Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Metodologi dan Teoretisasi Politik Islam Sulthon, Sulthon
al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Vol 9 No 01 (2019): April
Publisher : Prodi Siyasah (Hukum Tata Negara) Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.427 KB)

Abstract

Temuan utama dari penelitian ini adalah pada prinsipnya tidak ada metodologi khusus dan baku yang harus digunakan dalam pengkajian dan pengembangan fikih siyâsah. Karena fikih siyâsah merupakan kategori ilmu-ilmu sosial, maka metodologi kajiannya dapat menggunakan metodologi yang tumbuh dan berkembang di dunia ilmu sosial. Hanya saja, karena ia bagian dari fikih, maka mau tidak mau harus juga menggunakan metode ijtihad sebagaimana dalam ilmu fikih pada umumnya. Metode tersebut, antara lain; qiyâs, istihsan, istishab, maslahah mursalah, ‘urf, dan lain-lain. Pendekatan kajian fikih siyâsah, minimal dapat digunakan lima model pendekatan, yaitu; filsafat, hukum, empiris, borokrasi, dan etis. Karena kajian fikih itu sedemikian komplek dan dinamis, maka dalam pengkajian dan pengembangannya perlu dilengkapi dengan ilmu-ilmu pendukung, misal sosiologi, antropologi, sejarah, ilmu politik,ilmu ekonomi, dan lain-lain yang dipandang relevan. Temuan di atas menjawab rumusan masalah tentang bagaimanakah metodologi dan pendekatan kajian politik Islam/fikih siyâsah serta bagaimanakah karakteristiknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode historis. Metode deskriptif digunakan untuk melukiskan secara sistematis, faktual dan akurat atau karakteristik populasi atau daerah tertentu. Sedangkan metode penelitian historis digunakan untuk merekontruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan, menilai, memverifikasi, dan mensintesiskan bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai konklusi yang kuat.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS PEMANFAATAN BARANG-BARANG BEKAS DARI LINGKUNGAN SEKITAR BAGI SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) DI DAERAH PINGGIRAN KOTA KABUPATEN KUDUS sulthon, sulthon
Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 11 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.132 KB) | DOI: 10.32678/primary.v11i1.1433

Abstract

Pembelajaran sains memiliki peranan penting dalam membentuk karakter ilmiah siswa, hal ini akan membangun sikap ilmiah, memiliki kepekaan, dan mau menjaga alam sekitar. Kerusakan alam saat ini terjadi akibat kemajuan IPTEK yang lebih mengeksploitasi alam secara membabibuta dan kurang mempertimbangkan keseimbangan alam yang ada. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengembangkan media pembelajaran sains berbasis pemanfaatan barang bekas dari lingkungan sekitar; (2) mengetahui kenaikan nilai posttest dari pretest prestasi belajar siswa setelah belajar menggunakan media pembelajaran sains berbasis pemanfaatan barang bekas bagi siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI). Jenis penelitian ini adalah pengembangan. Subyek penelitian ini adalah siswa dari MI Nurus Shofa, siswa MI Miftahul Falah, dan siswa MI Matholiul Hijja Kabupaten Kudus. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu pengembangan media pembelajaran sains dilakukan dengan berbasis pemanfaatan barang bekas melalui tahap analisis, desain, produksi, dan evaluasi. Penggunaan media pembelajaran sains berbasis pemanfaatan barang bekas bagi siswa kelas V MI dapat menaikkan nilai rata-rata prestasi belajar sisw
Model Pelayanan Pendidikan Inklusi Di Madrasah: Studi Kasus Di Madrasah Ibtidaiyah Ibtidaul Falah Dawe-Kudus Sulthon, Sulthon
Al-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 10 No. 2 (2018): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v10i2.161

Abstract

AbstrakPendidikan inklusi sebagai layanan pendidikan yang menerima anak disabilitas bersama dengan anak normal di sekolah biasa dalam perjalannya masih banyak mengalami hambatan, baik terkait dengan kekurang siapanya guru, sekolah,dan masyarakat. Dalam rangka memberikan layanan pendidikan yang merata dan adil bagi anak disabilitas, maka perlu dipikirkan untuk membangun pendidikan inklusi di madrasah. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk melihat bagaimana pelaksanaan inklusi di madrasah dan bagaimana model pendidikan inklusi di madrasah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) madrasah ini telah melaksanakan pembelajaran inklusi bagi siswa disabilitas, karena secara legal formal belum memiliki ijin operasional dari Dinas Pendidikan ataupun dari Kementerian Agama, maka dikatakan sebagai rintisan madrasah inklusi; 2) Model madrasah inklusi ini menggunakan model “pullout” yaitu anak disabilitas belajar bersama temannya di kelas regular dalam kelompok khusus, dan dalam waktu-waktu tertentu ditarik dari kelas regular ke ruang sumber untuk belajar dengan guru pembimbing khusus. Hal ini didasarkan pada pertimbangan: 1) anak disabilitas di madrasah ini termasuk anak lambat belajar; 2) memiliki kesulitan dalam belajar pada mata pelajaran tertentu sehingga perlu penanganan pembimbing khusus; 3) pada pelajaran yang  lainnya anak disabilitas ini masih bisa selesai pada kelas biasa.    
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR): THE ANALYSIS OF THE JUVENILE DELINQUENCY TRIGGER FACTORS AND THE HANDLING EFFORTS sulthon, sulthon; Munir, Muh Misbahul
Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 16 No. 1 (2024): Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/dinamika.v16i1.20289

