Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

THE PROFILE OF THE HOUSEHOLD POVERTY AT THE VILLAGE OF AUA KUNIANG PASAMAN DISTRICT OF WEST PASAMAN REGENCY Yulianti, Nova; Erita, Yeni; U, Iswandi
Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Wisuda Ke 47, Pendidikan Geografi
Publisher : STKIP PGRI Sumbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The trends of population growth at the village of Aua Kuniang fall to speed category; it can be seen in 2012 where this village has the population about 22.429 people. However by having a quickly population growth was not followed with enlarging of job opportunity and the farming land was still more restricted. Seeing from their income, there is unbalance with their essential needs. The lower income household, of course will be difficult to fulfill their essential needs for example food, dress, resident, health and education. For that reason, the unbalance triggers the occurrence of poverty at the village of Aua Kuniang Pasaman District of West Pasaman Regency. The type of this research was descriptive. The population of this research was all poor household leaders lived at the village of Aua Kuniang Pasaman District of West Pasaman Regency totally 1.731 of household leaders. Technique of taking sample used proportional random sampling by the proportion about 10% from all existing samples with total of them about 173 of household leaders. Technique of data collection was done by the observation or distribution the questionnaire to respondent. Technique of data analysis in this research used percentage analysis toward the profile of poor household. The result of research showed that 1) the condition of dress was not fulfilled well, the poor household have just two kinds of dress with total respondents 42,8%, 2) the condition of their food was not fulfilled well, because they have never consumed some fruits with total respondents about 61,3%. 3) the resident condition was lower, where the wall of their house made from wood    construction irregularly with total respondents 67,1% and small size (+ 4 x 6 meter) with total respondent about 41,1%. 4) The health condition was well enough, but the cost of medical need was still supported by Jamkesmas (society health guarantee) with total respondents about 90,2%. 5) The education condition, where almost part of respondents was under of elementary school up to elementary school level about 42,2%. And the household leader who have never the informal education about 100%.
IMPLEMENTASI PROGAM POSYANDU LANSIA UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN LANSIA Yulianti, Nova; Safitri, Desta Aini; Rachel, Tiarlin Lavida
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4635

Abstract

Bertambah usia seseorang akan berdampak pada fungsi fisiologis dan psikologis, dengan demikian akan menyebabkan penurunan organ – organ tubuh sehingga akhirnya akan menimbulkan penyakit yang menyertainya. Pemanfaat pelayanan kesehatan oleh lansia sangat dibutuhkan terutama posyandu lansia yang terdekat dengan masyarakat. Dengan kehadiran lansia dalam kegiatan posyandu diharapkan dapat melakukan deteksi dini penyakit yang menyertai lansia. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk mengetahui implementasi program posyandu lansia di Posyandu Lansia Anggrek Rw 02 Kebon Melati, Jakarta Pusat. Metode pelaksanaan dengan melakukan penyuluhan lansia tentang prilaku hidup bersih dan sehat dan pemeriksaan kesehatan diantaranya pemeriksaan antropometri berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, tekanan darah dan pemeriksaan laboratorium sederhana (kolesterol, asam urat dan gula darah sewaktu). Sasaran kegiatan ini adalah seluruh lansia yang hadir dalam posyandu sebanyak 30 orang. Hasil kegiatan ini didaptkan Berdasarkan tabel 1 didapatkan jenis kelamin lansia sebagian besar adalah perempuan yaitu 24 orang (80%). Usia lansia didominasi pada usia 60 – 74 tahun adalah 24 orang (80%). Lingkar perut laki – laki  ≥ 90 cm rata – rata  3 orang (50%) dan ≤ 89 cm rata-rata 3 orang (50%). Untuk lingkar perut wanita paling banyak pada ≥ 80 cm yaitu 21 (70%). IMT lansia sebagian besar pada klasifikasi normal yaitu 15 orang (50%). Kolesterol lansia rata – rata pada klasifikasi normal yaitu 16 orang (53%). Asam urat lansia didominasi pada klasifikasi normal yaitu 21 orang (70%). Gula darah lansia paling banyak pada klasifikasi Pre DM yaitu 16 orang (53%). Pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat seperti mengatur pola makan, kebersihan diri, aktivitas sehari – hari, olahraga bagi lansia dalam mencegah penyakit degeratif pada lansia.
Survei Kebutuhan Asuhan Kebidanan dalam Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Duhita, Fitra; Irianti, Bayu; Halida, Erda Mutiara; Hartiningtiyaswati, Setiya; Yulianti, Nova; Prabandari, Fitria; Anggraini, Yuliza; Yulita, Nova
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 15 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v15i3.1064

