Mubasyaroh Mubasyaroh, Mubasyaroh
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pemberdayaan Ekonomi Sebagai Dimensi Pengembangan Masyarakat Islam Mubasyaroh, Mubasyaroh
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 1, No 1 (2016): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v1i1.2575

Abstract

Pengembangan masyarakat merupakan salah satu metode pekerjaan sosialyang tujuan uatamanya untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakatmelalui pendayagunaan sumber-sumber yang ada pada mereka, sertamenekankan pada prinsip partisipatori sosial masyarakat (Suharto,2005:37). Pengembangan masyarakat sebagai metode pekerjaan sosialmenunjuk pada interaksi aktif antara pekerjaan sosial dengan masyarakat,yang dalam pelaksanaannya, masyarakat yang dikembangkan ituterlibat proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasisuatu program pembangunan kesejahteraan sosial (PKS) atau usahakesejahteraan sosial (UKS).
DAKWAH ISLAM DAN PENGENTASAN MASALAH SOSIAL Mubasyaroh, Mubasyaroh
Community Development: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 2, No 2 (2017): Community Development Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Article In Press)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/cdjpmi.v2i2.3308

Abstract

   Tulisan ini akan mendiskusikan  wacana tentang masalah sosial yang biasa bermunculan di sekitar lingkungan kita, atau mungkin di lingkungan kita. Ada beberapa masalah yang biasa terjadi, yang butuh penanganan tidak hanya dari pemerintah selaku penanggung jawab masyarakat dan lingkungan. Tetapi bagaimana dakwah Islam mencoba melakukan upaya untuk mengentaskan masalah sosial tersebut dengan berbagai pendekatan dan metodenya. Sehingga diharapkan masalah sosial tidak hanya ditangani dari perspektif ekonomi, tetapi dari persektif Islam. Adapun metode dakwah yang digunakan adalah dakwah bi al-lisan, bi al-hal dan uswatun hasanah.
Contesting Da’wah Authority in Indonesian Mosques and Islamic Organizations Saifuddin, Saifuddin; Mubasyaroh, Mubasyaroh; Masdi, Masdi
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the process of segregation, every social institution, including religious ones, experiences both conflict and integration, as well as consensus and contestation. As a religious social institution, the mosque serves as a place for prostration in mahdhah worship and as a center for community development. This article examines two critical issues: first, the shifting dynamics of the mosque’s function as a social institution in Islamic preaching, and second, the negotiation and contestation of Islamic preaching spaces between mosques and other Islamic mass organizations. Employing a qualitative approach, this study conducts an in-depth analysis of primary data sources. Key insights were gathered through participatory observation of behavioral processes and activities within the research context.The research conducted in Kudus revealed several key findings: First, as a site for disseminating Islamic values, mosques serve as a vital medium for employing diverse preaching methods. Second, the overlapping social roles shared with other institutions have led to struggles, shifts, and even takeovers of functions traditionally held by religious organizations—including mosques. Consequently, mosques have transformed into contested arenas for political piety.  
Pola Kepemimpinan Rasulullah: Cerminan Sistem Politik Islam Mubasyaroh, Mubasyaroh
POLITEA Vol 1, No 2 (2018): POLITEA
Publisher : State Islamic Institute of Kudus (IAIN Kudus)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/politea.v1i2.4488

Abstract

Arti penting politik dalam sejarah Islam dilukiskan oleh Muh Kurdi Ali dalam bukunya  aqwaluna wa af’aluna  (teori dan praktek-praktek kita) bahwa kebutuhan umat dan bangsa akan politik sama dengan kebutuhan manusia akan air dan udara. Membahas politik, akan menjadi suatu hal yang menarik karena didalamnya menyangkut kekuasaan dan jabatan. Tulisan ini bertujuan membuka wawasan umat Islam tentang politik. Pada tulisan ini akan dipotret bagaimana praktek Rasulullah dalam memimpin umat Islam sebagai bentuk implementasi politik Islam. Hal ini kelihatan sekali terutama ketika beliau memimpin masyarakat di Madinah dengan mendirikan negara Islam, guna menguatkan kepemimpinan, dalam rangka merangkul semua golongan, Rasulullah membuat piagam madinah sebagai perwujudan dari perjanjian damai antara muslim dan non muslim. Disamping itu rasulullah menunjukkan keteladanan dan kewibawannya dengan adanya perjanjian hudaibiyah. Kata Kunci: Politik Islam, Rasulullah, Perjanjian
Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Peserta Didik di MTs Abadiyah Kuryokalangan Gabus Pati Taufik, Ahmad; Mubasyaroh, Mubasyaroh; Jalil, Muhamad
QUALITY Vol 11, No 2 (2023): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v11i2.22010

