Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nasionalisme Melalui Pelestarian Makanan Tradisional Indonesia Adibah, Andi; Fitria, Ratna; Husna, Aida; Salsabila, Zulfa; Fauziyah, Shella
Jurnal Pendidikan Non formal Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpn.v3i2.2287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara nasionalisme dan Upaya pelestarian makanan tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui instrumen penelitian yang relevan, kemudian dianalisis untuk melihat peran makanan tradisional dalam memperkuat nilai nasionalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai simbol identitas bangsa, media pemersatu masyarakat, serta representasi sejarah dan nilai-nilai budaya Indonesia. Selain itu, pelestarian kuliner nusantara yang melibatkan peran masyarakat, pemerintah, dan generasi muda terbukti berkontribusi dalam menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap budaya nasional. Dengan demikian, pelestarian makanan tradisional memiliki potensi besar dalam memperkuat nasionalisme dan menjaga keberlanjutan warisan budaya bangsa.
MANAJEMEN PESANTREN RESPONSIF GENDER : STUDI ANALISIS DI KEPEMIMPINAN NYAI PESANTREN DI KABUPATEN PATI Ambarwati, Ambawati; Husna, Aida
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 2 (2014): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i2.1032

Abstract

Ketidaksetaraan gender dalam sebuah organisasi masih dapat ditemukan termasuk di lembaga pendidikan Islam seperti pesantren. Penyebab perbedaan ini berasal dari pengaruh bias gender yang masih banyak ditemukan dalam buku-buku rujukan (kitab kuning) dimana perempuan diposisikan sebagai masyarakat “kelasdua”, asumsi bahwa kemampuan perempuan hanyadalam urusan domestik serta pandangan perempuandi pesantren bahwa mereka wajib untuk menghormati,mengikuti dan mematuhi pria. Berdasarkan penelaahan atas kontribusi dan posisi “bu Nyai” di pesantren, makadapat disimpulkan bahwa banyak perempuan atau“nyai” yang telah memiliki peran kepemimpinan dipesantren. Tuntutan kepemimpinan perempuan munculdari karakteristik pesantren yang memisahkan pria dan wanita yang secara otomatis memerlukan kontribusi dari kepemimpinan perempuan sebagai wakil pimpinantertinggi “kyai”.Kata kunci: Manajemen Pesantren, Partisipasi, Nyai, Gender. Inequality gender roles in organizations still foundincluding in Islamic educational institutions such asboarding school. The cause of this discrepancy comesfrom the influence of gender bias of most of the materials(kitab kuning) i.e. the view of the position of women asbeing “second class”, the assumption that the abilityof women only in domestic affairs just as well as theview of women in boarding schools of the obligation torespect, to follow and to obey men. Whereas, it is alsofound the involvement of women in management ofboarding schools. The demands of women’s leadershipemerged from boarding relationships characteristic thatseparates men and women as well as the acceptance ofthe girls’ boarding schools also requires the contributionof women’s leadership as a representative of the highestleadership of “kyai”.Keywords: Participatoty, Women leader, boarding school