Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Metodologi dan Teoretisasi Politik Islam Sulthon, Sulthon
al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Vol 9 No 01 (2019): April
Publisher : Prodi Siyasah (Hukum Tata Negara) Fakultas Syari'ah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.427 KB)

Abstract

Temuan utama dari penelitian ini adalah pada prinsipnya tidak ada metodologi khusus dan baku yang harus digunakan dalam pengkajian dan pengembangan fikih siyâsah. Karena fikih siyâsah merupakan kategori ilmu-ilmu sosial, maka metodologi kajiannya dapat menggunakan metodologi yang tumbuh dan berkembang di dunia ilmu sosial. Hanya saja, karena ia bagian dari fikih, maka mau tidak mau harus juga menggunakan metode ijtihad sebagaimana dalam ilmu fikih pada umumnya. Metode tersebut, antara lain; qiyâs, istihsan, istishab, maslahah mursalah, ‘urf, dan lain-lain. Pendekatan kajian fikih siyâsah, minimal dapat digunakan lima model pendekatan, yaitu; filsafat, hukum, empiris, borokrasi, dan etis. Karena kajian fikih itu sedemikian komplek dan dinamis, maka dalam pengkajian dan pengembangannya perlu dilengkapi dengan ilmu-ilmu pendukung, misal sosiologi, antropologi, sejarah, ilmu politik,ilmu ekonomi, dan lain-lain yang dipandang relevan. Temuan di atas menjawab rumusan masalah tentang bagaimanakah metodologi dan pendekatan kajian politik Islam/fikih siyâsah serta bagaimanakah karakteristiknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode historis. Metode deskriptif digunakan untuk melukiskan secara sistematis, faktual dan akurat atau karakteristik populasi atau daerah tertentu. Sedangkan metode penelitian historis digunakan untuk merekontruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan, menilai, memverifikasi, dan mensintesiskan bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai konklusi yang kuat.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SAINS BERBASIS PEMANFAATAN BARANG-BARANG BEKAS DARI LINGKUNGAN SEKITAR BAGI SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) DI DAERAH PINGGIRAN KOTA KABUPATEN KUDUS sulthon, sulthon
Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 11 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.132 KB) | DOI: 10.32678/primary.v11i1.1433

Abstract

Pembelajaran sains memiliki peranan penting dalam membentuk karakter ilmiah siswa, hal ini akan membangun sikap ilmiah, memiliki kepekaan, dan mau menjaga alam sekitar. Kerusakan alam saat ini terjadi akibat kemajuan IPTEK yang lebih mengeksploitasi alam secara membabibuta dan kurang mempertimbangkan keseimbangan alam yang ada. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengembangkan media pembelajaran sains berbasis pemanfaatan barang bekas dari lingkungan sekitar; (2) mengetahui kenaikan nilai posttest dari pretest prestasi belajar siswa setelah belajar menggunakan media pembelajaran sains berbasis pemanfaatan barang bekas bagi siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI). Jenis penelitian ini adalah pengembangan. Subyek penelitian ini adalah siswa dari MI Nurus Shofa, siswa MI Miftahul Falah, dan siswa MI Matholiul Hijja Kabupaten Kudus. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu pengembangan media pembelajaran sains dilakukan dengan berbasis pemanfaatan barang bekas melalui tahap analisis, desain, produksi, dan evaluasi. Penggunaan media pembelajaran sains berbasis pemanfaatan barang bekas bagi siswa kelas V MI dapat menaikkan nilai rata-rata prestasi belajar sisw
Model Pelayanan Pendidikan Inklusi Di Madrasah: Studi Kasus Di Madrasah Ibtidaiyah Ibtidaul Falah Dawe-Kudus Sulthon, Sulthon
Al-Bidayah : Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 10 No. 2 (2018): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v10i2.161

Abstract

AbstrakPendidikan inklusi sebagai layanan pendidikan yang menerima anak disabilitas bersama dengan anak normal di sekolah biasa dalam perjalannya masih banyak mengalami hambatan, baik terkait dengan kekurang siapanya guru, sekolah,dan masyarakat. Dalam rangka memberikan layanan pendidikan yang merata dan adil bagi anak disabilitas, maka perlu dipikirkan untuk membangun pendidikan inklusi di madrasah. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk melihat bagaimana pelaksanaan inklusi di madrasah dan bagaimana model pendidikan inklusi di madrasah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) madrasah ini telah melaksanakan pembelajaran inklusi bagi siswa disabilitas, karena secara legal formal belum memiliki ijin operasional dari Dinas Pendidikan ataupun dari Kementerian Agama, maka dikatakan sebagai rintisan madrasah inklusi; 2) Model madrasah inklusi ini menggunakan model “pullout” yaitu anak disabilitas belajar bersama temannya di kelas regular dalam kelompok khusus, dan dalam waktu-waktu tertentu ditarik dari kelas regular ke ruang sumber untuk belajar dengan guru pembimbing khusus. Hal ini didasarkan pada pertimbangan: 1) anak disabilitas di madrasah ini termasuk anak lambat belajar; 2) memiliki kesulitan dalam belajar pada mata pelajaran tertentu sehingga perlu penanganan pembimbing khusus; 3) pada pelajaran yang  lainnya anak disabilitas ini masih bisa selesai pada kelas biasa.    
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR): THE ANALYSIS OF THE JUVENILE DELINQUENCY TRIGGER FACTORS AND THE HANDLING EFFORTS sulthon, sulthon; Munir, Muh Misbahul
Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 16 No. 1 (2024): Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/dinamika.v16i1.20289

