan aktivitas antioksidan paling efektif dengan metode DPPH pada konsentrasi ekstrak 6% dengan nilai IC50 sebesar 41,683 ppm dengan kategori sangat kuat
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN BODY SCRUB CREAM FRAKSI ETANOL DAUN JAMBU AIR (Syzygium aqueum) DENGAN METODE DPPH Mangago, Adventiani; Karim, Suhrah Febrina; Sirajuddin, Mutmainnah
Jurnal Buana Farma Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v4i4.1216

Abstract

Antioksidan adalah substansi yang diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan sel normal, protein, dan lemak oleh radikal bebas. Daun jambu air (Syzygium aqueum) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai aktivitas antioksidan karena memiliki kandungan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi body scrub cream fraksi etanol daun jambu air (Syzygium aqueum) sebagai antioksidan dan untuk mengetahui aktivitas antioksidan body scrub cream fraksi etanol daun jambu air (Syzygium aqueum). Metode penelitian ini secara eksperimental, dimulai dengan daun jambu air (Syzygium aqueum) diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi, dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan pelarut etanol, n-heksan dan etil asetat lalu dibuat sediaan body scrub cream dengan konsentrasi ekstrak formula I, II, III berturut-turut 1%, 2% dan 3%. Pada penelitian ini uji stabilitas fisik body scrub cream meliputi uji organoleptis diperoleh hasil beraroma jambu dan tekstur semi padat, uji homogenitas diperoleh hasil homogen, uji pH diperoleh hasil sesuai dengan standar pH yaitu 4,5-7, uji daya sebar diperoleh hasil sesuai dengan persyaratan yaitu 5-7 cm dan cycling test yang dilakukan secara 6 siklus 12 hari. Berdasarkan hasil pengukuran aktivitas antioksidan maka didapatkan hasil nilai IC50 pada formula I, formula II, formula III, vitamin C secara berturut-turut yaitu 46,7602 µg/mL, 21,1618 µg/mL, 6,1973 µg/mL, 4,1727 µg/mL. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi etanol daun jambu air (Syzygium aqueum) dapat diformulasikan sebagai sediaan body scrub cream yang stabil secara fisika dan kimia serta memiliki aktivitas antioksidan paling efektif pada formula III dengan nilai IC50 sebesar 6,1973µg/mL.