Abstract

The development of services in various fields is always directed at the needs of its users, as an answer to the demands of the needs of the community. Midwifery care with mothers as the main users, so far has not met the needs of the community. This has an impact on the achievement of success indicators for mother and child services that have not met expectations. Therefore, it is necessary to know the needs of the community for midwifery care as a basis for improving midwifery care in Indonesia. This study aims to determine satisfaction with midwifery care. This study used a survey method, to find out the picture of maternal needs for midwifery care. The affordable population is mothers who receive midwifery care in several Puskesmas Kediri Regency, Bandung City, Padang City, Jakarta, Purwokerto, Surabaya and Tangerang. Sample selection was carried out by incidental sampling on all mothers who visited the maternal and child health poly (MCH) at the Puskesmas. The instrument used is a questionnaire. The data is analyzed and presented descriptively. Based on the data obtained, of the 604 mothers, it is known that only 2% (12) of mothers expressed satisfaction with the care provided by midwives. Further analysis per question item based on the aspect of care, it is known that the perception of aspects of care that are felt to be lacking is the cognitive aspect 18%, affective aspect 38% and skill aspect 44%. The care provided by midwives has not answered the needs of the community, as evidenced by the high level of maternal dissatisfaction with midwifery care.
Kreativitas Guru Dalam Penggunaan Media Power Point Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMPN 2 Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat Nova Yulianti; Iswantir M; Salmi Wati; Hamdi Abdul Karim
Perspektif : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa Vol. 1 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Bahasa
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/perspektif.v1i4.752

Abstract

The purpose of this study was to learn how creative the PAI teachers at SMPN 2 Koto Balingka were when using the presentation software Power Point to engage their students who were less engaged in the learning process and more likely to experience frustration and boredom. And the pitfalls that teachers have to deal with while using Power Point. This study employed a descriptive quantitative methodology.Researchers play direct roles as planners, implementers, data collectors, data analysts, and report writers.Collecting information by means of observation, interviews, and written records.Information is gathered from interviews, documents, and libraries. This study's findings suggest that teachers can boost students' understanding of a subject by being creative with Power Point presentations. This can be done by providing clear explanations of the topic at hand, coming up with unique wording for slides, and showing relevant images. Teachers can become more innovative in their use of today's sophisticated technology by making use of Power Point presentations. Students can understand the material presented. The lack of an LCD projector, the disparity between student and teacher proficiency with the PowerPoint software, and the short amount of time available for its use are all factors that dampen teachers' inventiveness while using the program.
Perbedaan Pengetahuan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) Dengan Menggunakan Media Video Dan Infografis Nika Fadhilah; Dwirani Amelia; Nova Yulianti
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/kesehatan.v12i2.163

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian dan jenis kanker yang lebih banyak terjadi pada wanita adalah kanker payudara. Indonesia menempati urutan kelima atas tingginya angka kematian yang disebabkan oleh kanker payudara di dunia (6% dari semua kanker yang didiagnosis; 522.000 orang). Salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya pengetahuan remaja putri terkait deteksi dini kanker payudara dengan cara SADARI. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI dengan melakukan promosi kesehatan dengan menggunakan media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan tentang periksa payudara sendiri (SADARI) dengan menggunakan media video dan infografis pada siswi kelas XI SMK Yastrif tahun 2022. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini kuantitatif analitik dengan rancangan penelitian Quasi Exsperiment dengan Nonequivalent Control Group Design dan menggunakan data primer. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan 2 cara yaitu untuk cara pengambilan sampel menggunakan tenik Nonprobability sampling yaitu Purposive sampling. Sedangkan untuk menentukan jumlah sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 63 responden. Instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu dengan nilai cronbach alpha 0,821 yang artinya kuesioner sangat reliabel. Hasil Penelitian : Dari hasil analisis data terdapat perbedaan pengetahuan tentang SADARI sebelum dan sesudah diberikan intervensi media video dan infografis dengan nilai p <0,05.
Profil Karakteristik, Pengetahuan dan Sikap Remaja terhadap Konseling Tiga Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja : Profile of Characteristics, Knowledge and Attitudes of Adolescents towards Counseling Three Basic Threats to Adolescent Reproductive Health Yulianti, Nova; Suri Nurharjanti; Gita Nur Fitrianingsih; Dwi Ratna Prima; Tiarlin Lavida R
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i1.3119