Abstract

 Adolescence is a stage in development experienced by individuals that is different from previous periods. In this period individuals face puberty which is marked by the transition from childhood to adulthood. At this time, teenagers face doubt, uncertainty, emotional instability, so that their actions often deviate from values and norms, this deviation is influenced by many aspects both from within and from outside. The aim of this research is to identify, analyze, study and conclude the factors that trigger juvenile delinquency and efforts to overcome it. The method used in the research is library research with a systematic literature review (SLR) approach. Data collection was carried out using journal search techniques with the keywords "juvenile delinquency", "triggers or causes of juvenile delinquency", "efforts to overcome juvenile delinquency", from journals indexed by Sinta or Google Scholar, and Scopus which were published in the last six years, namely 2018-2023, Data validity testing is carried out by selecting journals based on inclusion and exclusion criteria which will be reviewed is currently analyzing the data by processing all collected articles identified based on inclusion and non-inclusion, place, index, content, then described and analyzed and concluded. The results of the research show that the triggering factors for juvenile delinquency consist of internal and external factors, internal factors namely from within oneself due to an identity crisis, weak control and self-control, and lack of discipline; while external factors include family environment, lack of attention and affection from parents, broken home, low knowledge and practice of religion, poor social environment, school environment, negative influence of peers, weak economy, uncontrolled use of social media information technology, low level of education, and carefree upbringing, while efforts are being made to control it with a strong understanding and practice of religion, democratic parenting, attention and affection and treatment of teenagers according to their age, giving good role models, giving trust and responsibility, training entrepreneurial entrepreneurs, and collaboration with youth organizations in providing sports activities and religious studies. This research provides information about the factors that cause juvenile delinquency and its prevention so that parents or schools can reduce or prevent juvenile delinquency.
IDENTIFIKASI PROKASTINASI AKADEMIK MAHASISWA DENGAN MEMBANGUN KESADARAN DIRI MELALUI KONSELING ISLAMI Sulthon, Sulthon; Munir, Muhammad Misbahul
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v7i1.23306

Abstract

Procastination is a habit that is often carried out by final year students and is detrimental to academics. This research aims to: 1) knowing the causes of academic procastination of final year students; 2) know how to overcome academic procastination in final year students by building self-awareness through Islamic counseling. The method used in this research is field research with a qualitative approach, data collection techniques using interviews, observation and documentation. Data analysis uses data display, data reduction and clarification steps. The research results show that;1) Factors that trigger academic procrastination in final year students are personality factors, namely self-interest and motivation, self-order, self-efficacy, low self-control, fear of failure, unimportant activities, lack of communication with supervisors, and cultural factors: 2) How to overcome the occurrence of student academic procastination with Islamic counseling, namely:(1) building self-awareness through 7 steps, namely repentance, wara', asceticism, qona'ah, gratitude, patience and sincerity;(2) strengthening aspects of student personality,(3) build good communication with the final assignment supervisor,(4) control the progress of the final assignment as feedback, provide humanist guidance, and strengthen awareness.
POLA KEBERAGAMAAN KAUM TUNA NETRA DAN DAMPAK PSIKOLOGIS TERHADAP PENERIMAAN DIRI sulthon, Sulthon
QUALITY Vol 4, No 1 (2016): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v4i1.2114

Abstract

The diversity pattern of the blind community was influenced by various aspects and the diversity dimensions i.e. the dimensions of belief, the practice of worship (religious ritual), morals, full and total comprehension, and religious knowledge. The diversity pattern of the blind community in Kudus is vary widely depending on how much knowledge and understanding of religion, full and total comprehension towards his religion, the blind person attitude against his defect, the blind community in SDLB Purwosari Kudus generally have a strong diversity (good), and there was a (mediocre), and there are very less (abangan). The pattern of diversity of blind community has a very significant influence on the psychological and social development. The blind person who has a good (strong) diversity, it is supported by the strong religious knowledge and understanding will have a lightweight psychological development or not so heavy. Instead of a blind person who has less of religious knowledge and understanding will have an impact on the weight psychological and social development also. The pattern of diversity of blind community will have an effect on the psychological and social development and self-acceptance. The good pattern of diversity of blind community will bear a good religion full comprehension that further grow in self awareness and self acceptance that totality to the Almighty so that will bear good attitude and self-acceptance.
Mengatasi Kenakalan Pada Siswa Melalui Pendekatan Konseling Behavioral Sulthon, Sulthon
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 2, No 2 (2018): Konseling Edukasi: Journal Of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/konseling.v2i2.4464

