Muhammad Ripli, Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MEMBANGUN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK ISLAMI Ripli, Muhammad
AL-TAZKIAH Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari layanan konselingkelompok islami dengan teknik diskusi kelompok terhadap peningkatan kedisiplinan siswa Madrasah Tsanawiyah Paok Lombok Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi (quasi-experimental research) dengan bentuk desain eksperimen Nonrandomized Control Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel penelitian tidak secara random. Subyek penelitian ini adalah 20 anak usia remaja, dimana dari 20 siswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok A sebagai kelompok ekperimen dan kelompok B sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing 10 (sepuluh) orang siswa yang memiliki permasalahan sama dalam rendahnya kedisiplinan. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok islami dengan teknik diskusi kelompok mampu dan efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Terlihat dari masing-masing kesimpulan yaitu: Pertama, pada hasil uji beda pada post-test kelompok A (eksperimen) dan kelompok B (kontrol) dengan uji Mann-Whitney pada kelompok A (eksperimen) yaitu 15,50 (artinya kedisiplinannya tinggi setelah adanya perlakuan), sedangkan kelompok B (kontrol) adalah 5,50 (artinya kedisiplinannya rendah karena tidak adanya perlakuan). Kedua, pada hasil uji beda pre-test dan post-test pada kelompok A (eksperimen) dengan uji Wilcoxon Test, angka nilai pre-test-nya adalah 0,00 (artinya kedisiplinannya rendah sebelum perlakuan), sedangkan nilai post-test-nya 50,50 (artinya kedisiplinannya tinggi setelah diberikan perlakuan). Ketiga, pada hasil uji beda pre-test dan post-test pada kelompok B (kontrol) dengan uji Wilcoxon Test, angka nilai pre-test 5,83 dan hasil post-test-nya 5,00 (artinya dari pere-test sampai dengan post-test-nya tidak ada peningkatan yang signifikan, dengan kata lain tidak ada perubahan peningkatan kedisiplinan pada kelompok kontrol tersebut). Hasil ini dibuktikan dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan.
MEMBANGUN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK ISLAMI Ripli, Muhammad
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari layanan konselingkelompok islami dengan teknik diskusi kelompok terhadap peningkatan kedisiplinan siswa Madrasah Tsanawiyah Paok Lombok Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi (quasi-experimental research) dengan bentuk desain eksperimen Nonrandomized Control Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel penelitian tidak secara random. Subyek penelitian ini adalah 20 anak usia remaja, dimana dari 20 siswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok A sebagai kelompok ekperimen dan kelompok B sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing 10 (sepuluh) orang siswa yang memiliki permasalahan sama dalam rendahnya kedisiplinan. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok islami dengan teknik diskusi kelompok mampu dan efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Terlihat dari masing-masing kesimpulan yaitu: Pertama, pada hasil uji beda pada post-test kelompok A (eksperimen) dan kelompok B (kontrol) dengan uji Mann-Whitney pada kelompok A (eksperimen) yaitu 15,50 (artinya kedisiplinannya tinggi setelah adanya perlakuan), sedangkan kelompok B (kontrol) adalah 5,50 (artinya kedisiplinannya rendah karena tidak adanya perlakuan). Kedua, pada hasil uji beda pre-test dan post-test pada kelompok A (eksperimen) dengan uji Wilcoxon Test, angka nilai pre-test-nya adalah 0,00 (artinya kedisiplinannya rendah sebelum perlakuan), sedangkan nilai post-test-nya 50,50 (artinya kedisiplinannya tinggi setelah diberikan perlakuan). Ketiga, pada hasil uji beda pre-test dan post-test pada kelompok B (kontrol) dengan uji Wilcoxon Test, angka nilai pre-test 5,83 dan hasil post-test-nya 5,00 (artinya dari pere-test sampai dengan post-test-nya tidak ada peningkatan yang signifikan, dengan kata lain tidak ada perubahan peningkatan kedisiplinan pada kelompok kontrol tersebut). Hasil ini dibuktikan dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI APLIKASI MODUL PELATIHAN “DORONGAN DIRI” PADA KELAS XI MA UNWANUL FALAH NW PAOK LOMBOK Ripli, Muhammad