Abstract

Based on SDKI data in 2017, the results show that sexual behavior in male adolescents is 59% and 74% of women have had sexual intercourse before marriage at the age of 15-19 years. According to Kominfo Data 2021 Explains that Drug Use Among Teenagers Aged 15-35 Years With a Percentage of 82.4% Status as Users. Data from the IDAI (Indonesian Pediatric Association) Report There are 741 Hiv Teenagers in the 15-19 Year Age Group. To overcome the problem of adolescents, among them is through the formation of PIK Remaja / Student. This research method is quantitative research using the Pre Experimental Design Research Method with One Group Pre Test-Post Test Design. The number of samples in this study amounted to 46 respondents aged 17-19 years. The results showed that the characteristics of respondents were mostly 17 years old (65.2%), the gender of respondents was male (60.9%), parents' education (60.9%) with the last education graduated from high school, parents' work (50.0%) with private employee jobs, positive peer influence as many as 33 people (71.7%), sources of information from health workers (doctors, midwives, nurses) (39.1%), got negative family support which was 29 people (63%). The value of knowledge before being given counseling intervention most of the students were less which amounted to 46 people (100%) and after being given counseling intervention most of the students had good knowledge which amounted to 26 people (56.5%). The attitude value before being given counseling intervention, most students had a positive attitude which amounted to 29 people (63%) and after being given counseling intervention, most students had a positive attitude which amounted to 37 people (80.4%).   Abstrak Berdasarkan Data SDKI Pada Tahun 2017 Mendapatkan Hasil Bahwa Perilaku Seks Pada Remaja Pria Sebanyak 59% Dan 74%  Pada Wanita Sudah Melakukan Hubungan Seksual Sebelum Menikah Pada Usia 15–19 Tahun. Menurut Data Kominfo 2021 Menerangkan Bahwa Penggunaan Narkoba Pada Kalangan Remaja Berusia 15-35 Tahun Dengan Persentase 82,4% Berstatus Sebagai Pemakai. Data Laporan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) Terdapat 741 Remaja Hiv Pada Kelompok Usia 15-19 Tahun. Untuk Mengatasi Masalah Remaja Tersebut Diantaranya Melalui Pembentukan PIK Remaja/Mahasiswa. Metode Penelitian Ini Adalah Penelitian Kuantitatif Menggunakan Metode Penelitian Pre Experimental Design Dengan Desain One Group Pre Test-Post Test Design. Jumlah Sampel Pada Penelitian Ini Berjumlah 46 Responden Yang Berusia 17-19 Tahun. Hasil penelitian menyebutkan bahwa karakteristik responden sebagian besar yang memiliki umur 17 tahun (65,2%), jenis kelamin responden adalah laki-laki (60.9%), pendidikan orang tua (60.9%) dengan pendidikan terakhir tamat SMA, pekerjaan orang tua (50.0%) dengan pekerjaan karyawan swasta, pengaruh teman sebaya positif sebanyak 33 orang (71,7%), sumber infomasi dari Tenaga kesehatan ( dokter, bidan, perawat) (39.1%), mendapat dukungan keluarga yang negatif  yaitu 29 orang (63%). Nilai pengetahuan sebelum diberikan intervensi konseling sebagian besar siswa-siswi kurang yang berjumlah 46 orang (100%) dan sesudah diberikan intervensi konseling siswa-siswi sebagian besar memiliki pengetahuan baik yang berjumlah 26  orang (56.5%). Nilai sikap sebelum diberikan intervensi konseling sebagian besar siswa-siswi memiliki sikap positif yang berjumlah 29 orang (63%) dan sesudah diberikan intervensi konseling siswa-siswi sebagian besar memiliki sikap positif yang berjumlah 37 orang (80.4%).
Penyuluhan Hidup Sehat dan Pola Makan seimbang Bagi Siswa SMP Nova Yulianti; Widiyarto, Sigit; Vernia, Dellia Mila; Alifah, Siti; Nurisman, Husain; Rizkiyah, Nur; Suprapto, Hugo Aries
Wahana Dedikasi: Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2024): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wdk.v7i2.16865