Abstract

 Adolescence is a stage in development experienced by individuals that is different from previous periods. In this period individuals face puberty which is marked by the transition from childhood to adulthood. At this time, teenagers face doubt, uncertainty, emotional instability, so that their actions often deviate from values and norms, this deviation is influenced by many aspects both from within and from outside. The aim of this research is to identify, analyze, study and conclude the factors that trigger juvenile delinquency and efforts to overcome it. The method used in the research is library research with a systematic literature review (SLR) approach. Data collection was carried out using journal search techniques with the keywords "juvenile delinquency", "triggers or causes of juvenile delinquency", "efforts to overcome juvenile delinquency", from journals indexed by Sinta or Google Scholar, and Scopus which were published in the last six years, namely 2018-2023, Data validity testing is carried out by selecting journals based on inclusion and exclusion criteria which will be reviewed is currently analyzing the data by processing all collected articles identified based on inclusion and non-inclusion, place, index, content, then described and analyzed and concluded. The results of the research show that the triggering factors for juvenile delinquency consist of internal and external factors, internal factors namely from within oneself due to an identity crisis, weak control and self-control, and lack of discipline; while external factors include family environment, lack of attention and affection from parents, broken home, low knowledge and practice of religion, poor social environment, school environment, negative influence of peers, weak economy, uncontrolled use of social media information technology, low level of education, and carefree upbringing, while efforts are being made to control it with a strong understanding and practice of religion, democratic parenting, attention and affection and treatment of teenagers according to their age, giving good role models, giving trust and responsibility, training entrepreneurial entrepreneurs, and collaboration with youth organizations in providing sports activities and religious studies. This research provides information about the factors that cause juvenile delinquency and its prevention so that parents or schools can reduce or prevent juvenile delinquency.
IDENTIFIKASI PROKASTINASI AKADEMIK MAHASISWA DENGAN MEMBANGUN KESADARAN DIRI MELALUI KONSELING ISLAMI Sulthon, Sulthon; Munir, Muhammad Misbahul
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v7i1.23306

Abstract

Procastination is a habit that is often carried out by final year students and is detrimental to academics. This research aims to: 1) knowing the causes of academic procastination of final year students; 2) know how to overcome academic procastination in final year students by building self-awareness through Islamic counseling. The method used in this research is field research with a qualitative approach, data collection techniques using interviews, observation and documentation. Data analysis uses data display, data reduction and clarification steps. The research results show that;1) Factors that trigger academic procrastination in final year students are personality factors, namely self-interest and motivation, self-order, self-efficacy, low self-control, fear of failure, unimportant activities, lack of communication with supervisors, and cultural factors: 2) How to overcome the occurrence of student academic procastination with Islamic counseling, namely:(1) building self-awareness through 7 steps, namely repentance, wara', asceticism, qona'ah, gratitude, patience and sincerity;(2) strengthening aspects of student personality,(3) build good communication with the final assignment supervisor,(4) control the progress of the final assignment as feedback, provide humanist guidance, and strengthen awareness.
Pendidikan Dasar Inklusif di Kabupaten Pati: Harapan dan Kenyataan Sulthon, Sulthon
INKLUSI Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.212 KB) | DOI: 10.14421/ijds.060107

Abstract

This study examines the implementation of inclusive elementary education in Pati district. Data collection was carried out through interviews and observations of eight students with disabilities who attended inclusive elementary schools in Pati Regency, 6 teachers, and 3 school principals. Data analysis was performed using data reduction techniques, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of inclusive basic education in Pati Regency is not under idealized conditions because in its implementation the school still limits students with disabilities who are accepted. Schools only accept those who have non-physical disabilities (intellectual disability, slow learning, and sensory disabilities). School considerations are: 1) easy in learning services; 2) worry if parents of non-disabled students refuse and move their children to another school; 3) there are obstacles in learning services because they do not have special support teachers and the lack of inclusive learning facilities and infrastructure.[Makalah ini meneliti pelaksanaan pendidikan dasar inklusif di kabupaten Pati. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap delapan siswa difabel yang bersekolah di SD inklusif di Kabupaten Pati, 6 guru, dan 3 kepala sekolah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan dasar inklusif di Kabupaten Pati belum sesuai dengan kondisi yang diidealkan karena dalam pelaksanaannya sekolah masih membatasi siswa difabel yang diterima. Sekolah hanya menerima mereka yang mengalami disabilitas non-fisik saja (disabilitas intelektual, lambat belajar, dan disabilitas sensorik). Pertimbangan sekolah adalah: 1) mudah dalam layanan pembelajaran; 2) merasa khawatir jika orang tua siswa non-difabel menolak dan memindahkan anaknya ke sekolah lain; 3) adanya kendala dalam layanan pembelajaran karena tidak memiliki guru pembimbing khusus, dan kurangnya sarana dan prasarana pembelajaran inklusif.]