Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Uji Efektivitas Anthelmintik Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum americanum L.) Terhadap Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides) Secara In Vitro Suhrah Febrina Karim; Nurfiddin Farid; Hilmiati Wahid; Musdalifa Musdalifa
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v6i3.48686

Abstract

Penyakit kecacingan merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh masuknya parasit berupa telur cacing kedalam tubuh manusia melalui saluran pencernaan manusia karena adanya pencemaran melalui tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek anthelmintik ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum americanum L.) terhadap cacing gelang Ascaris lumbricoides dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum americanum L.) yang efektif sebagai anthelmintik terhadap cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Penelitian ini merupakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Daun Kemangi di lakukan ekstraksi dengan metode maserasi kemudian dilakukan skrining fitokimia. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok yaitu Kelompok 1 (ekstrak daun kemangi dosis 10%), Kelompok 2 (ekstrak daun kemangi dosis 20%), Kelompok 3 (ekstrak daun kemangi dosis 30%), Kelompok 4 Kontrol Positif (pirantel pamoat 5 mg/ml) dan Kelompok 5 Kontrol Negatif (NaCl 0,9%). Pengamatan dilakukan tiap 1 jam setelah perendaman sampai semua cacing mati. Hasil penelitian menunjukkan 100% kematian cacing yaitu ekstrak etanol daun kemangi Konsentrasi 10% pada jam ke 24, Konsentrasi 20% pada jam ke 16, dan Konsentrasi 30% pada jam ke 8, Kelompok kontrol positif pada jam ke 2, Kontrol negatif (larutan NaCl 0,9%) pada jam ke 76. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum americanum L.) konsentrasi 30% memberikan efek anthelmintik terhadap cacing gelang (Ascaris lumbricoides) pada jam ke 8.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS GEL ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) PADA MENCIT JANTAN PUTIH (Mus musculus) Suhrah Febrina Karim; Hilmiati Wahid; Wahyuni Wahyuni; Wulanda Sari Yusuf
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v5i2.8970

Abstract

Inflamasi yaitu suatu respon  jaringan vaskular terhadap infeksi maupun kerusakan jaringan dengan mendatangkan sel dan molekul pertahanan tubuh dari peredaran darah ke lokasi yang diperlukan untuk mengeliminasi penyebab yang mengganggu. Daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki kandungan kimia yang terdiri dari flavanoid, tanin, dan saponin. Kandungan flavanoid dalam daun pepaya dipercaya dapat dijadikan sebagai antiinflamasi. Flavonoid dapat menghambat siklooksigenase atau lipooksigenase dan menghambat akumulasi leukosit di daerah sehingga dapat menjadi antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap mencit jantan putih (Mus musculus). Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Daun Pepaya di ekstraksi dengan metode maserasi yang selanjutnya dibuat Sediaan Gel dilanjutkan dengan metode pembentukan edema buatan pada telapak kaki mencit (Mus musculus) dengan menggunakan keragenan 1%. Hasil penelitian sediaan gel ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya  L.) dibuat dengan konsentrasi 0,2%, 0,3% dan 0,4%. Penurunan Volume Edema di mulai pada Jam ke- 2 sampai Jam Ke-6 untuk Semua Kelompok gel ekstrak Ekstrak Etanol Daun Pepaya (0,2%, 0,3% dan 0,4 %). Kontrol Negatif tidak mengalami Penurunan Edema berbeda dengan Kontrol Positif yang mengalami Penurunan. Berdasarkan hasil pengamatan selama penelitian hewan uji, bahwa pada ekstrak 0,3% lebih signifikan mengalami penurunan volume Edema dibanding dengan kelompok pembanding Neuromacil Gel sebagai kontrol positif.
FORMULASI KRIM EKSTRAK ETANOL TANGKAI DAUN TALAS(COLOCASIA ESCULENTA L.) TERHADAP LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) GALUR WISTAR Wahyuni Wahyuni; Hilmiati Wahid; Resti Febriana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i3.5721