Abstract

Penyuluhan hidup sehat dan pola makan seimbang merupakan investasi penting bagi masa depan siswa, baik untuk kesehatan individu maupun masyarakat secara keseluruhan. Penyuluhan juga dapat mencakup cara memilih makanan yang berkelanjutan, membangun kesadaran akan dampak lingkungan dari pilihan makanan, seperti mengonsumsi lebih banyak produk lokal dan organik. .Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di sekolah untuk memberikan wawasan pengetahuan dan praktik baik hidup sehat dan pola makan seimbang. Kegiatn ini didasari oleh banyaknya penderita diabetes dan penyakit degeneratif lainya. Banyak siswa yang mengeluh sakit ketika proses belajar di sekolah. Tim yang terdiri dari 3 institusi berkolaborasi dalam menyiapkan materi dan kegiatan kesadaran hidup sehat. Hasil kegiatan ini mencakup kesadaran,perubahan sikap, dan perubahan pola makan pada siswa. Kegiatan lanjutan masih diperlukan, agar siswa tidak mudah lupa, dan membiasakan kehidupan yang lebih sehat, menjauhi rokok dan melakukan olah raga yang rutin dan cukup. Kegiatan dapat dilanjutkan dengan kegiatan yang menunjang kebugaran, sepeti lomba jalan sehat dan senam bersama di sekolah. Kata kunci: Penyuluhan, hidup sehat, pola makan Abstract Healthy Living And Balanced Eating Counseling For Students Counseling on healthy living and balanced diets is an important investment for students' future, both for individual health and for society as a whole. Counseling can also include how to choose sustainable foods, building awareness of the environmental impact of food choices, such as consuming more local and organic products. The purpose of community service activities in schools is to provide insight into knowledge and good practices of healthy living and balanced diets. This activity is based on the large number of people with diabetes and other degenerative diseases. Many students complain of pain during the learning process at school. A team consisting of 3 institutions collaborated in preparing materials and activities for healthy living awareness. The results of this activity include awareness, changes in attitudes, and changes in eating patterns in students. Follow-up activities are still needed, so that students do not easily forget, and get used to a healthier life, stay away from cigarettes and do regular and sufficient exercise. Activities can be continued with activities that support fitness, such as healthy walking competitions and group gymnastics at school. Keywords: Counseling, healthy living, diet
Efektivitas Modul Konseling (Design By Emphaty) terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Nifas Rachel, Tiarlin Lavida; Yulianti, Nova
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 10, No 1 (2025): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.104481

Abstract

Latar Belakang: Kunjungan nifas (KF) di DKI Jakarta tahun 2022 (61,2%) masih di bawah KF lengkap Indonesia (80,9%). Proporsi ibu nifas dengan masalah pada masa nifas di atas nilai nasional (12,4 vs. 9,1) dan baby blues juga di atas nilai nasional (1,6 vs. 1,1). Proses konseling yang sistematis dengan panduan sangat diperlukan bidan untuk meningkatkan kesehatan ibu nifas dan anak serta keluarga.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap ibu nifas sebelum dan setelah dilakukan konseling dengan modul konseling berbasis evidence based practice dengan design by emphaty.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Quasi experiment two groups with control group. Sampel adalah ibu postpartum 0-42 hari dengan consecutive sampling. Kelompok intervensi di TPMB (52 orang), kontrol di Puskemas dan RS (44 orang, drop out 6 orang). Kelompok intervensi dilakukan konseling dengan lembar balik dengan teknik directed model dan kontrol diberikan edukasi dari buku KIA. Data dilakukan analisis deskriptif dan analitik (uji beda) menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Terdapat perbedaan antara pengetahuan dan sikap dengan nilai p<0.001 ibu nifas sebelum dan setelah dilakukan konseling dengan lembar balik pada kedua kelompok. Pada kelompok intervensi lebih tinggi rata-rata sikap dibandingkan pengetahuan.Kesimpulan: Konseling dengan modul design by emphaty lebih efektif dalam aspek sikap dibandingkan dengan pengetahuan.
Karakteristik Klinis Maternal dengan COVID – 19 dan Luaran Persalinannya di RSU Budi Kemuliaan (Preliminary Research): Clinical Characteristics of Maternal with COVID – 19 and Delivery Outcomes at RSU Budi Kemuliaan (Preliminary Research) Yulianti, Nova; Hasan Salim Alatas; Indah Yulika; Chaterina Manurung; Fitria Endah Purwani
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.2367

