Mubasyaroh Mubasyaroh, Mubasyaroh
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pendekatan Konseling Realitas dan Terapi Agama Bagi Penderita Psikoproblem Mubasyaroh, Mubasyaroh
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.349 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v13i1.1687

Abstract

Humans have many problems in their lives that can cause psychiatric problems (psychoproblem) in individuals. Psychiatric problems (psychoproblem) can have impact on mood, mindset, to the general behavior experienced makes depressed and unable to carry out normal daily activities. The method used is content analysis. The result is psychological problems (psychoproblem) or psychiatric problems can be overcome by using reality counseling approaches and religious therapy. An individual can ask for help from counselors to help deal with psychiatric problems (psychoproblem) by using reality therapy to focus more on facing the future. Religious therapy is also used to overcome psychiatric problems (psychoproblem) by carrying out compulsory worship and sunnah such as prayer, fasting, dhikr, and others. Manusia banyak mempunyai persoalan dalam kehidupannya yang bisa menimbulkan problem kejiwaan (psikoproblem)pada individu.Problem kejiwaan (psikoproblem)tersebut bisa berdampak kepada mood, pola pikir, hingga tingkah laku secara umum yang dialami membuat tertekan dan tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara normal.Metode yang digunakan adalah analisis isi (content analysis).Hasilnya adalahproblem kejiwaan(psikoproblem) atau masalah-masalah kejiwaan bisa diatasi dengan menggunakan pendekatan konseling realitas dan terapi agama. Individu bisa meminta bantuan kepada konselor untuk membantu mangatasi problem kejiwaan(psikoproblem) dengan menggunakan terapi realitas untuk lebih fokus menghadapi masa depan. Terapi agama juga digunakan untuk mengatasi problem kejiwaan(psikoproblem) dengan caramenjalankan ibadah wajib dan sunnah seperti sholat, puasa, dzikir, maupun yang lainnya.
Pemberdayaan Ekonomi Sebagai Dimensi Pengembangan Masyarakat Islam Mubasyaroh, Mubasyaroh
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 1, No 1 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v1i1.2575

Abstract

Pengembangan masyarakat merupakan salah satu metode pekerjaan sosialyang tujuan uatamanya untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakatmelalui pendayagunaan sumber-sumber yang ada pada mereka, sertamenekankan pada prinsip partisipatori sosial masyarakat (Suharto,2005:37). Pengembangan masyarakat sebagai metode pekerjaan sosialmenunjuk pada interaksi aktif antara pekerjaan sosial dengan masyarakat,yang dalam pelaksanaannya, masyarakat yang dikembangkan ituterlibat proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasisuatu program pembangunan kesejahteraan sosial (PKS) atau usahakesejahteraan sosial (UKS).
DAKWAH ISLAM DAN PENGENTASAN MASALAH SOSIAL Mubasyaroh, Mubasyaroh
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 2, No 2 (2017): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v2i2.3308

Abstract

   Tulisan ini akan mendiskusikan  wacana tentang masalah sosial yang biasa bermunculan di sekitar lingkungan kita, atau mungkin di lingkungan kita. Ada beberapa masalah yang biasa terjadi, yang butuh penanganan tidak hanya dari pemerintah selaku penanggung jawab masyarakat dan lingkungan. Tetapi bagaimana dakwah Islam mencoba melakukan upaya untuk mengentaskan masalah sosial tersebut dengan berbagai pendekatan dan metodenya. Sehingga diharapkan masalah sosial tidak hanya ditangani dari perspektif ekonomi, tetapi dari persektif Islam. Adapun metode dakwah yang digunakan adalah dakwah bi al-lisan, bi al-hal dan uswatun hasanah.
Contesting Da’wah Authority in Indonesian Mosques and Islamic Organizations Saifuddin, Saifuddin; Mubasyaroh, Mubasyaroh; Masdi, Masdi
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the process of segregation, every social institution, including religious ones, experiences both conflict and integration, as well as consensus and contestation. As a religious social institution, the mosque serves as a place for prostration in mahdhah worship and as a center for community development. This article examines two critical issues: first, the shifting dynamics of the mosque’s function as a social institution in Islamic preaching, and second, the negotiation and contestation of Islamic preaching spaces between mosques and other Islamic mass organizations. Employing a qualitative approach, this study conducts an in-depth analysis of primary data sources. Key insights were gathered through participatory observation of behavioral processes and activities within the research context.The research conducted in Kudus revealed several key findings: First, as a site for disseminating Islamic values, mosques serve as a vital medium for employing diverse preaching methods. Second, the overlapping social roles shared with other institutions have led to struggles, shifts, and even takeovers of functions traditionally held by religious organizations—including mosques. Consequently, mosques have transformed into contested arenas for political piety.  
Pola Kepemimpinan Rasulullah: Cerminan Sistem Politik Islam Mubasyaroh, Mubasyaroh
POLITEA Vol 1, No 2 (2018): POLITEA
Publisher : State Islamic Institute of Kudus (IAIN Kudus)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/politea.v1i2.4488