Abstract

Salah satu tanaman yang dapat menjadi pilihan sebagai obat penyembuhan luka yaitu tangkai daun talas (Colocasia esculenta L.) Kandungan fitokimia tangkai daun talas yaitu flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, steroid, dan terpenoid diduga mampu membantu menyembuhkan luka. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui ekstrak etanol tangkai daun talas (Colocasia esculenta L.) yang  dapat diformulasikan menjadi sediaan krim serta stabil secara fisik dan kimia serta untuk mengetahui konsentrasi optimal formula sediaan krim ekstrak etanol tangkai daun talas (Colocasia esculenta L.) yang  digunakan sebagai penyembuhan luka sayat pada tikus  putih (Rattus norvegicus) galur wistar. Metode penelitian ini yaitu eksperimen laboratorium menggunakan ekstrak etanol tangkai daun talas (Colocasia esculenta L.) yang diformulasikan menjadi sediaan krim pada konsentrasi 5%, 10% dan 15 %  dengan desain Pretest-Posttest dengan kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan Uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya lekat, uji daya sebar, uji pH, uji Viskositas sebelum dan sesudah cycling test memenuhi persyaratan dan stabil. Pada uji efektivitas penyembuhan luka sayat pada tikus  putih (Rattus norvegicus) pada 15 hewan uji yang dibagi dalam lima kelompok menunjukkan bahwa pada konsentrasi 15 % yang memberikan efektivitas penyembuhan luka sayat yang paling cepat selama 14 hari pengukuran. Dapat disimpulkan bahwa  Ekstrak etanol tangkai daun talas talas (Colocasia esculenta L.) dapat diformulasikan dalam sediaan krim serta stabil secara fisik dan kimia dengan konsentrasi paling optimal formula sediaan krim yang dapat digunakan untuk penyembuhan luka sayat yaitu formula sediaan krim dengan konsentrasi 15%.
Identifikasi Extended Spectrum Beta Laktamase (ESBL) Antibiotika Golongan Sefalosporin pada Bakteri Acinetobacter baumannii Hilmiati Wahid
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.188

Abstract

Extended Spectrum Beta-Lactamases (ESBL) are group of enzymes that break down the antibiotics of penicillin and cephalosporin group,this enzymes made bacteria are resistant to this type of antibiotic. Acinetobacter baumannii is one of the gram-negative bacteria, produce the ESBL enzyme. Globally, Acinetobacter baumannii has become a nosocomial pathogen that continues to increase in frequency. The prevalence of ESBL of Acinetobacter spp in Indonesia is 19-29% which is resistant to the third and fourth generation cephalosporin antibiotics. This study uses an experimental laboratory design with consecutive sampling techniques. Acinetobacter baumannii was isolated from 50 patients. The isolate comes from sputum, pus, blood, urine, endotrackeal (ETT), pleural fluid, bronchial rinses and stool. Samples of isolates were identified using standard bacteriological methods and the Vitek 2 Compact ® system using a GN card. Tests carried out include antimicrobial sensitivity tests performed using the Kirby-Bauer diffusion method and ESBL production test using the Double Disc Synergy Test (DDST) and Phenotypic Confirmatory Test. The results showed that the bacterium Acinetobacter baumannii was successfully isolated from all samples with an accuracy level (91% - 99%). In the antimicrobial sensitivity test it was found that of the 50 clinical samples tested against antibiotics cephalosporin group, which had experienced resistance in the largest sequence were Cefotaxime 22 samples (44%), Ceftazidime 20 samples (40%), Ceftriaxone 20 samples (40%) and Cefepime 19 samples (38%). In the ESBL production test found 9 samples (18%) positive ESBL in ceftazidime + As.Klavulanat antibiotics, 9 samples (18%) positive ESBL in cefotaxime + As.Klavulanat antibiotics (30 ?g / 10 ?g). Keywords: Cephalosporin antibiotics, Acinetobacter baumannii, Resistance, Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL)
Formulasi Sediaan Krim Anti-aging dari Ekstrak Kolagen Limbah Sisik Ikan Bandeng (Chanos chanos): Formulation of Anti-aging Cream from Milkfish Scales Waste Collagen Extract (Chanos chanos) Hilmiati Wahid; Suhra Febrina Karim; Nurhikma Sari
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i4.1289