Abstract

Kenakalan anak merupakan wujud dari dinamika psikologis yang terjadi karena adanya tumbuh dan kembang yang dialami individu siswa yang mengarah pada terjadinya perilaku yang berbeda. Perilaku yang menyimpang yang dilakukan anak banyak disebabkan karena pengaruh dari luar atau teman sebaya.      Perilaku siswa yang menyimpang atau mengalami kenakalan dapat diperbaiki dengan perilaku yang baik melalui pemberian stimulus yang baik dengan memperkuat perilaku adaptif dan memeperlemah perilaku yang menyimpang dengan pengkondisian yang tetap. Konseling behavior merupakan upaya untuk mengatasi kenakalan siswa dengan menggunakan teknik desensitisasi sistemik, pelatihan asertif dan time out.Kata kunci: Mengatasi, Kenakalan siswa, pendekatan konseling behavioral.
MENGENAL PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DENGAN MODEL INKLUSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM Sulthon, Sulthon
ADDIN Vol 7, No 1 (2013): ADDIN
Publisher : LPPM IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/addin.v7i1.576

Abstract

MULTICULTURAL EDUCATION FOR CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS USING INCLUSION MODEL IN ISLAMIC EDUCATION. Education is a right of all citizens regardless of social status, race, ethnicity, tribe, nation, including children with disabilities. Thus, these children also have the same rights as children in general on the occasion of viable, appropriate and dignified education. In fact children with disabilities cannot take education freely because not all of the existing school could serve them because of the classical reasons. The Schoolproviding education for these children is still appreciative and ironic that needs a struggle to become democratic education. Ideally with integrated education, children with disabilities can be served in schools wherever they want, including choosing a school in Islamic school. This would be an option for them since both parents and students with disabilities require touches with regard to awareness, faith, and sincerity. The religious approach became a highly influential part in all conditions and situations faced by humanity, because in fact the man will always be united with his Lord through the development of spirituality.
Mengembangkan Kecerdasan Emosional Melalui Penanaman Nilai Sosial pada Anak Usia Dini Sulthon, Sulthon
THUFULA Vol 4, No 2 (2016): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v4i2.2193

Abstract

Anak usia dini adalah anak yang baru tumbuh dan kembang lebih pesat dalam segala hal, baik dalam pertumbuhan fisiknya maupun dalam perkembangan mentalnya. Pada masa ini anak memiliki potensi yang sangat baik dalam hal merespon stimulus yang didapat dari lingkungannya, hal ini karena anak usia dini berada dalam masa emas perkembangan. Dengan demikian membangun kecerdasan emosional anak pada masa ini sangat penting karena anak sangat peka dan berpotensi menjadi lebih baik sesuai dengan pembinaan dan pendidikan yang didapatkan dari lingkungan atau keluarganya. Penanaman nilai-nilai sosial berkaitan erat dengan baigaimana menanamkan anak agar peka dengan kehidupan orang lain atau dapat bersikap dan berperilaku sesuai dengan nilai, norma, dan etika dalam kehidupan sosial yang terbentuk dari bagaimana seseorang memahami emosi diri, mengelola, memotivasi diri, dan memahami emosi orang lain serta berempati terhadap kehidupan orang lain.
Self-Concept and Parenting Pattern of Parents in Children with Physical Disabilities of Early Deaf Sulthon, Sulthon
THUFULA Vol 11, No 2 (2023): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v11i2.21419

Abstract

This research is based on the phenomenon of parents who have children with hearing impairments,they feel disappointed, ashamed and closed.This study aims to identify and understand the social symptoms of self-concept and parenting parents of deaf early childhood children. This study used a qualitative method with a qualitative descriptive approach which was carried out on 3 parents of deaf children at an early age who attended Special Schools (SLB) Sunan Prawoto, Sukolilo, Pati. The research results show that; 1) the self-concept of parents of deaf children at an early age is negative, assuming that their children are different, not according to expectations; 2) the parenting style given is more permissive in: (1) parent support parents do not foster, educate, and instill good values, (2) parental control behavior gives too much freedom and leeway to children without prohibitions and supervision, 3) psychological control does not provide warmth, affection, attention, and a sense of security for children. The contribution of this research is to provide knowledge, understanding, and awareness to parents about children as entrusted by God who must be grateful for any form so that self-concept becomes positive and can accept children and then provides democratic parenting, provides guidance and education is more proportional to developing the potential of children with disabilities so that independent in his life.