Arik Umi Pujiastuti, Arik Umi
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Implementasi Peran dan Tugas Guru Pembimbing Khusus (GPK) pada Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar Negeri Pujiastuti, Arik Umi; Agustin, Ina
KEGURU "Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar" Vol 3 No 1 (2019): Keguru
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ina Agustin, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Ronggolawe Tuban inaagustin88@gmail.com Arik Umi Pujiastuti Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Ronggolawe Tuban arik.umi 86@gmail.com Abstract The objectives of this study are: 1) to describe the implementation of the Special Advisory Teacher (GPK) roles and duties on inclusive education of all of state Elementary Schools in Soko, Tuban on process of identifying types of needs, assessment, and compiling individual learning programs, 2) to describe the implementation of GPK roles and duties related to the designing process and giving specific programs, and 3) to describe the implementation of GPK roles and duties in modifying teaching materials. The research method is qualitative descriptive. The data collection instruments used are interviews and field notes. The results of this study are, 1) the role and duties of Special Advisory Teacher (GPK) at inclusive education on  the process of identifying needs, assessment, and compiling individual teaching programs that run less than optimal because the lack of resources, 2) in the designing process and giving specific programs that must be carried out by Special Advisory Teacher (GPK) does not run optimally due to differences in perceptions between GPK in giving specific programs to the needs of ABK, 3) in the implementation of GPK role in modifying teaching materials , actually it hasn’t run well. It because the lack of resources and funds sources. Based on the results of the study, the implementation of GPK roles and duties in identifying types of needs, assessment, preparation of individual learning programs, designing learning, giving specific programs, and modifying teaching materials were not optimal. As for the lack of optimal implementation of GPK roles and duties due to lack of resources (GPK), lack of socialization regarding the roles and duties of GPK, and regulations related to main duty ann functions from GPK.  Key words: GPK roles and duties, inclusive education   Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan implementasi dari peran dan tugas guru pembimbing khusus(GPK) pada pendidikan inklusi di Sekolah Dasar Negeri se- Kecamatan Soko Kabupaten Tuban dalam proses identifikasi jenis kebutuhan, assesment, dan menyusun program pembelajaran individual, 2) mendeskripsikan implementasi peran dan tugas GPK terkait dengan proses perancangan dan pemberian program khusus, dan 3) mendeskripsikan implementasi peran dan tugas GPK dalam memodifikasi bahan ajar. Adapun metode penelitian ini adalah, deskriptif kualitatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah, wawancara dan catatan lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah,1) peran dan tugas guru pembimbing khusus(GPK) pada pendidikan inklusi di dalam proses identifikasi kebutuhan, assesment, dan menyusun program pembelajaran individual berjalan kurang optimal penyebabnya, adanya kekurangan jumlah sumber daya, 2) pada proses perancangan dan pemberian program khusus yang harus dilaksanakan Guru Pembimbing Khusus (GPK) tidak berjalan dengan optimal dikarenakan perbedaan persepsi antar GPK dalam pemberian program yang spesifik sesuai dengan kebutuhan ABK, 3) pada inplementasi peran GPK terkait memodifikasi bahan ajar pada kenyataannya belum bisa terlaksana dengan baik penyebabnya, kurangnya sumber daya dan sumberdana. Berdasarkan hasil penelitian maka implementasi peran dan tugas GPK dalam identifikasi jenis kebutuhan, assesmen, penyusunan program pembelajaran individual, merancang pembelajaran, pemberian program yang spesifik, dan memodifikasi bahan ajar kurang berjalan dengan optimal. Adapun adanya kurang optimal dari implementasi peran dan tugas GPK disebabkan karena, kurangnya sumber daya (GPK), kurangnya sosialisasi terkait peran dan tugas dari GPK, dan peraturan terkait tupoksi dari GPK   Kata Kunci: Peran dan tugas GPK, pendidikan inklusi
Analysis of the reading ability of low vision students at the primary school teacher education, PGRI Ronggolawe University Pujiastuti, Arik Umi; Wiratsiwi , Wendri
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jpdn.v9i2.21643