Educatio Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.941 KB) | DOI: 10.29408/edc.v10i2.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Matematika siswa kelas XI Melalui Aplikasi Modul Pelatihan “Dorongan Diri”  pada siswa Madrasah Aliyah Unwanul Falah NW Paok Lombok Tahun Pelajaran 2014/2015.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen kuasi (quasi-experimental research) dengan bentuk desain eksperimen “Pretes-Postes Grup Kontrol Tidak Secara Random (Nonrandomized Control Group Pretest-Posttest Design) yang dilakukan dengan empat kali pertemuan. Target pengambilan subyek melalui teknik tidak secara random. Subyek penelitian ini adalah 20 siswa, dimana dari 20 siswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok A sebagai kelompok ekperimen dan kelompok B sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing 10 (sepuluh) orang siswa yang memiliki permasalahan sama. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu dengan skala motivasi belajar Matematika siswa, pedoman wawancara, dan observasi. Analisis data menggunakan analisis statistik non-parametrik yaitu tes yang modelnya tidak menetapkan syarat-syarat mengenai parameter - parameter populasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Aplikasi Modul Pelatihan “Dorongan Diri” mampu dan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar Matematika siswa pada subyek penelitian.  Hal ini terlihat dari masing-masing kesimpulan yaitu: Pertama, pada hasil uji beda pada post-test kelompok A (eksperimen) dan kelompok B (kontrol) dengan uji Mann-Whitney pada kelompok A (eksperimen) yaitu 15,50 (artinya motivasi belajar Matematika siswanya tinggi setelah adanya perlakuan), sedangkan kelompok B (kontrol) adalah 5,50 (artinya motivasi belajar Matematika siswanya rendah karena tidak adanya perlakuan). Kedua, pada hasil uji beda pre-test dan post-test pada kelompok A (eksperimen) dengan uji Wilcoxon Test, angka nilai pre-test-nya adalah 0,00 (artinya motivasinya rendah sebelum perlakuan), sedangkan nilai post-test-Nya 50,50 (artinya motivasi belajar Matematikanya tinggi setelah diberikan perlakuan). Ketiga, pada hasil uji beda pre-test dan post-test pada kelompok B (kontrol) dengan uji Wilcoxon Test, angka nilai pre-test 5,83 dan hasil post-test-nya 5,00 (artinya dari pere-test sampai dengan post-test-nya tidak ada peningkatan yang signifikan). Hasil ini dibuktikan dengan observasi dan wawancara dengan para dewan guru yang ada pada Madrasah Aliyah Unwanul Falah NW Paok Lombok. Kata Kunci: Modul, Motivasi Belajar Matematika Siswa.
Pengaruh Konseling Behavior Teknik Asertif Dalam Mencegah Kecenderungan Minuman Miras Pada Siswa Kelas VIII MTS Tirtanadi Hermianto, Hermianto; Ripli, Muhammad
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 3 No 1 (2019): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v3i1.2414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pendekatan konseling behavior teknik asertif untuk menurunkan kecenderungan miras pada siswa kelas VIII MTs Tirtanadi dalam penelitian ini adalah satu orang siswa yang memiliki masalah kecenderungan miras. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian subjek tunggal menggunakan desain (A-B). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan angket. Analisis data dilakukan pada fase baseline (A) dan fase intervensi (B), untuk mengetahui perubahan dalam menurunkan kecenderungan miras siswa bisa diketahui setelah mendapat perlakuan dengan menghitung banyaknya data poin (skor) dalam setiap kondisi. Hasil penelitian menunjukkan pemberian layanan konseling behavior teknik asertif memberikan pengaruh positif untuk menurunkan kecenderungan miras siswa.