Abstract

Principal Leadership Style in Improving Student Achievement at MTs Abadiyah Kuryokalangan Gabus Pati. This study examines the leadership style employed by the Principal at MTs Abadiyah Koryokalangan Gabus Pati to enhance student achievement. The research follows a qualitative approach, employing interviews, observations, and documentation for data collection. Data analysis involves reduction, display, and verification. In conclusion, the leadership style of the principal at MTs Abadiyah Koryokalangan Gabus Pati aligns conceptually with the management functions of planning, organizing, actuating, controlling, monitoring, and evaluating. The principal implements four leadership styles: instructive, consultative, participative, and delegative. The leadership of the head of the madrasah in enhancing the achievement of students at MTs Abadiyah Kuryokalangan Pati is consistent with leadership theory. In terms of improving student achievement, there are three supporting factors: facilities and infrastructure, environment, and motivation of those involved, as well as funding. On the other hand, there are also inhibiting factors that include a lack of motivation among the students themselves, personal and environmental challenges, societal and technological factors, as well as issues related to facilities and infrastructure.Penelitian ini membahas tentang Gaya kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Prestasi Peserta Didik di MTs Abadiyah Kuryokalangan Gabus Pati. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif. Pengumpumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis datanya melalui, reduction, display dan verification. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa: 1) Gaya kepemimpinan kepala madrasah di MTs Abadiyah Kuryokalangan Gabus Pati, secara konseptual sudah sesuai dengan fungsi manajemen yaitu planning, organizing, actuating, controlling, monitoring dan evaluating. gaya yang dipakai kepala madrasah MTs Abadiyah Kuryokalangan Gabus Pati sebagai berikut: a) Gaya kepemimpinan kepemimpinan instruktif. b) Gaya kepemimpinan kepemimpinan konsultatif. c) Gaya kepemimpinan kepemimpinan partisipatif atau demokratis d) Gaya kepemimpinan kepemimpinan delegatif. 2. Kepemimpinan kepala madrasah dalam peningkatan prestasi di MTs Abadiyah Kuryokalangan Pati dapat dikatakan sesuai dengan teori kepemimpinan, 3. Faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan prestasi peserta didik di MTs Abadiyah Kuryokalangan Pati. a) Faktor pendukung adalah sarana dan prasarana, lingkungan dan diri pelaku yang bersangkutan serta pendanaan b) Faktor penghambat dalam meningkatkan prestasi peserta didik adalah diri pelaku yang malas, problem pribadi dan lingkungan, meliputi masyarakat, teknologi juga faktor sarana dan prasarana.
DEVELOP QUALITY PEOPLE THROUGH DA’WAH IN THE FACE OF THE ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) Mubasyaroh, Mubasyaroh
ADDIN Vol 10, No 2 (2016): ADDIN
Publisher : LPPM IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/addin.v10i2.1785

Abstract

Recent decades, we often hear the advent of the Asean Economic Community (AEC) which is a community that is struggling in the field of free market economies in particular, so it requires some readiness; economic, capital, and the equally important need readiness of human resources as the party who run the economy. For Indonesia alone, MEA will be an opportunity for trade barriers will tend to diminish even be non-existent. This will impact on increasing exports, which in turn will increase the GDP of Indonesia. On the other hand, the Muslims as the vast majority of Indonesia's population must face the Asean Economic Community (AEC). In this case Indonesian Muslims should be careful and ready to face the AEC. Campaigners Indonesian economy began to prepare for the era of free markets that will be enforced. The era of the free market itself is the result of the formation of the Asean Economic Community (AEC). The free market itself covering the areas of capital, goods and services, and labor. In this regard, please note that the mission is a process conducted by a conscious and planned to invite the people to the path of Allah, to improve the situation for the better (da’wah is the promotion and development) in order to achieve certain goals, namely to live happily in the world hereafter. In this paper will attempt to peel da’wah efforts in developing the quality of the people in the face of the Asean Economic Community (AEC).
PENDIDIKAN PENANAMAN SISTEM NILAI DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAQ Mubasyaroh, Mubasyaroh
EDUKASIA Vol 8, No 2 (2013): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v8i2.755

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang nilai-nilai  yang terdapat dalam pembelajaran  aqidah akhlaq. Desain pembelajaran  yang digunakan adalah desain penulisan telaah  pustaka.  Jenis data dalam kajian ini adalah literatur yang terkait dengan tema kajian. Islam berkaitan dengan pendidikan spiritual dan membersihkan jiwa dari kejahatan, kebohongan,  kemunafikan, dan prasangka terhadap seseorang tanpa sebab. Dalam pendidikan formal, guru menjadi mentor siswa dalam memiliki akhlakul karimah, dengan menjadi model peran yang baik. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa sumber utama dalam penanaman sistem nilai selain Al- Qur’an dan Al-Sunnah yaitu nilai duniawi, pikiran, adat istiadat dan kenyataan alam.Kata kunci: internalisasi, sistem, nilai, aqidah, pembelajaran, moralitasTHE  EDUCATION OF  GROWING VALUED SYSTEM IN AQIDAH AKHLAQ LEARNING. This article examines the values contained int the aqidah akhlaq learning. The design oh this study is library research. The data of this study are literatures which relates with the topic. Islam is concerned with the spiritual education and cleanse the soul from malice, deceit, hypocrisy, and prejudice against someone without cause. In formal education, the teacher becomes the students’ mentor in having akhlakul karimah, by being good role models. The results of this study showed that the main sources in the growing valued system except Al-Qur’an and Al- Sunnah are worldly values, thoughts, customs, and the reality of nature. Keywords: valued, system, internalization, aqidah, morality, learning