Abstract

Arti penting politik dalam sejarah Islam dilukiskan oleh Muh Kurdi Ali dalam bukunya  aqwaluna wa af’aluna  (teori dan praktek-praktek kita) bahwa kebutuhan umat dan bangsa akan politik sama dengan kebutuhan manusia akan air dan udara. Membahas politik, akan menjadi suatu hal yang menarik karena didalamnya menyangkut kekuasaan dan jabatan. Tulisan ini bertujuan membuka wawasan umat Islam tentang politik. Pada tulisan ini akan dipotret bagaimana praktek Rasulullah dalam memimpin umat Islam sebagai bentuk implementasi politik Islam. Hal ini kelihatan sekali terutama ketika beliau memimpin masyarakat di Madinah dengan mendirikan negara Islam, guna menguatkan kepemimpinan, dalam rangka merangkul semua golongan, Rasulullah membuat piagam madinah sebagai perwujudan dari perjanjian damai antara muslim dan non muslim. Disamping itu rasulullah menunjukkan keteladanan dan kewibawannya dengan adanya perjanjian hudaibiyah. Kata Kunci: Politik Islam, Rasulullah, Perjanjian
Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Peserta Didik di MTs Abadiyah Kuryokalangan Gabus Pati Taufik, Ahmad; Mubasyaroh, Mubasyaroh; Jalil, Muhamad
QUALITY Vol 11, No 2 (2023): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v11i2.22010

Abstract

Principal Leadership Style in Improving Student Achievement at MTs Abadiyah Kuryokalangan Gabus Pati. This study examines the leadership style employed by the Principal at MTs Abadiyah Koryokalangan Gabus Pati to enhance student achievement. The research follows a qualitative approach, employing interviews, observations, and documentation for data collection. Data analysis involves reduction, display, and verification. In conclusion, the leadership style of the principal at MTs Abadiyah Koryokalangan Gabus Pati aligns conceptually with the management functions of planning, organizing, actuating, controlling, monitoring, and evaluating. The principal implements four leadership styles: instructive, consultative, participative, and delegative. The leadership of the head of the madrasah in enhancing the achievement of students at MTs Abadiyah Kuryokalangan Pati is consistent with leadership theory. In terms of improving student achievement, there are three supporting factors: facilities and infrastructure, environment, and motivation of those involved, as well as funding. On the other hand, there are also inhibiting factors that include a lack of motivation among the students themselves, personal and environmental challenges, societal and technological factors, as well as issues related to facilities and infrastructure.Penelitian ini membahas tentang Gaya kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Peserta Didik di MTs Abadiyah Kuryokalangan Gabus Pati. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif. Pengumpumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis datanya melalui, reduction, display dan verification. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa: 1) Gaya kepemimpinan kepala madrasah di MTs Abadiyah Kuryokalangan Gabus Pati, secara konseptual sudah sesuai dengan fungsi manajemen yaitu planning, organizing, actuating, controlling, monitoring dan evaluating. gaya yang dipakai kepala madrasah MTs Abadiyah Kuryokalangan Gabus Pati sebagai berikut: a) Gaya kepemimpinan kepemimpinan instruktif. b) Gaya kepemimpinan kepemimpinan konsultatif. c) Gaya kepemimpinan kepemimpinan partisipatif atau demokratis d) Gaya kepemimpinan kepemimpinan delegatif. 2. Kepemimpinan kepala madrasah dalam peningkatan prestasi di MTs Abadiyah Kuryokalangan Pati dapat dikatakan sesuai dengan teori kepemimpinan, 3. Faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan prestasi peserta didik di MTs Abadiyah Kuryokalangan Pati. a) Faktor pendukung adalah sarana dan prasarana, lingkungan dan diri pelaku yang bersangkutan serta pendanaan b) Faktor penghambat dalam meningkatkan prestasi peserta didik adalah diri pelaku yang malas, problem pribadi dan lingkungan, meliputi masyarakat, teknologi juga faktor sarana dan prasarana.