Abstract

Abstrak: Reading is one of the language skills a person has. When someone experiences problems with their sense of sight, it will definitely affect their reading ability. One of the disorders in the sense of sight is Low Vision. This research aims to describe the reading abilities of elementary school teacher education students with low vision. In learning practices at higher education institutions, low vision students have the same rights as regular students. This research method is a case study, and the research data was collected using interview and observation techniques using interview sheet instruments and observation guide sheets. The data that has been collected is analyzed descriptively qualitatively. Based on the results of interviews and observations, the type of letters that can be read are Times New Roman, Calibri, and Arial. The results of interviews and observations show that the three letters are size 12, spacing 1, 1.5, and 2, 2.5. and 3 spaces 1, 1.5, and 2 are not readable from any distance. The three letters, with sizes 14 and 16, bold, space 1, 1.5, and 2, black, white background, are not legible, but they are legible at a distance of 10 to 15 cm when using spaces 2, 2.5, and 3 and students occasionally spell and activities are carried out in outdoor. When indoors, students need more time to carry out these activities. Research subjects were also unable to read paragraphs consisting of three or more sentences. The reading activities of research subjects are also influenced by the light around them.
PENERAPAN KOOPERATIF TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERTANYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI SISWA KELAS IV SDN KEBONHARJO I Pujiastuti, Arik Umi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.13 KB) | DOI: 10.29407/jpdn.v1i2.214

Abstract

Abstract: The research is formed for increasing the ability of question on student and the activity of indonesia language on both student and teacher by using the applicationcooperative of  Team Game Tournament (TGT) type. This research category is the classaction research. This research has been done in two cycles. The first cycle contains oftwo meetings which involve 29 fourth grade students of SDN Kebonharjo I as thesubject in this research. The datas of this research is got by direct observation. Thisobservation datum which is used for observing the activity of both student and teacherand observing the ability of question on student as long as the subject matter is occurredthat is analyzed by scoring is provided by the presentation. The result of this researchshows that by using cooperatif ofTeam Game Tournament (TGT) type, the activity ofboth the student and teacher, the ability of question on student in science has increased.The percentage of student activity on the first cycle shows 51,91% and the percentageof  the second one shows 60,72%. Then, the percentage of teacher activity on the firstcycle shows 48,75% and the percentage of the second one shows 81,87%. The last one,the percentage of the student ability of question also shows the increase, on the firstcycle shows 54,66% and for the second one shows 78%. By this research, it is wishedcan make the teacher more creative and innovative in using the type of subject tomotivate the student to be better in getting the best result. Based on this research result,the teacher of elementary school is suggested for using cooperative of Team GameTournament (TGT) type for increasing the student ability of question on indonesialanguage.
ANALYSIS WRITING SKILLS OF STUDENTS WITH HEARING DISABILITIES AT INCLUSIVE ELEMENTARY SCHOOL Pujiastuti, Arik Umi; Agustin, Ina; Mizan, Saeful
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.567 KB) | DOI: 10.29407/jpdn.v4i1.12198

Abstract

Kenyataan yang ada, terdapat manusia yang memiliki kekurangan sehingga tidak bisa menguasai empat keterampilan atau kemampuan bahasa (menulis, membaca, berbicara, dan menyimak). Salah satunya adalah anak tunarungu. Kekurangan tersebut, berdampak pada kemampuan bahasa lainnya khususnya kemampuan berbicara dan menulis. Pada dasarnya kemampuan bahasa tulis adalah kemampuan bahasa yang bisa dilakukan anak tunarungu untuk menggantikan kemampuan bahasa lisannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan menulis pada siswa tunarungu di SDN Inklusi se Kabupaten Tuban. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dapat diketahui dari data wawancara, pada indikator 1) tujuh siswa yang dapat menulis dengan persentase 100%, indikator 2) empat siswa yang dapat menunjukkan kemampuan tersebut dan tiga siswa tidak dapat menunjukkan kemampuan tersebut, persentase sebesar 57,1% siswa yang dapat dan 42,9% siswa yang tidak dapat. Pada indikator 3) tiga siswa yang dapat dan empat siswa yang tidak dapat, persentase sebesar, 42,9% untuk siswa yang dapat dan 57,1% siswa yang tidak dapat. Indikator 4) satu siswa yang dapat dan enam siswa yang tidak dapat, persentase sebesar 14,2% siswa yang dapat menunjukkan kemampuan dan 85,8% siswa yang tidak dapat menunjukkan kemampuan tersebut. Indikator 5) tiga yang dapat menunjukkan kemampuan sesuai indikator dan empat yang tidak dapat menunjukkan, dengan persentase 42,9% siswa yang dapat dan 57,1% siswa yang tidak dapat. Data hasil tes menggunakan indikator 2 sampai 5. Indikator 2) empat siswa dapat menunjukkan kemampuan dan tiga siswa tidak dapat, persentase sebesar 57,1% siswa yang dapat menunjukkan kemampuan 42,9% siswa yang tidak dapat. Indikator 3) lima siswa dapat dua siswa tidak dapat, persentase sebesar 71,4% siswa yang dapat dan 28,6%bagi siswa yang tidak dapat menunjukkan kemampuan. Indikator 4) satu siswa dapat menunjukkan kemampuan dan enam siswa tidak dapat menunjukkkan kemampuan, persentase sebesar 14,2% siswa yang dapat dan 85,8% siswa yang tidak dapat menunjukkan kemampuan. Indikator 5) enam siswa dapat menunjukkan kemampuan dan satu siswa tidak dapat menunjukkan kemampuan, persentase sebesar, 85,8% siswa yang dapat dan 14,2% siswa yang tidak dapat. Simpulan yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa kemampuan menulis siswa kelas IV tunarungu di SDN Inklusi se Kabupaten tuban rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah rendahnya kemampuan bahasa lisan yang dimiliki akibat tidak berfugsinya indera pendengaran yang dimiliki.
Implementasi Metode Lipirtup untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi pada Siswa Sekolah Dasar Pujiastuti, Arik Umi; Wulandari, Novi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.425 KB) | DOI: 10.29407/jpdn.v5i1.13030