Abstract

Pregnant women are more at risk for transmission of infectious diseases such as COVID - 19 both physically and psychologically. This risk puts pregnant women at maternal risk that can occur such as prematurity, hypertension, preeclampsia, and miscarriage. The purpose of this study was to determine the clinical characteristics of maternal with Covid - 19 at RSU Budi Kemuliaan (Preliminary Research). This study used a quantitative descriptive method with a cross-sectional design and used secondary data to determine general characteristics, financing, referral, obstetric status, gestational age, comorbidities, pregnancy complications, signs, symptoms, history of potential Covid-19 contact, laboratory, thorax photos, pregnancy outcomes, delivery methods, APGAR values, birth weight, labor complications, length of stay. Data collection for this study was from May 2020 to May 2021. The population of this study were all pregnant women with COVID - 19 both suspected, probable, and confirmed cases at Budi Kemuliaan Hospital.  The sample of this study amounted to 201 respondents according to the inclusion criteria. This research took place at Budi Kemuliaan General Hospital. The results of this study show the characteristics of pregnant women as follows: 81.6% of confirmed covid-19 cases, 82.6% of mothers with low risk age, 60.7% with Kemenkes financing, 86.6% went home with doctor's approval, 82.6% of mothers with 3rd trimester pregnancy, 92.5% of mothers did not have comorbidities, 65.2% of mothers did not have a doctor's approval.   Abstrak Wanita hamil lebih beresiko dalam penularan penyakit menular seperti COVID - 19 baik secara fisilogis maupun psikologis. Resiko tersebut menempatkan wanita hamil pada resiko maternal yang dapat terjadi seperti prematur, hipertensi, preeklamsi, dan keguguran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik klinis maternal dengan Covid – 19 di RSU Budi Kemuliaan (Preliminary Research) Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitaf dengan desain cross Sectional dan menggunakan data sekunder untuk mengetahui karakteristik umum, pembiayaan, rujukan, status obstetri, usia kehamilan, komorbiditas, komplikai kehamilan, tanda, gejala, riwayat potensi kontak Covid-19, laboratorium, foto thorax, luaran kehamilan, metode persalinan, nilai APGAR, berat bayi lahir, komplikasi persalinan, lama rawat. Pengambilan data untuk penelitian ini yaitu pada bulan Mei 2020 s/d Mei 2021. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil dengan COVID - 19 baik kasus suspek, probable, dan konfirmasi di RS Budi Kemuliaan.  Sample penelitian ini berjumlah 201 responden sesuai dengan kriteria inklusi. Tempat penelitian ini di Rumah Sakit Umum Budi Kemuliaan Hasil Penelitian ini menunjukkan karakteristik ibu hamil sebagai berikut : 81,6% kasus konfirmasi covid-19, 82,6% ibu dengan usia resiko rendah, 60,7% dengan pembiayaan Kemenkes, terdapat 86,6% pulang atas persetujuan dokter, 82,6% ibu dengan kehamilan trimester 3, terdapat 92,5% ibu tidak memiliki komorbid, 65,2% ibu tidak mengalami komplikasi kehamilan, jumlah hari perawatan terbanyak adalah selama 3 hari yaitu 42,3%, mayoritas kadar haemoglobin dan trombosit ibu hamil yang mengalami covid berada dalam batas normal yaitu 57,7% dan 86,6%. kadar leukosit mayoritas pada keadaan leukositosis (52,2%). Ibu hamil yang mengalami covid 59,7% ibu dapat meneruskan kehamilannya hingga persalinan, 51,2% bersalin secara sectio caesaria. Bayi baru lahir dari ibu yang mengalami COVID – 19, 62,2% dalam kategori normal dan 51,7,2%  berat bayi dalam kategori normal
Efektivitas Modul Konseling (Design By Emphaty) terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Nifas Rachel, Tiarlin Lavida; Yulianti, Nova
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 10, No 1 (2025): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.104481

Abstract

Latar Belakang: Kunjungan nifas (KF) di DKI Jakarta tahun 2022 (61,2%) masih di bawah KF lengkap Indonesia (80,9%). Proporsi ibu nifas dengan masalah pada masa nifas di atas nilai nasional (12,4 vs. 9,1) dan baby blues juga di atas nilai nasional (1,6 vs. 1,1). Proses konseling yang sistematis dengan panduan sangat diperlukan bidan untuk meningkatkan kesehatan ibu nifas dan anak serta keluarga.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap ibu nifas sebelum dan setelah dilakukan konseling dengan modul konseling berbasis evidence based practice dengan design by emphaty.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Quasi experiment two groups with control group. Sampel adalah ibu postpartum 0-42 hari dengan consecutive sampling. Kelompok intervensi di TPMB (52 orang), kontrol di Puskemas dan RS (44 orang, drop out 6 orang). Kelompok intervensi dilakukan konseling dengan lembar balik dengan teknik directed model dan kontrol diberikan edukasi dari buku KIA. Data dilakukan analisis deskriptif dan analitik (uji beda) menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Terdapat perbedaan antara pengetahuan dan sikap dengan nilai p<0.001 ibu nifas sebelum dan setelah dilakukan konseling dengan lembar balik pada kedua kelompok. Pada kelompok intervensi lebih tinggi rata-rata sikap dibandingkan pengetahuan.Kesimpulan: Konseling dengan modul design by emphaty lebih efektif dalam aspek sikap dibandingkan dengan pengetahuan.