Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KLINIK ASURANSI SAMPAH SEBAGAI FASILITAS KESEHATAN DAN EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH PADA MASYARAKAT Isni Wahidiyah Susanto; Zulin Nurchayati; Harianto .
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 4, No 1 (2022): Fourth Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan rahmat yang tidak ternilai harganya, maka dari itu patut dijaga dan disyukuri oleh setiap umat manusia. Pelayanan kesehatan dirasa cukup mahal untuk sebagian masyarakat miskin. Banyak dari masyarakat kalangan menengah kebawah tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak bahkan sebagian dari mereka tidak pergi berobat karena tidak ada biaya. Asuransi kesehatan sangat dibutuhkan oleh semua golongan masyarakat. Tetapi karena biaya premi asuransi yang cukup tinggi, menyebabkan asuransi kesehatan hanya dapat dinikmati sebagian kalangan yang benar-benar mampu dalam hal finansial, sedangkan bagi masyarakat miskin asuransi kesehatan merupakan hal yang sangat sulit didapatkan. Bahkan jaminan kesehatan yang sudah disediakan pemerintah seperti Askes/BPJS Kesehatan dan Jamkesmas, juga dirasa masih cukup sulit didapatkan oleh masyarakat miskin. Permasalahan inilah yang membuat dr. Gamal Albinsaid untuk mendirikan Garbage Clinical Insurance (GCI) atau Klinik Asuransi Sampah yang digagas oleh Indonesia Medika sebagai organisasi sosial.  Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif studi pustaka dengan menjelaskan beberapa hasil penelitian sebelumnya bagaimana program Klinik Asuransi Sampah ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan sosial seperti sulitnya mendapatkan fasilitas kesehatan bagi masyarakat menengah kebawah dan menyelesaikan permasalahan lingkungan seperti sampah. Hasil dari studi pustaka ini diharapkan agar dapat menjadi acuan bahwa dengan adanya Klinik Asuransi Sampah ini dapat menyelesaikan masalah kesehatan dan mengurangi sampah lingkungan
Feminisme dalam Film The Dictator (2012) Analisis Semiotika Roland Barthes Nur Fauzan, Farhan; Nunik Haryani; Zulin Nurchayati
Social Science Academic Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.9665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi feminisme dalam film The Dictator (2012) melalui karakter Zoey menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menganalisis beberapa scene yang mengandung pesan mengenai feminisme dan kesetaraan gender. Analisis dilakukan melalui makna denotasi, konotasi, dan mitos untuk melihat bagaimana tanda, dialog, dan visual dalam film membangun makna feminisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Zoey merepresentasikan feminisme liberal melalui sikap mandiri, kebebasan berpendapat, keberanian menolak penindasan, serta kesetaraan perempuan dalam ruang sosial dan politik. Namun, film juga menampilkan dominasi patriarki melalui objektifikasi perempuan dan normalisasi pelecehan verbal yang dikemas dalam bentuk komedi satir. Dengan demikian, representasi feminisme dalam film The Dictator (2012) ditampilkan secara ambigu, yaitu sebagai simbol kebebasan dan kesetaraan perempuan, tetapi sekaligus menjadi objek humor yang mereproduksi stereotip gender dalam budaya populer.