Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Efektivitas Biaya Seftriakson sebagai Antibiotik Profilaksis Pada Seksio Sesarea: Dosis Tunggal Versus Dosis Berulang Bayu Pertiwi; Hesty Utami Ramadaniati; Prih Sarnianto; Dwirani Amelia
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 20 No 2 (2022): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v20i2.1084

Abstract

The provision of single-dose prophylactic antibiotics within 30 to 60 minutes before caesarean has been highly recommended, yet its implementation in hospitals varies considerably. This research aimed to analyze the cost-effectiveness of prophylactic antibiotics given a single dose versus multiple doses during caesarean section surgery. A retrospective observational study with a crosssectional design involved pregnant women undergoing caesarean section and receiving a ceftriaxone single dose before surgery (Group 1) versus those receiving multiple ceftriaxone doses (Group 2). The study calculated direct medical costs (hospital perspective), with surgical site infection (SSI) as the effectiveness parameter. The chi-square test was used to compare SSI between the two groups. There were 806 patients (group 1) and A total of 250 patients (Group 2) met the inclusion criteria. Analysis of total cost revealed no significant difference between both groups (approximately IDR 13,000,000/patient), yet patients receiving prolonged Ceftriaxone were associated with significantly higher antibiotic costs (p-0.000). The study documented 1.2% SSI in Group 1 and 0.8% in Group 2 (p=0.742). Calculation of the incremental cost-effectiveness ratio found that an extra IDR 3,278,000 was needed to provide additional success to prevent SSI by administering multiple doses of ceftriaxone. In conclusion, a single dose prophylactic antibiotic provides comparable efficacy to a multiple-dose regimen, but at a lower cost.
Perbedaan Pengetahuan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) Dengan Menggunakan Media Video Dan Infografis Nika Fadhilah; Dwirani Amelia; Nova Yulianti
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v12i2.163

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian dan jenis kanker yang lebih banyak terjadi pada wanita adalah kanker payudara. Indonesia menempati urutan kelima atas tingginya angka kematian yang disebabkan oleh kanker payudara di dunia (6% dari semua kanker yang didiagnosis; 522.000 orang). Salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya pengetahuan remaja putri terkait deteksi dini kanker payudara dengan cara SADARI. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI dengan melakukan promosi kesehatan dengan menggunakan media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan tentang periksa payudara sendiri (SADARI) dengan menggunakan media video dan infografis pada siswi kelas XI SMK Yastrif tahun 2022. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini kuantitatif analitik dengan rancangan penelitian Quasi Exsperiment dengan Nonequivalent Control Group Design dan menggunakan data primer. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan 2 cara yaitu untuk cara pengambilan sampel menggunakan tenik Nonprobability sampling yaitu Purposive sampling. Sedangkan untuk menentukan jumlah sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 63 responden. Instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu dengan nilai cronbach alpha 0,821 yang artinya kuesioner sangat reliabel. Hasil Penelitian : Dari hasil analisis data terdapat perbedaan pengetahuan tentang SADARI sebelum dan sesudah diberikan intervensi media video dan infografis dengan nilai p <0,05.