Abstract

Penuaan dini merupakan kerusakan yang terjadi pada kulit akibat radikal bebas yang terbentuk melalui proses metabolisme dan dampak negatif lingkungan. Sisik ikan bandeng dipercaya mengandung kolagen yang dapat menghambat proses penuaan dini pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah formulasi krim anti-aging dari kolagen limbah sisik ikan bandeng (Chanos chanos) dapat memenuhi syarat mutu stabilitas sediaan dan untuk mengetahui konsentrasi efektif pada krim anti-aging. Sisik ikan bandeng diekstraksi dengan metode maserasi dan dikeringkan kemudian diformulasikan dalam bentuk sediaan krim dengan konsentrasi 5%, 6% dan 7% dan dilanjutkan dengan evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, uji iritasi dan uji aktivitas yang dilakukan kepada 16 orang sukarelawan dengan pengujian pada kulit punggung tangan selama empat minggu. Hasil penelitian krim anti-aging dari hasil uji stabilitas krim anti-aging ekstrak kolagen sisik ikan bandeng (Chanos chanos) dengan konsentrasi 5%, 6% dan 7% sudah memenuhi syarat mutu stabilitas sediaan krim dan dari hasil uji  aktivitas kadar air (moist) dan kadar minyak sediaan krim anti-aging dengan konsentrasi 5%, 6% dan 7% sudah memberikan efek anti-aging dalam memperbaiki kondisi kulit dengan nilai signifikansi pada tiap konsentrasi diperoleh nilai (P>0,05) menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna pada tiap konsentrasi. Dapat di simpulkan bahwa krim anti-aging konsentrasi 5% sudah memberikan efek anti-aging dalam memperbaiki kondisi kulit punggung tangan.
Formulasi Serbuk Effervescent Limbah Tulang Ikan Bandeng (Chanos chanos) sebagai Supplement Kalsium Tulang: Formulation Effervescent Powder form of Milk Fish (Chanos chanos) Bone Waste as a Calcium Supplement Hilmiati Wahid; Andi Juaela Yustisi; Prayitno Prayitno; Aninditya Dwi Lestari Amir
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.1955

Abstract

Milkfish fish bone (Chanos chanos) is a fish with a high calcium consumption of 23.99%. This high level of calcium means that the waste of milkfish bones can be used as a bone supplement in the form of effervescent powder. to meet the intake of calcium supplements in maintaining health. This study aims to determine the physical and chemical stability of the effervescent powder from milkfish bone waste. The research method was calcium from milkfish bone meal analyzed using an Atomic Absorption Spectrophotometer and made in the form of effervescent powder with concentrations of 800 mg, 900 mg and 1000 mg. Examination of the preparations included organoleptic tests, pH tests, water content tests, flow rate tests, hedonic tests. The results for the organoleptic test did not change. The results of the solubility test, flow rate, pH test, water content test experienced an increase in value before and after the cycling test. The results of the F2 hedonic test favored the shape and color. It can be concluded that the calcium concentration of fish bone powder is 243121 mg/kg. Milkfish bone powder can be formulated in the form of effervescent powder as a bone calcium supplement that is physically and chemically stable Kata Kunci:         Waste of Milkfish Bones, Effervescent Powder, Calcium   Abstrak Tulang ikan Bandeng (Chanos chanos) adalah ikan konsumsi berkalsium tinggi sebesar 23,99%. Tingginya kadar kalsium ini sehingga limbah tulang ikan bandeng dapat dimanfaatkan menjadi suplemen tulang dalam bentuk serbuk effervescent. untuk memenuhi asupan supplement kalsium dalam menjaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sediaan serbuk effervesent limbah tulang ikan bandeng yang stabil secara fisika dan kimia. Metode penelitian yaitu kalsium tepung tulang ikan bandeng dianalisis menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom dan dibuat dalam bentuk sediaan serbuk effervescent dengan konsentrasi 800 mg, 900 mg dan 1000 mg. Pemeriksaan terhadap sediaan meliputi uji organoleptik, uji pH, uji kadar air, uji kecepatan alir, uji hedonik. Hasil penelitian untuk uji organoleptik tidak mengalami perubahan. Hasil uji waktu larut, kecepatan alir, uji pH, Uji Kadar air mengalami peningkatan nilai sebelum dan sesudah cycling test. Hasil uji hedonik F2 disukai dari bentuk dan warna. Dapat disimpulkan konsentrasi kalsium serbuk tulang ikan sebesar 243121 mg/kg. Serbuk tulang ikan bandeng dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan serbuk effervescent sebagai supplement kalsium tulang yang stabil secara fisika dan kimia. Kata Kunci:         Limbah Tulang Ikan Bandeng, Serbuk Effervescent, Kalsium