Abstract

Berdasarkan wawancara dan dokumentasi di SDN Ngino 02 Kecamatan Semanding Kabupaten Tubankemampuan menulis puisi siswa masih rendah, delapan siswa yang mendapat nilai sesuai kriteria dan 16 siswa mendapat nilai di bawah kriteria sehingga persentase nilai yang didapatkan secara klasikal mencapai 33,3%. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas empat SDN Ngino II Semanding. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan prosedur penelitian terdiri dari empat tahap yaitu, rencana (Planning), observasi (Observation), tindakan (Action), refleksi (Reflection). Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 24 orang siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian adalah tes dan dokumentasi dengan instrumen lembar tes dan lembar dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah, menghitung nilai ketuntasan kriteria individu dan persentase hasil secara klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis puisi mata pelajaran Bahasa Indonesia dilihat mulai data pada pra siklus mencapai 33,33% hal ini berarti dari 24 orang siswa sebanyak 8 orang siswailainya sudah mencapai kriteria, sedangkan pada siklus I kemampuan menulis puisi siswa mencapai 62,5% hal ini berarti dari 24 orang siswa sebanyak 15 siswa yang mendapatkan nilai sesuai kriteria dan kemampuan menulis puisi pada siklus IIengan persentase sebesar 83,33% hal ini berarti dari 24 orang siswa sebanyak 20 siswa nilainya sudah mencapai kriteria. Adapun peningkatan ang didapat pada siklus I ke siklus II sebesar 20,83%. Hal ini menunjukkan bahwa metode lipirtup dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi.
Pengenalan Publikasi Ilmiah Bagi Mahasiswa Pgsd Universitas Pgri Ronggolawe Melalui Literasi Teknologi Pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia Pujiastuti, Arik Umi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jpdn.v8i1.17729

Abstract

The aim of this study is to describe the ability to identify scientific publications through technological literacy including, the ability to access scientific articles, select scientific articles, and develop scientific articles that have 76 class PGSD, class of 2018. This kind of study is a class action study. The data collection used is a questionnaire for data ability to access and select scientific articles, while the documentation techniques for data ability to compile the scientific article so, data analysis USES a quantitative descriptive technique. Research shows that, while the ability to access scientific articles before Indonesian subjects, 201% of students understand how to access scientific journals while 79.9% do not understand access to them and that percentage is equal to the ability to access scientific articles. 16.3% understand the menu in scientific journals while 83.7% do not understand the journal’s menu, 29.6% understand how to keep journal links where as 70. 4% do not understand an increase occurred 100% after technology-literacy breeding in Indonesian subjects. Studies of the ability to select a scientific article before Indonesian subjects are: 100% PGSD students cannot distinguish between research and non-research artists do not use science as referral for college work, and use referrals from sites other than scientific journals and after the technology-literacy experience of an Indonesian course there is a 100% increase. Next, the science where 20 students score 72, 19 score 70, 14 students score 7, 12 students score 73, 3 score 75, 3 more with 78, 2 score 76 and 2 score 77, and 1 student scores 69.