p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Suara Keadilan
Sukresno Sukresno
Fakultas Hukum - UMK

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYELESAIAN PERKARA PERDATA MELALUI PERSIDANGAN SECARA ELEKTRONIK DI PENGADILAN NEGERI KUDUS DALAM RANGKA MEWUJUDKAN ASAS SEDERHANA CEPAT DAN BIAYA RINGAN Hasan Udi; Sukresno Sukresno
Jurnal Suara Keadilan Vol 22, No 2 (2021): Jurnal Suara Keadilan Vol. 22 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/sk.v22i2.8529

Abstract

Penelitian dengan judul Penyelesaian Perkara Perdata Melalui PersidanganSecara Elektronik Di Pengadilan Negeri Kudus Dalam Rangka Mewujudkan AsasSederhana Cepat Dan Biaya Ringan ini dilatar belakangi adanya kemajuanteknologi informasi yang demikian pesat. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui penyelesaian perkara perdata melalui persidangan secara elektronik diPengadilan Negeri Kudus dan cara mengoptimalkannya.Metode yang digunakan adalah non doktrinal, pengambilan datanyadilakukan dengan wawancara dan kuesioner, lokasi penelitian di PengadilanNegeri Kudus.Metode penentuan sampel dilakukan secara random, hasilpengolahan datanya disajikan dalam bentuk deskriptif analisis.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persidangan secara elektronik diPengadilan Negeri Kudus sudah dilaksanakan namun baru sebatas pendaftaranperkaranya, sedangkan proses persidangannya masih sulit implementasinya.Belum tampak adanya perubahan yang nyata di Pengadilan Negeri Kudusdalam menerapkan e-court ini, maka cara untuk mengoptimalkannya adalahmewajibkan pendaftaran perkara perdata di Pengadilan Negeri Kudus harusmelalui aplikasi e-Court.sebagaimana ketentuan Surat Edaran DJU Nomor:84/DJU/HM02.3/5/2019.
EKSISTENSI PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK) MENURUT UNDANG -UNDANG NO. 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA DAN MEWUJUDKAN PELAYANAN PRIMA DI KABUPATEN DEMAK Muhlisin Muhlisin; Sulistyowati Sulistyowati; Sukresno Sukresno
Jurnal Suara Keadilan Vol 22, No 2 (2021): Jurnal Suara Keadilan Vol. 22 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/sk.v22i2.8536

Abstract

Penelitian ini dengan judul eksistensi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (pppk) menurut undang -undang no. 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara dalam upaya meningkatkan kinerja dan mewujudkan pelayanan prima di kabupaten demak. Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang selanjutnya disingkat dengan UUD NRI Tahun 1945 pada alinea ke-IV menyatakan salah satu tujuan Negara Indonesia adalah membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Penegasan dalam pembukaan UUD NRI Tahun 1945 merupakan bagian dari upaya untuk mencapai tujuan nasional, baik berupa sumber daya manusia maupun sarana yang berbentuk benda, karena negara tidak mampu melakukannya sendiri.Untuk mewujudkan suatu pemerintahan yang baik tersebut banyak hal yang harus diperhatikan, salah satunya dengan menciptakan aparatur yang mampu menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan tujuan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Membuat regulasi yang benar melalui peraturan perundang-undangan merupakan langkah kongkrit dalam menciptakan aparatur yang baik tersebut. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan. ASN adalah gabungan dari PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang selanjutnya disingkat dengan PPPK.PPPK didefinisikan sebagai warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan. PPPK dengan Pegawai honorer walaupun memiliki kedudukan hampir sama, namun tidak serta secara otomatis bagi pegawai honorer sekarang dapat langsung menjadi PPPK dikarenakan secara prinsip kedua jenis pegawai ini sangat berbeda.Kata kunci: Eksistensi, Pelayanan Prima, Aparatur Sipil, PPPK