Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Kawasan Desa Wisata Selotapak melalui Digital Branding guna Meningkatkan Mutu Media Promosi Murry Darmoko; Anastyasia Yunita; Dythalia Ramadhanti
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2022): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v6i2.3235

Abstract

Pengembangan kawasan desa melalui digital branding merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan pertumbuhan kawasan wisata desa serta menambah pengetahuan masyarakat akan pentingnya media sosial sebagai sarana media promosi. Tujuan dari kegiatan pengabdian iniĀ  adalah untuk menyebarluaskan informasi desa wisata Selotapak guna meningkatkan promosi melalui digital branding. Metode penyelesaian masalah yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini berupa sosialisasi dan pelatihan yang terdiri dari sosialisasi tentang cara melakukan digital branding yang baik, dengan menggunakan media sosial (Instagram dan TikTok), melakukan pendampingan dengan mengimplementasikan pada setiap kegiatan sepertiĀ  pengecekan perkembangan media sosial cafe pondok sawah secara berkala, monitoring daya tarik wisatawan di setiap harinya, dan kegiatan lainnya. Evaluasi tingkat keberhasilan program, diukur berdasarkan hasil angket yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan pengabdian. Hasil dari kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat kepada kawasan Desa, dengan memberikan pemahaman terkait digital branding agar lebih mengenalkan kawasan Desa, dan menarik jumlah pengunjung. Selain itu, kegiatan pengabdian ini dapat menjadi bentuk partisipasi dalam memajukan dan meningkatkan mutu kawasan desa.
ANALISIS HUKUM PERIZINAN DITINJAU DARI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB) RUMAH IBADAH: (STUDI KASUS PEMBANGUNAN MASJID DI KECAMATAN WONOCOLO SURABAYA) Hani Istiqomah; Murry Darmoko
Jurnal Hukum Dan Keadilan Vol. 11 Issue. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.057 KB)

Abstract

Masjid merupakan salah satu rumah ibadah wajib bagi umat muslim. Jika ingin mendirikan bangunan untuk fasilitas umum, maka pihak pengelola ada baiknya berkoordinasi terlebih dahulu dengan mengajukan permohonan kepada Bupati atau Walikota untuk memperoleh Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk rumah ibadah. Penelitian ini menerapkan penelitian hukum empiris yang mana suatu metode penelitian hukum yang menggunakan fakta-fakta empiris yang diambil dari perilaku manusia, baik perilaku verbal yang didapat dari wawancara maupun perilaku nyata berdasarkan pengamatan langsung. Tempat penelitian dilakukan di Masjid Syifaul Qulub. Jika ingin melaksanakan pembangunan masjid maka terlebih dahulu meminta surat perizinan pembangunan tempat ibadah kepada Bupati atau Walikota melalui website milik dppb.
KETENTUAN PERKAWINAN SESAMA JENIS DI INDONESIA DAN BELANDA Ahmad Ega Putra Dani; Murry Darmoko
Jurnal Hukum Dan Keadilan Vol. 12 Issue 1. (2023)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/judiciary.v12i1.150

Abstract

Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagaisuami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekalberdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Demikian menurut pasal 1 Undang-UndangNomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Bagi pemeluk Agama Islam perkawinannyadapat dikatakan sah apabila memenuhi syarat dan rukun perkawinan menurut Hukum Islam.Salah satu syarat perkawinan yang sah adalah dilakukan oleh seorang pria dan wanita.Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya faktor-faktorpenyebab perkawinan sesama jenis dan perkawinan sesama jenis di Indonesia dan Belanda.Perkawinan sesama jenis adalah tidak sah menurut Hukum Islam dan Undang-Undang No.1Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Karena bertentangan dengan syarat-syarat sahnyaperkawinan dan norma-norma Agama. Dengan menggunakan pendekatan regulasi dankonseptual, serta metode penelitian hukum normatif studi ini mengkaji bagaimanaketentuan dari perkawinan sesama jenis di Indonesia dan Belanda. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Negara Indonesia hingga saat ini belum melegalkan terkait denganadanya perkawinan sesama jenis, sedangkan di Belanda sudah melegalkan perkawinansesama jenis.