Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KLINIK ASURANSI SAMPAH SEBAGAI FASILITAS KESEHATAN DAN EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH PADA MASYARAKAT Isni Wahidiyah Susanto; Zulin Nurchayati; Harianto .
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 4, No 1 (2022): Fourth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan rahmat yang tidak ternilai harganya, maka dari itu patut dijaga dan disyukuri oleh setiap umat manusia. Pelayanan kesehatan dirasa cukup mahal untuk sebagian masyarakat miskin. Banyak dari masyarakat kalangan menengah kebawah tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak bahkan sebagian dari mereka tidak pergi berobat karena tidak ada biaya. Asuransi kesehatan sangat dibutuhkan oleh semua golongan masyarakat. Tetapi karena biaya premi asuransi yang cukup tinggi, menyebabkan asuransi kesehatan hanya dapat dinikmati sebagian kalangan yang benar-benar mampu dalam hal finansial, sedangkan bagi masyarakat miskin asuransi kesehatan merupakan hal yang sangat sulit didapatkan. Bahkan jaminan kesehatan yang sudah disediakan pemerintah seperti Askes/BPJS Kesehatan dan Jamkesmas, juga dirasa masih cukup sulit didapatkan oleh masyarakat miskin. Permasalahan inilah yang membuat dr. Gamal Albinsaid untuk mendirikan Garbage Clinical Insurance (GCI) atau Klinik Asuransi Sampah yang digagas oleh Indonesia Medika sebagai organisasi sosial.  Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif studi pustaka dengan menjelaskan beberapa hasil penelitian sebelumnya bagaimana program Klinik Asuransi Sampah ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan sosial seperti sulitnya mendapatkan fasilitas kesehatan bagi masyarakat menengah kebawah dan menyelesaikan permasalahan lingkungan seperti sampah. Hasil dari studi pustaka ini diharapkan agar dapat menjadi acuan bahwa dengan adanya Klinik Asuransi Sampah ini dapat menyelesaikan masalah kesehatan dan mengurangi sampah lingkungan
Persepsi Gen Z terhadap Konten Dakwah Gus Baha tentang Kesederhanaan di TikTok Faishal Azizi; Nunik Hariyani; Zulin Nurchayati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18525

Abstract

This study examines Generation Z's (Gen Z) perception of Gus Baha's da'wah content on simplicity distributed through TikTok. The phenomenon of increasing digital da'wah content consumption by Gen Z forms the significant backdrop, particularly Gus Baha's content which has garnered more than one million views across TikTok channels. This study employs a descriptive qualitative approach using in-depth interview method with three informants aged 15–27 years selected through purposive sampling. Data were analysed using Braun and Clarke's thematic analysis. The theoretical framework comprises Stephen P. Robbins' Perception Theory (selection, organisation, interpretation), Uses and Gratifications Theory (Katz, Blumler, & Gurevitch, 1974), and Stuart Hall's Reception Theory (1980). The findings reveal three main themes: (1) simplicity as a spiritual role model; (2) relevance of da'wah language to Gen Z's materialism issues; and (3) awareness of wealth-orientation risks. All informants demonstrated dominant reading of Gus Baha's simplicity message, interpreting content through spiritual and social frames consistent with their lived experiences. The study concludes that Gus Baha's da'wah content successfully fulfils spiritual, identity, and social-enlightenment gratifications for Gen Z through a simple, contextual, and authentic communicative approach, offering implications for digital da'wah content creators on TikTok.